Helda

Helda

Dinkes Sarankan Konsumsi Obat Lambung Lainnya 

Tanjung Redeb –

Ramainya perdebatan tentang keamanan obat tukak lambung Ranitidin untuk dikonsumsi, juga terjadi di Berau. Bahkan, Dinas Kesehatan Berau juga telah mendapatkan surat edaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat untuk melakukan penarikan obat tersebut. Tetapi, tidak semua jenis obat bernama Ranitidin ditarik dari peredaran.

“Jadi yang pasti ditarik itu adalah obat Ranitidin dengan pemegang izin edarnya PT Phapros Tbk. Bukan hanya dari BPOM, surat penarikan resmi dari PT Phapros ke semua Dinas Kesehatan dan distributor obat tersebut juga sudah diterima di Berau. Dari Dinkes hanya bisa meneruskan surat edaran tersebut, karena yang bisa melakukan adalah distributornya yang memasok ke apotek dan rumah sakit di Berau,” terang Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Berau, Lamlay Sarie, ditemui pada Rabu (16/10).

BPOM memutuskan menarik kembali sementara seluruh jenis obat asam lambung Ranitidin, utamanya yang mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA), dan menjadi karsinogenik penyebab penyakit kanker per 9 Oktober 2019. Produsen obat diberikan waktu hingga 80 hari untuk menarik produk obat ini. Dan untuk Ranitidin milik PT Phaphros yang sudah pasti ditarik adalah Ranitidin cairan injeksi 25 mg/ml, dengan nomor bets produk beredar 95485 160 s/d 190, 06486 001 s/d 008, 16486 001 s/d 051, dan 26456 001 s/d 016.

Dalam edaran BPOM juga terdapat 3 pemegang izin edar yang diminta melakukan penarikan sukarela produk Ranitidin yang terdeteksi NDMA, yaitu obat Zantac cairan injeksi 25 mg/ml dengan nomor bets produk beredar GP4Y, JG9Y, XF6E milik PT Glaxo Wellcome Indonesia. Juga obat Rinadin Sirup 75 mg/5 ml dengan nomor bets produk beredar 0400518001, 0400718001, 0400818001 milik PT Global Multi Pharmalab. Terakhir, obat Indoran cairan injeksi 25 mg/ml dengan nomor bets produk beredar BF171006, dan obat Ranitidin cairan injeksi 25 mg/ml dengan nomor bets produk beredar BF171 009 s/d 021 milik PT Indofarma.

Dengan ditariknya beberapa jenis obat lambung tersebut, Dinkes Berau menyarankan agar sebisa mungkin konsumen yang terbiasa mengkonsumsi Ranitidine, bisa menggantinya dengan obat lainnya yang bisa dikonsumsi yakni golongan Famotidin. Selain itu, obat antasida atau sukralfat yang dapat digunakan untuk mengatasi tukak lambung. (bangun banua)

Tanjung Redeb –

Menjadi salah satu dari lima puskesmas yang mengikuti rekreditasi kembali di 2019 ini, puskesmas Kampung Bugis mempersiapkan segala sesuatunya dengan lengkap. Pemaparan terkait apa-apa saja yang berhubungan dengan puskesmas baik dari pelayanan, sarana prasarana hingga program pun disajikan dengan apik oleh Kepala Puskesmas Kelurahan Kampung Bugis H Bachri.

Tim surveior reakreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang terdiri dari 3 orang, yakni Ir. Agus Sartono, M.Kes (surveior UKM), dr. F Jeanne Uktolseja, M.Kes (surveior Ukp), dan Suhendro, S.Si.T, M.Kes (surveior Admen), juga mengaku sangat senang dengan penjelasan yang diberikan secara terperinci oleh Kepala Puskesmas Kampung Bugis.

Puskesmas yang terletak di Jalan H Isa I Kelurahan Gayam Kecamatan Tanjung Redeb dengan luas wilayah 1,76 kilometer persegi, mempunyai batas sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sambaliung, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Gunung Tabur, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Redeb, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sambaliung ini, membawahi 3 wilayah kerja yakni Kelurahan Gayam, Kelurahan Bugis dan Kelurahan Karang Ambun.

Puskesmas Kampung Bugis merupakan puskesmas induk dengan 1 puskesmas pembantu, 26 posyandu balita, dan 3 posyandu lansia yang tersebar di masing-masing RW dengan 225 kader kesehatan. Tak hanya itu, puskesmas ini juga dikenal dengan mottonya yang unik yaitu “Kapuasan Dangkita, Kami Marrang” yang artinya kepuasan anda kami senang.

