Pentingnya Penggunaan APD Bagi Tenaga Kesehatan

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Terus bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 di Berau dalam 2 minggu terakhir ini, membuat Dinkes Berau dan RSUD Abdul Rivai ekstra memperhatikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para perawat yang berkontak langsung dengan pasien. Juga obat-obatan penunjang terapi pasien Covid-19.

“Risiko para tenaga kesehatan untuk terpapar Covid-19 ini sangat tinggi jika tidak menggunakan APD lengkap. Selain itu, APD ini adalah perlengkapan wajib digunakan untuk melindungi diri dari bahaya cidera atau penyakit serius saat sedang bekerja. Dan untuk APD ini juga sudah didesain sesuai dengan jenis pekerjaannya. APD untuk petugas laboratorium tidak sama dengan APD yang digunakan petugas yang merawat pasien dengan penyakit menular,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi pada Jumat (24/4/2020).

Penggunaan APD ini juga berdasarkan standar Kemenkes, WHO dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yakni cover all jumpsuit seperti baju astronot, penutup kepala, kacamata pelindung, masker, sarung tangan dan sepatu. Sedangkan untuk lamanya waktu pemakaian, disesuaikan dengan kondisi di lapangan.  Selain melindungi tenaga medis dari virus di dalam ruangan, juga mencegah virus tersebut keluar ruangan.

Meskipun dikatakan APD hanya bisa dipergunakan sekali dalam jangka waktu 4-6 jam saja, ada beberapa yang bisa dipakai berkali-kali seperti sepatu dan kacamata, yang tentunya sudah dibersihkan terlebih dahulu sesuai prosedur kesehatan. (bangun banua)

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Saturday, 25 April 2020 23:05