Print this page

Kadinkes: Waspada Transmisi Lokal Khususnya Klaster Keluarga

By December 08, 2020 204 Comments:DISQUS_COMMENTS

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi meminta masyarakat selalu waspada dengan penyebaran Virus Corona (COVID-19), terutama munculnya transmisi lokal atau klaster rumah tangga. Menurutnya hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 klaster yang berasal dari rumah tangga.

"Untuk klaster keluarga sudah banyak mungkin 10-an lebih. Bahkan seminggu terakhir ini jumlahnya terus bertambah, bisa 4 atau 5 orang. Termasuk sejumlah pejabat di Berau, Nakes, dan ada juga klaster rumah tangga dari masyarakat biasa," ujarnya, Selasa (8/12/2020)

Adanya peningkatan jumlah kasus transmisi lokal dari klaster keluarga, Iswahyudi mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan perlu ditingkatkan dan dijalankan secara disiplin. Apalagi untuk klaster baru yakni klaster keluarga, cenderung sulit dikontrol.

"Sebenarnya cukup sederhana, jadi Prokes itu tidak hanya diluar rumah tapi di dalam rumah juga diterapkan. Jika ada orang luar atau tamu, tetap menggunakan masker dan rutin cuci tangan. Yang paling menghawatirkan juga sudah mulai terjadi yaitu atau tenaga kesehatan yaitu dokter dan perawat yang selama ini menjadi garda terdepan, ternyata juga sudah banyak yang terpapar. Bahkan data terakhir menunjukkan paling tidak ada 7 dokter dan ada beberapa perawat yang positif," tuturnya.

Situasi ini cukup membahayakan, sebab dari sekian banyak pasien positif yang sembuh itu karena jasa dan kerja keras para tenaga kesehatan dokter dan perawat, namun yang jadi masalah sekarang adalah mereka yang diandalkan untuk menyembuhkan justru terpapar COVID-19.

Sebelumnya, Plt Bupati Berau Agus Tantomo juga menyampaikan kepada semua warga Berau jika situasi sekarang sangat tidak ideal. Dan dengan tumbangnya beberapa nakes, tentunya berpengaruh dalam hal penanganan COVID-19.

"Oleh sebab itu, ada beberapa arahan dan petunjuk saya kepada kita semua. Pertama, tolong jangan longgarkan protokol kesehatan dimanapun bahkan di rumah sekalipun. Karena sudah terbukti ada klaster keluarga," ucapnya.

Plt Bupati Berau itu menegaskan, agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, hindari kerumunan dan rutin cuci tangan.

"Dan tolong diingat, pemerintah daerah juga sudah mengeluarkan peraturan daerah tentang disiplin protokol COVID-19. Dan insyaAllah saya akan memimpin pelaksanaan peraturan Itu demi kebaikan bersama," tutupnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlang Samoedro mengungkap, ada dua penyebab munculnya klaster keluarga COVID-19 di Indonesia. Penyebab pertama yakni, salah satu anggota keluarga yang terpapar di luar rumah dan menularkannya pada anggota keluarga lainnya.

Penyebab kedua, kata Erlang, adalah karena adanya pembebasan aktivitas di masyarakat di masa pandemi COVID-19. Hal tersebut, menurut dia, juga menjadi pemicu munculnya klaster keluarga karena semakin banyak orang yang beraktivitas di luar.

"Lagi-lagi kadang-kadang tidak sadar dia terinfeksi dari lingkungan sekitar misalnya dari kantor atau teman atau ketika lagi bersosialisasi itu yang jadi masalah," ucapnya. (tb/bangun banua)

Rate this item
(0 votes)
Helda