Kepala Bidang P2P H. Garna Sudarsono, Amd.Kep, menerangakan bahwa ada 33 fasilitas pelayanan kesehatan yang akan membantu mensukseskan pelaksanaan pemberian vaksin covid, dimana untuk mensukseskan kegaitan vaksin ini, maka disetiap wilayah kerja puskesmas dan rumah sakit akan dibentuk tim pelaksana, tim investigasi atau tim pemantau, tim emergency dan tim yang akan kita siapkan juga untuk dibentuk jika ada kebutuhan khusus selama pelaksanaan kegiatan, diharapkan untuk setiap fasilitas pelayanan kesehatan membentuk tim untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan nantinya.

Untuk Kabupaten Berau vaksin belum ada dikirim oleh pemerintah masih menunggu approve dari BPOM dan Pemprov, untuk teknis pelaksanaan kegiatan nanti pemberian vaksin maksimal 40 orang perhari, mulai dari data karyawan/nakes yg dapat undangan  via sms untuk vaksin dan terdata sebagai penerima di website. Screening harus dilakukan dari sekarang untuk mengoptimalisasi kesiapan pelaksanaan pemberian vaksin ujar Kepala Rumah Sakit Umum Abdul Rivai. Untuk Pelaporan data melalui P-Care untuk semua FasYanKes yg ditunjuk pelaksanaan vaksin.

Kita perlu meyakinkan masyarakat untuk mau vaksin, bagaimana cara masyarakat untuk mau berebut untuk vaksin dalam mempromosikan vaksin ini ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

Kita perlu membentuk tim pemantauan untuk melihat kejadian pasca vaccine, fasyankes harus menyiapkan kit yang di butuhkan untuk keperluan pasca vaccine, untuk pelayanan tindakan cepat tanggap, Kadinkes Berau menambahkan kunci pelaksanaan vaksin ini di BPOM, untuk pelaksanaan vaksin apakah oke atau tidak

P-Care administrator ada dua yang di daftar kan di dinas kesehatan oleh BPJS Kesehatan, nanti dinas kesehatan dapat membuat user untuk fasyankes di bawahnya, pelaporan real time lewat aplikasi P-Care, ujar BPJS Kesehatan.

Kadinkes menyampaikan jangan membiarkan karyawan sakit untuk masuk kantor, kalau sakit lebih baik dirumah saja, kejadian kasus yang terbaru yang terjadi di tanjung batu ialah bahwa karyawan dibiarkan masuk kantor padahal sakit, sehingga terjadi klaster covid-19 ini di wilayah kerja, untuk itu di anjurkan kepada semua pegawai/karyawan agar tetap dirumah ketika anda merasa kurang sehat.

Kepala Rumah Sakit Umum Abdul Rivai menambahkan bahwa Nakes yang banyak positif, kebanyakan pada saat bertugas tidak patuh protokol kesehatan, hindari makan ditempat kerja bersama nakes lain, karena pada saat makan kita pasti buka masker di tempat kerja, hal ini yang menyebabkan penambahan kasus nakes positif covid-19, tidak hanya di fasilitas pelayanan kesehatan tapi di wilayah kerja kantor lainnya harap dihindari makan bersama di tempat kerja untuk menghindari tertularnya virus covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Drs. H. Iswahyudi, Apt., M.Kes., pada prinsipnya vaksinasi merupakan kegiatan rutin hanya saja vaksin covid -19 beda dalam proses pencatatannya saja, rapat kali ini membahas teknis untuk mengurangi ketidaksiapan yang terjadi dilapangan dan untuk mengoptimalisasi kesiapan nakes dalam teknis pemberiannya, kita juga sudah meyiapkan puskesmas untuk membantu dalam pemberian vaksin termasuk rumah sakit baik abdul rivai maupun rumah sakit pratama talisayan kita sudah siapkan untuk pelayanan vaksin, diperkirakan sekitar tanggal 14/15 Januari 2021 untuk pemberian vaksin tahap pertama yaitu kepada tenaga kesehatan dimana pada tahap ini data yang masuk sekitar 900 sasaran untuk kabupaten Berau, dimana sasarannya merupakan tenaga fasilitas pelayanan kesehatan itu sendiri, untuk masyarakat akan di beri vaksin menunggu kabar dari pusat dengan cara kita cek di web atau masyarakat yang mendapatkan sms dari petugas pusat. Tahap kedua pemberian vaksin diberikan kepada pelayan masyarakat seperti TNI/POLRI, lingkungan pemerintahan dan masayarakat yang rentan untuk di vaksin serta wilayah wilayah yang masuk zona merah covid-19 yang merupakan wilayah resiko tertular.

Vaksinasi merupakan program pemerintah dalam rangka upaya pencegahan, vaksinasi adalah usaha kedua untuk mengurangi penularan, yang utama ialah tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kebiasaan hidup kita sehari-hari, tetap memakai masker dan tidak membuka masker di tempat umum atau berkegiatan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, tidak berkumpul kumpul atau membuat keramaian, menjaga kebersihan lingkungan sekitar. 

