Helda

Helda

TANJUNG REDEB WEBSITE DINKES- 
Kader Posyandu sejumlah 100-an orang di Balai Mufakat pada Kamis (26/11/2020) diberikan pengetahuan tanda atau gejala awal kanker payudara. Sebelumnya di paparkan mengena Sadari yaitu pemeriksaan payudara sendiri.  
Tenaga kesehatan di Puskesmas Kampung Bugis dr Datik Yuli menjelaskan selain Sadari (pemeriksaan payudara sendiri), ada pula Sadanis yakni pemeriksaan payudara secara klinis. Sadanis  diperlukan untuk menentukan apakah benjolan dan penyebab perubahan pada payudara merupakan tanda dan gejala awal dari kanker payudara atau benjolan.
Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain adalah pemeriksaan fisik oleh dokter, dan pemeriksaan penunjang seperti: mammogram, magnetic resonance imaging (MRI), dan USG. Jika terdapat kecurigaan akan adanya kanker, maka dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan biopsi.
Periksa payudara lebih sering jika usia telah mencapai 50 tahun atau lebih, atau jika terdapat riwayat keluarga yang terdiagnosis kanker payudara. 
Pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kanker juga perlu dilakukan secara teratur agar kelainan pada payudara dapat diketahui sejak dini.
Itulah mengapa SADANIS sangat penting karena dilakukan oleh dokter yang kompeten dan berpengalaman, sehingga benjolan atau kelainan pada payudara dapat segera diketahui, bahkan bila benjolan masih berukuran sangat kecil. (hel/bangun banua)
TANJUNG REDEB WEBSITE DINKES-
Acara refresing kader Posyandu pada Kamis (26/11/2020) lalu memberikan pengetahuan tentang  Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), yang dipaparkan  dr Datik Yuli dokter yang bertugas di Puskesmas Kampung Bugis. Dipaparkan bahwa Sadari dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. 
Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani.
Penting untuk menyadari bagaimana bentuk normal payudara dan ada tidaknya perubahan dari waktu ke waktu. Payudara umumnya akan terasa berbeda di masa menstruasi. Sebelum dan selama periode ini, kebanyakan wanita merasa payudaranya akan menjadi makin kencang dan padat. Memasuki masa menopause, payudara akan terasa lebih kendur dan lembut.
Namun ada perubahan tertentu yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi adanya penyakit. Pemeriksaan payudara sendiri umumnya bertujuan untuk mengetahui bentuk payudara normal, menyadari ada tidaknya perubahan pada payudara, dan agar perubahan apa pun dapat segera dikonsultasikan dan tidak terlambat ditangani. Dengan deteksi dini payudara, banyak wanita berhasil selamat dari kanker payudara.
Bagaimana Cara Memeriksa Payudara?
Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah periode menstruasi  berakhir. Pada masa menstruasi, kadar hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang.
Terdapat beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan. Anda dapat memilih yang sesuai dengan kenyamanan Anda.
Di depan cermin
Untuk melakukan pemeriksaan SADARI, diperlukan tangan, penglihatan, dan cermin. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan tersebut dan lakukan cara berikut.
• Perhatikan payudara, kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).
• Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.
• Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
• Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
• Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah.
• Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting Anda. Tempatkan jempol dan jari telunjuk Anda di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.
Saat mandi, juga dapat memeriksa payudara saat mandi. Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara. Angkat satu tangan ke belakang kepala. Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. Lakukan pada payudara di sisi lain.
Berbaring
Pemeriksaan SADARI juga dapat dilakukan dengan berbaring. Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman. Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa.
• Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.
• Ibaratkan payudara seperti permukaan jam. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.(hel/bangun banua)
TANJUNG REDEB WEBSITE DINKES-
Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular dengan melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring-evaluasi. Pada Kamis (26/11/2020) sekitar  100 an kader posyandu dari 23 posyandu di Berau, diskrining penyakit tidak menular (PTM) oleh Puskesmas Kampung Bugis di Balai Mufakat Tanjung Redeb.
Skrining ini bersamaan dengan acara refresing kader posyandu dengan acara pemberian materi mengenai, kanker payudara, kanker leher rahim dan diabetes melitus. 
