Helda

Helda

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Pasien sembuh dari COVID-19 di Berau bertambah 7 orang sehingga totalnya sudah ada 9 orang yang diperbolehkan pulang. Hal ini diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Bupati Berau H.Muharram, saat merilis berita kesembuhan ketujuh pasien tersebut, Minggu (31/5/2020) di aula RSUD Abdul Rivai.

Dari ketujuh orang tersebut, 6 diantaranya adalah hasil dari PCR RSUD AWS Sjahranie Samarinda yang sampelnya diambil pada 19 dan 20 Mei 2020. Sedangkan satu lainnya dinyatakan negatif berdasarkan Tes Cepat Molekuler (TCM) COVID-19 dari RSUD Abdul Rivai. Dengan rinciannya adalah 6 pasien merupakan klaster Gowa yakni 3 warga Kampung Biduk-Biduk (Berau 15, Berau 16 dan Berau 17), 1 warga Kelurahan Sambaliung (Berau 1), 1 warga Kelurahan Rinding (Berau 9), dan 1 warga Kelurahan Gayam (Berau 13). Dan terakhir adalah warga Kelurahan Sambaliung (Berau 19) yang merupakan kontak serumah Berau 5, yang sudah dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu.

“Saya bersyukur sudah ada hasil TCM COVID-19 yang Berau punya dan diakui. Dengan demikian pemeriksaan dan kontrol bisa lebih cepat diketahui hasilnya. Sudah ada 6 sampel yang dites menggunakan TCM di Berau yaitu pasien pertama COVID-19 dan 5 lainnya merupakan pelaku perjalanan,” jelas Muharram.

Hingga Minggu siang, rekapitulasi penanganan COVID-19 di Berau, ODP masih ada 13 orang dalam proses pemantauan, 23 PDP yang masih proses pengawasan, pasien positif yang hingga kini dirawat masih 25 orang, dan sembuh 9 orang.

“Saya berharap semuanya cepat diberi kesembuhan serta tidak ada penambahan pasien positif corona lagi. Saya juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, keluar rumah menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan disiplin menjalankan semua protokol kesehatan yang ada,” tutupnya. (bangun banua)

 

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Kabar baik mengiringi hari pertama Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Berau. 1 pasien bernama Jamiludin (51) yang merupakan klaster Gowa dinyatakan sembuh dari COVID-19, setelah diisolasi sejak 10 April 2020 lalu.

“Pasien adalah Berau 7 dari klaster Ijtima Gowa. Beliau dinyatakan sembuh total setelah menjalani swab kontrol 2 kali dengan hasil negatif, dan bisa pulang ke rumahnya di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah,” jelas Bupati Berau H.Muharram pada pers rilis Minggu (24/5/2020) jam 16.00 Wita di aula RSUD Abdul Rivai.

Dari data yang ada, warga Segah tersebut dinyatakan positif COVID-19 pada 21 April 2020, setelah menjalani isolasi 11 hari. Dan selain Jamiludin masih ada 9 orang yang menunggu hasil swab kontrol kedua.

“Dari 32 orang yang dirawat saat ini di RSUD Abdul Rivai, ada 9 orang yang menunggu hasil tes kedua setelah tes pertama dinyatakan negatif. Jika hasil kedua ini negatif juga maka kesembilan orang tersebut dinyatakan sembuh,” tambahnya.

Jamiludin yang dinyatakan sembuh mengaku sangat bersyukur karena berhasil berjuang melawan COVID-19.

“Alhamdulillah saya dapat sembuh hari ini karena saya berpikir optimis bisa sembuh dari penyakit ini, dan saya juga berharap pasien lain juga dapat segera menyusul sembuh,” katanya.

Dengan demikian maka kasus kesembuhan pasien COVID-19 di Bumi Batiwakkal sudah terjadi dua kali, yang sebelumnya merupakan klaster dari Jogjakarta. Dan data rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau per 24 Mei 2020 adalah, 21 ODP yang masih proses pemantauan, 29 PDP proses pengawasan, 32 positif yang masih dirawat, dan 2 orang sembuh. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Dinas Kesehatan Berau, Senin (18/5/2020) kembali menerbitkan press rilis perkembangan COVID-19 di Bumi Batiwakkal. Dalam rilis tersebut tertera hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikirim beberapa waktu lalu. Dan dari 11 sampel yang dikirim hasilnya negatif.

11 sampel tersebut terdiri dari 8 pasien dengan Rapid Test (RDT) Reaktif, 2 tenaga kesehatan, dan 1 orang pelaku perjalanan. 8 Orang dengan hasil RDT tersebut masing-masing adalah Tn. NA (40), warga Rinding, Teluk Bayur, Tn. GS (24) warga Rinding Teluk Bayur, Nn. DS (30) warga Sambaliung, Nn. AC (24) warga Sambaliung, Tn. BTW (46) warga Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Tn. YS (30) warga Tumbit Melayu, Teluk Bayur, Tn. RE (46) warga Gayam, Tanjung Redeb, Tn. PRW (36) warga Inaran, Sambaliung.

