Hai Healthies! Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, yuk semangat bergotong-royong meriahkan Hari Kemerdekaan dengan membangun gapura di lingkungan kamu sekreatif dan seunik mungkin dalam Festival Gapura Cinta Negeri.

Tampilkan kecintaan kamu terhadap Indonesia dalam tema "Cinta Negeri" dan pastikan Gapura kamu menjadi yang terbaik. 10 gapura pemenang kategori umum dan 3 gapura pemenang kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi akan diundang untuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

Info lengkap penyelenggaraan Festival Gapura Cinta Negeri:

http://www.gapuracintanegeri.com

Website Resmi Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

http://promkes.kemkes.go.id

 

Jangan lupa follow akun Social Media kami:

Facebook Page Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

https://facebook.com/ditpromkes

Instagram Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

https://instagram.com/dit.promkes

Twitter Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

https://twitter.com/ditpromkes

Video Informasi dan Edukasi tentang pentingnya peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah sesuai dengan porsinya. Dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) oleh Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI

Video Informasi Langkah Cerdas Jaga Keamanan Pangan oleh Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI

Video Edukasi tentang GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) oleh Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI

TANJUNG REDEB-  Banyak masyarakat Indonesia yang masih minim pengetahuannya dengan gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) termasuk di Kabupaten Berau. Orang dengan gangguan jiwa, memang mendapat perlakuan tak semestinya, seperti dikurung, diasingkan dari keluarga atau dipasung, karena ia mengamuk, atau berjalan jalan keluar rumah, hingga tidak tahu kembali. Seperti data yang ada di Dinas Kesehatan,  yang diungkapkan Nurhayati Kepala Seksi Kesehatan Jiwa dan Penyakit Tidak Menular (PTM)  data sejak tahun 2017  jumlah ODGJ di Kabupaten Berau 175 orang, “Dari jumlah 175 ini ini, ada 12 orang penderita ODGJ yang dipasung,” kata Nurhayati.

Untuk meniadakan ODGJ yang dipasung tidaklah mudah, sebutnya perlu kerjasama dari Puskesmas setempat dan  Dinkes untuk memberikan pemahaman kepada fihak keluarga agar tidak ada pasung untuk penanganan  penderita ODGJ. Dari upaya upaya ini, akhirnya satu persatu penderita ODGJ yang ada di berbagai kecamatan termasuk di daerah ibukota Tanjung Redeb tidak ada lagi yang dipasung. Hanya ada satu penderita di salah satu kampung di Berau yang masih dipasung keluarganya. Inipun sebut Nurhayati Dinkes terus berupaya untuk memberikan pemahaman kepada keluarga.

Di sisi lai penderita ODGJ untuk dapat mencapai tingkat kesembuhan sangat diutamakan adalah dukungan keluarga. Mengapa penderita ODGJ dalam penanganan dipasung oleh keluarga, lantaran di Kabupaten Berau belum ada Rumah Sakit Jiwa dan faktor lainya penderita kerap berjalan keluar rumah yang tentunya sangat menganggu keamanan si penderita dan masyarakat di sekelilingnya. Sehingganya, sebut Nurhayati  pada tahun 2018 dinas Kesehatan mengajukan surat permohonan kepada Bupati Kabupaten Berau agar rumah sakit Abdul Rivai membuka ruang untuk penanganan ODGJ. “Dan kita juga sudah memiliki psikiater ,” kata Nurhayati. Sehingg sejak tahun 2018 kemarin, di RSUD Abdul Rivai sudah ada ruang Tulip untuk penanganan pasien ODGJ.

Penderita ODGJ di ruang tulip ini disebutkan dapat ditanggung kartu kesehatan BPJS seperti halnya penyakit lainya. Berdasarkan data di Dinkes Kesehatan, ODGJ hingga bulan Juli 2019 , sekitar 315 orang. Jumlah ini berdasarkan hasil pendataan di lapangan. Dan fihak Seksi Kesehatan Jiwa dan Penyakit Tidak Menular, tetap door to door untuk memberikan pemahaman  kepada keluarga pegobatan untuk  penderita ODGJ, mengenai penanganan. (Bangun Banua)

Page 1 of 2