Tanjung Redeb. Peringatan HUT ke 66 Pemerintah Kabupaten Berau dan ke 209 Kota Tanjung Redeb disuguhkan kembali dengan acara Manutung Jukut atau bakar ikan, di mana pejabat pemerintah dan anggota DPRD Berau serta OPD-OPD daerah dan instansi/lembaga/perusahaan  sama-sama membakar ikan dan makan bersama dengan masyarakat.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau turut serta memeriahkan dalam Pesta Rakyat "Irau Manutung Jukut" tahun ini dengan memasang stand Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

 

 

Masih tetap seperti tahun sebelumnya, Manutung Jukut masih membawa misi kesehatan ayo makan ikan , untuk menciptakan  generasi sehat , cerdas dan mendukung Germas (Gerakan Masyarakat Sehat).

Salah satu gizi yang penting untuk meningkatkan kecerdasan dan sangat menyehatkan adalah protein. Sehingganya Pemerintah jauh hari menggalakkan program makan ikan mengingat ikan mengandung banyak protein.

Bupati bersama DPRD Kabupaten Berau telah mengesahkan Perda Kab. Berau Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Berau. Adapun Perda tersebut mulai berlaku sejak tanggal 12 Agustus 2019.

Isi Perda Kabupaten Berau Nomor 12 Tahun 2019 dapat dilihat di sini : KLIK DI SINI

KONDISI fisik gedung Puskesmas Tanjung Redeb ini  cukup sederhana, berada di tengah kota Tanjung Redeb, tepatnya di jalan Ramania, tidak ramai hilir mudik lalu lintas kendaraan. Sehingganya tidaklah terlalu  padat  parkiran kendaraan pasien yang berkunjung di puskesmasdi jalan Ramania ini. dan memang puskesmas belum memiliki lahan parkir, karena kondisi lahan tidak memungkinkan.

Meski demikian, tak terhitung  sudah masyarakat dilayani di puskesmas ini, sejak berdirinya tahun 1974 atau 45 tahun yang lalu. Untuk tahun 2018 kemarin tingkat kunjungan di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Redeb sejumlah 21.639 kunjungan.

Kini telah bertajuk UPTD Puskesmas Tanjung Redeb yang memiliki luas wilayah kerja,  membawahi  dua buah puskesmas pembantu di kelurahan Gunung Panjang serta Pusban  Bedungun dan 23 Posyandu balita dan 2 Posyandu Lanjut Usia (Usila).

Menurut keterangan Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Redeb H Kasran A.Md.Kep untuk gedung puskesmas di Tanjung Redeb beroperasi  setiap hari, dengan jam pelayanan mulai Senin hingga  Kamis mulai pukuk 08.00-11.00 wita, Jumat mulai 08.00-9.30 wita dan Sabtu 08.00-10.00 wita.

Selama kurun waktu 2018 puskesmas melayani pasien umum, BPJS, Jamkesmas dan Jamkesda.

Kemudian, apa saja pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Puskesmas ini ?

Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal, ada pelayanan kesehatan ibu hamil. “Selama tahun 2018 sejumlah 808 ibu hamil di puskesmas Tanjung, Pusban Bedungun dan Pukesmas pembantu di Gunung Panjang, cerita Kasran.

Sedangkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung selama 2018 sejumlah 655 kelahiran atua sebar 84,7 persen . “Ini menandakan bahwa sebagian besar ibu hamil sudah memahami betul pentingnya pertolongan kesehatan dilakukan tenaga kesehatan,” kata Kasran.

Selanjutnya cakupan pelayanan ibu nifas (bufas) sebanyak 656 bufas dan kunjunganya ibu nifas 2 sebanyak 527.

Untuk pelayanan imunisasi TT dan tablet fe pada ibu hamil. (bumil) , da sejumlah 808. Sedangkan penanganan bumi resiko tinggi ada sebanyak  176 mendapatkan penanganan dan rujukan. Untuk ibu nifas juga ada pemberian vitamin A pada ibu nifas.

Untuk pelayanan kesehatan anak, UPTD Puskesmas , ada cakupan kunjungan  neonatus danpemberian ASI ekslusif . Dianjurkan kepada ibu yang telah melahirkan untuk mendapatkan ASI ekslusif karena ASIdilengkapi kandungan yang memperkeat sistem imun bayi berupa cairan kekuningan yang bernama kolostrum.

