Di Hari Kebangkitan Nasional ke-112 tahun ini, mari kita "Bangkit Bersatu Untuk Melawan Corona". 

Tetap #jagajarak, #gunakanmasker, #dirumahaja, dan ayo kita #lawancorona bersama.

Pemerintah Kabupaten Berau kembali menunjukkan prestasi terbaik. Berau berhasil meraih 10 panji keberhasilan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan diberikan Gubernur Kaltim, Isran Noor, langsung kepada Bupati Berau, Muharram, pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 63 Provinsi Kaltim, di Stadion Sempaja, Samarinda, Kamis (9/1) kemarin. Turut mendampingi Bupati Berau, Sekkab M Gazali, Ketua DPRD Berau, Madri Pani dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

10 panji keberhasilan pembangunan tersebut diantaranya panji bidang pembangunan hukum dan hak azasi manusia (HAM), Panji Bidang Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kategori Kabupaten. Panji Bidang Pariwisata Kategori Kabupaten. Panji Bidang Pembangunan Tanaman Pangan. Panji Bidang Kelautan dan Perikanan. Panji Bidang Kehutanan. Panji Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anan Kategori Kabupaten. Panji Bidang Pelayanan Administasi Terpadu Kecamatan (Paten).

Panji Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Serta Panji Bidang Penanggulangan Kemiskinan. Jumlah penerimaan panji keberhasilan pembangunan ini meningkat dari penerimaan panji keberhasilan pembangunan pada tahun 2019 habg meraih 8 panji. Dengan meraih 10 panji keberhasilan pembangunan, menempatkan Kabupaten Berau berada di urutan kedua setelah Kota Balikpapan yang meraih 16 panji keberhasilan pembangunan dan juga ditempat ketiga Kota Samarinda yang juga meraih 10 panji keberhasilan pembangunan.

 

Selain 10 panji keberhasilan pembangunan, Pemkab Berau pada HUT ke 63 Kaltim juga menerima penghargaan peringkat kedua pada bidang perkebunan. bidang pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. Bidang Dekranasda. Bidang Kesejahteraan Sosial. Bidang Daya Saing Daerah. Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah. Bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kategori kabupaten serta bidang Tim Penggerak PKK Berprestasi. Selain itu pada peringkat ketiga Pemkab Berau meraih penghargaan pada bidang pembangunan ketahanan pangan. Bidang perpustakaan dan minat baca. Serta bidang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil kategori kabupaten.

Bupati Berau, Muharram, mengaku gembira dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara dilingkungan Pemkab Berau yang telah bekerja keras dengan baik, serta dengan dukungan masyarakat sehingga dapat mempertahankan peringkat kedua dan menambah jumlah panji keberhasilan pembangunan yang diraih. Siapa pun kepala daerahnya tanpa dukungan dari seluruh jajaran ASN dan masyarakat disampaikan Muharram tidak akan bisa mencapai apa yang diharapkan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran ASN dan masyarakat yang telah bekerjakeras sehingga Berau kembali meraih panji keberhasilan pembangunan dari penilaian kinerja tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Bupati Muharram berharap penghargaan yang diraih ini dapat terus ditingkatkan. Beberapa bidang pembangunan yang juga sudah menunjukkan kinerja terbaik diharapkan Muharram dapat terus dipacu sehingga pada tahun tahun berikutnya panji keberhasilan ini akan semakin bertambah.

“Alhamdulillah tahun ini kita kembali berada diperingkat kedua, tapi panji yang kita raih bertambah. Saya berharap tahun tahun yang akan kita semakin semangat meningkatkan kinerja menambah panji keberhasilan pembangunan yang diraih,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Kaltim, Isran Noor pada momentum HUT ke 63 Kaltim tahun 2020 mendorong daerah kabupaten dan kota untuk terus memacu percepatan pembangunan dalam berbagai bidang pembangunan, terutama pada bidang pariwisata dan agribisnis. Sehingga Kaltim dapat semakin maju seiring dengan telah ditetapkannya ibukota negara di Kalimantan Timur. Gubernur juga mengajak seluruh pihak bersinergi dalam pelaksanaan percepatan pembangunan daerah, baik dari pemerintahan, kalangan swasta dan masyarakat yang bersama sama meningkatkan pembangunan Kalimantan Timur.