Ada 13 jenis pelayanan kesehatan perorangan yang disediakan di puskesmas Kampung Bugis. Pelayanan loket pendaftaran, pelayanan pemeriksaan umum, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan KIA-KB, pelayanan gawat darurat (tindakan), pelayanan gizi, pelayanan sanitasi, pelayanan TB paru, kusta, HIV, pelayanan lansia, pelayanan MTBS, pelayanan imunisasi, pelayanan kefarmasian, dan pelayanan laboratorium atau penunjang diagnosa.

Tak hanya itu, pelayanan jenis upaya kesehatan masyarakat (UKM) juga tersedia. Untuk UKM essential ada pelayanan promosi kesehatan, pelayanan kesehatan lingkungan, pelayanan KIA, pelayanan gizi, pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit, dan pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk UKM pengembangan ada pelayanan kesehatan lansia, prolanis (suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien), posbindu penyakit tidak menular, pelayanan kesehatan indra, pelayanan kesehatan tradisional, pelayanan kesehatan olahraga, pelayanan kesehatan kerja, pelayanan kesehatan peduli remaja, pelayanan kesehatan jiwa, dan usaha kesehatan gigi masyarakat.

Yang tak kalah penting, sistem komunikasi juga dilakukan oleh pihak puskesmas dengan 2 sistem. Sistem komunikasi internal dilakukan dengan cara apel pagi, pertemuan konsultatif, lokakarya mini bulanan, diskusi, papan informasi, memo dan whatsapp grup. Dan untuk sistem komunikasi eksternal, dimana merupakan salah satu upaya memperoleh masukan atau komunikasi dengan masyarakat dilakukan dengan cara lokakarya mini lintas sektor, survei kepuasan masyarakat, pertemuan kader (di puskesmas dan di kelurahan), melalui kontak telepon dan WA, kontak email, juga kotak saran dan papan informasi. (bangun banua)

Tanjung Redeb –

Puskesmas Tanjung Redeb kembali mengikuti penilaian atau reakreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dimana pada Februari 2017 lalu juga telah mendapatkan akreditasi dasar. Untuk itu, segala persiapan guna penilaian pun dimatangkan. Menerima tiga surveior dari Kemenkes yakni Diding Sarifudin, SKM, MKM (surveior Admen), Edi Sucipto SKM, M Kes (surveior UKM) dan Drg. Etty Karjati, MM (surveior UKP), puskesmas yang sudah 45 tahun melayani masyarakat itu pun, memberikan paparan lengkap terkait apa saja yang berhubungan dengan puskesmas tersebut.

Dengan luas 19,87 kilometer persegi, puskesmas yang berada di Jalan Rambutan nomor 377 Tanjung Redeb itu, melayani 3 kelurahan yakni Tanjung Redeb dengan 37 RT, Gunung Panjang dengan 17 RT dan Bedungun dengan 13 RT. Sedangkan jumlah KK yang dilayani sebanyak 10.956 KK atau total jumlah penduduk 33.772 jiwa.

Di tahun 2019 ini jumlah tenaga kesehatan yang ada di puskesmas Tanjung Redeb terdiri dari dokter umum 6 orang, dokter gigi 1 orang, perawat DIII sebanyak 14 orang, perawat gigi 2 orang, perawat (SPK) 3 orang, bidan 10 orang, sanitarian 3 orang, nutrisionist 3 orang, apoteker 2 orang, asisten apoteker 4 orang, analis kesehatan 2 orang, dan kesehatan masyarakat 1 orang.

Untuk sarana dan prasarana yang disediakan oleh puskesmas yang sudah berdiri sejak 1976 ini juga cukup memadai. Mulai dari papan jenis layanan di depan pintu masuk puskesmas, loket pendaftaran, ruang tunggu, ruang gizi, laboratorium, poli gigi, apotek, poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), ruang tindakan, ruang pertemuan, dan ruang bermain anak. Tak hanya itu, mobil ambulance dan alat pemadam api ringan (APAR) juga disediakan.

Bahkan, untuk mengetahui atau mengidentifikasi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, puskesmas Tanjung Redeb juga menyediakan kotak saran, buku keluhan pelanggan, dan koin kepuasan pelanggan. Selain itu, juga dilakukan survei mawas diri (upaya bersama yang dilakukan oleh Puskesmas dengan melibatkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat, dan menggali potensi-potensi yang dimiliki untuk memecahkan permasalahan tersebut), dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri.

