Hai Healthies! Sudah rencanakan waktu pernikahan? Jangan lupa cek kesehatan pra nikah dulu ya, karena penting untuk mengetahui riwayat kesehatan, risiko, dan kondisi kesehatan masing-masing pasangan, supaya apabila terdapat permasalahan kesehatan dapat langsung ditangani sedini mungkin.

 

Sumber

 

Harapan positif program komunitas sehat dapat disebarkan dan menjadi kegiatan masyarakat untuk hidup sehat," tukas Wapres RI Jusuf Kalla pada acara diskusi media FMB 9 dengan topik Peluncuran Program Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit di kampus FKUI Salemba, Jumat (4/10/2019)

Menurut Jusuf Kalla, hidup sehat dimulai dari kebiasaan memproduksi dan mengkonsumsi makanan."Bagaimana kita bisa seimbang mengkonsumsi minyak goreng? Bagaimana sosialisasi ke pedagang dan masyarakat untuk memberitahu jangan menggunakan minyak goreng berulang kali. Meski goregan tidak masalah selama tidak terlalu banyak, yang penting ada keseimbangan," tambahnya lagi.

Jusuf Kalla menyampaikan pada kesempatan tersebut bahwa program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit ini sangat strategis. "Sehingga kita bisa mengenalkan lagi masalah -masalah kesehatan ke masyarakt agar mereka paham masih ada penyakit yang tak menular tapi sangat menrunkan kinerj dari para penderitanya," tukasnya lagi.

Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meresmikan Komunitas dan Kampus Sehat di lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI). UI menjadi kampus percontohan untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat serta menggiatkan Promosi Kesehatan dan Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah-tengah mahasiswa dan sivitas akademika lainnya. Peresmian Komunitas dan Kampus Sehat tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/10/2019) di Gedung IMERI, kampus UI Salemba.

Wapres Jusuf Kalla didampingi Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met, dan Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB hadir dalam Talkshow Kesehatan Pencegahan Penyakit Tidak Menular serta mengunjungi Posbindu FKUI (Pos Binaan Terpadu Fakultas Kedokteran UI).

Posbindu merupakan bagian dari program Komunitas dan Kampus Sehat – yang diharapkan mampu mereplikasi upaya deteksi dini di kampus. UI memiliki 20 pusat Posbindu yang dilayani oleh 140 kader kesehatan yang tersebar di seluruh fakultas, program, sekolah serta kantor-kantor di UI Salemba maupun Depok.

Para kader Posbindu di UI merupakan para staf pengajar dan tenaga kependidikan UI yang telah dibekali pelatihan oleh Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI serta akan diperlengkapi dengan infokit dan alat-alat pemeriksaan kesehatan dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Rektor UI Prof. Muhammad Anis menuturkan, “Tidak hanya mencetak mahasiswa yang unggul di bidang akademik, UI juga ingin menghasilkan lulusan yang sehat baik jasmani maupun rohani. Segala bentuk upaya tengah UI rintis guna mencapai gagasan healthy university framework -  seperti yang diusung oleh AUN (ASEAN University Network) maupun Kementerian Kesehatan RI dan TNP2K.

Kampus UI didominasi oleh kelompok usia produktif, untuk itu kami merasa sangat penting mengalakkan program prevention dan promotion kesehatan – khususnya Penyakit Tidak Menular di komunitas, tempat kerja dan kampus.

"Kami sangat bangga Bapak Jusuf Kalla dapat hadir dan mendukung program ini. Adapun program ini bertujuan untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat, mengelola kantin sehat untuk menjamin nutrisi baik, dan menggalakan upaya monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular yang bagi mahasiswa, dosen, staf, maupun warga UI lainnya.  Diharapkan UI dapat menjadi Universitas percontohan sebagai Universitas Sehat untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul,” pungkas Muhammad Anis.   Posbindu adalah wadah intervensi kesehatan yang dibangun oleh masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan dijalankan oleh masyarakat itu sendiri. Seluruh Posbindu di lingkungan kampus UI difasilitasi oleh Klinik Satelit UI yang dikepalai oleh Dr. dr. Dhanasari Vidiawati Sanyoto, M.Sc., CM-FM., Sp.DLP. atas dukungan Kemenkes RI dan TNP2K.

Adapun kegiatan yang dilakukan di Posbindu UI adalah screening & pemeriksaan fisik yang terdiri atas Pengukuran BMI (Body Mass Index – Indeks Massa Tubuh), Pemeriksaan darah untuk mengetahui tekanan darah, gula darah, serta kolesterol, Pemeriksaan Lingkar Perut, dan Tekanan darah. Selain mendirikan Posbindu, UI juga menggelar program Seminar Kesehatan setiap bulan yang diperuntukkan bagi sivitas akademika UI. Program Komunitas dan Kampus Sehat merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan RI dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Program Kampus Sehat merupakan arahan dari Kementerian Kesehatan RI yang diharapkan dapat menggerakan sektor pendidikan untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan terlibat langsung dalam upaya-upaya promotif, dan preventif,di lingkungan perguruan tinggi. UI senantia berupaya mendukung Program Kampus Sehat agar terbentuk lingkungan yang bersih, sehat dan aman, dengan memiliki sistem pengelolaan sampah dan limbah yang baik, sarana dan prasarana yang memenuhi standar keamanan, kesehatan dan ramah disabiltas terdapat kantin sehat yang menyajikan menu sehat yang bervariasi.

