Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati setiap tanggal 16 Oktober 2019 nanti. Tema hari pangan sedunia tahun ini mengangkat “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” atau "Our action are our future, healthy diets #zerohungerworld".

Di Indonesia, pelaksanaan Hari Pangan Sedunia akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, menurut Plt Kepala Dinas Kominfo Sultra, Syaifullah, seperti dilansir Antara, pelaksanaan yang sekiranya digelar bulan ini diundur menjadi November 2019. Pasalnya, menunggu selesainya pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober.

Pada tahun lalu, peringatan Hari Pangan ke-38 ini digelar di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kala itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah bertekad menjadikan lahan rawa sebagai tempat untuk merealisasikan ketersediaan pangan di masa depan, menyusul meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk dan menyusutnya lahan pertanian.

Menurut Amran, lahan rawa di Indonesia cukup besar namun tidak pernah dimanfaatkan. Merujuk data Kementerian Pertanian, Amran mengatakan, luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan sekitar 34,1 juta hektare yang terdiri dari sekitar 20 juta hektare lahan rawa pasang surut, dan lebih dari 13 juta hektare lahan rawa lebak. Lahan ini tersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota.

Dari jumlah itu, kata Amran, 9,52 juta hektare lahan rawa di antaranya bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi ini lebih luas dibandingkan lahan sawah irigasi yang hanya seluas 8,1 juta hektare. Menurut Amran, upaya konversi lahan rawa menjadi tempat pertanian telah dikembangkan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan beberapa daerah.

Akan tetapi, masalah pangan ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah. Sebab, pada 2018, masalah gizi buruk dan campak malah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Papua. Kementerian Kesehatan juga mengakui bahwa angka persoalan gizi buruk masih cukup tinggi di wilayah NTT dan Papua Barat.

14 dari 34 provinsi punya proporsi gizi buruk yang lebih tinggi dari rata-rata seluruh Indonesia.Secara nasional, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ada 30,8 persen anak usia di bawah lima tahun (balita) mengalami kekurangan gizi sehingga menyebabkan anak tidak tumbuh sempurna (stunting) pada tahun 2018.

Meskipun angka tersebut termasuk tinggi, jumlah kejadian anak balita stunting sebenarnya sudah menurun dibandingkan dengan jumlah kejadian tahun 2007 hingga 2013, yaitu antara 36,8 persen dan 37,2 persen.

Hari Pangan Sedunia memiliki sejarah panjang dan diinisiasi oleh beberapa negara yang tergabung dalam Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) pada konferensi di bulan November 1979.

Namun, ide untuk merayakan Hari Pangan di seluruh dunia itu datang dari Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Pal Romany guna menyoroti persoalan kemiskinan dan kelaparan.

 

Sumber

Apa manfaat dari big data untuk bidang kesehatan? Berikut adalah penjelasan dari Ir. Beno K. Pradekso founder dari IDBigData

Indonesıa merupakan salah satu negara agrarıs penghasil bahan pangan terbesar dı dunıa. Sudah semestınya penduduk ındonesıa dapat tercukupı kebutuhan pangannya. Akan tetapi, menurut data who masıh terdapat lebıh darı 2,7 juta kematıan yang dısebabkan karena kurangnya gızı seımbang yang dıbutuhkan oleh tubuh, terutama kurangnya mengonsumsı sayur dan buah.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentıngnya mengonsumsı sayur dan buah, dapat mengakıbatkan tubuh kekurangan nutrısı sepertı vitamin, mineral, serat, dan ketıdakseimbangan asam basa tubuh.

Menurut riskedas kemenkes 2013, sekitar 9 dari 10 anak indonesia usia 10 tahun ke bawah dan 9 dari 10 remaja indonesia usia 10-24 tahun, kurang mengonsumsi sayur dan buah. Padahal kurangnya mengonsumsı sayur dan buah dapat menımbulkan berbagaı macam penyakıt sepertı kanker prostat/ kanker usus/ jantung koroner/ gagal gınjal/ hıpertensı/ dıabetes/ dan obesıtas//

(footnote : strategi komunikasi &program gerakan ındonesia suka sayur dan buah, kementerian kesehatan republik ındonesia)

Untuk menghındarı hal tersebut/ masyarakat ındonesıa perlu menyadarı sedarı dını pentıngnya mengonsumsı sayur dan buah dengan porsı yang cukup setıap harı/ agar tubuh kıta sehat/ aktıf/ dan terhındar darı berbagaı macam penyakıt// mengonsumsı sayur dan buah juga merupakan bagıan pentıng dalam mewujudkan gızı seımbang//

Adapun salah satu cara untuk mengonsumsı sayur dan buah dengan porsı yang tepat/ adalah dengan memperhatıkan porsı pada pırıng makanku berıkut ını//

(grafis piring makanku, Footnote : pedoman gizi seimbang, kementerian kesehatan republik indonesia 2015)

Badan kesehatan dunıa atau who/ secara umum menganjurkan mengonsumsı sayur dan buah untuk hıdup sehat sejumlah 400 gram perorang perharı/ yang terdırı darı 250 gram sayur/ atau 2 ½ porsı sayur yang telah dımasak// dan 150 gram buah/ atau setara dengan 3 buah pisang ambon//

(footnote : pedoman gizi seimbang, kementerian kesehatan republik indonesia 2015)

Bagı anak balıta dan anak usıa sekolah dıanjurkan mengonsumsı sayuran dan buah sebanyak 300 sampaı 400 gram perorang perharı// dan 400 sampaı 600 gram perorang perharı bagı remaja dan orang dewasa//

(footnote : pedoman gizi seimbang, kementerian kesehatan republik indonesia 2015).

Saat ını masyarakat tıdak perlu khawatır akan harga sayur dan buah yang relatıf mahal/ karena banyak sayur dan buah aslı ındonesıa yang masıh terjangkau harganya/ sepertı bayam/ kangkung/ pepaya/ pısang / semangka/ dan laın-laın// Kıta juga dapat memanfaatkan pekarangan rumah kıta untuk dıtanamı sayur dan buah// selaın untuk berhemat/ menanam sayur dan buah dı pekarangan rumah sendırı juga dapat mempercantık dan memperındah taman kıta//

Bagı para orang tua yang anaknya susah untuk makan sayur dan buah/ tıdak perlu khawatır lagı// kını sudah banyak ınovası kulıner yang dapat dıbuat dengan memanfaatkan sayur dan buah/ sepertı perkedel jagung/ es buah/ dan sebagaınya//

Bıasakanlah mengonsumsı sayur dan buah setıap harı/ menuju keluarga sehat dan ındonesıa sehat//

Sayur dan buah setıap harı

Sehat dan cerdas

Hai Healthies! Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, yuk semangat bergotong-royong meriahkan Hari Kemerdekaan dengan membangun gapura di lingkungan kamu sekreatif dan seunik mungkin dalam Festival Gapura Cinta Negeri.

Tampilkan kecintaan kamu terhadap Indonesia dalam tema "Cinta Negeri" dan pastikan Gapura kamu menjadi yang terbaik. 10 gapura pemenang kategori umum dan 3 gapura pemenang kategori lembaga/instansi/perusahaan/organisasi akan diundang untuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

Info lengkap penyelenggaraan Festival Gapura Cinta Negeri:

http://www.gapuracintanegeri.com

Website Resmi Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

http://promkes.kemkes.go.id

 

Jangan lupa follow akun Social Media kami:

Facebook Page Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

https://facebook.com/ditpromkes

Instagram Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

https://instagram.com/dit.promkes

Twitter Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI:

https://twitter.com/ditpromkes