Dinkes Beri Materi Cara Mencuci Peralatan Masak Pada Kursus Hygiene Mamin

Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau juga memberikan materi bagaimana cara mencuci peralatan masak yang benar, bagi para pengusaha catering dan warung tenda, dalam kursus hygiene sanitasi makanan dan minuman pada November dan Desember 2019 ini.

Dimulai dari pengertian mencuci peralatan yakni secara awam yang berarti relatif tidak sama ukuran bagi setiap orang, waktu, tempat, keadaan. Dan secara Hygiene artinya memenuhi persyaratan bersih yang telah diakui berdasarkan persyaratan bersih.

Hygiene bersifat universal artinya berlaku untuk setiap orang, waktu, tempat atau keadaan

  • Ada ukuran standar, setiap orang akan melihat sama
  • Bersih secara visual & ukuran standar
  • Total angka kuman 100/cm2   dari permukaan alat
  • Angka E. coli 0/cm2  permukaan alat

PRINSIP PENCUCIAN

  1. Tersedianya sarana pencucian
  2. Teknis pencucian
  3. Mengetahui dan mengerti maksud pencucian

SARANA PENCUCIAN

  1. Perangkat keras                                                 
  1. Bagian persiapan
  2. Bagian pencucian (3 bak)

- Pencucian                                                 

- Pembersihan                                                 

- Desinfeksi                                             

  1. Bagian pengeringan/penirisan

Perangkat lunak : air bersih, zat pembersih, bahan penggosok, desinfektan

TEHNIK PENCUCIAN

  1. Scraping (membuang sisa kotoran)                             
  1. Pisahkan segala sisa kotoran dari peralatan
  2. Masukan kotoran kedalam kantong plastik
  3. Jangan mencuci peralatan yg masih ada kotoran
  4. Flushing (merendam dalam air)
  5. Merendam seluruh permukaan peralatan dengan air b. Agar kotoran yang menempel mudah utk dibersikan                                                                       
  6. Penggunaan air panas akan lebih cepat dari pada air dingin.
  7. Washing (pencucian dg detergent)
  8. Menggosok & melarutkan sisa makanan dg detergent.                       
  9. Dapat menggunakan sabut, tapas, abu gosok, jeruk nipis. c.  Hindari penggunaan sabun biasa yg tidak melarutkan lemak                                                           
  10. Perhatikan bagian-bagian: kontak dg makanan, kontak dg tubuh, bagian yg tidak rata
  11. Rinsing (membilas)
  12. Gunakan air yg banyak dan mengalir
  13. Setiap alat digosok dengan tangan atau tapas sampai terasa kasat.
  14. Sebaiknya menggunakan air yg bertekanan
  15. Sanitizing/Desinfection

     Cara-cara desinfeksi yang umum :

  1. Rendam dengan air panas 1000C selama 2 menit
  2. Larutan chlor aktif (50 ppm)
  3. Udara panas (oven)
  4. Sinar UV (matahari pagi, 09.00-11.00) atau UV elektronik.
  5. Uap panas (steam) pada mesin cuci piring
  6. Toweling (mengeringkan)
  7. Penggunaan kain lap yang bersih untuk mengeringkan
  8. Dapat terjadi rekontaminasi
  9. Gunakan kain yg bersih atau steril atau single use
  10. Kain dicuci & disterilkan dg autoclave

TEST KEBERSIHAN

  1. Kebersihan fisik :

Peralat belum bersih sempurna jika :                            

  1. Tepung menjadi lengket jika ditaburkan pada peralatan
  2. Butiran garam menjadi lengket pada peralatan.                                                                 
  3. Tetesan air akan menumpuk/tidak pecah pada piring.
  4. Akan terjadi endapan pada tetesan alkohol
  5. Bila tercium bau amis
  6. terlihat kusam jika disinari.

 

JENIS BAHAN PENCUCI

  1. Detergent
  2. Detergent sintetis
  3. Detergent untuk mesin pencuci
  4. Sabun
  5. Pencuci abrasif

 

PENGGUNAAN DETERJENT & DESINFEKTAN

  • Dilakukan secara hati-hati
  • Perhatikan petunjuk pabrik ttg cara pengunaannya
  • Pengawasan penggunaan pada karyawan
  • Detergent yg bersifat asam harus ditangani lebih hati-hati
  • Ruang penyimpanan bahan pencuci harus tersedia cukup luas. (bangun banua)
Rate this item
(0 votes)