Berau 45 Meninggal Dunia setelah Dirawat 5 Hari

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
 
Setelah lama bertahan tanpa kasus meninggal dunia (MD) akibat COVID-19, Sabtu (11/7/2020) malam, di Balai Mufakat Jalan Cendana, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau merilis kasus MD pertama yakni Berau 45. 
 
Dikatakan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, H.Muharram, Berau 45 Meninggal dunia setelah 5 hari dirawat intensif di RSUD Abdul Rivai, akibat pneumonia berat. Selama dirawat, dikatakannya jika kondisi pasien terus mengalami penurunan hingga akhirnya gagal nafas.
 
"Kondisi paru-paru pasien ini sudah tidak normal. Sejak dirawat 6 Juli 2020 lalu, Pneumonia akibat virus Corona sudah menyerang hampir seluruh bagian paru-parunya. Dan Berau 45 dinyatakan meninggal dunia 11 Juli 2020 pukul 16.19 WITA, dan sudah dimakamkan sekitar pukul 18.00 WITA di pemakaman yang khusus disiapkan bagi pasien COVID-19 yakni di Jalan Bukit Ria Tanjung Redeb," jelasnya.
 
Untuk kasus MD pertama di Berau ini dikatakan Muharram memang pasien terlambat ditangani. Ini karena yang bersangkutan tidak mau melapor dan agak lama juga baru mau dites swab.
 
Selain kasus kematian pertama karena COVID-19, juga dirilis penambahan kasus positif yakni nyonya RIA (Berau 50), yang merupakan istri dari Berau 45. Selain itu ada juga 1 pelaku perjalanan dari Makassar yakni BR (Berau 49) warga Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb, yang merupakan salah satu karyawan tambang yang kembali dari cuti.
 
Sedangkan untuk ODP dan PDP yang juga sempat kontak dengan keluarga Berau 45 sudah dikarantina mandiri selama 14 hari, dan hasil swabnya negatif. Sampai saat ini tracing masih terus dilakukan dan terus bertambah. 
 
Hingga Sabtu malam rekapitulasi kasus COVID-19 Berau adalah, untuk pasien positif yang mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai sebanyak 9 orang, dan kematian akibat Corona sudah 1 orang. (bangun banua)
Rate this item
(0 votes)