Dinkes Berau Sabet Penghargaan Penerapan Aplikasi E-Logistik

Tanjung Redeb Website Dinkes –

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. Kali ini adalah untuk penerapan aplikasi E-Logistik yang sejak 3 tahun terakhir dikelola oleh Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Berau. Menurut keterangan staf IFK dan pengelola aplikasi Taswan Satriadi, bahwa  penghargaan diumumkan pada Rapat Koordinasi Nasional Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan di Banjarmasin pada 3-6 Maret 2020.

Berau menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan penghargaan lantaran sudah terintegrasi secara berkala, dengan memasukkan laporan yang dikirim setiap bulannya secara berkala selama 2019 hingga bulan Februari kemarin.

Gedung terletak di Jalan Pulau Panjang, yang berhadapan langsung dengan RSUD Abdul Rivai tersebut, memang sudah sejak 2018 lalu mulai menggunakan aplikasi e-logistik dari Kementerian Kesehatan RI. Dimulai dengan memasukkan data 30 jenis obat, saat ini sudah 700 lebih data nama obat yang diinput oleh IFK Berau.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kini menggunakan aplikasi E-Logistik dalam memudahkan kerja mereka mendata kebutuhan obat-obatan dan vaksin di daerah. Penerapannya pun dilakukan juga sampai ke daerah-daerah. Aplikasi E-Logistik ini mengakomodir pencatatan dan pelaporan dari instalasi farmasi. Aplikasi ini memudahkan monitoring pengelolaan obat dan vaksin di kabupaten kota.

Pentingnya pengelolaan logistik diprediksi akan meningkat, khususnya di era Jaminan Kesehatan Nasional. Manajemen logistik obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang baik akan memberikan kemudahan untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan distribusi dalam rangka untuk memenuhi permintaan pasien yang semakin lama semakin meningkat.

Data yang termuat di aplikasi tersebut diambil dari masukan data dari puskesmas, naik ke kabupaten kota dan provinsi. Setelah provinsi baru ke Kementerian Kesehatan. Kemenkes dimudahkan setelah aplikasi ini bergulir, sebab pemerintah langsung memonitor persediaan obat dan vaksin di seluruh daerah.

Sebelum ada aplikasi tersebut, penginputan data menggunakan sistem manual. Dan dengan aplikasi ini juga, kebutuhan dasar masyarakat atas obat-obatan dan vaksin terpenuhi. Aplikasi juga memiliki keuntungan peningkatan efektivitas ketersediaan obat dan vaksin. Juga dapat mempermudah relokasi obat dari daerah yang berlebih ke daerah yang kekurangan obat.(amel/Bangun Banua)

Rate this item
(0 votes)