Beberapa program inovasi juga dilakukan oleh pihak puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Program tersebut adalah Meli dan SaMil – Melindungi dan Sayangi ibu Hamil dimana di dalamnya terdiri dari beberapa kegiatan yakni TokMil (ketok ibu hamil) atau mendatangi langsung ke rumah ibu hamil dan melakukan pemeriksaan, ColMil (menghubungi telepon atau WA ibu hamil) untuk konsultasi secara online, dan EduMil (sarana edukasi tentang kehamilan persalinan). Ini sangat penting karena puskesmas Tanjung Redeb juga memiliki 220 kader posyandu balita, 49 kader posyandu lansia, Pos Binaan Terpadu (Posbindu) dan Puskesmas Keliling (Puskel). (bangun banua)

Tiga Kriteria Menjadi Penilaian Reakreditasi Puskesmas 
 
Tanjung Redeb- 
 
Sejumlah 15 orang tim komisi akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama )  Kementerian Kesehatan bertandang ke Kabupaten Berau, untuk melaksanakan reakreditasi 5 puskesmas dari 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Berau . Reakreditasi berlangsung selama tiga hari kamis (10/10) hingga Sabtu (13/10).  
Menurut keterangan dr Jimmi Adriani Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Akreditasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 bahwa setiap puskesmas wajib untuk diakreditasi.Kedatangan tim komisi ini untuk menilai puskesmas yang meliputi bidang Admen (administrasi dan management), UKM (Usaha Kesehatan Masyarakat) dan UKP (Usaha Kesehatan Perseorangan). Sebelumnya tahun 2016  juga pernah diberikan penilaian. Kedatangan tim kali ini , juga memastikan apakah sudaah berjalan proses akreditasi yang tiga tahun lalu dinilai.  Adapun lima puskesmas yang dinilai oleh tim komisi ini adalah puskesmas Tanjung Redeb, Bugis, Sambaliung, Gunung Tabur dan puskesmas Teluk Bayur.
 
Sejak Kamis (10/10)  pukul 7.30, lima puskesmas ini menyambut kedatangan surveior reakreditasi ,masing masing tiga orang penilai  di dampingi jajaran kepada bidang (Kabid) dari Dinkes Kabupaten Berau. 
Di puskesmas Tanjung Redeb disambut Kepala Puskesmas Tanjung Redeb H Kasran beserta jajarannya, di Puskesmas Bugis juga disambut kepala Puskesmasnya, Sambaliung.  Puskesmas Gunung Tabur disambut Kepala puskesmas dr I Made Mahendra beserta unsur kecamatan termasuk Sultan Gunung Tabur Chalifatullah Kaharuddin menyambut tim. Kemudian di Puskesmas Teluk Bayur disambut Kepala Puseksmas Jamrah Amd Kep beserta unsur kecamatan.
Tim surveior ini memberikan penilaian selama tiga hari, tampak kemarin tim surveior untuk penilaian Admen menelilti berkas berkas administrasi dan management puskesmas dan dalam kuru dua hari kedepan tim iniakan meneliti dan menilai.
 
Menurut keterangan Kepala Puskesmas Teluk Bayur Jamrah , penilaian ini akan memacu  memberikan , perlidungan, keamanan, bukan semata mata  untuk meningkatkan kinerja, sesuai standar operational prosedur (SOP), baik pelayaan kesehatan ini bisa juga menimbulkan dampak negatif misal limbah B3 yang berbahaya. Dengan adanya sistem di puskesmas ini, dikelola dengan baik. 
 
Seperti yang diketahui  sebelumnya  akreditasi puskesmas di Kabupaten baru berjalan sejak 2016, di tahun tersebut yang terakreditasi adalah Puskesmas Teluk Bayur, Tanjung Redeb, Bugis, Gunung Tabur dan Sambaliung. Kemudian, di tahun 2017, ada Puskesmas Merancang, Lempake, Talisayan, Batu Putih dan Puskesmas Bidukbiduk. Sedangkan di tahun 2018 hanya 1 puskesmas yakni puskesmas Tepian Buah Kecamatan Segah.

Tanjung Redeb –

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, kasus stunting sejak 2 tahun terakhir mencapai 10 persen dari jumlah anak di Kabupaten Berau. Tentunya ini sangat mengkhawatirkan karena mengancam generasi muda.

“Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada dibawah minus dua standar deviasi (penyimpangan), panjang atau tinggi anak seumurnya. Atautumbuhnya tidak sesuai denga usianya, dan cenderung lebih pendek atau kerdil dari teman seusianya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto, melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Rusmini.

Dijelaskan Rusmini, stunting merupakan kondisi tubuh pendek atau kerdil pada anak berusia dibawah 5 tahun. Ini bisa terjadi karena kurangnya mendapat asupan gizi atau kekurangan gizi kronis. Selain itu, juga infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, dimana masa tersebut dimulai dari janin hingga anak berusia 2 tahun.

Tak hanya itu, bahaya lain selain terhambatnya pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan pada perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak.

