Dinkes Beri Pelatihan Higiene Sanitasi DAMIU Angkatan II

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES

Dinkes Berau melalui bidang Kesehatan Masyarakat, mengadakan Kursus Higiene Sanitasi bagi pengelola DAMIU. Pelatihan dibuka Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi dan dihadiri pemilik Depot Air Minum se-Kabupaten Berau, yakni sebanyak 20 orang.

Pelatihan ini digelar karena Dinkes Berau merupakan salah satu unit pelaksana teknis bidang kesehatan lingkungan dan penyakit, mempunyai tugas dan fungsi salah satunya melakukan analisis berbagai faktor risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu juga merupakan laboratorium rujukan bidang kesehatan lingkungan yang sangat relevan untuk mengkaji kualitas air minum khususnya kualitas air minum dari produk Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU).

“Pelatihan ini diharapkan memberikan pengetahuan bagi pemilik DAMIU bagaimana mengelola usahanya dengan benar, sesuai dengan syarat hygiene air. Karena SDM merupakan faktor yang sangat penting dalam membantu peningkatan program khususnya pengawasan dan pengelolaan DAMIU,” jelas Iswahyudi membuka pelatihan Sabtu (25/7/2020)

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Lamlai Sari juga menjelaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini agar pemilik DAMIU dalam menjalankan tugasnya diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga dalam teknik pengawasan DAMIU, sehingga hasil dari pemeriksaan dan pengawasan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum mendapatkan materi yakni teknik pengambilan sampel, teknik operasional pengelolaan depot air minum, serta mekanisme pengurusan sertifikat laik hygiene depo, para peserta diberikan lembar quisioner yang harus diisi. Ini juga untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang dimiliki para pemilik DAMIU terkait hygiene sanitasi ini.

Diharapkan dengan pelatihan ini, bagi pengelola DAMIU dapat meningkatkan dan menguatkan kompetensi SDM, sebagai tenaga terlatih dalam mengetahui dan memahami tata cara pengelolaan DAMIU yang benar dan baik, utamanya menjaga kehigienisan sanitasinya. Dengan pengetahuan, khususnya pemilik dan pengelola dapat ikut serta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap potensi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. (bangun banua)

Rate this item
(0 votes)