Helda

Helda

Tanjung Redeb-

Tim Verifikasi Kabupaten Sehat dari Kementerian Lingkungan Hidup Dian Sugiarti dan Dony Mashuri didampingi Fahmi dari Dinkes Provinsi Kaltim tiba di Kabupaten Berau untuk memverifikasi lapangan sekaligus memberikan penilaian, Kamis (22/8) .

Kedatangan disambut ketua umum Forum Berau Sehat hj Sri Juniarsih S Pd M Pd dan jajaran wakil dan anggota Berau sehat, jajaran Dinas Kesehatan Berau, serta mitra Berau sehat.

Pasca acara mempresentasikan Kabupaten Berau  di balai Mufakat, tim penilai langsun terjun ke lapangan untuk memverifikasi dan  diberikan penilaian.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah sekolah sehat SD 004 jalan Mangga 2 Tanjung Reded sekitar pukul 16.00 wita. Disekolah ini tim dna rombongan disambut meriah oleh kepala sekolah, jajaran guru dan siswa dengan nyanyian dan tari tarian.

Fasilitas yang di verifikasi berupa kebersihan kantin dan makanan yang disajikan, karena disinilah tempat anak anak makan minum, UKS serta raport kesehatan anak anak, serta fasilitas penunjang lainya seperti westafel dan kebersihan sekolah, serta kegiatan penunjang anak untuk menuju hidup sehat.

Lokasi kunjungan kedua adalah Puskesmas Kampung Bugis,   

Dimana puskesmas yang dipimpin oleh H Bachri Karta Kesuma ini, tim hampir semua memverifikasi fasilitas Puskesmas, diantaranya tempat penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun, poli TB Paru, serta fasilitas lainya. Berkas data data puskesmas pun diverifikasi.

Lokasi selanjutnya dalah oemukiman Gang Ama, yang mana Gang amal ini merupakan kampung kreatif,yang terkenla dengan seebutan kampung batik. Selian baik kampung ini juga cukup bersih dan asri, serta memiliki bank sampah dan lokasi apotik hidup.

Bahkan warga di depan rumah masing masing menanam tumbuhan apotik hidup selain tanaman hias.

Warga di Kampung Batik gang amal juga mengolah sampah berguna yang didaur ulang seperti botol air meneral menjadi kursi, lampion. Gang Amal meruakana kampung Berkah (bersih kompetitif, aman dan hijau). Miliki program dan sudah melaksanakannya seperti membuat ruang terbuka hijaum tempt pemilihan sampah, pengolahan sampah, pemanfaatan sampah, komunitas bermain anak (no gadget), kawasan tanpa rokok, kebun tog dan sayuran, tempat ampah organik dan nonorganik , tempat cuci tangan, tempat uci tangan, penomoran rumah, pembentukan bank sampah dan menutup parit.

Pasar Sanggam Adji Dilayas , selanjutnya dikunjungi pada malam hari. Selain soal kebersihan dan kesehatan , yakni fasilitas penunjang penjual dan pembeli sepeti poli kesehatan, tempat laktasi (ruang menyusui bayi), tempat penampungan sampah pasar.

Pengolahan air bersih di PDAM Tirta Segah dikunjungi setelah pasar SAD.dan kecamatan Tanjung Redeb yang merupakan kantor Kecamatan Sehat dan Pokja nya.

Terakhir adalah Dinass Kesehatan, yang amna di kantor Dinas ini juga merupakan  kantor Pembina Kabupaten Berau sehat. Untuksaat ini Pembina Kabupaten Berau sehat adalah  Agus Wahyudi yang juga Kepala Baplitbang Berau.

Data dan berkas kegiatan diverikasi oleh penilai Kabupaen Sehat.

Karena waku yang terbatas, lokasi yang direncanakan dikunjungi adalah Museum Gunung Tabur, dan sepanjang jalan Jenderal Achmd Yani batal.Begitupula dengan sekretariat Forum Berau Sehat di Jalan Kedaung. (bangun banua)
 
 

Tanjung Redeb

Kabupaten Berau menjadi salah satu dari 165 daerah yang masuk dalam penilaian kabupaten kota sehat. Penilaian ini direncanakan dilakukan pada hari Kamis (22/8). Menjelang penilaian yang menyisahkan sehari tersebut, Bupati Muharram bersama tim Forum Berau Sehat melakukan peninjuan kesiapan sejumlah titik pantau.

Dimulai dari Pasar Sanggam Adji Dilayas. Satu per satu titik pantau yang bakal dinilai ditinjau kesiapannya, seperti Fodilanjutkan ke PDAM Tirta Segah hingga akhirnya ke Sekretariat Forum Berau Sehat.

Usai peninjauan, Ketua Forum Berau Sehat, Hj Sri Juniarsih Muharram mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sejak 3 bulan terakhir. Dengan melakukan pembenahan sejumlah lokasi yang bakal masuk dalam penilaian.

“Kita sudah lakukan pembenahan ini,” katanya.

Hingga memasuki waktu penilaian, Sri Juniarsih menyampaikan bahwa Berau sudah siap untuk dinilai tim verifikasi. Dan sejaun ini sejumlah lokasi yang akan dinilai telah menunjukan perkembangan yang cukup bagus. 

“Kita optimis bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sri Juniarsih menegaskan bahwa penilaian ini diharapkan bisa menjadi momentum dalam mewujudkan Berau yang bersih dan sehat. Ia mengharapkan agar seluruh masyarakat juga bersama-sama untuk merealisasikan program tersebut.

“Walaupun tidak penilaian tapi kita tetap harus menjaga kebersihan sekitar kita. Ini menjadi target utama yang harus dicapai,” tegasnya.

Sementara Bupati Muharram mengatakan bahwa dalam penilaian ini sudah ada idikator dan titik pantau yang akan dinilai. Tentu diharapkan hal ini bisa dibenahi. Titik pantau yang akan dinilai diantaranya, pasar sehat, sekolah sehat, pemukiman sehat, bantaran sungai, pengelolaan sampah, bank sampah, city tour, titik pantau tatanan pariwisata, pengelolaan air bersih dan puskesmas percontohan.