“Sedangkan dua orang tenaga kesehatan ini adalah Tn. DBD (47) warga Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Tn. ARH (32) warga Gunung Panjang, Tanjung Redeb, dan satu orang pelaku perjalanan adalah dengan inisial atasnama Tn. MH (53) warga Tanjung Redeb,” jelas Kadinkes Berau Iswahyudi.

Hingga hari ini, Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih sebanyak 23 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 30 orang dan kasus positif COVID-19 masih di angka 33.

“Jumlah ODP dan PDP ini kalau dilihat dari rekapitulasi data sebelumnya, setiap hari kian menurun jumlahnya,” tambah Iswahyudi. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Cartridge alat Tes Cepat Molekular Tuberkulosis (TCM-TB) untuk pemeriksaan sampel COVID-19 sudah tiba di Berau. Untuk itu, semua persiapan kembali dipastikan mulai dari ruang laboratorium dan sarana pendukung lainnya. Dalam tinjauannya Minggu (17/5/2020), Bupati Berau H.Muharram mengatakan jika tes swab sudah bisa dilakukan pekan depan.

“Mudahan dua hari kedepan ruangan laboratorium RSUD Abdul Rivai ini sudah siap dioperasikan. Bisa berfungsi sebagaimana laboratorium di Surabaya sehingga kita bisa melakukan tes swab mandiri minggu depan, tanpa harus mengirimkan sampelnya ke BBLK Surabaya. Selain memangkas waktu pengiriman, hasilnya juga lebih cepat diketahui hanya dalam jangka waktu dua jam,” terangnya.

Diungkapkan Muharram, proses menunggu hasil swab selama ini cukup lama, sehingga membuat tekanan psikologis bagi para pasien positif COVID-19. Lantaran melihat kondisi pasien yang dalam keadaan sehat tetapi masih memikirkan hasil tes yang belum pasti.

“Selama ini bisa berminggu-minggu kita menunggu hasil swabnya. Sedangkan pasien positif yang dirawat ini kondisi fisiknya relatif sehat. Saya lihat ada tekanan psikologis karena mereka merasa sudah sehat tetapi tidak dilepas atau dikeluarkan dari isolasi, bahkan ada yang sudah dua bulan perawatan. Inilah yang harus diperhatikan, jangan sampai karena tekanan ini imunitas tubuh para pasien positif malah turun,” tambahnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Penantian panjang pasien positif COVID-19 terjawab sudah. Minggu (17/5/2020), pasien Berau 5 dengan nama Siti Nurhalizah (SN) yang merupakan mahasiswi Jogjakarta asal Kecamatan Sambaliung, dinyatakan sembuh total dan diperbolehkan pulang. Kabar gembira ini disampaikan Bupati Berau H.Muharram saat press rilis di RSUD Abdul Rivai.

“Alhamdulillah yang ditunggu masyarakat, kabar kesembuhan pasien positif COVID-19. Ini setelah dilakukan swab kontrol 2 kali dan hasilnya negatif. Dengan demikian pasien ini bisa pulang ke rumah. Tetapi meskipun pulang tidak serta merta bisa seenaknya keluar rumah, masih harus melakukan karantina mandiri di rumah selama 2 minggu lagi,” jelasnya.

Dikatakan Muharram, karena sudah dinyatakan sembuh total, ia meminta masyarakat untuk bisa menerima kembali SN dan tidak mengucilkannya, khususnya masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

“Saya juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah dan terus menjaga kesehatan meskipun sudah ada yang sembuh. Semua protokol kesehatan tetap dijalankan sampai wabah ini berlalu,” tambahnya.

Sebelum sembuh, Siti Nurhaliza telah menjalani isolasi di RSUD Abdul Rivai sejak 2 April 2020. Dan selama 45 hari dikarantina, dikatakannya jika selain energi juga psikologi yang terkuras. Tetapi semua itu tak lantas membuat perempuan berusia 21 tahun itu menyerah. Bahkan, ujian akhir D-3 Kebidanan pun diselesaikannya selama masa isolasi.

“Mohon dukungan dan doa semuanya agar pasien positif lainnya bisa segera sembuh. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para petugas medis baik dokter dan perawat yang sepenuh hati, sabar merawat pasien, dan selalu memberikan support sampai saya bisa menyelesaikan pendidikan kebidanan. Rencananya, ketika sudah bisa melakukan aktivitas luar saya akan menjadi relawan COVID-19, membantu mengedukasi warga terkait protokol penanganan corona dan peningkatan kesadaran warga tentang PHBS,” tutupnya. 

