Pemilik Warung Tenda di Berau Diingatkan Tentang Bahan Pencemar Makanan

PEMILIK atau pengelola warung warung tenda di Kabupaten Berau, diberikan pengetahuan tentang bahan pencemar makanan. Materi ini diberikan oleh Dinkes pada cara Kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman bulan Nopember 2019 lalu, yang diikuti oleh 34 pengelola warung tenda . Di Kabupaten Berau.
Bahwa makanan selain mengandung nilai gizi juga merupakan media berkembang biaknya mikroba, kuman, terutama yang mengandung kadar air dan protein tinggi. Dan makan bisa menyebabkan pengaruh buruk adanya bahan berbahaya  seperti bahan kimia, residu pestisida atau bahan lain seperti debu tanah dan rambut.
Makan jika tercemar, bisa berpengaruh buruk berupa penyakit bawaan makanan seperti penyakit perut atau keracunan makanan.
Jadi makanan harus sehat, mengandung nilai gizi, tidak tercemar kuman dan bahan berbahaya lainya. Bagi unit jasa pelayanan makanan makanan sehat memberikan citra yang  baik bagi perusahaan.
Apa sih bahan pencemar makanan itu ? bahan pencemar makanan  adalah bahan bahan asing yang keberadaannya tidak  diinginkan dalam makanan, seperti adanya virus,  kimia,  pestisida , pewarna, yang tidak disengaja atau tidak tahu. Adan secara Fisik, terlihat secara kasat mata seperti debu, tanah, kerikil, rambut, kotoran hewan, bulu, binatang kecil (cicak, serangga).
Terjadinya pencemaran makanan , bisa terjadi pada sebelum pengolahan makanan.contohnya pada than pra panen dan panen, tanah mengandung tinja, parasit, air tercemar kotoran, pestisida , logam berat dan limbah pabrik.
Yang kedua terjadinya setelah panen, baktriologis akibat suhu yang tidak sesuai, kimia oleh pestisida atau fisik oleh tikus dan serangga.
Kemudian yang tidak adalah pada tahap pengolahan, penyimpanan dan pengangkutan makanan.
Kepada 34 peserta Higiene Sanitasi Makanan , Dinas Kesehatan Kabupaten Berau untuk pencegahan pencemaran makanan ini, bisa dicegah dalam setiap tahapan pengelolaan makanan. 
Yakni pertama pda tahap pemilihan bahan makanan, : pilih bahan makanan yang utuh, tidak retak erutama untuk daging, susu, ikan dan telur. Pada tahap enyimpanannya dengan suhu yanag sesuai.
Pada tahap pengolahan makanan, ada proses pencucian bahan makanan, mengunakan deterjen yang kemudian dicuci dengan air mengalir, dikeringkan (tidak dilap) dan disimpan ditempat yang aman dari seranga dan tikus. Bagi yang menjamah bahan makanan, tangan harus bersih, dan indiidunya setahun minima dua kali memeriksakan kesehatan. Mengunakan celemek, tidak mengaruk hidung , teinga dan tidak merokok.
Kepada pegelola warung tenda, ditekankan pula dalam proses memasaknya, suhu tertentu sesuai dengan bahan makanan, yang kemudian bahan tambahan makanan sesuai dengan persyratan dan terdaftar. Sedangkan peralatan memasak terbuat dari bahan yang aman.
Dalam tahap penyimpanan makanan, simpan dalam tempat tertutup tidak lagsung kontak denga tangan. Dalama tahap pegangkutna makanan, dalam keadaan matang dan kendaraan dalam keadaan bersih. Dan terakhir dalam tahap penyajian, peralatan makan dlam keadaan bersih, penyaji menggunakan celemek , menuut rambut, berpakaian rapi dan tangan tidak langsung kontak dengan makanan. (bangun banua)
Rate this item
(0 votes)