Namun ditegaskan Muharram, meskipun fokus penilaian hanya pada titik pantau ini, ia tetap mengingatkan kepada seluruh OPD bahwa target yang akan dicapai adalah jangka panjang dengan mewujudkan Berau sehat. Sehingga diharapkan juga persiapan tidak dilakukan pada saat menjelang penilaian ini saja namun berkelanjutan untuk dijalankan.

“Melalui kegiatan ini bisa menjadi momentum dalam membudayakan Berau sehat. Penilain ini kita harap juga bisa maksimal hasilnya. Bukan nilainya, tapi target kita bahwa Berau layak disebut sebagai kabupaten sehat,” pungkasnya.(hms/bangun banua)

Tanjung Redeb -

Gerakan masyarakat sehat (Germas) terus berjalan,  3 point dalam Germas, yakni aktivitas fisik 30 menit setuap hari, makan buah , sayuran, dan pemeriksaan kesehatan setiap 6 bulan sekali.

Maka Dinas Kesehatan Kabupaten Berau melalui Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit melalui Puskesmas membentuk Posbindu.

Apa itu Posbindu ? menurut keterangan Kepala Bidang Penegahan dan Pemberantasan Penyakit Garna Sudarsono, bahwa   Posbindu adalah Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan  kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker, serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu. 

Posbindu PTM adalah bentuk peran serta masyarakat (kelompok masyarakat, organisasi, industri, kampus, instansi, sekolah)  dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko penyakit tidak menular secara terpadu.

Kegiatan Posbindu PTM, jelas Garna.

Yang pertama  monitoring faktor resiko bersama PTM secara rutin dan periodik. “Rutin berarti kebiasaan memeriksa kondisi kesehatan meski tidak dalam kondisi sakit sedangkan Periodik artinya pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala.” Jelasnya.

Yang kedua, tambah Garna konseling faktor resiko PTM tentang diet, aktifitas fisik, merokok, stress, kemudian yang ketiga penyuluhan dialog interaktif sesuai dengan masalah PTM yang ada, yang kempat aktifitas fisik bersama seperti olah raga bersama, kerja bakti, senam, jalan santai , selanjutnya yang kelima  rujukan kasus faktor resiko sesuai kriteria klinis ke Puskesmas.

Adapun tujuan, sasaran dan manfaat penyelenggaraan kegiatan Posbindu meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko PTM 

“Nah yang menjadi sasaran Posbindu justru kelompok masyarakat sehat, beresiko dan penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur  15 tahun keatas. Pada orang sehat agar faktor resiko tetap terjaga dalam kondisi normal. Kemudian  pada orang dengan faktor resiko adalah mengembalikan kondisi beresiko ke kondisi normal.

Manfaatnya membudayakan Gaya Hidup Sehat dengan berperilaku CERDIK yaitu Cek kondisi kesehatan anda secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin  aktifitas fisik, Diet yang sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stres dalam lingkungan yang kondusif di rutinitas kehidupannya.

Seperti melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor resiko keturunan dan perilaku, serta penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks Massa Tubuh termasuk analisa lemak tubuh. pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida).

Saat ini Posbindu yang telah dibentuk di Kabupaten Berau berjumlah 140  buah, dengan Puskesmas 21 buah.

Dalam perjalanannya, selama Posbindu berjalan, penyakit apa saja yang kerap didapati di masyarakat ?

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes melitus dan stroke. Masyarakat oleh tenaga medis di Posbindu  dianjurkan untuk menjalani perilaku hidup sehat.(Bangun Banua)

MENOPAUSE bisa ditandai dengan suasana hati (mood) yang sering berubah dan hot flushes

Sebagian besar perempuan mulai memasuki masa menopause pada usia antara 45 sampai 55 tahun. Tapi ada juga perempuan yang mengalami menopause pada usia di bawah 45 tahun.

Jika menopause datang sebelum usia 45 tahun, kondisi ini digolongkan dalam menopause dini. Sementara apabila menstruasi berhenti di usia sebelum 40 tahun, seorang wanita dikatakan mengalami menopause prematur.

Apa sebenarnya penyebab menopause dini?

Ketika ovarium perempuan berhenti sama sekali memproduksi sel telur, terjadilah menopause.  Kondisi ini bisa dipastikan ketika seorang perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Pada banyak kasus, tidak ditemukan penyebab menopause dini secara pasti. Kondisi ini dinamakan idiopatik. Namun para pakar memperkirakan bahwa ada beberapa hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya menopause secara dini. Berikut penjelasannya:

1. Faktor genetik

Kalau menopause dini bukan terjadi akiibat penyakit tertentu, kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor keturunan. Biasanya, usia seseorang mengalami menopause bisa diperkirakan berdasarkan usia ibu, nenek, dan saudara-saudara perempuan dari ibunya ketika mengalami menopause.

Jika ibu dan nenek kandung Anda memasuki masa menopause di usia 40an, Anda juga memiliki kemungkinan besar untuk mengalami menopause di sekitar usia yang sama. 

2. Gaya hidup

Gaya hidup yang dijalankan seorang wanita juga bisa memengaruhi usia menopause. Salah satu hal yang paling berpengaruh adalah kebiasaan merokok. Kenapa?

Pasalnya, racun-racun dalam rokok maupun asapnya memiliki efek antiestrogen. Berdasarkan beberapa penelitian mengenai rokok, wanita perokok mengalami menopause lebih cepat dua tahun dibanding wanita bukan perokok.

Faktor gaya hidup lainnya adalah berat badan. Perempuan dengan kadar lemak tubuh yang rendah, lebih berisiko mengalami menopause dini.

Hal tersebut terjadi karena estrogen tersimpan dalam jaringan lemak. Ini berarti, perempuan yang sangat kurus atau dengan kadar lemak tubuh yang rendah, memiliki lebih sedikit simpanan estrogen.

3. Penyakit dan tindakan medis

Pada pengidap penyakit-penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menganggap suatu organ sebagai benda asing dan menyerangnya. Jika ovarium yang kebetulan terkena dampaknya, wanita yang mengidap kondisi autoimun bisa mengalami menopause dini.

