Puskesmas Kampung Bugis Gelar Pelatihan Konselor Sebaya

TANJUNG REDEB-
 
Puskesmas Kampung Bugis  pada Kamis (7/11) mengadakan ajang kesehatan Pelatihan Konselor Sebaya di balai pertemuan Disnakertrans jalan Murjani 1 Tanjung Redeb.  Pelatihan Konselor menghadirkan pemateri dr Fajri dan dr Endang Yulia Rahma dari Puskesmas Kampung Bugis dan peserta dari siswa SMP dan SMA di Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Disebutkan Kepala Puskesmas Kampung Bugis Bachri Karta Kesuma  bahwa konselor sebaya adalah remaja yang mampu memberikan informasi mengenai kesehatan dan membantu teman sebayanya mengenali masalah dan menyadari adanya kebutuhan untuk mencari pertolongan dalam rangka menyelesaikan masalahnya.
“Tujuan dari pelatihan  ini adalah membentuk kelompok konselor sebaya di sekolah untuk membantu mensosialisasikan peran dan fungsi bimbingan konseling, meningkatkan kompetensi diri yakni pribadi yang positif agar mampu menjadi konselor, membantu memecahkan permasalahan teman sebaya melalui kegiatan konseling.” Papar Bachri.
Sementara itu pelatihan keselor  diawali dengan membentuk kelompok-kelompok kemudian dilanjutakan dengan permainan. Tanya jawab antar peserta pelatihan tentang masalah-masalah yang terjadi pada diri sendiri, masalah-masalah yang terjadi dikalangan remaja, kemudian bersama-sama mencoba mencari solusinya. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam pelatihan ini, siswa juga diajak untuk berperan sebagai konselor. Peserta juga dikenalkan syarat-syarat menjadi konselor. Sebagai konselor wajib memenuhi beberapa syarat yaitu menjadi pendengar yang baik, tidak berlagak menjadi guru , dapat menyimpan rahasia, mampu mengembalikan rasa percaya diri, dan membenahi pola pikir negatif kliennya menjadi positive thinking. 
Konselor teman sebaya bukan konselor profesional melainkan konselolor teman sebaya yang dapat memberikan bantuan untuk memecahkan masalah kepada teman.
Harapan dari pihak penyelenggaara Puskesmas Kampung Bugis, konselor yang telah di bentuk mampu mengajak teman-temannya untuk hidup ber-PHBS, memahami apa itu Dampak dari KTD (Kejadian yang tidak diinginkan), bahaya HIV/AIDS, IMS, NAPSA dll, tentang masalah kesehatan Remaja.(bangun banua)
Rate this item
(0 votes)
Last modified on Monday, 09 December 2019 16:53