 

Sumber

Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan  Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. Tema sentral pembahasan Kongres Perempuan tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan perempuan. Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22Desember sebagai hari nasional.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak. PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change).

Tema PHI ke-91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain. Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi,  pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Peringatan Hri Ibu ke-91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan.

Menjaga lingkungan tetap asri merupakan kewajiban setiap insan di dunia. Lingkungan yang asri tentu tak bisa lepas dari rindangnya pepohonan. Jika ada banyak pohon di sekitar Anda, pasti udara terasa lebih sejuk dan segar untuk dihirup. Teriknya sinar matahari pun bisa terhalang oleh rimbunnya dedaunan. Nah, itu dia secuil dari banyak sekali manfaat pohon untuk kehidupan. Nyatanya, manfaat menanam pohon juga bisa dirasakan manusia, tak terkecuali untuk kesehatan tubuh.

Sayangnya, kini di kota-kota besar jumlah pohon semakin sedikit karena “tergerus” oleh bangunan. Kalaupun ada, pohon hanya menghiasi pinggir jalan raya, yang jumlahnya pun tak seberapa. Padahal, Anda sangat membutuhkan oksigen, terutama pada pagi hari. Dari situ, Anda mungkin akan mulai menyadari pentingnya menanam pohon dan menghiasi rumah dengan berbagai tanaman baik untuk penghias ruangan maupun untuk lebih menghijaukan pekarangan rumah. Satu yang memberikan harapan adalah mulai berkembangnya minat untuk melakukan urban farming.

 

Satu lagi motivasi penambah semangat untuk menanam pohon, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda rasakan.

  1. Meningkatkan usia harapan hidup

Dilansir dari laman U.S.News, ada penelitian dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang melibatkan 110.000 wanita selama 8 tahun. Dari penelitian tersebut, didapat kesimpulan bahwa wanita yang tinggal di daerah hijau memiliki tingkat kematian non kecelakaan 12 persen lebih rendah ketimbang wanita yang hidup di daerah gersang. Ini karena wanita yang hidup di wilayah tandus lebih tinggi risikonya untuk terkena infeksi pernapasan dan beragam jenis kanker.

  1. Mengusir stres dan depresi

Masih dari penelitian Universitas Harvard, dinyatakan juga bahwa lingkungan hijau cenderung dapat meningkatkan aktivitas fisik dan koneksi sosial yang bisa meredam depresi. Sementara itu, berkebun (termasuk menanam pohon) kini memang disarankan oleh sejumlah dokter sebagai terapi penghilang stres. Bahkan, berkebun selama 30 menit lebih efektif untuk menghilangkan stres ketimbang membaca buku. Ini karena tanah terbukti memiliki efek antidepresan, mirip dengan obat-obatan penenang.

  1. Mengurangi gejala asma

Beberapa tahun yang lalu, ada penelitian yang menggunakan sensor untuk ditempatkan di beberapa daerah di Amerika Serikat. Sensor itu berfungsi mengukur seberapa besar kadar nitrogen dioksida yang terdapat di udara lingkungan sekitar.

Nitrogen dioksida merupakan satu dari enam polutan udara yang kerap kali muncul di lingkungan yang dipenuhi oleh asap industri dan kendaraan bermotor. Hasilnya, anak-anak yang tinggal di lingkungan berpolusi dan tidak memiliki banyak pohon terhindar dari kehilangan hari-hari sekolahnya karena serangan asma.

Tak hanya itu, lingkungan hijau dikatakan menurunkan kunjungan lansia ke unit gawat darurat karena asma.  Dengan kata lain, menanam banyak pohon berarti dapat meringankan gejala asma dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

  1. Meningkatkan kualitas tidur

Kualitas tidur sangat ditentukan oleh faktor udara. Jika lingkungan tempat tinggal Anda hijau, udara sekitar pun cenderung bersih dan segar. Saat tidur pun, Anda tak perlu terbangun karena batuk-batuk dan sesak napas. Keesokan harinya, Anda pun bangun dengan perasaan segar dan bisa menjalankan aktivitas dengan semangat.