Vaksin ini sudah ditetapkan oleh pemerintah secara professional artinya vaksin yang diedarkan sudah dijamin keaslian dan kehalalannya oleh pemerintah dan aman untuk digunakan untuk masyarakat, sasaran vaksin di indonesia kurang lebih sekitar 181 juta orang, untuk pemberian vaksin tidak dipungut biaya, karena biaya sudah ditanggung oleh pemerintah semua, ujar Kepala Dinas Kesehatan Berau Drs. H. Iswahyudi, Apt., M.Kes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Drs. H. Iswahyudi, Apt., M.Kes., memberikan pengarahan dan ucapan selamat kepada tenaga kesehatan yang lolos CPNS semoga bisa bermanfaat, keberkahan ini jarang di rasakan orang lain, karena kalian dipilih dari banyak orang yang mendaftar maka anda harus bersyukur dengan cara bekerja dengan profesional dan mengabdi untuk kebaikan masyarakat dengan sebaik baiknya, jangan jadikan gaji sebagai goals kita, tapi bagaimana kerja kita itu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Kadinkes mengharapkan agar Berau ini tenaga kesehatan nya diseluruh daerah-nya terpenuhi dan tersebar dengan baik sehingga pelayanan kesehatan bisa kita berikan dengan baik.

Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Berau juga berpesan, setelah tiba di daerah Wilayah kerja, bangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan rekan kerja dan masyarakat di daerahnya, jika ada masalah harap menyelesaikannya dengan bijak, jangan menggunakan medsos untuk menyelesaikan masalah tapi coba selesaikan langsung dengan kepala UPT atau atasan kita bangun komunikasi yang baik dan budayakan laporan ke atasan atau bisa langsung ke dinas, untuk menyelesaikan masalah bersama.

Setelah ini akan ada agenda prajabatan sebagai PNS, untuk mengenal kan kewajiban PNS dan haknya, setelah selesai dari prajabatan baru bisa kita mendapatkan gelar PNS 100%, selain itu penilaian kinerja dari atasan juga menjadi poin tambahan untuk amanah PNS kita.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, dr. Jimmi Adriani, M.AP, menambahkan bahwa sebagai tenaga abdi negara kita harus jaga etika, statement dan jaga nama baik kedinasan kita, sebagai abdi negara kita harus memperhatikan dan meningkatkan kedisiplinan kita, kita sebagai pelayan masyarakat, gaji itu hanya efek samping dari ke profesionalan kerja kita, kita harus ikhlas melayani, ikhlas bekerja ikhlas mengabdi, jadiah PNS berkualitas yang terus berinovasi, kalau pimpinan memberi tugas coba untuk berinovasi buat analisa agar kerja atau amanah yang di emban bisa dikerjakan dengan lebih baik. Kepada Adik-adik yang baru masuk harus terus bisa belajar dari lingkungan di puskesmas agar bisa berkolaborasi dengan baik dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan ke masyarakat. Tingkatkan bersama mutu pelayanan, karena di puskesmas sekarang sudah terakreditasi, akreditasi sama seperti ISO jadi kegiatan yang kita lakukan di wilayah kerja memiliki standar, dan setiap tindakan pasti ada SOP yang sudah di standarisasi, ada manual kerja-nya semua maka-nya kita harus bisa berkolaborasi dengan rekan kerja dan atasan kita di puskesmas dan wilayah ke dinasan kita. Kalaupun ingin berinovasi tetap sesuaikan standar, kita juga harus bisa berpikir sistematis, dan manajerial serta kita juga harus memikirkan outcome atau pengaruh baiknya ke masyarakat.  

Dalam pertemuan ini juga dilakukan simbolis penyerahan SK CPNS Tenaga Kesehatan Kabupaten Berau kepada 30 peserta CPNS Tenaga Kesehatan Berau yang diwakili oleh dua orang Tenaga Kesehatan.

Diakhir Pengarahan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dr. Halijah Yasin menyampaikan bahwa dinas kesehatan memiliki lima bidang yang saling berkaitan dengan wilayah kerja di puskesmas yaitu Bidang Sekretariat, Bidang Pelayanan kesehatan, Bidang kesehatan masyarakat, Bidang SDK, Bidang P2P, Konsultasi kan semua masalah dengan dinas kesehatan untuk mencapai mutu pelayanan yang baik dan kerja profesional yang baik.

Penulis : Muhammad Taufik

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau membuka rekrutmen untuk diangkat sebagai Tenaga Kontrak yang akan ditempatkan di Puskesmas wilayah Kabupaten Berau. Untuk informasi posisi atau tenaga yang dibutuhkan dan persyaratan-persyaratannya, dapat dilihat pada link berikut ini : DOWNLOAD PENGUMUMAN

KONDISI fisik gedung Puskesmas Tanjung Redeb ini  cukup sederhana, berada di tengah kota Tanjung Redeb, tepatnya di jalan Ramania, tidak ramai hilir mudik lalu lintas kendaraan. Sehingganya tidaklah terlalu  padat  parkiran kendaraan pasien yang berkunjung di puskesmasdi jalan Ramania ini. dan memang puskesmas belum memiliki lahan parkir, karena kondisi lahan tidak memungkinkan.

