Balai Pom Samarinda, yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Berau  Selasa (13/5) kemarin  di ruang Kakaban mengadvokasi ketua tim penggerak PKK, Dinas Instansi terkait, Kepala Kampungg, kader, tokoh masyarakat, dalam rangka gerakan keamanan desa.

Apa sih Gerakan keamanan desa itu ? beberapa peserta yang bertanya tanya ?

Genta Nila Hadi Ssi Apt pemateri dari Balai Pom Samarinda  dalam ajang ini , memaparkan bahwa gerakan keaman pangan desa adalah pembangunan keamanan pangan yang dimulai dari tingkat individu,  keluarga hingga masyarakat.

Badan POM telah menginisisasi program-program keamanan pangan nasional dengan melakukan intervensi keamanan pangan kepada masyarakat.   Salah satunya adalah Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) yang dilaksanakan sejak tahun 2014.   

Program  ini  sejalan  dengan  program  Nawacita  yang  ke-3  yaitu  membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan Nawacita yang ke-7 yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, antara lain pangan, energi dan keuangan. Melalui program ini juga diharapkan terbentuk masyarakat yang mandiri dalam melaksanakan keamanan pangan sehingga praktek keamanan pangan yang baik dapat menjadi kebiasaan bahkan menjadi budaya masyarakat, sekaligus untuk memperkuat ekonomi desa melalui program Keamanan Pangan Desa.

“Di Indonesia, dilaksanakan diseluruh Propinsi , di setiap propinsi ada 3-5 desa , tahun 2014 ada 294 desa, dan dari tahun 2015 hingga 2019 ini masing masing 100,” kata Genta Nila, perempuan berjilbab ini.

Program ini dilaksanakan secara terus menerus, dan tahun ini untuk Kabupaten Berau ada 3 desa atau kampung yang diintervensi untuk keamanan pangan desa, yakni kampung Malung, Keluarahan Bugis dan Kelurahan Gunung Panjang.

Mengapa hanya 3 kelurahan saja ? karena gerakan keamanan pangan desa dilakukans secara bertahap. Tiga kelurahan ini masuk dari 100 desa atau kampung yang ada di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan desa pangan aman ?

Nah...desa pangan aman , harus memiliki 3 unsur, yakni pertama komitmen akan keamanan pangan. Kedua kader keamanan pangan aktif dan ketiga program mandiri keamanan pangan.

Keig aunsur ini diukung dengan keamanan pangan masuk alam kelembagaan desa, kemudian pemilihan kader keamann pangan yang tepat, dan masyarakat desa terpapar keamanan pangan serta usaha pangan desa menerapkan praktek keamanan pangan yang baik.

Adapun nilai dasar dari desa pangan adalah, yang pertama pemberdayaan masyarakat , peningkatan akses keamanan pangan, berbsis kearifan lokal dan pengembangan produk unggulan.

Untuk mewujudkan desa pangan aman, Genta Nila Hadi memaparkan konsep  pelaksanaannya adalah di tahun pertama itu Desa PAMAN Pratama ( inisiasi awal untuk pementukan desa PAMAN, pada tahn kedua PAMAN Madya  (merupaan tahap pertumbuhan dan pengemangan desan PAMAN), sedangkan Tahun ketiga desa PAMAN Mandiri (desa PAMAN yang mandiri memiliki kegiatan berkelanjutan).

Pada pelaksanaanya , disebuah desa harus ada perkuatan kapasitas desa, yang amna advokasi kelembagaan desa, pada point disini membahas maskya kamanan pangan di kelembagaan desa serta menganalisis program desa yang bisa di integrasikan minlnya semacam PNPM mandiri atau desa siaga.

Dalam perkuatan kapasitas desa ini juga ada pembentukan tim keamananpangan yang terdiri dari 4 orang perangkat adesa di masing masing desa. Yakni terdiri dari 1 orang ketua (keala desa /lurah), dan ada 3 orang yang mengkoordinasikan dan melakukan pengawasan.

Tugas dan tanggung jawabnya , menyusun jadwal dan rencana  kerja, melaksankan bimtek dan memotivasi komunitas desa.

 Nah ...komunitas desanya yang mana? Komunitas desa dalam perkuatan kapasitas deasa, adalah Ib PKK, Karang Taruna , dan sekolah yang ditugaskan kepala desa untuk melakukan pembinaan dan failitasi keaman pangan. Tentunya mereka yang bertugas ini mampu berkomunikasi dengan baik.

Selain Genta Nila, yag memerikan materi pada Advokasi, juga ada Chrstine Natalia Pandjaitan Ssi, Apt yang juga memberikan pengarahan mengenai  keyang diamanan pangan.