Dan diakuinya, di Indonesia khususnya di Kabupaten Berau, stunting adalah masalah gizi pada anak yang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dengan baik. Ini karena jika tidak segera diatasi akan menyebabkan kebodohan atau berkurangnya kecerdasan anak, yang otomatis sangat berpengaruh pada perkembangan generasi muda khususnya usia anak-anak.

“Sejak 2016, stunting menjadi pusat perhatian dari pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan (Kemenkes). Dan hingga kini ada berbagai cara yang telah dilakukan Dinkes Berau untuk menangani kasus stunting di Kabupaten Berau. Salah satunya yakni memberdayakan peran posyandu dalam melakukan penanggulangan stunting, khususnya pada balita. Melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang dilakukan 1 bulan sekali melalui pengisian kartu KMS. Sehingga, untuk balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin,” tambahnya.

Menurutnya, jika ditemukan permasalahan dalam tumbuh kembang anak, maka harus segera ditindaklanjuti melalui rujukkan ke fasilitas kesehatan. Begitu juga pada ibu hamil, harus memeriksakan kehamilannya paling sedikit 4 kali dalam masa kehamilan.

“Sayangnya, stunting adalah kondisi yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting apakah masih bisa disembuhkan? Kita lihat lagi, kalau kita bisa perbaiki dibawah usia 2 tahun kalau diatas usia 2 tahun sulit jadi bisa sampai dewasa,”  tegasnya.

Untuk itu, Dinkes Berau juga memprogramkan pemberian Fe (tablet tambah darah) pada ibu hamil dan remaja putri yang masih duduk dibangku sekolah, disamping pemberian makanan tambahan ( PMT ) pada ibu hamil KEK ( kekurangan energi kronik ). Serta melakukan advokasi lintas program dan lintas sektor yang terkait dalam percepatan pencegahan stunting. Sebab kata dia, stunting merupakan penyakit yang amat sulit disembuhkan, bahkan tidak bisa. Salah satu cara yang dilakukan mencegahnya jauh-jauh hari sejak masa awal kehamilan, bahkan calon ibu masih remaja.

Kendati demikian, dengan berbagai upaya yang dilakukan, melalui lintas program dan lintas sektor yang terkait, sejak 2 tahun terakhir berhasil menurunkan angka stunting. Yakni pada tahun 2017 angka stunting berkisar 12,7 persen, dan 2018 penderita stunting mengalami penurunan menjadi 10,37 persen.

Perlu diingat lanjut dia, percepatan pencegahan dan penurunan Stunting bukan hanya pekerjaan dari Dinas Kesehatan saja, tetapi ada beberapa lintas sektor yang terkait didalamnya. Bahkan, Bupati Berau juga telah membuat surat keputusan (SK) No 387 tahun 2019, Tentang Pembentukan Tim Pencegahan Dan penanganan Kasus Stunting di Kabupaten Berau tahun 2019- 2022.

“Kabupaten Berau sudah membentuk Tim Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S ) yang diketuai oleh Kepala Baplitbang yang melibatkan lintas Sektor. Jadi semua instansi yang terlibat juga diwajibkan menganggarkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk mengantisipasi stunting ini,” pungkasnya. (bangun banua)

Tanjung Redeb –

Kesehatan adalah nomor satu yang paling penting dan wajib menjadi prioritas. Karena, tanpa tubuh yang sehat maka aktivitas juga tidak akan berjalan lancar. Untuk itu, sangatlah penting mengecek kesehatan secara rutin. Tak hanya dilakukan di rumah sakit atau ke dokter, cek kesehatan juga bisa dilakukan sendiri.

“Bisa dilakukan secara mandiri atau dicek sendiri. Apalagi untuk kesehatan fisik atau badan seseorang memang sebaiknya dilakukan sendiri karena setiap pribadi lebih tahu bagaimana kondisi badannya,” jelas Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Kesehatan, bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau, Ida Sulina.

Beberapa cek kesehatan yang bisa dilakukan sendiri diantaranya, cek berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Mengukur berat badan dan tinggi badan berguna mendapatkan nilai Indeks Masa Tubuh (IMT) yang nantinya akan digunakan dalam menentukan apakah berat badan dan tinggi badan Anda sudah ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular. Pengukuran IMT ini tidak berlaku terhadap ibu hamil, atlet, dan penimbunan cairan yang tidak normal di kaki dan perut.

Rumus penentuan IMT adalah :

IMT = Berat Badan (Kg)

           [Tinggi Badan (m)]2

Kedua adalah mengecek lingkar perut. Lemak perut jika berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung, stroke, dan diabetes. Batas aman lingkar perut untuk pria adalah 90 cm dan wanita adalah 80 cm.

