Puskesmas Kampung Bugis Ajak Masyarakat Cegah Stunting

Tanjung Redeb-

Pada pawai Pembangunan Minggu  (25/8) Puskesmas Kampung Bugis mengetengahkan tema, “Mari Cegah Stunting” , tampak tulisan tersebut dipampang pada mobil hias, bersama tema lainya. Mengapa mengusung tema ini ?

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Kampung Bugis  H.Bachri Karta Kesuma Amd.Kep, nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan buah hati selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Tanpa nutrisi yang baik, bayi dapat mengalami kerusakan serius – bahkan permanen - pada otak dan tubuhnya yang sedang berkembang. Masalah gizi kronis pada 1.000 HPK bisa berdampak pada stunting atau bertubuh pendek. Pada fenomena ini orang tua harus lebih waspada terhadap kondisi anak mereka, karena hal ini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang.

Anak yang tidak tumbuh dengan baik dan terlalu pendek untuk usia mereka menderita kondisi yang dikenal sebagai stunting (postur pendek,kerdil). Stunting menunjukkan bahwa seorang anak gagal berkembang. Secara global, satu dari empat anak di bawah usia lima tahun menderita stunting.

ibu hamil yang kekurangan gizi dan tidak mendapatkan cukup nutrisi yang dia butuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayinya selama kehamilan dapat memberikan cikal bakal stunting pada janinnya. Kondisi ini dapat berlanjut setelah lahir, akibat praktik pemberian makan yang buruk, infeksi berulang dan pola makan yang tidak cukup memenuhi asupan zat gizi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Masalah gizi kronis berdampak serius pada anak, misalnya gangguan perkembangan otak, intelegensia (IQ) rendah, sistem kekebalan tubuh melemah dan risiko lebih besar terkena penyakit serius seperti diabetes dan kanker di kemudian hari.

Disebutkan Bahri yang perlu diingat adalah, efek stunting dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Anak perempuan yang terlahir kekurangan gizi dan menjadi kerdil saat masa kanak-kanak akan tumbuh menjadi ibu yang kekurangan gizi, yang pada gilirannya melahirkan bayi yang kekurangan gizi juga. Siklus ini akan berulang jika tak diputus dengan intervensi yang tepat.

Masih dipaparkan kepala puskesmas Bugis ini, sehingganya stunting, sangatlah urgen untuk diketahui masyarakat secara umum. Melalui pawai yang ditonton ribuan masyarakat, stunting disosialisasikan. (bangun banua)

Rate this item
(0 votes)