Di Maratua, Jumlah Faskes Stagnan, Tenaga Kesehatan Terus Berkurang

Pembangunan di sektor kesehatan juga merupakan hal yang sangat penting, karena dengan berhasilnya pembangunan di sektor kesehatan maka secara tidak langsung berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Untuk kecamatan Maratua sendiri, prasarana kesehatan yang dimiliki, yaitu 1 puskesmas induk yang terletak di desa Teluk Harapan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas rawat inap dan 3 puskesmas pembantu, yang berada di masing-masing desa lainnya. Setiap desa juga memiliki kegiatan posyandu untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan balita.

Dari data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Berau hingga Desember 2018, tercatat untuk jumlah fasilitas kesehatan menurut jenis dari 2015-2018 tidak mengalami perubahan. Jumlah puskesmas masih 1, puskesmas pembantu juga 1, posyandu 5 dan poskesdes 2. Dimana itu berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada, yang mengalami pengurangan.

Untuk tenaga medis di tahun 2017 dari berjumlah 4 orang, di 2018 hanya 3 orang. Tenaga keperawatan dari 15 di 2017 menjadi 14 di 2018. Tenaga kebidanan pun mengalami pengurangan dari 8 orang di 2017 menjadi 7 di 2018. Sedangkan untuk tenaga kefarmasian masih berjumlah 1 orang hingga saat ini, dan tenaga kesehatan masyarakat tidak ada.

Untuk jumlah dokter pun berkurang. Dokter umum dari 3 orang tersisa 2 orang saja di tahun 2018. Dokter gigi masih ada 1, dan dokter spesialisnya tidak ada. Jumlah rawat jalan di puskesmas Maratua yang tercatat juga cukup banyak mencapai 719 orang di tahun 2018. Sedangkan untuk pasien rawat inap berjumlah 105 orang.

Dan untuk jumlah kasus penyakit yang tercatat paling banyak di Kecamatan Maratua adalah kasus diare yang hingga akhir 2018 berjumlah 98 pasien. Di peringkat kedua ada kasus penyakit TB sebanyak 9 orang, dan di peringkat ketiga ada kasus DBD sebanyak 3 orang. (bangun banua)

Rate this item
(0 votes)