Ketiga, cek tekanan darah, yang merupakan salah satu cara mendeteksi dini risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung. Angka hasil pemeriksaan Normal adalah jika dibawah 140/90 mmHg. Tak hanya itu, kadar gula darah juga perlu dicek karena cek kadar gula darah menunjukkan kadar glukosa dalam darah. Hasilnya membantu deteksi masalah diabetes. Hasil tes normal jika kadar gula dalam darah kurang dari 100.

Yang tak kalah penting adalah cek untuk mendeteksi dini Kanker Leher Rahim. Cara yang paling umum untuk deteksi dini kanker leher Rahim adalah dengan melakukan pilihan pemeriksaan berkala, yaitu tes Pap Smear.

“Untuk tes ini dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, dokter kandungan ataupun laboratorium terdekat dengan bantuan tenaga kesehatan terlatih. Tes PAP Smear dapat dilakukan bila tidak dalam keadaan haid ataupun hamil. Untuk hasil terbaik, sebaiknya tidak berhubungan intim minimal 3 hari sebelum pemeriksaan,” tambahnya.

Selain itu ada juga tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dimana tes ini digunakan untuk mendeteksi kanker dengan cara mengoleskan larutan asam asetat (asam cuka 3-5 %) pada leher Rahim. Asam asetat menegaskan dan menandai pra kanker dengan perubahan warna agak keputihan. Hasil dapat diketahui saat itu juga atau dalam waktu 15 menit. Tes IVA dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat menstruasi, saat asuhan nifas atau pasca keguguran.

“Untuk lebih simplenya, bisa dilakukan periksa payudara sendiri. Pemeriksaan payudara sendiri bisa dilakukan perempuan sejak berusia 20 tahun. Pemeriksaannya dapat dilakukan sehabis mandi. Gerakan meraba atau memijat lembut mudah karena masih adanya sabun yang menempel di kulit,” tegasnya.

Tahap-tahapnya yakni lihat payudara anda di cermin dengan bahu lurus dan tangan diletakkan di pinggul. Amatilah ukuran, bentuk dan warna payudara. Apakah ada perubahan yang mudah terlihat atau pembengkakan. Angkat lengan dan lihat perubahan yang mungkin terjadi. Sambal melihat cermin perlahan-lahan tekan putting susu antara jari telunjuk dan ibu jari, serta lakukan cek terhadap keluaran putting susu (dapat berupa air susu atau cairan kekuningan atau darah). Lakukan perabaan terhadap payudara anda sambal berbaring. Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri dan tangan kiri untuk meraba payudara kanan. Lakukan perabaan terhadap payudara anda dengan gerakan yang sama sambal berdiri atau duduk. Kebanyakn wanita merasa lebih mudah merasakan payudaranya dalam kondisi basah sehingga sering dilakukan pada saat mandi. (bangun banua)

Minggu kemarin Kabupaten Berau di hebohkan dengan acara Irau Manutung Jukut (pesta bakar ikan ) yang jumlahnya tidak tanggung tanggung, 22 ton. Dalam ajang kaleder tahuan berkaitan dengan hari jadi Kabupaten /Berau ini, pesta bakar ikan juga menghimbau agar masyarakat gemar makkan ikan, dan mencegah stunting.

Faktanya ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan. Hal ini diperkuat dengan banyaknya nutrisi penting pada ikan, seperti asam lemak tak jenuh, kandungan kalori yang rendah, yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, dan masih banyak lagi, sehingga manfaat makan ikan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mengonsumsi ikan minimal 2 – 3 kali seminggu adalah pilihan yang baik, karena Bunda telah melakukan pencegahan terhadap beberapa penyakit. Selain itu, fakta makan ikan memiliki efek jangka panjang yang dapat membuat generasi yang lebih cerdas dan sehat. Jika Bunda ingin mempunyai gaya hidup sehat, pilihlah menu ikan sebagai hidangan sehari-hari.

Namun, sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang sadar akan pentingnya makan ikan dan minimnya pengetahuan akan manfaat makan ikan. Padahal dari segi harga maupun dari segi manfaat, makan ikan jauh lebih murah dan manfaatnya lebih sehat dibandingkan dengan daging. Agar Bunda dan keluarga lebih semangat makan ikan, yuk ketahui info menarik dan unik mengenai fakta makan ikan berikut ini:

1.   Fakta ikan yang pertama adalah ikan merupakan sumber terbaik lemak omega-3.

2.  Manfaat makan telur ikan dapat mengatasi kerutan pada wajah.

3.  Dari hasil sebuah study dilaporkan bahwa manfaat makan ikan bagi ibu hamil yang mengonsumsi suplemen minyak ikan, memiliki khasiat dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata pada balita.