Kegiatan skrining, kader posyadu diperiksa  meliputi IMT (indeks masa tubuh), cek gula darah, tekanan darah, dan kolestrol.    
Menurut keterangan Kepala UPT Puskesmas Kampung Bugis Bachri Karta Kesuma Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan, tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia.
Penyakit tidak menular sering dianggap tidak berbahaya dibanding penyakit menular. Padahal pembunuh nomor satu justru masuk pada kategori penyakit tidak menular seperti serangan jantung, diabetes, ginjal, dan lain-lain. Bahkan kini, penyakit tersebut mengenai usia muda 20 - 40 tahun.
Selain gaya hidup yang tidak sehat (perilaku merokok, konsumsi alkohol, diet yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik), perilaku yang serba kompetitif akan meningkatkan stres, dan tekanan darah ditambah kondisi lingkungan yang penuh polusi menambah deretan faktor resiko penyebab PTM.
Diharapkan dengan hasil yang diperoleh dapat meningkatkan kewaspadaan personal dan institusi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit tidak menular. Sehingga dapat menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular.
Perilaku CERDIK dalam mengendalikan PTM yaitu,  C : Cek kondisi kesehatan secara rutin, E :�Enyahkan asap rokok, R :�Rajin aktivitas fisik, D :�Diet sehat dengan kalori seimbang, I :�Istirahat yang cukup, dan terakhir K :�Kelola stress. (Hel/bangun banua)
TANJUNG REDEB WEBSITE DINKES-
Adanya Kader Posyandu sangat membantu pemerintah dalam menyehatkan anak bangsa. Dengan suksesnya kegiatan posyandu , tumbuh kembang anak akan lebih baik. Hal itu disampaikan Bachri Karta Kesuma Kepala UPT Puskesmas Kampung Bugis pada acara Refresing Kader Posyandu Balita UPT Puskesmas Kampung Bugis di Balai Mufakat, Kamis (26/11/2020) tadi pagi. 
“Peran serta kader penting dalam masa pandemi ini, untuk mencegah penularan covid 19, sehingga di posyandu, para kader terus menyampaikan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Bachri.
Reresing kader posyandu ini diikuti kurang lebih 100-an orang kader dari 23 posyandu yang ada di Kabupaten Berau.
Sementara itu menurut keterangan dr Datik Yuli pemteri dalam acara refresing , kader posyandu diberikan cara screening faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) ,   kanker serviks, kanker payudara, hipertensi dan diabetes mellitus.
Mengapa acara semacam sosialisasi ini disebut refresing ? seperti yang tertera di spanduk “
Disebutkan dr Datik Yuli bahwa sebelumnya telah pernah diberikan materi materi seperti ini kepada kader posyandu, ini adalah pengulangan dan mengigatkan kembali kepada kader mengenai PTM (penyakit tidak menular). 
Selain diberikan materi mengenai PTM, masing masing posyandu diberikan masker oleh Puskesmas Kampung Bugis.(hel/bangun banua).
TANJUNG REDEB WEBSITE DINKES-
Masih dalam suasana peringatan Hari Kesehatan Nasioal (HKN) ke 56 yang setiap tahun diperingati pada tanggal 12 November, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengadakan bakti sosial pada Rabu (25/11/2020)  pemeriksaan kesehatan gratis di kampung Tepian Buah Kecamatan Segah.
Acara ini disambut warga Tepian Buah, berbondong bondong mendatangi Balai Adat Kampung untuk dapat memeriksakan diri.
Menurut keterangan Maria Promkes Puskesmas Segah, bahwa pemeriksaan gratis ini ini diikuti sejumalh 75 warga.
Meliputi  cek asam urat, kolesterol dan gula darah. Selain itu warga terutama lansia diajarkan  senam lansia secara bersama.
“Masyarakat sangat senang dan berterima kasih sekali dengan adanya kegiatan baksos dalam rangka HKN ini mereka berharap setiap tahunnya ada kegiatan seperti ini lagi karena mereka bisa tahu bagaimana keadaan kesehatan mereka dan mereka mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan  kesehatan mereka,” papar Maria.
