Di Hari Kebangkitan Nasional ke-112 tahun ini, mari kita "Bangkit Bersatu Untuk Melawan Corona". 

Tetap #jagajarak, #gunakanmasker, #dirumahaja, dan ayo kita #lawancorona bersama.

Partisipasi Anda melindungi yang Tercinta.

Dengan berpartisipasi di PeduliLindungi, Anda turut membantu menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

 

 

Apa itu PeduliLindungi?

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan.

Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.

 

 

Bagaimana PeduliLindungi bekerja?

PeduliLindungi menggunakan data yang diproduksi oleh gadget Anda dengan bluetooth aktif untuk merekam informasi yang dibutuhkan. Ketika ada gadget lain dalam radius bluetooth yang juga terdaftar di PeduliLindungi, maka akan terjadi pertukaran id anonim yang akan direkam oleh gadget masing-masing.

PeduliLindungi selanjutnya akan mengidentifikasi orang- orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan). Hal ini akan sangat membantu ketika orang tersebut tidak dapat mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa saja dia melakukan kontak.

PeduliLindungi sangat memperhatikan kerahasiaan pribadi Anda. Data Anda disimpan aman dalam format terenkripsi dan tidak akan dibagikan kepada orang lain. Data Anda hanya akan diakses bila Anda dalam risiko tertular COVID-19 dan perlu segera dihubungi oleh petugas kesehatan.

 

 

Cara kerja PeduliLindungi

 

 

Lindungi diri Anda, yang tercinta, dan Komunitas.

Jika Anda pernah berada di tempat yang dekat dengan kasus COVID-19 positif, baik Anda tahu ataupun tidak tahu orangnya, PeduliLindungi membantu petugas resmi pelacakan kontak untuk menghubungi Anda lebih cepat. dengan begitu, lebih cepat juga menghentikan penularan COVID-19, sehingga kita bisa melindungi orang-orang yang tercinta di sekitar kita.

 

 

Manfaat PeduliLindungi bagi Anda dan Sesama

Membantu Pelacakan untuk Menghentikan Penyebaran COVID-19

Dengan mengaktifkan akses bluetooth, Anda akan membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

 

Notifikasi Zona Merah

Dengan mengaktifkan akses lokasi, Anda akan mendapat notifikasi melalui aplikasi PeduliLindungi jika Anda memasuki zona merah. Zona merah adalah area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan. Selanjutnya, jika Anda tetap berada di zona merah tersebut selama 30 menit, PeduliLindungi juga akan memberikan pengingat untuk segera menyelesaikan urusan Anda.

 

Lebih baik #dirumahaja dan tidak berkumpul

Anda akan mendapat notifikasi melalui aplikasi PeduliLindungi jika Anda berada di tempat yang sama dengan beberapa orang yang sama-sama mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi dalam waktu yang cukup lama.

 

 

Mari berpartisipasi melindungi sesama. Unduh PeduliLindungi sekarang !

 

 

 

Lindungi diri dan sesama dari Corona •

Ayo lindungi diri dan sesama dari #covi̇d19 dengan cara :

tetap #dirumahsaja ;

menerapkan hidup bersih dan sehat ;

#physicaldistancing


Ayo #bersamalawancorona   #beraulawancorona   #berausehat   #dinkesberau   #germas

sc : @kemenkes_ri

Jakarta, 15 Maret 2020

Pemerintah telah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai Bencana Nasional. Status tersebut diumumkan kemarin, Sabtu sore (14/3) oleh Presiden melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo di Gedung BNPB.

“Sekarang statusnya bencana, undang-undnag bencana nomor 24/2007 menyatakan 3 jenis bencana, Bencana Alam, Non Alam, Sosial,” kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto, Minggu (15/3) di Komplek Istana Negara.

Ia melanjutnya, bencana Non Alam itu contohnya wabah/pandemi. Sekarang Indonesia dalam posisi tanggap darurat bencana non alam pandemi covid-19.

“Tidak ada derajat yang paling tinggi dari ini (status bencana nasional). Kalau bicara K/L (Kementerian/Lembaga) , ini dibawahnya,” ujarnya.

“Oleh karena itu di dalam ketentuan wabah kenapa kok kemarin yang mendeclair ini adalah presiden,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam undang-undang wabah yang boleh menyatakan wabah adalah menteri. Tapi tentu menteri lapor ke presiden.

Begitu dilaporkan ke presiden, presiden melihat ini sifatnya pandemi bukan hanya di Indonesia.

“Ada dampak ikutan yang lebih besar, makanya presiden yang mengumumkan,” ujar dr. Achmad.

Tak hanya itu, Presiden juga membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai oleh Doni. Gugus tugas itu dalam rangka mengkoordinasikan kapasitas pusat dan daerah.

“Kemudian komunikasi pusat dan daerah untuk memastikam bahwa upaya pencegahan munculnya sebaran baru berjalan. Kami pahami kalau sudah komunitas, tidak ada K/L (Kementerian Lembaga) yang mampu bekerja sendiri. Gak mungkin, variabelnya banyak,” ujar dr. Achmad.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Pesan bapak, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia tentang cara pencegahan virus corona.

Page 1 of 7