Dinkes Sodorkan ‘Isi Piringku, Dagusibu, Berau Sehat dan Bahaya Rokok

Tanjung Redeb –

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau sebagai instansi pemerintah yang bertugas di bidang kesehatan, pada pawai pembangunan Minggu (24/8) lalu menyodorkan kepada masyarakat tentang pedoman gizi seimbang, yang diusung dalam judul isi piringku.

Menurut keterangan Garna Sudarsono koordinator pawai pembangunan yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Berau, bahwa menu gizi seimbang itu termuat dalam apa yang dimakan oleh masyarakat sehari hari.

Sehingganya , tema isi piringku di ketengahkan kepada masyarakat ? Pola makan gizi seimbang ini dituangkan dalam ‘Piring Makanku’ yang menjadi acuan setiap kali makan. Isi Piringku mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Disarankan untuk mengonsumsi makanan beragam karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Setiap hari tubuh membutuhkan asupan protein nabati 2-3 porsi, protein hewani 2-3 porsi, makanan pokok 3-8 porsi, sayuran 3-5 porsi, buah 3-5 porsi dan minum air mineral minimal 8 gelas.

Selain isi piringku, Dinkes juga menyodorkan tema Dagusibu,

Dipaparkan Garna bahwa Dagusibu merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang. Yang pertama adalah Dapatkan, berarti dapatkan obat di tempat yang benar, agar terjamin manfaatnya, keamanannya dan kualitasnya. Tempat yang benar berarti legalitasnya ada, misalnya apotek, rumah sakit, toko obat berijin, apotek klinik, dan sebagainya.

Kedua, Gunakan artinya gunakanlah obat sesuai dengan indikasinya (diagnosa penyakit), sesuai dosisnya, sesuai aturan pakainya, dan sesuai cara pemberiannya. 

Ketiga, Simpan, yaitu simpan obat sesuai yang tertulis di kemasan, kecuali bila harus disimpan secara khusus. Umumnya obat disimpan di tempat yang sejuk (15-25° C), tidak terkena sinar matahari langsung, tidak di tempat yang lembab, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Fungsi hal di atas, jelas agar obat tidak mudah rusak, karena obat umumnya ada yang teroksidasi oleh sinar matahari, dan dapat mengakibatkan obat berkurang stabilitasnya sehingga jadi lengket dan rusak. Kelembaban juga akan membuat obat terurai. Anak-anak harus dijauhkan dari obat, agar tidak sembarangan memasukkannya ke mulut, dibuat mainan. Bila ada kotak obat, masukkan obat dalam kotak atau lemari . 

Tema lainaya adalah bahaya rokok, menurut penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, impotensi, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, tekanan darah tinggi, serta gangguan kehamilan, cacat pada janin dan lainnya.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasif.

Dipaparkan Garna, selain itu Dinkes Berau juga mengetengahkan Berau seabagai Kabupaten Sehat yang baru baru iidiverifikasi untuk masuk seagai Kabupaten Sehat. Yang mana kemarin tim erifikasi meninjau dan menilai beberapa titik seperrti pasar adji Dilayas, SD 004, Puskesmas Bugis, Kampung Gang Amal, kantor Dinkes, Pengolahan air ddi PDAM Tirta Segah.

Selain itu, struktur Dinas Kesehatan juga disosialiasikan kepada massyarakat, yang mana Dinkes membahwahi pusat pelayanan masyarakat seperti rumah sakit, Puskesmas, poskesdes dan posyandu.(bangun banua) 

Rate this item
(0 votes)