4.  Anak-anak dari para ibu yang mengonsumsi minyak ikan ternyata mempunyai nilai lebih tinggi pada daya nalar (kekomprehensifan), kemampuan mengingat frase yang panjang dan lebih kaya kosa kata.

5.  Fakta makan ikan dapat menurunkan risiko penyakit AMD (Age-Related Macular Disease) atau kondisi memburuknya penglihatan secara progresif.

6.  Laki-laki yang lebih banyak makan ikan mempunyai risiko menderita kanker prostat lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki yang sedikit atau tidak sama sekali makan ikan.

7.  Manfaat makan ikan pada laki-laki dapat membuat fisiknya menjadi lebih aktif.

8.  Fakta makan ikan, terutama yang banyak mengandung asam lemak omega -3 seperti salem, herring dan mackerel dapat menghalangi pertumbuhan sel kanker prostat.

9.  Omega-3 pada ikan juga dapat menjadikan jantung sehat. Omega-3 memiliki fungsi dapat membantu mencegah pembekuan darah di dinding arteri, yang pada akhirnya dapat melindungi dari serangan penyakit jantung.

10. Faktanya, ikan dan keluarga besarnya mengandung nutrisi penting seperti asam lemak omega 3, protein, selenium, besi, zinc (seng) yang dapat menguatkan kuku dan tulang.

11. Manfaat makan ikan secara rutin bagi ibu hamil mampu turunkan risiko kelahiran premature dan berat lahir bayi yang rendah.

12. Fakta makan ikan juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit asma pada anak-anak.

13. Manfaat makan ikan kurangi risiko kanker ginjal. Sebuah studi di Swedia menemukan bahwa para wanita yang mengonsumsi ikan berlemak satu kali atau lebih dalam seminggu, mempunyai kemungkinan 44% lebih rendah terhadap penyakit kanker ginjal.

14. Fakta ikan lainnya, makan ikan kurangi risiko diabetes pada anak-anak. Belum lama ini, Journal of the American Medical Association (JAMA) telah mempublikasikan studi internasional baru tentang peran makan ikan yang dapat mengurangi risiko penyakit diabetes pada anak-anak.

15. Manfaat makan ikan dapat mengindari dan meminimalkan penyakit serius atau kronis seperti serangan jantung, stroke, diabetes, kanker rahim, depresi, dan gangguan ketidakstabilan emosi lainnya.

16. Manfaat makan ikan dan seafood dapat mengurangi gangguan kesehatan mental.

17. Para ibu yang makan ikan paling banyak selama kehamilan, akan mempunyai anak dengan kemampuan gerak dan kognitif lebih baik.

18. Makan dengan menu ikan dapat tingkatkan kemampuan bahasa dan kecerdasan anak. Wanita yang mengonsumsi ikan secara rutin selama kehamilan akan mempunyai anak dengan kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik sebelum usia 18 bulan.

19. Mengonsumsi minyak ikan secara rutin terbukti dapat mencegah penyakit kanker kulit.

20. Fakta makan ikan bagi ibu hamil lainnya dapat mengurangi depresi pasca melahirkan, mood swing, dan babyblues.

21. Produk ekstrak ikan gabus berguna untuk membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat kesembuhan dan pemulihan penderita kekurangan albumin, protein, haemoglobin, zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson, jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan lainnya.

22. Mengonsumsi ikan lebih banyak dapat meningkatkan stamina serta mencegah stroke.

23. Manfaat makan ikan juga cocok untuk orang yang sedang diet. Dengan pola makan yang benar mengonsumsi ikan dapat mencegah kegemukan.

24. Omega 3 pada ikan memiliki fungsi dapat memperbaiki fungsi paru-paru.

25. Manfaat mengonsumsi minyak ikan dengan kandungan EPA yang tinggi, dapat mengurangi gejala schizophrenia.

26. Mengonsumsi minyak ikan secara teratur juga dapat mengatasi masalah kepribadian yang diderita oleh remaja.

27. Mengonsumsi ikan menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah kekurangan selenium. Penyakit kekurangan selenium antara lain pertumbuhan lambat, distrofi otot atau hilangnya jaringan otot, necrosis jantung, ginjal, dan hati.

28. Kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi dan ayam.

29. Nutrisi dan vitamin pada ikan berperan dalam pengembangan daya penglihatan dan pertumbuhan syaraf di retina mata.

30. Nutisi pada ikan juga dapat menurunkan gejala sindrom mata kering

31. Manfaat makan ikan juga baik untuk kulit. Mengonsumsi ikan dapat membantu mengurangi pengaruh penuaan dini akibat matahari.