Ditambahkan setelah dilakukan pemeriksaan masyarakat  diberikan edukasi berupa konseling yang berkaitan dengan makanan serta pola hidup yang sesuai dengan penyakit yang mereka derita.
Ditambahka Maria, untuk lansia  juga senang karena ada senam lansia, lansia menjadi terhibur dan bisa mempraktekkan di rumah masing, okarena gerakknnya yang sederhana tapi sangat bermanfaat untuk tubuh.
“ Untuk Lansia yang  mudah lupa, tenaga kesehatan memberikan catatan kecil di sebuah kertas untuk makanan yang boleh di makan dan tidak boleh di makan,” tambah Maria mengenai masyarakat lansia.
 Warga Tepian Buah Kecamatan Segah  sangat mendukung kegiatan bakti social ini dan berharap  di adakan setiap tahun. (hel/bangun banua)
TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
Di dalam orientasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang digelar oleh Dinkes Kesehatan Kabupaten  Berau untuk tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Berau tanggal 23-25 November 2020 kemarin, ada 5 pilar yang di usung dalam STBN. Pilar pertama stop buang air besar sembarangan, kemudian pilar kedua adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan yang ketiga adalah Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM RT), pilar keempat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan pilar kelima Pengmanan Limbah Cair Rumah Tangga. 
Dipaparkan dalam orientasi bahwa proses pengamanan limbah cair yang aman pada tingkat rumah tangga untuk menghindari terjadinya genangan air limbah yang berpotensi menimbulkan penyakit berbasis lingkungan.
Cara Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga, Limbah cair rumah tangga adalah cairan limbah rumah tangga yang berasal dari hasil mencuci dan hasil memasak. Limbah ini harus diberlakukan berbeda dengan limbah yang berasal dari tinja. Sehingga limbah cair ini tidak boleh di buang di septitank. Kandungan sabun yang ada di limbah ini, mampu membunuh mikroorganisme atau bakteri yang bertugas mengurai limbah tinja.
Untuk menyalurkan limbah cair rumah tangga diperlukan sarana berupa sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Limbah cair rumah tangga yang berupa tinja dan urine disalurkan ke tangki septik yang dilengkapi dengan sumur resapan. Limbah cair rumah tangga yang berupa air bekas yang dihasilkan dari buangan dapur, kamar mandi, dan sarana cuci tangan disalurkan ke saluran pembuangan air limbah.
Prinsip pengamanan limbah cair rumah tangga adalah, air limbah kamar mandi dan dapur tidak boleh tercampur dengan air dari jamban. Tidak boleh menjadi tempat perindukan vektor (binatang pembawa penyakit), tidak boleh menimbulkan bau. Tidak boleh ada genangan yang menyebabkan lantai licin dan rawan kecelakaan. Terhubung dengan saluran limbah umum/got atau sumur resapan.
Wujud aktifitas perilaku dalam Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga adalah, Melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah. Menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah tangga dan Memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.
Prinsip Teknologi Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga adalah tidak terjadi genangan secara terbuka, teknologi yang dapat dipilih antara lain, saluran dengan pipa disambungkan dengan pembungan secara tertutup. Saluran terbuka dengan pasangan kedap air disambungkan ke tempat penampungan tertutup.
 
Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga merupakan salah satu dari 5 (lima) Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yeng bertujuan untuk mewujudkan kesehatan bagi seluruh masyarakat. (hel/bangun banua)
TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
Di dalam orientasi STBN (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang digelar oleh Dinkes Kesehatan Kabupaten  Berau untuk tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Berau tanggal 23-25 November 2020 kemarin, ada 5 pilar yang di usung dalam STBN. Pilar pertama stop buang air besar sembarangan, kemudian pilar kedua adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan yang ketiga adalah Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM RT).Sedangkan pilar keempat adalah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. 
Seperti yang diuraikan narasumber dalam orientasi STBM bahwa untuk meminimalisir permasalahan sampah maka harus ada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat.