Perempuan pengidap epilepsi juga lebih rentan mengalami menopause secara dini akibat kegagalan ovarium prematur. Pada kelompok perempuan dengan epilepsi yang diteliti, 14% di antaranya mengalami menopause dini.

Angka tersebut tentu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan prevalensi menopause dini pada populasi wanita secara umum, yang hanya berkisar pada 1%.

Tindakan medis tertentu, seperti kemoterapi dan pengangkatan indung telur, pada perempuan di bawah usia 45 tahun juga akan menyebabkan menopause dini.

4. Kelainan kromosom

Beberapa kondisi kelainan kromosom, seperti sindrom Turner, akan menyebabkan ovarium tidak berfungsi secara normal. Hal ini sering memicu terjadinya menopause dini.

 
 

 

Perempuan yang mengidap sindrom X rapuh juga biasanya mengalami menopause dini. Demikian pula dengan wanita yang menjadi pembawa kelainan genetik ini.

5. Hubungan usia menarche dengan menopause dini

Masih terbuka perdebatan mengenai hubungan antara usia menstruasi pertama (menarche) dengan usia menopause.

Dewasa ini, anak-anak perempuan umumnya memang mengalami menstruasi pertama di usia yang lebih muda dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Sementara itu, rata-rata usia menopause tetap sama, yaitu pada usia 51 tahun.

Namun penelitian terhadap 50.000 perempuan pascamenopause di Australia, Jepang dan Skandinavia, menemukan bahwa perempuan yang mengalami menstruasi pertama di bawah usia 12 tahun, memiliki kemungkinan 31% lebih tinggi untuk mengalami menopause pada usia antara 40 sampai 44 tahun.

Dampak dan penanganan menopause dini

Mengalami menopause dini seringkali menimbulkan dampak emosional. Terlebih bagi mereka yang mengalami menopause prematur dan belum mempunyai anak atau masih ingin menambah keturunan, akan timbul kekecewaan karena tidak akan bisa hamil.

Pada umumnya, wanita yang mengalami menopause dini juga merasa cemas. Pasalnya, mereka merasa ‘tua sebelum waktunya’.

Menopause dini pun akan membawa dampak pada kesehatan. Berhentinya menstruasi bisa berarti akan ada peningkatan pada risiko terkena penyakit jantung dan osteoporosis.

Selain itu, gejala-gejala menopause, seperti hot flashes, perubahan suasana hati (mood), dan kesulitan tidur bisa saja mengganggu aktivitas kaum hawa di usia produktif.

Bila Anda mengalami menopause dini, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Karena dapat berdampak pada kesehatan, dokter bisa meresepkan terapi hormon sampai Anda setidaknya berada pada usia menopause yang normal.

Anda mungkin juga perlu menjalani konsultasi dengan psikolog atau support group tertentu bila dampak emosional menopause dini yang Anda alami terasa sangat berat. Jangan malu dan menyimpan permasalahan ini sendirian karena tidak hanya Anda yang mengalami menopause dini. (sehatQ/bangun banua)

Tanjung Redeb-

Sudah empat tahun berjalan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memiliki Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) untuk ibu hamil dan dan setelah melahirkan. Untuk di ibukota RTK berada di jalan Durian 3 Tanjung Redeb. Di Kecamatan ada di Talisayan, Batu Putih, Merapun Kelay, Maratua , Biatan Lempake dan Kecamatan Segah.

RTK adalah  suatu tempat atau ruangan yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi ibu hamil dan pendampingnya (suami, kader atau keluarga), yang berada di dekat fasilitas pelayanan kesehatan (Poskesdes, Puskesmas, Rumah Sakit), selama beberapa hari sampai menunggu persalinan tiba dan setelah persalinan.

 Menurut keterangan Kadis Kesehatan drg Totoh Hermanto melaui Ahmad Basuki Kapala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehtan Kabupaten Berau bahwa sasaran RTK adalah semua  ibu hamil, bersalin, dan nifas (dengan atau tanpa faktor resiko) yang sulit mendapatkan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan status kesehatannya.  Semua rumah tunggu kelahiran harus berada dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Hal ini dimaksudkan agar dapat segera membawa ibu hamil apabila saat bersalin tiba atau terjadi kegawatdaruratan. makin dekat lokasi rumah tunggu kelahiran dari fasilitas pelayanan kesehatan, makin baik karena apabila terjadi kegawatdaruratan ibu hamil dapat ditangani dengan cepat.

Untuk di Tanjung Redeb, RTK berada di jalan Durian III, tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai dan Klinik Bersalin. Yang tentunya masuk dalam  kriteria  pemilihan RTK ini, jaraknya sangat dekat dengan RSUD.

Pengelolaan RTK di jalan Durian 3 oleh dinas Kesehatan Kabupaten Berau yang mana di dalam RTK ini ada penjaganya. Kebutuhannya dilengkapi berupa kamar tidur, kasur dan dapur. Ibu hamil yang menunggu masa kelahiran bisa menginap bersama pendamping.

Disebutkan biasanya ibu hamil yang menunggu masa kelahiran bayi, dapat ditampung di RTK, terutama ibu hamil berada di luar Tanjung Redeb Memiliki keterangan suraat domisili di Kabupaten Berau.

Selain di Tanjung Redeb, beberapa Kecamatan memiliki RTK, yakni di Tanjung atu, Kecamatan Sebah , Taliayan, Batuputih, , Maratua, Merapun dan Biatan Lempake. Posisi RTK berdekatan dengan Puskesmas sehingga memudahkan ibu hamil.

Adanya rumah tunggu kelahiran telah  disosialisasikan kepada masyarakat dengan memberikan informasi tentang manfaatnya. Untuk itu diperlukan sosialisasi melalui media cetak  dan media elektronik.(bangun banua) 

 
 

KEBANYAKAN orang mengeluhkan sulitnya menurunkan bobot tubuh. Tetapi ada juga orang-orang yang merasa kurus dan justru kesulitan menaikkan berat badan meski mengaku sudah makan banyak.