32. Fakta makan ikan dapat menyehatkan persendian, yaitu membantu mengurangi gejala dan peradangan yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis.

33. Manfaat makan ikan lainnya dapat membantu melindungi dari serangan jantung dan kematian mendadak.

34. Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengonsumsi asam amino omega 3 mempunyai kecerdasan dan ketrampilan sosial lebih baik dibandingkan dengan yang dilahirkan oleh ibu yang tidak mengonsumsi asam amino omega 3.

35. Nutrisi pada ikan merupakan salah satu sumber vitamin B12 yang berfungsi mencegah kelainan system saraf pusat, gangguan mood, serta demensia. (dapurkobe/bangun banua)

Tanjung Redeb  -

Puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti pesta bakar ikan atau Irau Manutung Jukut tahun ini, yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke 66 Kabupaten Berau dan ke 209 Kota Tanjung Redeb, tak terkecuali Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. Keikutsertaan Dinkes kali ini bukan hanya untuk sekadar  memeriahkan pesta rakyat tersebut, tetapi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya mengkonsumsi ikan.

Karena ini menjadi bagian dari program pemerintah agar masyarakat gemar makan ikan, sebagai asupan nutrisi dengan kandungan protein tinggi, dan juga mencegah stunting (permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, sehingga menyebabkan kerdil. Umumnya hal itu disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi), maka momen ini mejadi waktu yang pas bagi Dinkes untuk mengajak masyarakat makan ikan.

Beragan jenis ikan dari hasil laut Berau disediakan di stand Dinkes Berau. Dan saat pengunjung atau warga menikmati ikan tersebut, juga dijelaskan betapa pentingnya peran ikan bagi tubuh, terlebih jika dikonsumsi anak-anak.

Ikan sangat baik bagi organ kardiovaskular seperti jantung, pembuluh darah arteri, dan pembuluh darah vena, karena kandungan asam lemak omega 3 yang ada di dalam ikan. Dengan rutin mengkonsumsi ikan, kita juga akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan gagal jantung.

Terlebih, salah satu sumber makanan yang melimpah di Indonesia adalah ikan, khususnya di Berau. Dengan kandungan nilai gizi yang tinggi, ikan sebenarnya bisa dijadikan pilihan utama penduduk negara maritim seperti Indonesia untuk mencegah stunting. Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang ditandai dengan tubuh pendek atau kerdil serta tingkat kecerdasan kognitif yang rendah. Diharapkan dengan banyaknya peserta yang ikut akan menjadi sosialisasi untuk gemar makan ikan daripada daging.

Pesta Manutung Jukut ini telah digelar sejak beberapa tahun yang lalu, dengan maksud untuk menjalin keakraban dan silaturahmi sesama warga. Serta meningkatkan kegemaran masyarakat dalam mengkonsumsi ikan, yang di dalamnya mengandung protein yang baik untuk kesehatan masyarakat dan juga untuk pertumbuhan dan perkembangan bagi anak. (bangun banua)

Sejak adanya kabut asap meyeliputi beberapa daerah di Indonesia dan Kabupaten Berau, otomatis masyarakat sekarang dalam bepergia keluar rumah, kerap mengenakan masker mulut.

Memang mengenakan  masker mulut saat bepergian, membuat malas, pasalnya  kadang pakai masker mulut bikin napas jadi tidak bebas dan terasa pengap. Namun, hal ini ternyata sebanding dengan manfaatnya. Ya, bukan sekadar gaya-gayaan, pakai masker mulut saat bepergian itu penting. Kenapa penting?

Karena banyak sekali manfaatnya, mau tahu ....ini manfaatnya  

1.   Mencegah infeksi menular

Bagi orang yang sedang mengidap penyakit pernapasan, memakai masker adalah hal yang sangat wajib. Misalnya, ketika Anda menderita influenza atau bahkan batuk, orang di sekitar Anda dapat tertular melalui udara.

Nah, saat bepergian ataupun sedang bersama orang lain, sangat disarankan untuk menggunakan masker mulut agar orang-orang tidak tertular penyakit Anda. Atau bisa juga sebaliknya, mengunakan masker mulut saat bepergian juga bisa membuat Anda terjaga dari penularan infeksi pernapasan dari orang-orang sekitar.

2. Menjaga paru-paru dari polusi

Saat ini, udara sudah kotor tercemar polusi, apalagi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.  Nah, dengan menggunakai masker mulut saat bepergian ataupun berkendara, mencegah udara kotor masuk ke dalam pernapasan.