Sampah menurut jenisnya berdasarkan sifatnya, yakni  Sampah Organik (Degradable).  Pengertian sampah organik adalah sampah yang dapat membusuk dan terurai sehingga bisa diolah menjadi kompos. Misalnya, sisa makanan, daun kering, sayuran, dan lain-lain. Kemudian ada Sampah Anorganik (Undegradable), pengertian sampah anorganik adalah sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai. Namun, sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Misalnya botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas, dan lain-lain
Berdasarkan bentuknya, sampah dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya, Sampah Padat yakni  sampah merupaka material yang dibuang oleh manusia (kecuali kotoran manusia). Jenis sampah ini diantaranya plastik bekas, pecahan gelas, kaleng bekas, sampah dapur, dan lain-lain.
Lalu Sampah Car yitu  bahan cair yang tidak dibutuhkan dan dibuang ke tempah sampah. Misalnya, sampah cair dari toilet, sampai cair dari dapur dan tempat cucian.
 
Dari sekian jenis sampah, yang paling krusial hingga menjadi perhatian dunia adalah sampah plastik. Tidak hanya merusak daratan, sampah plastik juga terbawa sampai laut sehingga mengancam ekosistem laut. Kecenderungan orang menggunakan plastik, jika dilihat dari kacamata sosiologi merupakan sebuah fenomena dimana orang ingin cepat dan praktis. Daripada menggunakan bungkus daun dan sebagainya, plastik ini relatif lebih cepat, praktis, murah dan mudah didapat dimana-mana. Untuk itu perlu ada edukasi tentang pentingnya pengetahuan bahaya sampah plastik, kesadaran bagaimana menyikapi plastik.
 Beberapa cara mengurangi sampah plastic, bisa dengan cara membawa tas belanja sendiri, membawa kotak makan sendiri, mengurangi penggunaan tisu basah, menggunakan produk yang dikemas dengan beling kaca atau karton, membawa botol minum sendiri, tidak lagi menggunakan sedotan plastik untuk minuman, melakukan daur ulang sampah plastik.
Lalu apa dampak sampah pada masyarakat?  Pada umumnya sampah memberikan dampak buruk bagi masyarakat, ada tiga dampak sampah terhadap manusia dan lingkungannya: pertama dampak sampah terhadap kesehatan.
Penanganan sampah yang tidak baik akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya. Sampah tersebut akan berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan, seperti, Penyakit diare, tifus, kolera, penyakit jamur, penyakit cacingan.
Bagaimana dampak sampah terhadap lingkungan ?
Selain berdampak buruk terhadap kesehatan manusia, penanganan sampah yang tidak baik juga mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan. Seringkali sampah yang menumpuk di saluran air mengakibatkan aliran air menjadi tidak lancar dan berpotensi mengakibatkan banjir. Selain itu, sampah cair yang berada di sekitar saluran air akan menimbulkan bau tak sedap.
Selanjutnya dampak sampah terhadap sosial dan ekonomi ? Penanganan sampah yang tidak baik juga berdampak pada keadaan sosial dan ekonomi.
Beberapa diantaranya adalah, meningkatnya biaya kesehatan karena timbulnya penyakit, kondisi lingkungan tidak bersih akibat penanganan sampah yang tidak baik. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan. (hel/bangun banua)
TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –
Di dalam orientasi STBN (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang digelar oleh Dinkes Kesehatan Kabupaten  Berau untuk tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Berau tanggal 23-25 November 2020 kemarin, ada 5 pilar yang di usung dalam STBN. Pilar pertama stop buang air besar sembarangan, kemudian pilar kedua adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan yang ketiga adalah Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM RT).
Dalam orientasi ini dipaparkan bagaimana cara pengolahan dan penyimpanan yang aman. 
Pengeloaan makanan yang aman dan sehat yakni pertama dengan menjaga kebersihan, menjaga kebersihan peralatan dan bahan makanan, kedua  mencuci tangan sebelum menyiapkan dan menyajikan makanan, ketiga memisahkan bahan makanan mentah dan makanan matang, keempat menggunakan bahan yang segar dan belum kedaluwarsa.
Untuk memasaknya ,  rebus sampai mendidih, terutama bahan daging, telur, dan hasil laut. Jangan menyimpan makanan dalam suhu kamar (1525 derajat celcius) terlalu lama.
