Dinkes Berikan Pemahaman Proses Masak Memasak

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memberikan pemahaman kepada masyarakat , pengelola warung tenda dan peneeola jasa catering mengenai proses masak memasak. Ini dipaparkan dalam kursus hygiene sanitasi makanan dan minuman pada bulan november dan Desember ini.
Diungkapkan bahwa makanan segar jika dimasak dan dimakan dalam keadaan panas tidak akan menimbulkan penyakit akibat mikroba.
Banyak pula bahan makanan yang telah terkontaminasi pada saat penanaman, panen dan diperjualbelikan. Dan makanan perlu dimasak dengan teliti dan hati hati termasuk penyimpanannya.
Mengetahui dan memahami proses masak memasak yang  sehat agar peserta mampu dan mau melaksanakannya dalam  kehidupan sehari hari .
Diharapkan peserta termotivasi untuk  mendorong orang lain di sekitarnya agar melaksanakan pengelolaan makanan yang baik dan benar.
Menemukan titik titik  rawan yang  perlu diperhatikan dengan  seksama pada setiap tahap proses pemasakan.
Dalam ruang lingkup memasak, ada empat proses yakni peracikan, pengolahan atau pemasakan, penempatan sementara dan penyajian.
Dalam peracikan proses pencucian bahan makanan, seperti buah dan sayur diuci dahulu kemudian dipotong . 
Untuk sayuran yang berlapis, dicuci satu persatu dengan air yang mengalir untuk menghilangkan pestisida atau telur cacing dan lain lain.
  
Makanan yg dimakan mentah dicuci dengan lar PK 0,02% 2 menit atau kaporit 70%, kmd dibilas dg air matang yg sdh dingin atau disiram dg air panas (80-100C) 1-5 detik/dibilas sekilas lewat saja
Bahan makanan yang sudah dicuci ditempatkan dalam  wadah bersih dan terlindung dari serangga dan tikus.
Dalam pemotongan, pisau yang dipakai untuk memotong bahan mentah tidak boleh dipakai untuk memotong bahan atau makanan yang telah matang. Pengolahan normal, proses memasak dengan suhu panas agar matang sempurna,
Pemanasan cepat , Panas tinggi,tekanan tinggi, sinar infra merah frek gelombang  tinggi.
Oven tradisional, conventional oven, microwave oven, uap tekanan tinggi. Kemudian pemanasan lambat
Listrik, kompor biasa Mudah mengandung risiko tinggi, harus dimakan segera dalam keadaan panas. 
Ada pemasakan yang membahayakan, yak ni pemasakan yang tidak sempurna , sehingga ada peluang bakteri berkembang biak sehingga menimbulkan penyakit bawaan makanan.
Pemanasan ulang masakan harus dilakukan dengan sempurna pada bagian ddalam harus pada suhu tekanan yang optimal , (titik didik) dibiarkan selama 2 menit.
Tidak dilakukan pemanasan dua kali, mengapa ?
Karena kadar gizi menjadi berkurang, kadar volume makanan berkurang dan makan bisa mengandung toksin.
Pengunaan media memasak, ada tiga yakni merebus , membakar dan mengoreng.
Untuk merebus , dimasak dengan cara mengunakan air mendidih dengan cara direndam. Beberapa zat gizi hilang dipengaruhi volume air.Bahaya darikondeat uap air.
Membakar, makanan kontak langsung dengan api dan mengeluarkan asap yang mengandung uap  air, lemak dan sebagainya.
Pembakaran lebih baik dilakukan dari atas karena lemar yang keluar tidak terbakar dan asap tidak masuk ke makanan lagi.
Kemudian memasak dengan menggoreng, diproses menggunakan minyak sebagai media, dan proses yang terjadi menghasilkan uap air , assap , oksigen dan kerak. Dan mengoreng secara tertutup lebih baik karena oksien akan diangkap kembali oleh minyak, sehingga berpebgaruh terhadap rasa makanan.
Untuk mengurassi keusakan minyak akibat panas, maka panas harus disebarluaskan secara merata (api kecil atau sedang) .
Untuk penempatan sementara, pd bahan makanan yang sudah pembersihan namun belum diolah,. 
Erpisah dari makanan matang/siap santap, untuk daging , ikan , udang dengan suhu 5 derajat celsius, 
Untuk elur, susu dan hasil lahan 5-7 derajat. Dan sayurran buah dan makanan kaleng  7-10 derajat celcius.
Utukmakanan matang, dalam wadah tertutup pada suhu yang tepat, tidak mencampur makanan baru dengan yang rusak.
Proses terakhir adalah penyajian, dalam penyajian ini , wadah harus bersih dan kering , letak wadah hrus dekat dengan tempaat pengisian untuk pengangkuan 
Makanan yang masih lama penyajiannya isimpn dalam suhu 60 derajat celcius (untuk makanan panas) dan 10 derajat untuk makanan dingin .
Untuk makanan kaleng, harus segera dihabiskan dan tidak oleh disimpan dalam kaleng terbuka.ugkusknon plsstik tidak boleh ditiup dan pralatan atau wadah harus bersih dan higienis. (Bangun Banua)
Rate this item
(0 votes)