Tingkatkan Derajat Kesehatan, Puskesmas Sambaliung Jalankan PIS-PK

Terik matahari dan jalanan tanah tak menyurutkan semangat para petugas dari puskesmas Sambaliung untuk melakukan pendataan. Bahkan, mendatangi dari rumah ke rumah pun dilakoni guna keakuratan data setiap anggota keluarga, pada Senin (2/03/2020). Ini dilaksanakan guna menjalankan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.

Dimulai dengan mendatangi setiap rumah, pendataan seluruh keluarga menggunakan formulir Profil Kesehatan Keluarga (Prokesga) dan Paket Informasi Kesehatan Keluarga (Pinkesga), yaitu dengan meminta data kartu keluarga (KK) yang menempati rumah tersebut, dan mengajukan beberapa pertanyaan 12 indikator keluarga sehat diantaranya apakah bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap, bayi mendapatkan ASI eksklusif, akses sarana air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan jamban keluarga yang sesuai dengan dianjurkan ataukah tidak. Jika sudah memenuhi semua indikator, maka rumah yang terdata akan mendapatkan stiker dari Dinas Kesehatan Berau sebagai keluarga sehat.

Petugas melakukan pendataan setiap RT, dimana terdapat 10 hingga lebih KK setiap RT-nya. Keterbatasan waktu dan jarak setiap RT yang cukup jauh, menjadi kendala bagi para petugas.

“Harusnya satu hari sudah selesai, tapi beberapa kendala itulah yang membuat kami para petugas juga tidak bisa memaksakan selesai mendata dalam satu hari. Terkadang juga rumah yang didatangi tidak dapat didata karena penghuninya sedang berada di kebun, yang notabene jauh dari rumah tempat tinggalnya, dan pulang pada sore hari. Sedangkan pendataan hanya bisa dilakukan sampai jam 14.00 Wita,” terang Bidan Eka  salah satu petugas PIS-PK Puskesmas Sambaliung.

Sasaran dari PIS adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN 2015-2019, yaitu Pertama, meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, kedua, meningkatnya pengendalian penyakit. Ketiga, meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, keempat, meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan. Kelima, terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, dan keenam, meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.

Program PIS-PK ini dilaksanakan secara bertahap, yang diawali pada 2016 di 9 provinsi, 64 kabupaten dan kota, 470 puskesmas. Selanjutnya pada 2017 ini PIS-PK dilaksanakan di 34 provinsi, 514 kabupaten dan kota dengan tahapan 2.926 puskesmas, tahun 2018 menjangkau 5.852 puskesmas, dan pada 2020 ini bisa dilaksanakan di seluruh puskesmas, seperti yang dilakukan pada 2019.

Dalam menjalankan kebijakan PIS-PK, puskesmas sebagai ujung tombak melakukan kegiatan-kegiatan yang terstruktur meliputi persiapan, kunjungan rumah untuk pendataan kesehatan keluarga, analisa data, intervensi, dan analisa hasil intervensi. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan terintegrasi dengan manajemen puskesmas yang meliputi P1 (Perencanaan), P2 (Penggerakan-Pelaksanaan), dan P3 (Pengawasan-Pengendalian-Penilaian). Dari hasil kunjungan rumah dan analisa data, akan diperoleh gambaran kesehatan di keluarga, dan seterusnya di desa, kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi sampai pada tingkat nasional.(amel/bangun banua)

Rate this item
(0 votes)