Selain SN, beberapa sampel kontrol yang dikirim bersamaan hasilnya masih menunjukkan positif, yaitu Berau 11 warga Gunung Panjang dan Berau 18 warga Biduk-Biduk, yang keduanya adalah klaster Gowa. Juga ada 1 sampel pelaku perjalanan dan 1 sampel merupakan kontak serumah Berau 20, yang keduanya dinyatakan negatif. 

Hingga Minggu, 17 Mei 2020 pukul 11.00 Wita, rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau adalah 28 ODP yang masih proses pemantauan, 31 PDP proses pengawasan, 33 pasien positif masih dirawat dan 1 sembuh. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Dari hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikirim beberapa waktu lalu, 9 orang dinyatakan negatif COVID-19, dimana 6 diantaranya adalah tenaga medis klinik Tirta yang sempat dinyatakan positif pada rapid tes. Hal ini dirilis Dinkes Berau, Jumat (15/5/2020).

Keenam tenaga medis tersebut yakni 3 warga Tanjung Redeb, 2 warga Karang Ambon, dan 1 warga Teluk Bayur. Sedangkan 3 lainnya yang juga negatif hasilnya adalah pelaku perjalanan dan kontak serumah pasien positif klaster Gowa.

“Untuk tiga orang lainnya yakni Tn. DH (33) warga Tanjung Redeb merupakan pelaku perjalanan, AN (3) warga Biduk-Biduk merupakan kontak serumah dengan Klaster Gowa, Berau 15, dan KR (4) warga Talisayan kontak serumah dengan kalster Gowa yang hasil PCR Negatif,” terang Kadinkes Berau, Iswahyudi.

Hasil rekapitulasi data per tanggal 15 Mei 2020, kasus ODP masih ada 31 orang yang dipantau, 32 status PDP masih dalam pengawasan dan kasus positif COVID-19 masih di angka 34 orang.

“Kasus positif COVID-19 di Berau masih di angka 34 yang tersebar di 8 Kecamatan. Biduk-Biduk kasus positif ada 6, Gunung Tabur 2, Kelay 1, Sambaliung 7, Segah 1, Talisayan 3, Tanjung Redeb 12, dan Teluk Bayur 3. Sedangkan untuk Kecamatan Biatan, Batu Putih, Maratua, Pulau Derawan, dan Tabalar masih aman dari kasus positif corona,” pungkasnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Seperti tahun sebelumnya, menjelang Lebaran, Dinas Kesehatan Berau bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko dan supermarket di 4 kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur. Beberapa toko, agen distributor minimarket menjadi target tim.

Sidak ini menindaklanjuti surat edaran Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Samarinda, terkait intensifikasi pengawasan pangan bagi swalayan/minimarket/hypermarket dan grosir. Selain itu juga menindaklanjuti surat Kepala Dinas Kesehatan Berau, tentang penyampaian tindakan pencegahan penularan corona virus disease-19. Tim melakukan pengawasan terkait pemenuhan standar protokol kesehatan yang wajib disediakan setiap toko maupun supermarket, serta melakukan pengawasan pada produk pangan yang dipasarkan.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinkes Berau, Suhartini ditemui saat melakukan inspeksi mendadak, menjelaskan jika kegiatan ini dilakukan serentak di 4 kecamatan di Berau, dengan pembagian beberapa tim.

“Dua tim menyebar di empat kecamatan. Tahap awal sidak dilakukan pada toko, minimarket, supermarket hingga agen distributor. Selain menyampaikan edaran juga sekaligus melakukan pengawasan terkait produk yang dipasarkan. Tim langsung melakukan intervensi kepada pengelola toko terkait aturan atau ketentuan tentang produk yang dipasarkan,” jelasnya Kamis (14/5/2020).

Dari sidak ini juga diketahui jika ada yang memiliki ijin tetapi sudah mati, dan ada juga yang menggunakan ijin lama yang belum diperpanjang. Hal inilah yang masih perlu diedukasikan ke masyarakat khususnya produsen. Untuk itu, Dinkes mengimbau agar pemilik usaha toko atau agen distributor bisa segera mengurus ijin sesuai peraturan. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Kasus positif COVID-19 Berau yang selama ini didominasi klaster Gowa, mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang diterima Dinkes Selasa (12/5/2020), tambahan kasus positif bertambah 2 orang, yang merupakan kontak erat pasien klaster Gowa asal Biduk-Biduk (Berau 16).

“Ini yang dikhawatirkan yakni transmisi lokal yang bertambah. Jadi, masyarakat tetap waspada karena kita tidak tahu dengan siapa si pasien positif ini sudah berinteraksi sebelum diisolasi,” jelas Kadinkes Iswahyudi.