  1. Meningkatkan koordinasi tangan dan ketajaman pikiran

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, dari KlikDokter, kekuatan, fleksibilitas, dan koordinasi tangan merupakan hal penting dalam berkegiatan sehari-hari. Nah, dengan Anda rutin berkebun dan menanam pohon, hal tersebut bisa menguatkan otot dan tangan dan melatih motorik halus. “Lebih dari itu, melakukan aktivitas berkebun secara rutin memiliki efek protektif terhadap kemampuan kognitif hingga menurunkan risiko terkena Alzheimer sampai 50 persen,” tambah dr. Nitish.

Menanam pohon tak hanya baik untuk lingkungan, tapi juga baik untuk kesehatan penanamnya. Tak hanya itu, banyak tanaman dan pohon di rumah juga membuat hunian lebih hijau, asri, dan sehat! Plus, dengan tren menanam pohon yang kian meningkat, sudah banyak sekali online shop yang menjual berbagai tanaman. Di Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada hari ini, sebarkan semangat menanam pohon untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk semua makhluk hidup!

 

Sumber

Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati setiap tanggal 16 Oktober 2019 nanti. Tema hari pangan sedunia tahun ini mengangkat “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” atau "Our action are our future, healthy diets #zerohungerworld".

Di Indonesia, pelaksanaan Hari Pangan Sedunia akan digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, menurut Plt Kepala Dinas Kominfo Sultra, Syaifullah, seperti dilansir Antara, pelaksanaan yang sekiranya digelar bulan ini diundur menjadi November 2019. Pasalnya, menunggu selesainya pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober.

Pada tahun lalu, peringatan Hari Pangan ke-38 ini digelar di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kala itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah bertekad menjadikan lahan rawa sebagai tempat untuk merealisasikan ketersediaan pangan di masa depan, menyusul meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk dan menyusutnya lahan pertanian.

Menurut Amran, lahan rawa di Indonesia cukup besar namun tidak pernah dimanfaatkan. Merujuk data Kementerian Pertanian, Amran mengatakan, luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan sekitar 34,1 juta hektare yang terdiri dari sekitar 20 juta hektare lahan rawa pasang surut, dan lebih dari 13 juta hektare lahan rawa lebak. Lahan ini tersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota.

Dari jumlah itu, kata Amran, 9,52 juta hektare lahan rawa di antaranya bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi ini lebih luas dibandingkan lahan sawah irigasi yang hanya seluas 8,1 juta hektare. Menurut Amran, upaya konversi lahan rawa menjadi tempat pertanian telah dikembangkan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan beberapa daerah.

Akan tetapi, masalah pangan ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah. Sebab, pada 2018, masalah gizi buruk dan campak malah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Papua. Kementerian Kesehatan juga mengakui bahwa angka persoalan gizi buruk masih cukup tinggi di wilayah NTT dan Papua Barat.

14 dari 34 provinsi punya proporsi gizi buruk yang lebih tinggi dari rata-rata seluruh Indonesia.Secara nasional, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ada 30,8 persen anak usia di bawah lima tahun (balita) mengalami kekurangan gizi sehingga menyebabkan anak tidak tumbuh sempurna (stunting) pada tahun 2018.

Meskipun angka tersebut termasuk tinggi, jumlah kejadian anak balita stunting sebenarnya sudah menurun dibandingkan dengan jumlah kejadian tahun 2007 hingga 2013, yaitu antara 36,8 persen dan 37,2 persen.

Hari Pangan Sedunia memiliki sejarah panjang dan diinisiasi oleh beberapa negara yang tergabung dalam Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) pada konferensi di bulan November 1979.

Namun, ide untuk merayakan Hari Pangan di seluruh dunia itu datang dari Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Pal Romany guna menyoroti persoalan kemiskinan dan kelaparan.

 

Sumber

Page 1 of 2