Tidak Ada Corona di Berau, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Tanjung Redeb –

Setelah menunggu selama 14 hari, masyarakat Berau bisa merasa lega. Pasalnya, pasien yang dirawat dan diisolasi di RSUD Abdul Rivai, sudah dinyatakan negatif dari virus COVID-19. Namun, meskipun begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau meminta masyarakat tetap waspada dan melakukan instruksi sesuai protokol yang diberikan pemerintah dan Kemenkes RI.

Diketahuinya hasil pemeriksaan sampel dahak milik pasien terduga Corona yang dikirim beberapa waktu lalu, dipaparkan oleh Dinkes Berau dalam press releasenya tertanggal 9 Maret 2020. Dalam release tersebut dijelaskan jika hasil pemeriksaan dari sampel pasien yang sebelumnya diisolasi, adalah hegatif. Hasil ini diinformasikan oleh Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) kepada Dinkes Kaltim melalui whatssapp kepada tim gerak cepat Dinkes Berau.

“Hasil pemeriksaan pasien dengan status pengawasan adalah negatif. Dokumen resmi akan dirilis Balitbangkes Kemenkes RI dalam beberapa hari ke depan. Namun, dengan memantau kondisi pasien yang sehat secara fisik 3 hari ini, tidak ada keluhan batuk pilek dan nyeri tenggorokan, maka pasien diperbolehkan pulang, dan tetap diisolasi di rumah hingga dokumen resmi hasil sampel diterbitkan. Hal ini dilakukan agar mengurangi tekanan psikologis pada pasien jika terlalu lama diisolasi,” jelas Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi dalam press release itu.

Selain hasil sampel, pasien diperbolehkan pulang juga karena hasil evaluasi berkala sesuai pedoman kesiapsiagaan menghadapi COVID-19 yang diterbitkan Kemenkes RI pada 17 Februari 2020. Selain diwajibkan istirahat di rumah, pasien juga diminta mengonsumsi banyak protein dan tetap dalam pemantauan TGC Berau. Juga wajib kontrol seminggu ke depan kepada dokter spesialis paru RSUD Abdul Rivai.

Meskipun sudah dinyatakan negatif, masyarakat tetap diimbau untuk waspada. Dan untuk pencegahan penularan COVID-19 di lingkup kerja, pemerintah mengeluarkan protokol dan imbauan Kemenkes yaitu, menjaga area dan fasilitas kantor agar tetap bersih dengan melakukan pembersihan permukaan alat kantor seperti meja, kursi, telepon, keyboard dan lainnya dengan menggunakan disinfektan secara berkala.

Menyediakan akses sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizier di tempat umum area kerja seperti pintu masuk, ruang rapat, lift, toilet dan lainnya. Juga menyediakan masker dan tisu bagi tamu atau pengunjung yang memiliki gejala batuk pilek atau demam. Selain itu, pesan-pesan kesehatan juga perlu dipasang di tempat strategis.

Yang terpenting, sebelum melakukan perjalanan dinas ke luar negeri agar memperhatikan negara yang telah terjangkit COVID-19. Sebisa mungkin menghindari penugasan pegawai yang memiliki risiko penyakit. Jika harus melakukan perjalanan dinas ke negara terjangkit, selalu jaga kesehatan. Jika ada gejala sakit harus memberikan informasi pada kantor tempatnya bekerja. Setelah pulang dari penugasan luar pun keluarga harus melakukan pemantauan mandiri selama 14 hari dan mengukur suhu tubuh 2 kali sehari. (amel/bangun banua)

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Wednesday, 11 March 2020 21:05