 

Sumber

 

Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati setiap tanggal 16 Oktober 2019 nanti. Tema hari pangan sedunia tahun ini mengangkat “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” atau "Our action are our future, healthy diets #zerohungerworld".

Di Indonesia, pelaksanaan Hari Pangan Sedunia akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, menurut Plt Kepala Dinas Kominfo Sultra, Syaifullah, seperti dilansir Antara, pelaksanaan yang sekiranya digelar bulan ini diundur menjadi November 2019. Pasalnya, menunggu selesainya pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober.

Pada tahun lalu, peringatan Hari Pangan ke-38 ini digelar di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kala itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah bertekad menjadikan lahan rawa sebagai tempat untuk merealisasikan ketersediaan pangan di masa depan, menyusul meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk dan menyusutnya lahan pertanian.

Menurut Amran, lahan rawa di Indonesia cukup besar namun tidak pernah dimanfaatkan. Merujuk data Kementerian Pertanian, Amran mengatakan, luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan sekitar 34,1 juta hektare yang terdiri dari sekitar 20 juta hektare lahan rawa pasang surut, dan lebih dari 13 juta hektare lahan rawa lebak. Lahan ini tersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota.

Dari jumlah itu, kata Amran, 9,52 juta hektare lahan rawa di antaranya bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi ini lebih luas dibandingkan lahan sawah irigasi yang hanya seluas 8,1 juta hektare. Menurut Amran, upaya konversi lahan rawa menjadi tempat pertanian telah dikembangkan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan beberapa daerah.

Akan tetapi, masalah pangan ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah. Sebab, pada 2018, masalah gizi buruk dan campak malah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Papua. Kementerian Kesehatan juga mengakui bahwa angka persoalan gizi buruk masih cukup tinggi di wilayah NTT dan Papua Barat.

14 dari 34 provinsi punya proporsi gizi buruk yang lebih tinggi dari rata-rata seluruh Indonesia.Secara nasional, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ada 30,8 persen anak usia di bawah lima tahun (balita) mengalami kekurangan gizi sehingga menyebabkan anak tidak tumbuh sempurna (stunting) pada tahun 2018.

Meskipun angka tersebut termasuk tinggi, jumlah kejadian anak balita stunting sebenarnya sudah menurun dibandingkan dengan jumlah kejadian tahun 2007 hingga 2013, yaitu antara 36,8 persen dan 37,2 persen.

Hari Pangan Sedunia memiliki sejarah panjang dan diinisiasi oleh beberapa negara yang tergabung dalam Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) pada konferensi di bulan November 1979.

Namun, ide untuk merayakan Hari Pangan di seluruh dunia itu datang dari Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Pal Romany guna menyoroti persoalan kemiskinan dan kelaparan.

 

Sumber

Batik Indonesia memiliki banyak motif dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari sabang sampai merauke. Kita biasanya mendengar dan mengenal batik banyak yang datang dari daerah Jawa. Tapi ternyata daerah Berau, Kalimantan Timur juga sudah memiliki batik yang bisa dijadikan oleh-oleh tangan bagi wisatawan yang berkunjung.

Motif

Pada awalnya Berau sudah memiliki batik Berau Motif Cawul yang memiliki beberapa motif busak kangkung dengan tiga motif awal, yaitu Busak Kangkung BalilitBusak Kangkung Sarayak dan Busak Kangkung Taggupenyu dan pernik asesoris kerajaan daerah Berau juga melengkapi corak motif ini, yang telah di kenalkan pada masyarakat sekitar tahun 2010 lalu.

Motif Penyu

Tapi yang unik adalah daerah Berau memiliki batik dengan motif penyu. Alasan pemilihan penyu pun dinilai karena Berau adalah salah satu tempat berkembangnya habitat penyu terbesar, khususnya di Kepulauan Derawan.

Motif Rutun Penyu

Motif Rutun Putih

Rutun adalah sejenis tumbuhan khas paku-pakuan yang hidup pada daerah berawa, denhan bentuk unik dengan daunnya yang meyerupai jenis daun paku. Namun lebih kecil dan lembut, sehingga jenis tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai salah satu jenis tumbuhan sayuran tradisional yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Berau jaman dulu pada khususnya. Namun sangat disayangkan, warisan leluhur ini semakin hilang tergerus oleh jaman.

Daun Rutun

Batik Berau motif Rutun ini menjadi khas dan unik, karena coraknya yang bernuansa tradisional menggambarkan unsur-unsur kekayaan potensi alam wilayah berau: daun Rutun, penyu hijau, bintang laut juga sulur-sulur rotan yang melatarinya.

Motif Rutun Penyu

Motif Rutun Penyu

 

Motif Linang Caramin

Motif Linang Caramin

Menggambarkan tradisi lokal penduduk yang jernih dan bersahaja, bahwa hidup ini akan tenang jika menjadikan alam sebagai cerminan kehidupan, senantiasa mawas diri, bersatu dengan alam anugerah Sang Penguasa Kehidupan.

 

Motif Ikan Pari Manta warna Gold

Motif Ikan Pari Manta warna Gold

 

Motif Hiu Tutul Talisayan (Whale Shark)

Motif Hiu Tutul Talisayan

 

Motif Black Hiu Tutul Talisayan

Motif Black Hiu Tutul Talisayan

 

Motif Kakao


Motif Kakao

 

GPS Wisata Indonesia

Apa manfaat dari big data untuk bidang kesehatan? Berikut adalah penjelasan dari Ir. Beno K. Pradekso founder dari IDBigData

Page 1 of 4