Gejala dan Pencegahan Hipertensi

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul. Gejala yang muncul akibat hipertensi, antara lain
• Sakit kepala.
• Lemas.
• Masalah dalam penglihatan.
• Nyeri dada.
• Sesak napas.
• Aritmia.
• Adanya darah dalam urine.
 
Diagnosis Hipertensi
Untuk mengukur tekanan darah, dokter atau tenaga ahli biasanya akan memakaikan manset lengan tiup di sekitar lengan dan mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan. 
Hasil pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum:
• Tekanan darah normal, yaitu di bawah 120/80 mmHg.
• Tekanan darah tinggi, bila tekanan sistolik berada di kisaran 120-129 mmHg dan tekanan diastolik berada di bawah 80 mmHg.
• Hipertensi stadium 1, bila tekanan sistolik berada di kisaran 130-139 mmHg dan tekanan diastolik berkisar antara 80-89 mmHg.
• Hipertensi stadium 2. Ini adalah kondisi hipertensi yang lebih parah. Hipertensi tahap 2 adalah ketika tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi.
 
Pencegahan Hipertensi
Terdapat berbagai langkah pencegahan yang bisa dilakukan terhadap penyakit hipertensi, antara lain:
• Mengonsumsi makanan sehat.
• Mengurangi konsumsi garam jangan sampai berlebihan.
• Mengurangi konsumsi kafein yang berlebihan seperti teh dan kopi.
• Berhenti merokok.
• Berolahraga secara teratur.
• Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
• Mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
• Menghindari konsumsi minuman bersoda.
 (halodoc)
Rate this item
(0 votes)