Kebersihan Perorangan Kunci Kebersihan Pengolahan Makanan

HYGIENE atau kebersihan perorangan merupakan kunci kebersihan dalam pengolahan makanan. pemahaman ni diberikan kepada pemilik warung tenda dan pengelola jasa catering yang ada di Kabupaten Berau. Sebelumnya Dinas Kesehatan memberikan  kursus Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman kepada pengelola warung tenda dan jasa catering yang ada di Kabupaten Berau.
Masyarakat, peserta pengelola warung tenda an jasa catering harus memiliki gaya hidup bersih dan sehat . Pengelola warung dan jasa catering harus mengetahui sumber cemaran dari tubuh.
Apa saja sumber cemaran ? yakni dari hidung,telinga, isi perut, dan kulit.
Sumber cemaran dari tubuh harus selalu dijaga kebersihannya, sumber lainya seperti luka terbuka atau koreng, sehingga harus ditutup dengan plester tahan air, atau bisul ,nanah juga ditutup dengan plester. Kemudian rambut terutama bagian depan agar tidak terurai.
Cara menjaga keersihan diri atau perorangan, yakni mandi  teratur dengan saun dan air bersih teratur. 
Berpakaian bersih , menyikat gigi dengan sikat dan pasta gigi. Membersihkan lubang hidung, telinga dan sela kuku secara rutin, membuang kotoran ditempat yang sesuai syarat kesehatan dan mencuci tangan dengan sabun. Adapun sumber cemaran karena perilaku, seperi tangan kotor, batuk bersin, percikan ludah, menyisih rambut dekat makanan, dan persiasan yang dipakai merupakan sarang kotoran dari debu, keringat . saat memasak sebaiknya tidak mengenakan perhiasan termasuk cat kuku luntur.
 Perlakuan untuk mencegah cemaran, jaga kebersihan tangan, sebelum menjamah makanan cuci tangan pakai sabun , atau sebelum meraik makanan, memegang peralatan makan. Atau sebelum makan  , atau pekerjaan seperi menyetir dan bersalaman. Merokok , memindahkan bakter, kuman dari mulut ke tangan, abu rokok jatuh ke dalam makanan, bau asap rokok dapat meresap ke dalam makanan.
Pada kesimpulannya dilarang merokok dan meludah di empat mengolahan makanan, mengaruk dan mencungkil, meggosok bagian tubuh seperti kepala,mulut, gigi, mata hidung kuping ketika menyiapkan makanan. Cuci tangan terutama setelah BAB dan BAK, dilarang memegang memindahkan, mecicipi makanan tanpa alas.(Bangun Banua)
Rate this item
(0 votes)