Untuk menentukan tubuh Anda termasuk kurus atau tidak, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Bila tubuh kurus terjadi tanpa sebab, coba cek pula kondisi-kondisi yang mungkin jadi penyebab badan kurus dan sulit mencapai berat badan ideal. 

Ini kriteria badan kurus

Untuk menghitung berat badan Anda termasuk di kategori ideal, kelebihan, atau kekurangan, Anda bisa menggunakan indeks massa tubuh (IMT). Caranya adalah membandingkan berat badan dengan tinggi badan.

Indeks massa tubuh ditentukan dengan cara membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter. Hasil perhitungan inilah yang kemudian bisa menjadi penentu kategori tubuh Anda.

Kriteria berat badan berdasarkan indeks massa tubuh tersebut adalah sebagai berikut:

  • Nilai IMT di bawah 18,5 tergolong berat badan kurang.
  • Nilai IMT 18,5 sampai 24,9 tergolong berat badan ideal.
  • Nilai IMT 25 sampai 29,9 tergolong berat badan berlebih.
  • Nilai IMT 30 ke atas tergolong obesitas.

Indeks massa tubuh tersebut hanya berlaku pada orang dewasa dengan aktivitas normal. Perhitungan akan kurang akurat jika digunakan pada atlet atau pada orang-orang dengan tubuh berotot. Pasalnya, massa otot lebih berat daripada massa lemak, sehingga atlet bisa saja memiliki angka IMT tinggi, tapi bentuk tubuhnya masih ideal. 

Penyebab badan kurus tanpa alasan jelas

Kondisi kekurangan berat badan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari penyakit, gaya hidup, faktor psikologis atau faktor genetik. Beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab badan kurus meliputi:

  • Hipertiroid

Tiroid adalah kelenjar yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon tiroid diproduksi dalam jumlah normal, metabolisme akan berjalan lancar.

Kelenjar tiroid bisa menjadi terlalu aktif sehingga memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Kondisi ini disebut hipertiroid.

Salah satu gejalanya adalah penurunan berat badan yang signifikan walaupun penderitanya banyak makan. 

Hipertiroid sebagai penyebab badan kurus biasanya juga disertai gejala-gejala lain, seperti keringat yang berlebihan, kenaikan suhu tubuh, dan jantung berdetak lebih kencang walau tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat. 

  • Tuberkulosis

Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan angka penderita tuberkulosis (TB) nomor tiga terbanyak di dunia. TB adalah salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab badan kurus secara berlebihan.

Gejala penyakit yang juga dikenal dengan singatan TBC ini bisa berupa penurunan berat badan secara cepat, batuk-batuk berkepanjangan, berkeringat di malam hari, cepat lelah, dan lesu. 

  • Faktor genetik

Ada orang-orang yang memiliki IMT rendah karena memang demikianlah ciri fisik dari kebanyakan anggota keluarganya. Secara alami, mereka memiliki bentuk tubuh kurus, atau mempunyai metabolisme yang tinggi karena keturunan, sehingga tetap saja bertubuh kurus meski asupan gizinya cukup dan porsi makannya banyak. 

  • Diabetes
Meskipun banyak penderita diabetes yang obesitas atau kelebihan berat badan, ternyata penyakit ini juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang berlebihan. Sebagai akibatnya, pengidapnya akan berbadan kurus. Gejala diabetes yang harus diwaspadai adalah mudah lapar, mudah haus dan sering buang air kecil.
  • Gangguan pada sistem pencernaan

Beberapa penyakit yang menyerang sistem pencernaan bisa mengakibatkan tubuh yang tidak dapat menyerap gizi dengan baik meski asupan gizi dari makanan sudah cukup. Karena itu, pengidap penyakit pencernaan jadi bertubuh kurus. 

Crohn’s disease dan celiac disease merupakan dua contoh gangguan pencernaan tersebut.

  • Gaya hidup

Faktor gaya hidup bisa mencakup pola makan dan pola aktivitas. Orang-orang yang pola makan yang kurang seimbang, mungkin saja mengalami kurang gizi hingga badannya kurus.

Demikian juga pada orang yang terlalu banyak melakukan olahraga kardio dengan intensitas tinggi. Mereka bisa membakar terlalu banyak kalori dalam tubuhnya, sehingga jumlahnya tidak terkejar oleh kalori yang masuk lewat asupan makanan. 

  • Gangguan psikologis

Stres berat dan depresi yang berkepanjangan seringkali membuat pengidapnya kehilangan nafsu makan. Kondisi ini kemudian membuat badan penderita menjadi kurus.

Beberapa obat antidepresan juga memiliki efek samping menekan nafsu makan atau memicu gangguan pencernaan, sehingga timbangan penderita pun bisa turun. 

Apabila peyebab badan kurus Anda adalah keturunan, Anda tidak perlu cemas. Namun jika badan kurus secara berlebihan tanpa sebab yang jelas, Anda sebaiknya memeriksakan disi ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dengan pasti.

Kondisi badan terlalu kurus yang tidak ditangani dengan benar mungkin saja memicu berbagai komplikasi pada kondisi kesehatan Anda.

Masalah kesehatan akibat tubuh terlalu kurus

Mereka yang bertubuh terlalu kurus umumnya lebih rentan untuk mengalami masalah kesehatan, seperti halnya mereka yang bertubuh terlalu gemuk.

Memang tidak semua orang kurus pasti mengalami gangguan kesehatan. Akan tetapi risiko dari beberapa masalah di bawah ini akan meningkat pada orang yang mengalami kekurangan berat badan:

  • Sering sakit. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya pasokan gizi serta energi. Orang yang bertubuh terlalu kurus bisa mengalami kekurangan nutrisi yang diperlukan oleh sistem imun tubuh untuk melawan berbagai penyakit. Akibatnya, mereka menjadi sering sakit dan butuh waktu lebih lama untuk sembuh jika sakit.
  • Anemia. Orang yang kekurangan berat badan lebih rentan terkena anemia atau kurangnya sel darah merah. Kondisi ini menyebabkan pengidap menjadi lemas, letih, dan lesu. 
     