Meski demikian, tak terhitung  sudah masyarakat dilayani di puskesmas ini, sejak berdirinya tahun 1974 atau 45 tahun yang lalu. Untuk tahun 2018 kemarin tingkat kunjungan di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Redeb sejumlah 21.639 kunjungan.

Kini telah bertajuk UPTD Puskesmas Tanjung Redeb yang memiliki luas wilayah kerja,  membawahi  dua buah puskesmas pembantu di kelurahan Gunung Panjang serta Pusban  Bedungun dan 23 Posyandu balita dan 2 Posyandu Lanjut Usia (Usila).

Menurut keterangan Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Redeb H Kasran A.Md.Kep untuk gedung puskesmas di Tanjung Redeb beroperasi  setiap hari, dengan jam pelayanan mulai Senin hingga  Kamis mulai pukuk 08.00-11.00 wita, Jumat mulai 08.00-9.30 wita dan Sabtu 08.00-10.00 wita.

Selama kurun waktu 2018 puskesmas melayani pasien umum, BPJS, Jamkesmas dan Jamkesda.

Kemudian, apa saja pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Puskesmas ini ?

Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal, ada pelayanan kesehatan ibu hamil. “Selama tahun 2018 sejumlah 808 ibu hamil di puskesmas Tanjung, Pusban Bedungun dan Pukesmas pembantu di Gunung Panjang, cerita Kasran.

Sedangkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung selama 2018 sejumlah 655 kelahiran atua sebar 84,7 persen . “Ini menandakan bahwa sebagian besar ibu hamil sudah memahami betul pentingnya pertolongan kesehatan dilakukan tenaga kesehatan,” kata Kasran.

Selanjutnya cakupan pelayanan ibu nifas (bufas) sebanyak 656 bufas dan kunjunganya ibu nifas 2 sebanyak 527.

Untuk pelayanan imunisasi TT dan tablet fe pada ibu hamil. (bumil) , da sejumlah 808. Sedangkan penanganan bumi resiko tinggi ada sebanyak  176 mendapatkan penanganan dan rujukan. Untuk ibu nifas juga ada pemberian vitamin A pada ibu nifas.

Untuk pelayanan kesehatan anak, UPTD Puskesmas , ada cakupan kunjungan  neonatus danpemberian ASI ekslusif . Dianjurkan kepada ibu yang telah melahirkan untuk mendapatkan ASI ekslusif karena ASIdilengkapi kandungan yang memperkeat sistem imun bayi berupa cairan kekuningan yang bernama kolostrum.

“Jumlah bayi yang berkunjung di UPTD puskesmas tanjung selama 2018 sebanyak 234, sedangkan yang mendapatkan ASI eksklusif  163 bayi.” Kata Kasran.

Setelah ASI, bayi bayi ini juga mendapatkan vitamin A , penimbangan dan imunisasi, baik di puskesmas, maupun puskesmas pembantu.

Jika tadi ibu dan Balita, maka ada usila yakni usia lanjut. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Redeb terdapat 1.255 usia lanjut yang berumur di atas 60 tahun sebagai sasaran kesehatan. Ada posyandu Lansia yang beroperasi di wilayah Tanjung Redeb melayani masyarakat lansia.

 Kini Keluarga Berencana (KB) yang aktif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Redeb, selama tahun 2018 peserta  yang aktif 6.499 mereka menggunakan KB suntik, pil, kondom,implan,WOW,MOP dan IUD.

Untuk sarana pelayanan kesehatan di puskesmas Tanjung Redeb, denga pelayanan UGD;

Lalu berapa tenaga kesehatan dan penunjang di Puskesmas Tanjung ?

Ada 6 dokter umum masing masing 3 PNS dan 3 PTT, 1  dokter gigi (PTT), perawat gigi 1 orang.Sarjana keperawatan 1 orang, DIII keperawatan 11 orang,  D III Kebidanan 9 orang, Apoteker 2 orang, D III Farmasi dan asisten apoteker 1 orang, D III Gizi 2 orang, Sarjana Kesehatan Masayrakat 1 orang, tenaga sanitasi 2 orang, TU 1 orang, PCPM 1 orang, pekarya 1 orang, CS 1 orang dan sopir 1 orang.  

Saat ini akreditasi UPTD Puskesmas Tanjung Redeb berada di tingkatan dasar untuk menuju ketingkatan selanjutnya. Komisi akreditasi pusat memberikan penilaian kepada UPTD Puskesmas . Disebutkan Kasran, bahwa penilaian mencakup administrasi dan management , usaha kesehatan masyarakat dan usaha kesehatan perorangan.