Print this page

Puskesmas Teluk Bayur Tutup Layanan UGD dan Rawat Inap

 

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Sejak Jumat (1/5/2020) UPT Puskesmas Teluk Bayur telah menutup layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam dan layanan rawat inap. Hal ini dilakukan lantaran terus bertambahnya jumlah kasus positif COVID-19 di Berau, dimana juga ada pasien yang merupakan warga Teluk Bayur.

“Keputusan penutupan layanan tersebut harus diambil karena sudah ada transmisi lokal penyebaran virus corona di Berau ini. Terlebih dari 19 pasien itu ada juga warga yang Kecamatan Teluk Bayur yang ternyata positif. Agar tidak semakin menyebar di masyarakat khususnya untuk area Kecamatan Teluk Bayur, penutupan layanan harus kita lakukan,” jelas Kepala UPT Puskesmas Teluk Bayur, Suyatno dihubungi pada Sabtu (2/5/2020).

Penutupan layanan itu dikatakannya belum tau akan sampai kapan diberlakukan. Tetapi, meskipun UGD dan rawat inap ditutup, untuk pelayanan lainnya tetap dibuka dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi warga sebelum berobat. Diantaranya yakni menggunakan masker dan pendamping pasien yang akan berobat hanya diperbolehkan satu orang saja. Dan yang wajib adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan.

“Sementara untuk rawat jalan masih tetap dibuka dengan pembatasan jumlah pasien dan jam layanan hanya sampai sore, tidak 24 jam lagi. Sedangkan untuk pemakaian APD tetap dilakukan saat melayani penngunjung puskesmas, guna menghindari hal yang tidak diinginkan salah satunya penyebaran COVID-19 dari pasien yang tidak bergejala,” tambahnya.

Kondisi lain yang menjadi pertimbangan penutupan layanan tersebut adalah jumlah tenaga kesehatan yang terbatas. Hanya ada 2 dokter yang menangani semua pasien yang akan berobat ke puskesmas Teluk bayur.

“Dokter kami hanya ada dua, dan keduanya adalah perempuan. Mereka sudah ada yang sempat drop karena kelelahan, apalagi di tengah situasi seperti ini, sangat rentan bagi tenaga medis. Ini sebenarnya usulan dari tim dokter juga dan saya sudah komunikasikan ke Kepala Dinas Kesehatan," jelasnya. (bangun banua)

Rate this item
(0 votes)
Helda