  • Osteoporosis. Orang yang bertubuh terlalu kurus dengan tipe tulang kecil, lebih berisiko untuk terkena osteoporosis. Apalagi jika penyebab badan kurus adalah pola makan yang kekurangan gizi. 
     
  • Gangguan kesuburan, terutama pada perempuan yang kekurangan berat badan atau sangat kurus. Menstruasinya bisa tidak teratur dan kadangkala menjadi sulit untuk hamil. Jika mengandung, calon ibu yang berbadan terlampau kurus juga lebih besar risikonya untuk mengalami persalinan prematur

Jika Anda merasa kesulitan untuk menambah berat badan, ada baiknya berkonsultasi ke dokter untuk menemukan penyebab badan kurus sekaligus penanganan yang diperlukan.

Tidak apa-apa jika ternyata memang Anda memiliki bentuk tubuh kurus secara alami. Yang penting, Anda tetap mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang guna mencegah munculnya masalah kesehatan yang tidak diinginkan.(sehatQ/bangunbanua)

 
 

MINUM  obat antibiotik saat sakit memang bisa membantu meredakan keluhan. Tapi, jika obat tidak diminum sesuai anjuran, akan muncul suatu kondisi yang dinamakan resistensi antibiotik. Pada kasus yang parah, resistensi antibiotik bahkan bisa menimbulkan kematian.

Di Indonesia sendiri, aturan minum antibiotik belum banyak menjadi perhatian. Berdasarkan riset Kementerian Kesehatan RI pada 2013, ada sekitar 10% masyarakat yang masih menyimpan antibiotik di rumah.

Masih dari hasil riset yang sama, sekitar 86% masyarakat bisa membeli antibiotik tanpa resep dokter. Hal tersebut tentu mengkhawatirkan, mengingat bahaya resistensi antibiotik yang bisa mengancam nyawa.

Apa itu resistensi antibiotik?

Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri penyebab penyakit telah kebal terhadap bahan-bahan yang terdapat pada obat antibiotik. Hal ini membuat bakteri tersebut semakin sulit dibasmi dan terus tumbuh, menyebabkan penyakit jadi semakin sulit untuk disembuhkan.

Aturan minum antibiotik sebenarnya cukup jelas. Pembeliannya harus melalui resep dokter dan harus dihabiskan. Pembelian melalui resep dokter, berguna untuk membatasi konsumsi antibiotik secara berlebihan. Sementara itu, instruksi harus dihabiskan berguna agar pengobatan berhasil membasmi bakteri penyebab penyakit hingga tuntas.

Saat Anda tidak mengikuti kedua aturan tersebut, maka bakteri justru akan semakin kuat. Bakteri penyebab penyakit adalah mikroorganisme yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Semakin sering bakteri terpapar antibiotik, maka lama-kelamaan ia akan mempelajari cara untuk bertahan hidup dari serangan antibiotik itu sendiri.

Selain itu, jika Anda tidak menghabiskan antibiotik sesuai anjuran dokter, maka bakteri yang tersisa juga akan bertahan dan belajar untuk menghindari komponen antibiotik tersebut.

Akibatnya, jika di kemudian hari Anda kembali menderita penyakit serupa dan mendapatkan obat yang sama, bakteri sudah berevolusi dan mengerti cara untuk bertahan hidup dari obat tersebut. Sehingga, Anda akan semakin sulit untuk sembuh.

Menilik lebih jauh bahaya resistensi antibiotik

Antibiotik hanya dibutuhkan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Sejauh ini, dunia kedokteran masih sangat membutuhkan peran antibiotik dalam menangani infeksi bakteri serius, seperti pneumonia dan sepsis.

Sepsis adalah kondisi infeksi yang sudah menyebar ke dalam aliran darah yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, dan membuat cara kerja organ-organ vital menjadi terganggu. Kondisi ini adalah suatu kegawatdaruratan medis dan bisa menyebabkan kematian.

Bayangkan, jika seseorang sudah dalam kondisi sepsis, dan bakteri yang ada di tubuh mengalami resistensi antibiotik. Bakteri tersebut akan terus menggerorgoti tubuh, hingga tubuh sudah tidak mampu lagi melawannya.

Saat ini, sudah terdapat beberapa bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Bakteri-bakteri ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Berikut ini jenis-jenis bakteri yang dimaksud.

• Clostridium difficile (C. diff)

Saat tumbuh secara berlebihan di tubuh, bakteri ini akan menyebabkan infeksi di usus besar dan usus kecil. Infeksi bakteri ini umumnya muncul setelah seseorang dirawat dengan beberapa jenis antibiotik untuk jenis infeksi bakteri yang berbeda.

Bakteri C.diff sendiri, secara alami memang kebal atau resisten terhadap banyak jenis antibiotik.

• Vancomycin-resistant enterococcus (VRE)

Bakteri jenis ini umumnya menginfeksi aliran darah, saluran kemih, atau bekas luka operasi. Infeksi ini lebih banyak terjadi pada orang yang menjalani rawat inap di rumah sakit.

Pemberian antibiotik vancomycin sebenarnya bisa dilakukan sebagai perawatan untuk infeksi enterocci. Namun, VRE sudah resisten terhadap jenis obat ini.

• Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

Jenis infeksi ini sudah kebal terhadap pemberian antibiotik tradisional yang biasa digunakan untuk infeksi bakteri staphilococcus. Infeksi MRSA umumnya menyerang kulit, dan paling sering terjadi pada orang yang menjalani rawat inap di rumah sakit, serta orang yang sistem imunnya lemah.

• Carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE)

Bakteri jenis ini sudah kebal terhadap banyak jenis antibiotik. Infeksi CRE umumnya terjadi pada orang yang menjalani rawat inap di rumah sakit, dan menggunakan alat ventilator mekanis atau pemasangan kateter.

Perhatikan aturan minum antibiotik yang tepat

Anda perlu memperhatikan aturan minum antibiotik yang tepat, agar terhindar dari dampak resistensi antibiotik. Berikut ini langkah yang bisa Anda ikuti.