“Jumlah bayi yang berkunjung di UPTD puskesmas tanjung selama 2018 sebanyak 234, sedangkan yang mendapatkan ASI eksklusif  163 bayi.” Kata Kasran.

Setelah ASI, bayi bayi ini juga mendapatkan vitamin A , penimbangan dan imunisasi, baik di puskesmas, maupun puskesmas pembantu.

Jika tadi ibu dan Balita, maka ada usila yakni usia lanjut. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Redeb terdapat 1.255 usia lanjut yang berumur di atas 60 tahun sebagai sasaran kesehatan. Ada posyandu Lansia yang beroperasi di wilayah Tanjung Redeb melayani masyarakat lansia.

 Kini Keluarga Berencana (KB) yang aktif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Redeb, selama tahun 2018 peserta  yang aktif 6.499 mereka menggunakan KB suntik, pil, kondom,implan,WOW,MOP dan IUD.

Untuk sarana pelayanan kesehatan di puskesmas Tanjung Redeb, denga pelayanan UGD;

Lalu berapa tenaga kesehatan dan penunjang di Puskesmas Tanjung ?

Ada 6 dokter umum masing masing 3 PNS dan 3 PTT, 1  dokter gigi (PTT), perawat gigi 1 orang.Sarjana keperawatan 1 orang, DIII keperawatan 11 orang,  D III Kebidanan 9 orang, Apoteker 2 orang, D III Farmasi dan asisten apoteker 1 orang, D III Gizi 2 orang, Sarjana Kesehatan Masayrakat 1 orang, tenaga sanitasi 2 orang, TU 1 orang, PCPM 1 orang, pekarya 1 orang, CS 1 orang dan sopir 1 orang.  

Saat ini akreditasi UPTD Puskesmas Tanjung Redeb berada di tingkatan dasar untuk menuju ketingkatan selanjutnya. Komisi akreditasi pusat memberikan penilaian kepada UPTD Puskesmas . Disebutkan Kasran, bahwa penilaian mencakup administrasi dan management , usaha kesehatan masyarakat dan usaha kesehatan perorangan.

Dinas Kesehatan Berau mengelar workshop lintas program atau sektor sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), Senin (24/6) di Balai Mufakat. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten Berau, Ir M Gazali MM. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam program mewujudkan masyarakat yang sehat dan kuat di Bumi Batiwakkal.

Pelaksanaan workshop ini dihadiri oleh seluruh kepala kampung dan camat, lurah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan. Target dalam kegiatan ini untuk mewujudkan STBM di setiap kampung sekaligus mengaplikasikan perilaku hidup sehat di masyarakat yang dapat mencegah penyebaran penyakit.

Sebelum membuka kegiatan, Gazali menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi dan kampanye untuk mewujudkan program ini. Sehingga bisa diterapkan oleh seluruh masyarakat. Dan menghasilkan generasi yang kuat secara mental dan fisik. “Kepada para kepala kampung yang hadir saat ini saya minta agar selalu gencar mengkampanyekan STBM ini kepada masyarakatnya masing-masing,” jelasnya.

Dalam menjaga kesehatan di masyarakat ia mengharapkan agar kepala kampung bisa melakukan pembenahan kepada generasi muda. Sejak dini diharapkan agar mempersiapkan generasi yang kuat dan cerdas. “Kalau ada masyarakat yang kurang mampu dan sedang hamil, kepala kampung bisa memberikan perhatian penuh. Karena yang akan dilahirkannya nanti merupakan penerus dari kampung itu. Jadi sejak dini sudah bisa diperhatikan generasi yang akan lahir di kampung masing-masing. Tentu harapannya, setiap kampung bisa memiliki generasi yang kuat dan cerdas,” tegasnya.

Gazali mengatakan dalam penerapan STBM ini ada lima pilar yang harus diterapkan, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum-makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. “Diharapkan agar lima pilar ini bisa diaplikasikan untuk mempermudah upaya peningkatan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik dan mengubah serta mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat. Begitu juga dengan target mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri bisa terlaksana,” Tandasnya.(Bangun Banua)

Page 1 of 3