Cek Kesehatan Juga Bisa Dilakukan Sendiri

Tanjung Redeb –

Kesehatan adalah nomor satu yang paling penting dan wajib menjadi prioritas. Karena, tanpa tubuh yang sehat maka aktivitas juga tidak akan berjalan lancar. Untuk itu, sangatlah penting mengecek kesehatan secara rutin. Tak hanya dilakukan di rumah sakit atau ke dokter, cek kesehatan juga bisa dilakukan sendiri.

“Bisa dilakukan secara mandiri atau dicek sendiri. Apalagi untuk kesehatan fisik atau badan seseorang memang sebaiknya dilakukan sendiri karena setiap pribadi lebih tahu bagaimana kondisi badannya,” jelas Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Kesehatan, bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau, Ida Sulina.

Beberapa cek kesehatan yang bisa dilakukan sendiri diantaranya, cek berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Mengukur berat badan dan tinggi badan berguna mendapatkan nilai Indeks Masa Tubuh (IMT) yang nantinya akan digunakan dalam menentukan apakah berat badan dan tinggi badan Anda sudah ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular. Pengukuran IMT ini tidak berlaku terhadap ibu hamil, atlet, dan penimbunan cairan yang tidak normal di kaki dan perut.

Rumus penentuan IMT adalah :

IMT = Berat Badan (Kg)

           [Tinggi Badan (m)]2

Kedua adalah mengecek lingkar perut. Lemak perut jika berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung, stroke, dan diabetes. Batas aman lingkar perut untuk pria adalah 90 cm dan wanita adalah 80 cm.

Ketiga, cek tekanan darah, yang merupakan salah satu cara mendeteksi dini risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung. Angka hasil pemeriksaan Normal adalah jika dibawah 140/90 mmHg. Tak hanya itu, kadar gula darah juga perlu dicek karena cek kadar gula darah menunjukkan kadar glukosa dalam darah. Hasilnya membantu deteksi masalah diabetes. Hasil tes normal jika kadar gula dalam darah kurang dari 100.

Yang tak kalah penting adalah cek untuk mendeteksi dini Kanker Leher Rahim. Cara yang paling umum untuk deteksi dini kanker leher Rahim adalah dengan melakukan pilihan pemeriksaan berkala, yaitu tes Pap Smear.

“Untuk tes ini dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, dokter kandungan ataupun laboratorium terdekat dengan bantuan tenaga kesehatan terlatih. Tes PAP Smear dapat dilakukan bila tidak dalam keadaan haid ataupun hamil. Untuk hasil terbaik, sebaiknya tidak berhubungan intim minimal 3 hari sebelum pemeriksaan,” tambahnya.

Selain itu ada juga tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dimana tes ini digunakan untuk mendeteksi kanker dengan cara mengoleskan larutan asam asetat (asam cuka 3-5 %) pada leher Rahim. Asam asetat menegaskan dan menandai pra kanker dengan perubahan warna agak keputihan. Hasil dapat diketahui saat itu juga atau dalam waktu 15 menit. Tes IVA dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat menstruasi, saat asuhan nifas atau pasca keguguran.

“Untuk lebih simplenya, bisa dilakukan periksa payudara sendiri. Pemeriksaan payudara sendiri bisa dilakukan perempuan sejak berusia 20 tahun. Pemeriksaannya dapat dilakukan sehabis mandi. Gerakan meraba atau memijat lembut mudah karena masih adanya sabun yang menempel di kulit,” tegasnya.

Tahap-tahapnya yakni lihat payudara anda di cermin dengan bahu lurus dan tangan diletakkan di pinggul. Amatilah ukuran, bentuk dan warna payudara. Apakah ada perubahan yang mudah terlihat atau pembengkakan. Angkat lengan dan lihat perubahan yang mungkin terjadi. Sambal melihat cermin perlahan-lahan tekan putting susu antara jari telunjuk dan ibu jari, serta lakukan cek terhadap keluaran putting susu (dapat berupa air susu atau cairan kekuningan atau darah). Lakukan perabaan terhadap payudara anda sambal berbaring. Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri dan tangan kiri untuk meraba payudara kanan. Lakukan perabaan terhadap payudara anda dengan gerakan yang sama sambal berdiri atau duduk. Kebanyakn wanita merasa lebih mudah merasakan payudaranya dalam kondisi basah sehingga sering dilakukan pada saat mandi. (bangun banua)

Rate this item
(0 votes)