• Hanya gunakan antibiotik untuk infeksi bakteri

Antibiotik adalah obat yang hanya efektif untuk meredakan, atau mencegah infeksi akibat bakteri. Sehingga, jika penyakit yang Anda derita disebabkan oleh virus, penggunaan antibiotik tidaklah efektif.
Beberapa kondisi umum yang disebabkan oleh virus di antaranya adalah flu, batuk, atau sakit tenggorokan.

• Minum antibiotik sesuai anjuran dokter

Tidak mengikuti anjuran dokter saat minum antibiotik seperti mengonsumsinya terlalu berlebihan, tidak diminum secara teratur, atau tidak menghabiskan antibiotik, bisa memicu bakteri menjadi resisten.

Selalu selesaikan penggunaan antibiotik hingga habis, meski Anda sudah merasa baikan. Apabila antibiotik yang diminum menimbulkan alergi, segera hubungi dokter yang meresepkannya, agar jenis antibiotik dapat diganti dengan yang lebih sesuai.

• Pastikan jenis antibiotik tepat untuk kondisi Anda

Jangan pernah minum obat antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Jenis obat antibitoik sangat beragam, dan masing-masingnya diperuntukkan untuk kondisi yang berbeda. Belum tentu jenis antibiotik yang cocok untuk orang lain, cocok untuk Anda meski diagnosis penyakitnya sama.

Apabila di rumah ada obat antibiotik sisa dari perawatan sebelumnya yang tidak Anda selesaikan, jangan menggunakannya kembali. Menggunakan antibiotik sisa, berarti Anda mengonsumsi antibiotik tidak dalam dosis yang diresepkan.

Resistensi antibiotik adalah kondisi serius yang perlu diwaspadai. Setelah mengetahui bahaya penggunaan antibiotik yang tidak tepat, Anda diharapkan dapat menerapkan aturan minum antibiotik sesusai anjuran dokter. Jangan sampai, usaha Anda untuk sembuh justru menjadi bumerang di kemudian hari.(sehatQ/bangunbanua)

BAHAYA dari penyakit miom bisa menghantui wanita manapun, tanpa terkecuali. Miom atau fibroid rahim sejatinya merupakan tumor jinak yang terdapat dalam rahim. Meski jarang berkembang menjadi kanker, tumor ini dapat memicu komplikasi yang serius.

 
 

 

Bahaya penyakit miom akibat komplikasinya

Salah satu komplikasi miom adalah infertilitas

Miom atau polip rahim yang tidak diobati berpotensi merugikan kesehatan penderitanya. Komplikasi yang dapat timbul akibat penyakit ini meliputi:

1. Masalah kesuburan atau infertilitas

Infertilitas adalah ketidakmampuan seorang wanita untuk hamil. Komplikasi ini dapat terjadi jika miom tidak segera diobati dan semakin membesar dalam rahim.

Terkadang, polip rahim dapat menghambat sperma untuk mencapai sel telur. Sebagai akibatnya, pembuahan pun tidak bisa terjadi. Selain itu, fibroid rahim juga dapat mencegah sel telur yang sudah dibuahi untuk menempel ke dinding rahim, sehingga kehamilan pun takkan terjadi.

2. Masalah selama kehamilan

Jika miom terjadi pada saat Anda sedang hamil, miom terkadang dapat menyebabkan munculnya masalah tertentu. Mulai dari mengganggu tumbuh kembang bayi hingga kesulitan selama proses persalinan.

Miom yang membesar dan menghalangi leher rahim (serviks) bisa membuat Anda harus menjalani operasi caesar ketika melahirkan. Pasalnya, jalur lahir telah tertutup oleh keberadaan miom.

Ketika wanita hamil tidak mengobati miom yang dialaminya, ia mengalami sakit perut selama masa kehamilan dan berisiko lebih besar untuk melahirkan secara prematur.

Walau jarang terjadi, fibroid rahim juga dapat menyebabkan keguguran. Khususnya, pada 23 minggu pertama masa kehamilan.

Oleh sebab itu, bila mengalami gejala miom atau tanda-tanda yang mencurigakan, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

Gejala miom yang umum dan yang perlu pemeriksaan dokter

Miom dapat menyebabkan gejala darah haid yang berlebihan

Tidak semua wanita merasakan gejala dari penyakit miom, sehingga miom sulit terdeteksi. Bila ada pun, gejala miom umumnya berupa:

  • Haid dengan volume darah yang banyak, dengan durasi yang lebih dari seminggu.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Buang air kecil yang terasa tidak tuntas.
  • Sembelit.
  • Rasa sakit atau tekanan pada panggul.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri pada kaki.

Karena gejalanya kerap mirip dengan gangguan medis lain, fibroid rahim sering tidak disadari oleh penderitanya. Anda tidak boleh lengah dan sebaiknya segera memeriksakan ke dokter, terutama bila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Menstruasi yang berlangsung dengan jangka waktu yang lama, perdarahan yang berlebihan, dan terasa menyakitkan.
  • Sakit pada bagian panggul yang tak kunjung hilang dan sering muncul secara tiba-tiba.
  • Muncul bercak darah atau perdarahan di antara siklus haid.
  • Terus mengalami anemia.
  • Mengalami pendarahan hebat dari vagina.

Proses diagnosis dan cara mengobati miom

Miom bisa diangkat melalui proses operasi

Diagnosis miom bisa dipastikan dengan USG dan MRI. Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan mana yang perlu Anda jalani.

Setelah miom terdiagnosis secara positif, dokter umumnya akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan ukuran miom, umur penderita, dan kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan.

Dokter juga mungkin saja menggabungkan beberapa prosedur pengobatan miom yang dapat dilakukan dengan cara-cara di bawah ini:

  • Pemberian obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat-obatan yang dapat mengecilkan ukuran miom dan mengatur kadar hormon pada tubuh penderita. Misalnya, obat untuk menurunkan kadar estrogen dan progesteron, sehingga akan mengecilkan miom.

