Hasil Tes Swab Lambat, Kaltim Belum Punya PCR

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
Lambatnya proses pengiriman sampel swab hingga menunggu hasil para Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Berau, menjadi masalah krusial dalam pandemi corona ini. Mulai dari pengiriman hasil swab melalui jalur darat ke Samarinda, kemudian diteruskan ke Surabaya bisa memakan waktu hingga seminggu.

“Proses pengirimannya saja sudah lama. Kemudian di Surabaya antre untuk diperiksa. Bisa lebih dari seminggu hingga hasil tes swabnya keluar. Jadi, kalau tes ini bisa diperiksa di Kaltim pastinya akan lebih cepat keluar hasilnya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, ada 2 rumah sakit di Kaltim yang bisa mendapatkan Polymerase Chain Reaction (PCR) yaitu RSUD Abdul Wahab Syahranie di Samarinda dan RS Pertamina Balikpapan. Ini lantaran kedua RS tersebut sudah type A. sedangkan untuk di Berau sendiri belum ada RS type A. 

“Metode paling akurat untuk mendeteksi virus penyebab Covid-19 adalah PCR. Tetapi tidak semua laboratorium di Indonesia bisa melakukan pengetesan. PCR adalah pemeriksaan spesimen dahak hasil swab tenggorokan dan mulut untuk mengetahui DNA virus dalam tubuh, dimana pemeriksaan ini dilakukan dengan peralatan khusus dan tenaga medis berpengalaman,” tambahnya.

Untuk saat ini, ada 12 laboratorium pemeriksa Covid-19 yang ditunjuk berdasarkan keputusan Kemenkes nomor HK.01.07/MENKES/182/2020. Dan untuk Kaltim memang tidak ada. Semua laboratorium pemeriksa itu melakukan screening spesimen yang diterima untuk dilanjutkan ke laboratorium rujukan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes. 

Tetapi, bila dibandingkan dengan luar negeri, Indonesia termasuk cepat. Karena di luar negeri tidak cukup dengan PCR dan Rapid Test, melainkan dengan pemeriksaan darah lengkap yang namanya CDC Complete termasuk pemeriksaan ginjal dan liver. (bangun banua)
Rate this item
(1 Vote)