Beberapa kios penjual makanan kering berkemasan dan siap saji di pasar Adji Dilayas, serta toko Hokky di AKB Sanipah, Ika Jaya di Mangga 2 dan Bazar Ramadahan di halaman Masjid Agung , Senin (20/5)  dikunjungi oleh tim terpadu yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Diskoperindag, Pendidikan,Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit dan Satpol PP.

Kunjungan ini dalam rangka pembinaan dan pengawasan, untuk pangan industri rumah tanagga (PIRT)  dan keamanan pangan siap . Disebutkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat  (Kesmas) Ahmad Basuki kunjungan ini untuk memastikan bahwa makanan yang dijual itu terdaftar di Balai POM dan Dinas Kesehatan (P-IRT), tidak kadaluarsa, memenuhi persyaratan label, kemasan tidak rusak atau penyok .

Disamping itu, tim yang turun ini memastikan tidak ada bahan tambahan pangan mengunakan pewarna , pengawet, pemanis dan essence yang tidak terdaftar pada balai POM RI. Selain makana kemasan dan siap saji, juga termasuk parcel yang dijual oleh toko haruss memenuhi unsur unsur tersebut. Tim ini tururn ke lapangan sebelumnya mengadakan rapat dengan Sekkab Berau Ir Muhammad Gazai, mengenai tim koordinasi dan pengawasan yang turun ke lapangan.

Tim langsung terjun ke ke Pasar Sanggam Adji Dilayas, sekitar pukul 10.30  ke kios kios yang menjual makan dan kue kue kemasan yang menjamur di bulan Ramadan dan jelas Idul Fitri ini. Di ujung stand kue kering,  mendapatkan kue kue kering kemasan tanpa label, tangal pembuatannya dan masa berakhirnya.

Menurut keterangan penjual  kue yang kena teguran dari tim, bahwa dia mendapatkan dari penjual kue yang cukup  dikenal, hanya saja mereka kehabisan stiker. Sambil menyebutkan alah satu usaha home industri di kabupaten Berau. Tim juga menegur etalase kaca kue yang kotor sekali, jug amakanan dan kue basah yang dijual tetapi tidak di ditutup dengan plastik.

“Mestinya kue dimasukkan dalam etalase kaca, atau ditutup plastik,” kata Kadis Koperindag Wiyati. Etalase tempat memajang kue, harus selalu dibersihkan, karena ini tempat makanan, tambah Suhartini dari Kesmas Dinkes. Beberapa pedagang kue yang mengecer kue atau jenis kacang kacang, dengan kemasan bungkus plastik juga mendapatkan teguran.

“Saya membelinya di Samarinda, dengan ukuran 5 sampai 10 kilo, sehingganya saya bagi bagi lagi menjadi per kg atau setengah kg,” ungkap pedagang. Itupun dicek apakah kemasan itu memang benar telah terdaftar pada Dinkes (P-IRT) dan Badan POM RI Pedagang diberikan arahan untuk ke dinas kesehatan.

Tim terpadu memberikan binaan kepada pedagang untuk taat dan menerima titipan kue yang dijual mereka harus terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, dan jika membelinya dari Samarinda, juga demikian terdaftar di Dinkes Samarinda. Dan barang yang dijual ada keterangan dengan mencantunmkan tanggal kadaluarsa.

Pada sore harinya, di Bazar Ramadan depan masjid agung,tim terpadu khususnya Dinas Kesehatan melaksanakan pemeriksaan sample makanan dengan alat kesling kit dari Kemenkes RI. Disebutkan Suhartini, tujuan pemeriksaan makanan ini untuk mendeteksi apakan makanan tersebut menggunakan borak atau pewarna tekstil.(Bangun Banua)


LINK TERKAIT

 

 

PENGUNJUNG

Hari ini27
Kemarin18
Minggu ini272
Bulan ini472
Total6976

Pengunjung

  • IP: 54.161.31.247
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Sedang Online

1
Online

16-06-2019