Print this page

Pengadaan Alat PCR Dipercepat

By December 09, 2020 220 Comments:DISQUS_COMMENTS

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -

Masih terus bertambah kasus konfirmasi positif COVID-19 hampir setiap harinya, membuat pihak terkait baik Dinkes Berau maupun RSUD Abdul Rivai mempersiapkan segala antisipasi. Salah satunya yakni pengadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang rencananya akan dipercepat.

Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan tempat khusus untuk alat tersebut. Karena alat PCR tidak bisa digabungkan dengan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) saat ini. Dan ruangannya pun harus memiliki spesifikasi tersendiri. Laboratorium PCR akan dibuatkan tiga ruangan, dimana setiap ruangannya diisi alat PCR dan pendukung lainnya. Anggaran yang disediakan pun terbilang cukup fantastis yakni Rp 1,5 miliar.

“Itu anggaran untuk membeli alat PCR sama alat pendukung lainnya. Karena alat PCR tidak bisa dioperasikan jika tidak ada alat pendukungnya. Targetnya, pengurusan administrasi akan rampung akhir tahun ini. Sehingga, awal tahun 2021 alat PCR bisa dibeli dan dioperasikan. Kami akan bermohon ke Kementerian Kesehatan untuk izin operasionalnya. Sementara ini, kami fokus untuk menyiapkan ruangannya dulu,” katanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, sisa cartridge TCM kurang dari 20. Sehingga, petugas laboratorium harus segera memesan kembali.

“Cartridge-nya tidak diperjualbelikan secara bebas. Dan itu hanya ada di Kementerian Kesehatan. Setelah cartridge digunakan, tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas harus segera memasukkan data pengeluaran cartridge di sistem Kementerian Kesehatan. Sehingga, Kementerian yang melihat itu, secara otomatis akan mengirimkan cartridge tambahannya. Jadi berapa yang hari ini keluar, besok harinya pasti akan dikirimkan dengan jumlah yang sama,” tandasnya. (dw/bangun banua)

Rate this item
(0 votes)
Helda