Namun perlu diingat bahwa obat tersebut juga memiliki efek samping berupa menstruasi yang akan terhenti. Haid biasanya akan kembali normal setelah Anda menghentikan konsumsi obat ini.

  • Tindakan operasi

Jika miom sudah semakin berkembang (seperti ukurannya yang sangat besar dan jumlahnya yang lebih dari satu), dokter akan menyarankan tindakan operasi yang meliputi:

  • Miomektomi yang dilakukan pada bagian perut yang mendekati lokasi rahim. Perut kemudian akan disayat agar dokter dapat mengangkat miom.
  • Laparoskopi. Operasi pengangkatan bisa pula dilakukan dengan invasi seminim mungkin, yaitu melalui prosedur laparoskopi. Ukuran sayatan pada prosedur ini reklatif lebih kecil, sehingga masa pemulihan akan lebih singkat.
  • Ablasi endometrial. Prosedur ini bisa menggunakan arus listrik, suhu panas, atau air panas untuk menghancurkan fibroid.
  • Myoysis untuk mengecilkan ukuran miom dengan aliran listrik atau laser.
  • Embolisasi arteri rahim yang akan memutuskan aliran darah ke fibroid dengan menyuntikkan partikel-partikel ke dinding rahim.

Meski demikian, operasi tidak dapat menjamin bahwa penderita akan terbebas dari miom untuk selamanya. Miom tetap dapat tumbuh kembali meski penderita sudah pernah menjalani tindakan operasi.

Selain pengobatan secara medis, ada pula beberapa cara penanganan miom yang alami dan tradisional guna mengurangi gejala-gejala yang mengganggu. Mulai dari akupuntur, yoga, pemijatan, penggunaan Gui Zhi Fu Ling Tang (GFLT) yang merupakan formula obat tradisional China, serta menempelkan bantal pemanas saat kram mendera.

Menerapkan perubahan pola makan tertentu juga dikatakan dapat membantu dalam mengecilkan miom. Misalnya, mengurangi konsumsi daging-dagingan maupun makanan yang tinggi kalori, dan menggantinya dengan sayuran hijau, ikan salmon dan tuna, serta bahan pangan yang tinggi flavonoid.

Walaupun tergolong sebagai tumor jinak, Anda sebaiknya waspada jika ada gejala yang mungkin mirip dengan tanda-tanda miom. Segera periksakan diri ke dokter kandungan agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga tidak terancam bahaya penyakit miom.(sehatQ/bangun banua)

 
 

Tanjung Redeb-

Berkaitan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) Kabupaten Berau telah mendeklarasikan Kawasan Tanpa Rokok pada atahun 2017 lalu  di halaman kantor bupati Berau. Hal ini didasarkan  karena semua orang berhak dilindungi kesehatannya dari paparan asap rokok orang lain. Tidak ada batas aman bagi paparan asap rokok. Racun yang dikandung asap rokok yang masuk ke dalam tubuh secara kumulatif akan tersimpan dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, salah satu upaya efektif untuk melindungi seluruh masyarakat dari asap rokok orang lain adalah melalui penerapan kawasan tanpa rokok (KTR).

Penerapan KTR memungkinkan masyarakat untuk dapat menikmati udara bersih dan sehat serta terhindar dari berbagai risiko yang merugikan kesehatan dan kehidupan.

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produk tembakau.

Oleh karena itu semua tempat yang telah ditetapkan sebagai KTR harus bebas dari asap rokok, penjualan, produksi, promosi dan sponsor rokok.

Pemerintah melalui UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan PP No. 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan telah mewajibkan pemerintah daerah untuk menetapkan KTR di wilayahnya masing-masing.

Kabupaten Berau melalui Peraturan Daerah (Perda) tahun nomor 6 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Tampak di beberapa kantor seperti di Kantor Bupati Berau Dinas Kesehatan, RSUD Abdul Rivai sudah ada plang KTR, atau tempat tempat tertentu yang menjadi KTR.

Menurut keterangan Ahmad Basuki Kepala bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Berau kawasan tanpa rokok seperti yang tertuang di Perda no 6 tahun 2014 yaknifasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

“KTR merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, DPR, DPRD, maupun pemerintah dan pemerintah daerah untuk melindungi generasi sekarang maupun yang akan datang dari bahaya asap rokok.”paparnya.

Lebih dari 7.000 bahan kimia telah teridentifikasi pada asap rokok, 250 senyawa tersebut adalah racun dan karsinogenik. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari lintas sektor dan berbagai elemen masyarakat ini akan sangat berpengaruh pada penerapan KTR.

“Penerapan KTR secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama terkendalinya faktor risiko penyakit dan kematian yang disebabkan oleh rokok, dan meningkatnya budaya masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. “ lanjut Ahmad Basuki.

Selain itu, akan meningkatkan citra yang baik dari masyarakat umum terhadap daerah dan pemerintahnya dengan meningkatnya kedisiplinan, ketertiban dan kepatuhan pada peraturan. Dari aspek lingkungan, penerapan KTR akan berdampak pada meningkatnya kualitas udara, terutama kualitas udara dalam ruang.

Dalam bidang ekonomi, akan mampu meningkatkan tingkat ekonomi keluarga karena berkurangnya belanja rokok, terutama pada keluarga miskin. Demikian juga bagi pemerintah setempat akan mengurangi pengeluaran belanja pemerintah daerah untuk pembiayaan kesehatan dalam penanggulangan penyakit akibat rokok.(bangun banua)

BAGI Anda yang memiliki profesi pekerja kantoran dan mobilitas tinggi, mungkin akan terasa sulit untuk menyisihkan waktu berolahraga di pagi hari. Setelah pulang kerja pada sore atau malam hari, barulah ada kesempatan.

Termasuk tim manakah Anda, orang yang senang berolahraga di pagi hari? Atau kelompok orang yang hobi melakukan olahraga sebelum tidur di malam hari?

Bukan rahasia lagi bahwa olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh, baik untuk kesehatan fisik maupun mental seseorang Namun banyak yang beranggapan bahwa olahraga malam bisa berdampak negatif pada siklus tidur. Benarkah anggapan ini?