Kedua pasien positif yakni istri dan anak dari Berau 16, yang masih berusia 8 tahun. Tetapi, tambahan kasus transmisi lokal ini hanya sebagian dari beberapa sampel kontak erat yang juga dikirim bersamaan. Karena dari sampel klaster Gowa yang dikirim tanggal 18,20,24,27 dan 30 April 2020 sejumlah 7 orang, 3 orang yang merupakan klaster Gowa dinyatakan negatif. Sedangkan 4 orang lainnya yang merupakan pelaku perjalanan dari luar Berau juga negatif COVID-19.

Hal ini lantas membuat Bupati Berau H.Muharram yakin jika usaha penjagaan dan penyaringan keluar masuknya orang di pos perbatasan, cukup efektif.

“Kita bisa lihat jika transmisi lokalnya masih dalam lingkup keluarga klaster Gowa. Mudahan tidak menyebar di masyarakat karena yang positif ini juga sudah diisolasi sebelum hasil swab BBLK Surabaya keluar. Jadi, untuk filter orang keluar masuk Berau terlihat hasilnya dengan tidak adanya penambahan kasus positif COVID-19 dari pelaku perjalanan,” kata Bupati Berau H.Muharram.

Sampai 12 Mei 2020 jam 16.00 Wita, jumlah ODP yang masih dipantau sebanyak 37 orang, PDP yang masih dalam pengawasan 42 orang, dan positif COVID-19 34 kasus. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Dalam waktu dekat, Berau akan menerima catridge untuk pemeriksaan sampel COVID-19, yang menggunakan alat Tes Cepat Molekular Tuberkulosis (TCM-TB). Dengan demikian, pemeriksaan bisa lebh cepat dilakukan tanpa harus mengirim sampel ke BBLK Surabaya. Untuk itulah, Bupati Berau H.Muharram, Senin (11/5/2020) melihat kesiapan RSUD Abdul Rivai menerima dan mengoperasikan TCM-TB ini.

“Ini kabar gembira bagi semua masyarakat Berau. Karena dalam dua jam tes sampel bisa diketahui hasilnya. Dan dengan adanya catridge ini maka antisipasi-antisipasi atau tindakan bisa cepat dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas,” jelasnya.

RSUD Abdul Rivai menjadi salah satu rumah sakit di Kaltim yang menerima bantuan TCM-TB ini berdasarkan SK Kementerian Kesehatan. Sehingga, semua yang dibutuhkan mulai dari ruangan dan penunjang lainnya harus dipersiapakan dengan matang. Untuk Kaltim mendapatkan pembagian sebanyak 60 cartridge dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang terlebih dahulu digunakan di mesin TVM-TB yang sudah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kandjoso Djatiwibowa (RSKD) Balikpapan.

“Infonya minggu ini sudah tiba di Berau. Maka, untuk diagnosa COVID-19 kepada pasien dengan hasil rapid tes reaktif dapat segera dilanjutkan dengan tes sampel. Tidak terlalu lama lagi kita menunggu hasil pemeriksaan swab yang selama ini harus dikirim ke Surabaya dulu,” lanjutnya.

Dijelaskan jika alat TCM-TB yang bakal digunakan untuk mendeteksi orang dengan virus corona, bekerja dengan pendekatan reaksi rantai polimerase (PCR). Karena berbasis molekuler, dunia kesehatan internasional mengakui hasil uji alat ini akurat. Alat ini juga bisa lebih cepat dan akurat mendeteksi virus corona ketimbang tes massal yang menggunakan spesimen darah. Karena bekerja berdasarkan sampel apusan tenggorokan atau kerongkongan atau metode swab. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Sejak sebulan beroperasi, RSD COVID-19 perlu dievaluasi. Untuk itu, Dinas Kesehatan Berau bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Rumah Sakit Darurat (RSD), menggelar rapat terbatas terkait pelaksanaan penanganan pasien corona.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi mengatakan, ketersediaan ruang isolasi untuk mengantisipasi lonjakan pasien terkait corona perlu menjadi perhatian. Apalagi saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab test sudah mencapai 32 orang, sehingga menurutnya perlu antisipasi penambahan ruangan.

Selain itu, pihaknya juga konsen penambahan tenaga medis. Khususnya tenaga perawat yang saat ini hanya ada 18 orang, yang akan ditambah lima perawat. Sedangkan untuk tenaga dokter, sejauh ini belum ada rencana penambahan. Saat ini ada empat dokter umum, dan satu dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di RSD.

Penambahan ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lanjut Iswahyudi juga telah disiapkan. Yakni memanfaatkan ruang Dahlia di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Ruangan ini diperuntukkan bagi pasien yang betul-betul dianggap butuh perawatan khusus, seperti yang mengalami gejala berat.

“Ini sudah bisa dioperasionalkan pekan depan,” katanya. (bangun banua)

Page 1 of 20