Disebutkan Christine , bahwa dalam keaman  pangan desa ini, setelahberjalan, ada monitoring dari Balai Pom berupa pengawasan rutin, evasluasi dan laporan. Dan penilaianya menjelang kahir kegiatan BPOM sudah mulai mengumpulkan daa dan dokumen dari semua desa yang di intevensi.

Misal di Kabupaten Berau ada tiga desa yang di intervensi, kampung Maluang, kelurahan Bugis dan kelurahan Gunung Panjang.

Aktivitas pada pengawalan desa PAMAN , tim membuat program, dan memastikan rancangan program kemana pangan dalam RPJMDES, dan memampaatkan APBD Desa atau Kampung, sebutan untuk di Berau. Aktivitas  keamanan PAMAN Desa  didampingi oleh BPOM. 

 

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  (Germas) terus digerakkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau bersama   Forum Berau Sehat dengan merangkul stakeholder. Awal Mei lalu Germas di launcing di Kecamatan Biduk Biduk , sebuah kecamatan yang sangat  indah di Kabupaten Berau.

Deklarasi kali ini lebih menekankan kepada pencegahan dan penurunan stunting dan (ODF) atau buang air besar pada tempatnya.

Acara  dihadiri Camat dan tokoh serta oganisasi di Kecamatan Biduk Biduk. Acara dibuka Asisten I Bupati Berau Drs H Anwar,  yang mengungkapkan dalam ajang ini bahwa masyarakat dan organisasi tokoh masyarakat , kader di Kecamatan Biduk Biduk, berkomitmen untuk menjalankan pola hidup sehat.

Kegiatan kongkrit hidup sehat , misalkan di sebuah  pertemuan, pengajian ,kegiatan di kampung kampung membiasakan untuk makan buah, tidak saja sajiann kue.

“Dalam setiap pertemuan di kampung, di himbau agar warga beraktivas fisik setiap hari, makan buah buahan dan sayur sayuran, cek kesehatan secara rutin dan berkala. Dan ajakan jalan sehat setiap hari serta senam setiap hari minggu,” kata Anwar.

Penekanan kepada stunting, dimana stunting yang dimaksud adalah adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Kepada ibu yang sedang mengandung, agar memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan, serta gizi bayi setelah dilahirkan.

Titik tegas lainya dalam deklarasi germas adalah ODF atau Open Defecation Free yang artinya  kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau sekaligus ketua Forum Berau Sehat Hj Srie Juniarsih S Pd M si mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama menjalani gerakan hidup sehat .

Dalam deklarasi Germas di Biduk Biduk ini Dinas Kesehatan bersama Camat mengadakan kesepakata untuk mewujudkan kehidupan yang sehat d wilayah Biduk biduk. Selain itu senam sehat di lapangan sepak bola yang menyedot ratusan masyarakat. Senam ini selain menyupport masyarakat untuk menjalani hidup sehat, juga meng agendakan agar senam dilaksanakan setiap Minggu pagi atau Minggu sore oleh masyarakat dengan didukung oleh fihak Kecamatan Biduk Biduk. (Bangun Banua)     

Momen bulan suci ramadhan tentu tak terlepas dari takjil, atau istilahnya jajanan berbuka puasa dengan berbagai jenis makan, yang menggugah selera bagi setiap orang yang melihatnya. Bulan suci umat Islam ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang takjil yang ada di Kota Tanjung Redeb dan kecamatan lainnya. Di kawasan Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb misalnya, hari hingga hari ke 16 , Ramadan tampak puluhan pedagang menjajakan dagangannya ditempat ini. Hingga menjelang berbuka, berbagai dagangan takjil yang digelar nyaris habis diburu masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, drg Totoh Hermanto juga mengakui, datangnya bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang takjil. Seperti yang ada di Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya, setiap sore selama bulan Ramadhan mulai dipadati oleh para pedagang. Namun Totoh juga berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas takjil atau penganan yang dijajakan para pedagang.

“Hal yang perlu diperhatikan oleh pedagang adalah kebersihan, peralatan, air, bahan makanan dan bahan tambahan pangan, penyajian dan alat pewadahan. Upayakan yang bersih, tertutup dan bergizi,” Tegasya.

Karena itu pihaknya menghimbau kepada seluruh pedagang yang menjual makanan untuk berbuka puasa atau takjil, untuk menggunakan bahan-bahan yang alami, atau aman untuk di konsumsi dan tidak berpengawet. Imbaunya. Totoh puh berharap, tidak ada pedagang yang melakukan kecurangan, seperti mencampurkan bahan pengawet agar jualanya tidak cepat basi, atau memberi pewarna makanan yang tidak aman.

