Tanjung Redeb. Peringatan HUT ke 66 Pemerintah Kabupaten Berau dan ke 209 Kota Tanjung Redeb disuguhkan kembali dengan acara Manutung Jukut atau bakar ikan, di mana pejabat pemerintah dan anggota DPRD Berau serta OPD-OPD daerah dan instansi/lembaga/perusahaan  sama-sama membakar ikan dan makan bersama dengan masyarakat.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau turut serta memeriahkan dalam Pesta Rakyat "Irau Manutung Jukut" tahun ini dengan memasang stand Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

 

 

Masih tetap seperti tahun sebelumnya, Manutung Jukut masih membawa misi kesehatan ayo makan ikan , untuk menciptakan  generasi sehat , cerdas dan mendukung Germas (Gerakan Masyarakat Sehat).

Salah satu gizi yang penting untuk meningkatkan kecerdasan dan sangat menyehatkan adalah protein. Sehingganya Pemerintah jauh hari menggalakkan program makan ikan mengingat ikan mengandung banyak protein.

Dalam Pagelaran Expo Kabupaten Berau tahun 2019 ini Dinas Kesehatan turut serta berpartisipasi dan memeriahkan pameran Expo yang pada tahun ini dilaksanakan di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb.

Di Stand Dinas Kesehatan Kabupaten Berau juga menampilkan berbagai banner kesehatan dan informasi mengenai kesehatan mulai dari kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Stand Dinas Kesehatan Kabupaten Berau juga melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes tekanan darah, tes gula darah, tes asam urat, dan tes kolesterol serta tes saluran pernapasan. Pemeriksaan ini dilakukan secara gratis atau tanpa dipungut biaya. Dinas Kesehatan Kabupaten Berau juga menampilkan kegiatan senam sehat dan mengajak para pengunjung untuk ikut serta menjaga kesehatan baik untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Mari bersama-sama kita sukseskan Pameran Expo Kabupaten Berau tahun 2019. (HH)

Bupati bersama DPRD Kabupaten Berau telah mengesahkan Perda Kab. Berau Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Berau. Adapun Perda tersebut mulai berlaku sejak tanggal 12 Agustus 2019.

Isi Perda Kabupaten Berau Nomor 12 Tahun 2019 dapat dilihat di sini : KLIK DI SINI

Staff Sub.Bag Penyusunan Program dan Perencanaan dari Dinas Kesehatan Kab. Berau mengikuti/menghadiri undangan dari Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kab. Berau tentang Pelatihan Pemetaan dan Monitoring Tutupan Lahan menggunakan Teknologi Unmanned Aerial Vehicle / Drone. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Bumi Segah selama 5 (lima) hari dari tanggal 19 Agustus 2019 - 23 Agustus 2019.

Adapun materi yang akan diperoleh dalam pelatihan ini, antara lain :

A. Pengenalan Wahana Tanpa Awak / Drone

  • Pemanfaatan WTA/Drone
  • Dasar Aeromodelling
  • Anatomi WTA (Komponen Penyusun dan Fungsinya)
  • Orientasi dan pengoperasian Pesawat Training (Aeromodeling)

B. Manajemen dan Standar Operasional Prosedur pengoperasian WTA

  • Sharing pengalaman pemanfaatan WTA untuk kegiatan Pemetaan Lahan
  • Standar Operasional Prosedur pengoperasian WTA
  • Teknis operasional WTA/Drones (Multirotor)
  • Perencanaan Penerbangan (Flight Planning)

C. Manajemen data dan pengenalan software pengolahan data hasil survey dan pemetaan menggunakan WTA/Drones

  • Software pengolahan data
  • Geotagging
  • Data Processing
  • Export Data
  • Analisis Data Ortomosaik 

D. SIMULASI DAN EXCERCISE

  • Simulasi akuisisi data berbantuan WTA/Drone (Fixed Wing & Multirotor)
  • Praktek Lapangan (Labanan / Segah)
  • Excercise

 

Foto dokumentasi :

Jakarta - Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran yang memuat tentang penghapusan merkuri mulai dari pelarangan produksi merkuri, penggunaan merkuri dan penggantian alat kesehatan mengandung merkuri paling lambat pada akhir tahun 2020 mendatang. Meski peraturan pelarangan alat kesehatan bermerkuri telah ada sejak beberapa tahun lalu, implementasinya belum maksimal dilakukan oleh fasilitas kesehatan.

"Baru 26,6 persen fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak menggunakan alat kesehatan bermerkuri. Jadi lebih dari 73 persen masih menggunakan," ujar Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr Kirana Pritasari, kepada detikHealth, Selasa (30/7/2019).

"Jangan-jangan RS vertikal juga masih menggunakan," tambahnya.

 

Puskesmas, klinik, laboratorium kesehatan, apotek, dan Unit Transfusi Darah (UTD) disebutnya juga masih menggunakan alat kesehatan bermerkuri.

"Memang dari segi ekonomi lebih menguntungkan memakai alat kesehatan bermerkuri karena harganya yang cukup terjangkau," tambahnya.


Merkuri atau raksa (Hg) merupakan logam berat yang berbahaya. Penggunaannya sangat dibatasi karena bisa mencemari lingkungan dan terakumulasi di tubuh manusia.

Adapun alat kesehatan yang mengandung merkuri dan masih banyak digunakan di fasilitas kesehatan antara lain termometer, tensimeter, amalgam gigi, kateter yang tingkat perkiraan kandungan merkurinya berbeda. Misalnya tensimeter mengandung perkiraan kandungan merkuri sekitar 110-200 gram.

"Kami mengharapkan agar masyarakat lebih aware pada alat kesehatan yang mengandung merkuri. Demikian juga dengan tenaga kesehatan agar bisa menjadi monitor penggunaan alat kesehatan bermerkuri," pungkasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Sekertaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr Agus Hadian Rahim, SpOT, MEpid, MHKes, mengatakan alat kesehatan yang tidak bermerkuri masuk dalam komponen kompetensi alat. Artinya harus ada konsekuensi bahwa rumah sakit tersebut tidak kompeten melaksanakan pelayanannya.

"(Jika masih menggunakan alat kesehatan bermerkuri) Akan beresiko menurunkan akreditasi rumah sakit. Rumah sakit kena sanksi yang besar dan tidak boleh beroperasi," tutup Agus.

 

Sumber

Page 1 of 3