Launching Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Berau dilaksanakan hari Kamis (28/1/2021) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

Penyuntikan vaksin tahap pertama diberikan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Berau, tokoh masyarakat dan perwakilan media, secara keseluruhan berjumlah 20 orang.

Bupati Berau H. Agus Tantomo jadi orang pertama yang mendapat suntikan vaksin Sinovac, kemudian diberikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Drs. H. Iswahyudi Apt., M.Kes, Dandim 0902/Trd Letk Inf Fardin Wardhana, Wakapolres Kompol Andin Wisnu Wardhana, Kajari Berau Jufrie Nasution, Ketua Pengadilan Agama serta Dokter Spesialis Paru RSUD Abdul Rivai Dr. Robert Naiborhu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Drs. H. Iswahyudi Apt., M.Kes., dalam laporannya menyampaikan, Berau mendapat sasaran untuk tahap pertama sebanyak 2 ribu, dengan jumlah vaksin yang tiba didaerah sebanyak 4 ribu vial yang disimpan di Instalasi Farmasi Kabupaten, yang sebagian telah didistribusikan keseluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Berau.

Menurutnya, dalam pelaksanaan vaksinisasi jumlah yang akan melaksanakan sebanyak 32 Faskes, untuk Nakes sebanyak 1885 dari 21 puskesmas, 2 RSUD dan 9 klinik TNI Polri serta swasta.

H. Agus Tantomo menyampaikan, program vaksinisasi di Berau dimulai dengan menyuntik pejabat publik, sekaligus menjawab keraguan ditengah masyarakat yang masih belum sepenuhnya percaya keamanan vaksin.

Terrmasuk banyak beredarnya kabar-kabar hoax dibeberapa media sosial yang membuat takut masyarakat.

Harapannya mudah-mudahan launching ini berjalan dengan baik, dan menyakini bahwa vaksinisasi ini terbaik demi keselamatan kita semua dari bahaya Covid-19.

Terima kasih dan penghargaan juga kepada tenaga kesehatan yang telah bekerja keras, mari kita tuntaskan sampai selesai dalam mendukung program pemerintah.

Kepala Bidang P2P H. Garna Sudarsono, Amd.Kep, menerangakan bahwa ada 33 fasilitas pelayanan kesehatan yang akan membantu mensukseskan pelaksanaan pemberian vaksin covid, dimana untuk mensukseskan kegaitan vaksin ini, maka disetiap wilayah kerja puskesmas dan rumah sakit akan dibentuk tim pelaksana, tim investigasi atau tim pemantau, tim emergency dan tim yang akan kita siapkan juga untuk dibentuk jika ada kebutuhan khusus selama pelaksanaan kegiatan, diharapkan untuk setiap fasilitas pelayanan kesehatan membentuk tim untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan nantinya.

Untuk Kabupaten Berau vaksin belum ada dikirim oleh pemerintah masih menunggu approve dari BPOM dan Pemprov, untuk teknis pelaksanaan kegiatan nanti pemberian vaksin maksimal 40 orang perhari, mulai dari data karyawan/nakes yg dapat undangan  via sms untuk vaksin dan terdata sebagai penerima di website. Screening harus dilakukan dari sekarang untuk mengoptimalisasi kesiapan pelaksanaan pemberian vaksin ujar Kepala Rumah Sakit Umum Abdul Rivai. Untuk Pelaporan data melalui P-Care untuk semua FasYanKes yg ditunjuk pelaksanaan vaksin.

Kita perlu meyakinkan masyarakat untuk mau vaksin, bagaimana cara masyarakat untuk mau berebut untuk vaksin dalam mempromosikan vaksin ini ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

Kita perlu membentuk tim pemantauan untuk melihat kejadian pasca vaccine, fasyankes harus menyiapkan kit yang di butuhkan untuk keperluan pasca vaccine, untuk pelayanan tindakan cepat tanggap, Kadinkes Berau menambahkan kunci pelaksanaan vaksin ini di BPOM, untuk pelaksanaan vaksin apakah oke atau tidak

P-Care administrator ada dua yang di daftar kan di dinas kesehatan oleh BPJS Kesehatan, nanti dinas kesehatan dapat membuat user untuk fasyankes di bawahnya, pelaporan real time lewat aplikasi P-Care, ujar BPJS Kesehatan.

Kadinkes menyampaikan jangan membiarkan karyawan sakit untuk masuk kantor, kalau sakit lebih baik dirumah saja, kejadian kasus yang terbaru yang terjadi di tanjung batu ialah bahwa karyawan dibiarkan masuk kantor padahal sakit, sehingga terjadi klaster covid-19 ini di wilayah kerja, untuk itu di anjurkan kepada semua pegawai/karyawan agar tetap dirumah ketika anda merasa kurang sehat.

Kepala Rumah Sakit Umum Abdul Rivai menambahkan bahwa Nakes yang banyak positif, kebanyakan pada saat bertugas tidak patuh protokol kesehatan, hindari makan ditempat kerja bersama nakes lain, karena pada saat makan kita pasti buka masker di tempat kerja, hal ini yang menyebabkan penambahan kasus nakes positif covid-19, tidak hanya di fasilitas pelayanan kesehatan tapi di wilayah kerja kantor lainnya harap dihindari makan bersama di tempat kerja untuk menghindari tertularnya virus covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Drs. H. Iswahyudi, Apt., M.Kes., pada prinsipnya vaksinasi merupakan kegiatan rutin hanya saja vaksin covid -19 beda dalam proses pencatatannya saja, rapat kali ini membahas teknis untuk mengurangi ketidaksiapan yang terjadi dilapangan dan untuk mengoptimalisasi kesiapan nakes dalam teknis pemberiannya, kita juga sudah meyiapkan puskesmas untuk membantu dalam pemberian vaksin termasuk rumah sakit baik abdul rivai maupun rumah sakit pratama talisayan kita sudah siapkan untuk pelayanan vaksin, diperkirakan sekitar tanggal 14/15 Januari 2021 untuk pemberian vaksin tahap pertama yaitu kepada tenaga kesehatan dimana pada tahap ini data yang masuk sekitar 900 sasaran untuk kabupaten Berau, dimana sasarannya merupakan tenaga fasilitas pelayanan kesehatan itu sendiri, untuk masyarakat akan di beri vaksin menunggu kabar dari pusat dengan cara kita cek di web atau masyarakat yang mendapatkan sms dari petugas pusat. Tahap kedua pemberian vaksin diberikan kepada pelayan masyarakat seperti TNI/POLRI, lingkungan pemerintahan dan masayarakat yang rentan untuk di vaksin serta wilayah wilayah yang masuk zona merah covid-19 yang merupakan wilayah resiko tertular.

Vaksinasi merupakan program pemerintah dalam rangka upaya pencegahan, vaksinasi adalah usaha kedua untuk mengurangi penularan, yang utama ialah tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kebiasaan hidup kita sehari-hari, tetap memakai masker dan tidak membuka masker di tempat umum atau berkegiatan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, tidak berkumpul kumpul atau membuat keramaian, menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

Vaksin ini sudah ditetapkan oleh pemerintah secara professional artinya vaksin yang diedarkan sudah dijamin keaslian dan kehalalannya oleh pemerintah dan aman untuk digunakan untuk masyarakat, sasaran vaksin di indonesia kurang lebih sekitar 181 juta orang, untuk pemberian vaksin tidak dipungut biaya, karena biaya sudah ditanggung oleh pemerintah semua, ujar Kepala Dinas Kesehatan Berau Drs. H. Iswahyudi, Apt., M.Kes.