“Saya berharap, pedagang di Kabupaten Berau semuanya menggunakan bahan-bahan alami, serta berjualan dengan jujur tanpa adanya campuran-campuran bahan yang membahayakan bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya,” Tegasnya lagi.

Sebelumnya Yuni salah seorang pedagang takjil dan sayur masak mengatakan, bulan ramadhan ini menjadi berkah untuknya, karna omset penjulannya naik.

“Dari hari biasa penjualan Alhamdulillah naik sekitar 150% an lah, Ramadhan membawa berkah tersendiri buat kami,” ujarnya, Minggu (19/5) sore.

Sebelumnya Yuni berjualan sarapan pagi dan berbagai jenis kue di sekitaran Jalan Milono, omset kotor perharinya rata – rata 650 – 700 ribu. Namun saat Ramadan, dia menjual takjil bisa membawa pulang Rp 1.250.000 hingga Rp 1.500.000 perharinya. Ini adalah kali ke tiga dia berjualan takjil Ramadan. Dari tahun ke tahun Yuni menyebut yang namanya takjil ramadhan tak pernah sepi pengunjung. Rina salah seorang pengunjung mengungkap alasan nya lebih memilih takjil, jadi ketimbang memasak sendiri dirumah. Banyak pilihan dan praktis menjadi salah satu alasannya.

“Kalau beli takjil jadi ini banyak pilihannya, aneka makanan Nusantara ada, juga praktis karna kita juga siangnya kerja, tak sempat masak,” katanya.

Hingga menjelang magrib kemarin, aktifitas jual beli disini tak pernah lengang. Keramaian yang sama juga terlihat di sejumlah titik lain, bahkan sesekali Jalan Apt Pranoto lumayan macet lalu lintasnya, karna kendaraan warga yang masuk areal Masjid Agung terus siih berganti membeli takjil, namun kemacetan ini tak pernah berlangsung lama, karena dapat diatasi Dishub dan Satlantas Polres Berau.(Bangun Banua)

 

Gerakan keamanan pangan desa haruslah kontinyu, yang namanya gerakan itu terus menerus dilakukan, jadi tidak hanya berhenti sampai di acara ini saja.

Hal ini diungkapkan Bupati Berau Muharram S Pd MM ketika membuat acara Advokasi Kelembagaan Desa dalam rangka Gerakan Kemanan Pangan Desan tahun 2019, yang dilaksanakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda yang difasiliasi Dinas Kesehatan Berau, Selasa (14/5) ruangan  Kakaban, Kantor Bupati Berau.

Sedangkan yang hadir di ruangan ini, diimbau Bupati Muharram semisal Kepala Kampung, sekretaris tokoh masyarakat, Ketua PKK Berau, agar benar benar meneruskan gerakan ini ke tengah masyarakat.

Muharram juga menyebutkan, peserta yang mengikuti acara advokasi ini, benar benar melaksanakan kegiatan ini secara terus menerus. Sehingga ada hasil yang diharapkan yakni meningkatkan kemampuan usaha pangan desa dan menciptakan desa pangan yang aman.

Sementara itu Plt Kepala Balaim POM DrsAbdul Haris Rauf, yang juga ketua panitia kegiaan advokasi kelengbagaan, memaparkan bahwa pembangunan keamanan angan dimulai ari individu, keluarga hingga masyarakat termasuk di pedesaan sesai salah satu agenda prioritas Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa.

Kegiatan advokasi merupaan pembelajaran dari program PJAS dan pasar aman dari bahan berbahaya sebagai program pemberdayaan masyarakat.

Disebutkan pasar aman dari bahan berbahaya hingga tahun 2018, karena mulai tahun 2013-2018 baru 108 pasar percontohan yang di intervensi keamanan pangan yang tersebar di 88 Kabupatendan  kota pda 31 popinsi dan kegiatan ini dilanjutkan pada 2019.

Dalam kegiatan ini, ada tiga kampung yang di intervensi untuk mewujudkan keamanan pangan di esa secara mandiri. Tiga kampung tersebut, Maluang, Kelurahan Bugis dan Kelurahan Gunung Pajang.(Bangun Banua)

Halaman 1 dari 2

LINK TERKAIT

 

 

PENGUNJUNG

Hari ini29
Kemarin18
Minggu ini274
Bulan ini474
Total6978

Pengunjung

  • IP: 54.161.31.247
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Sedang Online

1
Online

16-06-2019