Apakah olahraga sebelum tidur malam dapat mengganggu kualitas tidur?

Sempat menjadi perdebatan, apakah berolahraga sebelum tidur di malam hari baik atau tidak, dan akankah mengganggu kualitas tidur.

Pada dasarnya, Anda boleh melakukan kegiatan olahraga sebelum tidur di malam hari, selama olahraga tersebut tidak mengganggu pola dan siklus tidur Anda. Namun jika memiliki gangguan tidur tertentu, Anda tidak disarankan untuk melakukannya.

Dulunya, para pakar tidak merekomendasikan olahraga di malam hari demi menjaga kebersihan tubuh sekaligus kualitas tidur yang baik.

Namun penelitian terbaru dari Institut Teknologi Konfederasi Zürich menyatakan bahwa olahraga di malam hari boleh saja untuk dilakukan. Tidak hanya itu, olahraga sebelum tidur justru berguna untuk membantu Anda agar dapat tidur pulas dengan lebih cepat dan durasi tidur nyenyak yang lebih lama.

Meski demikian, tetap ada syarat yang harus dipenuhi. Anda harus menghindari jenis olahraga yang sangat melelahkan atau berintensitas tinggi, setidaknya satu jam sebelum tidur.

Pasalnya, ketika berolahraga pada waktu kurang dari satu jam sebelum tidur, Anda akan butuh waktu lebih lama untuk tertidur dan kualitas tidur menjadi buruk.

Jenis olahraga ringan sebelum tidur yang dapat dicoba

Seperti yang tealh disebutkan di atas, Anda dianjurkan untuk menghindari jenis olahraga berat pada malam hari. Anda cukup melakukan olahraga ringan untuk meregangkan otot-otot agar dapat lebih rileks sekaligus melepas stres sepanjang hari. Ketika tubuh dan pikiran tenang, Anda pun dapat lebih mudah tertidur.

Cobalah beberapa olahraga ringan di bawah ini agar Anda dapat menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur:

1. Yoga

Salah satu gerakan yoga yang bisa Anda coba adalah viparita karani atau disebut juga gerakan ‘kaki di dinding’.

  • Duduklah menghadap ke dinding dengan jarak agak dekat.
  • Berbaringlah dalam posisi telentang.
  • Dorong bokong hingga menempel ke dinding.
  • Angkat kaki dan letakkan lurus di dinding.
  • Rentangkan tangan di samping tubuh dengan posisi telapak tangan mengarah ke atas.
  • Tahan posisi ini selama 10-20 detik.

2. Pilates

  • Berdirilah tegap dengan beri jarak di antara kedua kaki selebar pinggul.
  • Posisikan kedua tangan di sisi tubuh Anda, dengan bahu dalam keadaan rileks.
  • Gunakan otot perut untuk membungkuk.
  • Biarkan kedua tangan menjuntai ke lantai saat membungkuk.
  • Tarik napas dalam-dalam.
  • Usahakan agar tangan menyentuh lantai.
  • Tahan pose ini selama satu atau dua detik.
  • Kembali ke posisi tegak secara perlahan-lahan, dengan tetap mengencangkan otot-otot perut.
  • Lalu ulangi beberapa kali.

3. Peregangan otot

  • Duduk di lantai.
  • Rapatkan dan luruskan kedua kaki ke depan.
  • Tekuk tubuh Anda ke depan secara perlahan-lahan hingga tangan dapat menyentuh jari-jari kaki.
  • Tahan posisi ini selama sekitar 30 detik.
  • Kembali ke posisi duduk semula.

4. Teknik relaksasi

Berbaring di tempat tidur, lalu tekuk jari-jari kedua kaki Anda selama beberapa detik. Kemudian luruskan kembali hingga berada dalam keadaan rileks.

Selain jari kaki, Anda juga dapat meregangkan otot-otot pada betis Anda dengan cara yang sama. Berbaring dengan posisi kaki lurus, lalu regang kaki hingga ujung kaki lurus seperti berjinjit. Tahan pose ini selama beberapa detik sebelum kembali rileks. Teknik relaksasi ini bisa pula Anda terapkan untuk otot-otot lain pada tubuh.

Di samping olahraga sebelum tidur di malam hari, Anda pun bisa mencoba teknik meditasi agar pikiran bisa lebih tenang. Pertama, ciptakan suasana hening dan redup.

Kemudian, duduklah di lantai dengan posisi yang nyaman. Jangan lupa untuk melepaskan alas kaki dan memejamkan mata Anda. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan keluarkan melalui mulut. Jernihkan pikiran Anda dan fokuskan pada pernapasan.

Meditasi baik untuk dilakukan selama beberapa menit. Durasi idealnya adalah selama 25 menit per hari.

Waktu terbaik untuk berolahraga

Banyak yang bertanya-tanya, apakah ada waktu terbaik untuk berolahraga. Jawabannya, tidak ada. Setiap orang berbeda-beda dan punya waktu terbaiknya sendiri untuk berolahraga.

Tubuh memiliki ritme sirkadian masing-masing, dan umumnya tidak bisa diubah. Irama inilah yang akan menentukan Anda termasuk tim pagi atau malam.

Ritme sirkadian memberi pengaruh terhadap fungsi tubuh, seperti tekanan darah, suhu tubuh, kadar hormon, dan detak jantung. Semua hal ini juga berperan penting dalam kesiapan tubuh seseorang untuk berolahraga.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya menyesuaikan waktu olahraga terbaik dengan ’jam tubuh’ tersebut, baik itu olahraga malam maupun pagi.

Olahraga sebelum tidur di malam hari maupun saat bangun tidur di pagi hari, sama-sama bermanfaat asal dilakukan secara konsisten. Anda mungkin sering mendengar anggapan bahwa pagi hari adalah waktu paling tepat untuk berolahraga.

Namun jika Anda tidak terbiasa untuk bangun lebih pagi, tidak perlu khawatir. Kapanpun Anda berolahraga, yang terpenting adalah ketekunan dan komitmen Anda dalam melakukannya.(sehatq/bangun banua)

 
Page 1 of 4