Masker bisa menyaring udara yang kotor tersebut sebelum terhirup oleh hidung Anda. Apabila Anda sering beraktivitas di luar dengan kendaraan bermotor, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan masker anti polusi agar paru Anda setidaknya lebih sehat dibandingkan orang yang tidak menggunakan masker. Nah, ini beberapa dampak jika Anda terlalu sering menghirup polusi udara.

·         Iritasi pada jaringan rongga hidung

·         Asma

·         Penyakit serangan jantung

·         Stroke

·         Penyakit kardiovaskular lainnya.

2.   Menghalangi sinar matahari

Nah, selain mengurangi peluang terpaparnya polusi, manfaat menggunakan masker juga bisa mencegah wajah terpapar sinar matahari saat berkendara. Terdapat banyak efek yang dapat Anda dapatkan jika terlalu sering terkena sinar matahari.

·         Kulit kemerahan

·         Dehidrasi

·         Kulit kering

·         Timbul rasa gatal pada wajah

Cara memakai masker saat berkendara atau bepergian

 

Lapisan yang ada pada masker ternyata bisa mencegah bakteri dan polusi tersebar ke tubuh kita. Nah, pilihan yang tepat adalah memakai masker sekali pakai dan menggantinya ketika sudah terasa lembab.

Masker kendaraan sebaiknya hanya boleh digunakan maksimal 8 jam. Berikut beberapa cara untuk menggunakan masker mulut dengan benar saat bepergian.

1.    Tarik tali masker sampai tersampir pada daun telinga dan pastikan masker menutupi mulut dan hidung.

2.    Tekan strip logam pada masker agar mengikuti bentuk hidung Anda.

3.    Setelah masker sudah tidak digunakan lagi, Anda bisa melepaskannya.

4.    Buang masker dan jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun setelah membuangnya.

Nah, setelah Anda mengetahui manfaat menggunakan masker saat berkendara dan bagaimana cara memakainya, sudah pasti Anda lebih berwaspada terhadap sekitar Anda. Dunia yang kita tinggali sekarang telah dipenuhi dengan polusi dan tidak sedikit orang yang terpapar penyakit karenanya. Oleh karena itu, kegunaan masker sangatlah penting untuk mengurangi peluang tersebut terjadi.

Selain menggunakan masker anti polusi, Anda juga harus menerapkan gaya hidup sehat dan mengingatkan keluarga dan teman Anda untuk memakai masker demi kesehatan mereka.(helosehat/bangun banua)

 
 

Tanjung Redeb –

Menyikapi adanya kabut asap di wilayah Kabupaten Berau, Dinas Kesehatan Berau Selasa pagi (17/9) membagikan 205.000 masker dibeberapa titik Kabupaten Berau.

Aksi dengan titel Gerakan Memakai Masker Serentak ini menurunkan mulai Kabag dan kepasa seksi serta staf di Dinkes, serta staf di puskesmas puskesmas serta relawan  yang membantu.

Disebutkan Garna Sudarsono Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Berau, gerakan memakai masker sserentak ii meuakan gerakan yang mengajak masyarakat untuk menjaga diri dari debu dan asap saat ini. dengan dibagikan masker ini , ada seruan dari Dinkes Bera kepada masyarakat untuk terus menggunakan asskeer jika bepegian ke lua rumah.

Disebutkan, bahwa tujuan mengenakan masker agar terjaga dari penularan infeksi dari orang sekitar. Disamping menjaga paru-paru dari polusi.

Saat ini, udara sudah kotor tercemar polusi, dengan menggunakai masker mulut saat bepergian ataupun berkendara, mencegah udara kotor masuk ke dalam pernapasan.

Disebutkan masker bisa menyaring udara yang kotor tersebut sebelum terhirup oleh hidung Anda. Apabila kita sering beraktivitas di luar dengan kendaraan bermotor, bisa mempertimbangkan untuk menggunakan masker anti polusi agar paru setidaknya lebih sehat dibandingkan orang yang tidak menggunakan masker.

Ditambahkan Garna, bagi orang yang sedang mengidap penyakit pernapasan, memakai masker adalah hal yang sangat wajib. Misalnya, ketika  menderita influenza atau bahkan batuk, orang di sekitar Anda dapat tertular melalui udara.

Adapun titik titik dibagikannya 205.000 masker yakni , untuk tadi pagi di start bundar atau simpang jalan  SA Maulana Pangeran Antasari, lima ribu masker di bagikan.

Selebihnya ada di jalan Mangga 2, jalan H Isa I teptnya di depan Puskesmas Bugis, simpang 4 Teluk Bayur, Simpang PLN Sambaliung, puskesmas Kecamatan Kelay, dan didepan puskesmas Tepian Buah. (Bangun Banua)

Page 1 of 6