Kemudian  Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, pertama  mengolah air yang akan diminum, kedua Menjaga kebersihan wadah penyimpanan air minum, ketiga  Mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan air minum.
Dalam Pengolahan Air Minum di Rumah Tangga Berbagai Cara Pengolahan Air Minum : 
Ada dengan cara filtrasi atau penyaringan, saringan keramik, lifestraw-klorinasi, klorin cair, aquatbs (klorin tablet).
Dan dengan cara merebus.
Untuk Filtrasi atau Penyaringan Biosand Kelebihan Keterbatasan Efektif menghilangkan protozoa dan lebih dari 90% bakteri Meningkatkan estetika air (jernih dan memperbaiki rasa) Tidak ada perlindungan paska pengolahan. Potensi re-kontaminasi sangat besar. Tidak membutuhkan energi bahan bakar .
Untuk Biosand adalah proses penyaringan secara fisik, yaitu menyaring air melalui media pasir dan lapisan biologis Tidak begitu efektif melumpuhkan virus (meski bisa) Perlu dukungan industri kecil setempat. Jika tidak ada, perlu dibuat atau di datangkan dari daerah lain. Diproduksi dengan bahan bahan yang tersedia di tempat Investasi awalnya relatif lebih mahal Satu kali pemasangan dan hanya memerlukan perawatan minimal Tidak begitu mudah dalam pengiriman Bertahan lama.
 Kemudian ada Filtrasi atau Penyaringan Saringan Keramik Kelebihan Keterbatasan Efektif menghilangkan bakteri dan protozoa Mudah digunakan dan praktis Kekhawatiran atas kandungan kimia dalam air (termasuk lapisan perak) Berumur panjang, jika tidak pecah Tidak ada perlindungan paska pengolahan. Potensi re-kontaminasi sangat besar Relatif murah, karena dapat diproduksi secara lokal merupakan penyaringan air secara fisik dan kimiawi dengan melewatkan air melalui pori-pori keramik yang telah dilapisi bahan desinfektan Belum diketahui efektifitas dalam menghilangkan virus Jika kualitas produksi tidak ada standarisasi, mudah pecah Tidak cocok digunakan untuk mengolah air yang kandungan besi, logamnya tinggi Perlu dukungan industri keramik setempat, jika tidak ada, harus di datangkan dari luar.
Terakhir adalah dengan cara  merebus air. Cara merebus ini sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.  yang mana kelebihan efektif membunuh semua mikroorganisme penyebab penyakit (virus, bakteri, spora bakteri, protozoa, jamur). Diperlukan energi (bahan bakar ataupun biomassa: kayu) sehingga membutuhkan biaya, tidak ramah lingkungan Operasionalnya sederhana, telah banyak dikenal masyarakat Proses mematikan mikroorganisme (virus, bakteri, spora bakteri, jamur, protozoa) penyebab penyakit dengan pemanasan sampai mendidih (3-5 menit). Energi yang diperlukan diperoleh dari pembakaran minyak, gas, kayu atau lainnya. Keterbatasan pencemaran udara di rumah (bila memakai kayu) Tidak ada perlindungan paska pengolahan. Potensi re-kontaminasi sangat besar.
 Kemudian dengan cara Klorinasi yang kelebihan  dan  keerbatasan. Efektif menghilangkan semua bakteri dan sebagian besar virus •Kurang efektif menghilangkan protozoa • Kurang efektif bila digunakan pada air yang keruh dan mengandung material organik •Menghasilkan aroma dan rasa yang khusus • Menghasilkan residual Chlorine yang menjadi perlindungan terhadap rekontaminasi Proses pembubuhan zat khlor kedalam air untuk membunuh bakteri dan virus. •Mudah digunakan, terbukti memberi dampak pada penurunan tingkat diare.
 Llau ada pula Flokulasi dan Disinfeksi Pur,  metode Floakulasi dengan menggunakan koagulan berbahan dasar ferro sulfat ditambah polymer untuk meningkatkan kemampuan koagulasi-flokulasinya. • Disinfeksi dengan kalsium hipokhlorit Kelebihan Keterbatasan •Menghilangkan bakteri, virus, parasit, logam dan pestisida •Menghasilkan residual Chlorine yang menjadi perlindungan terhadap rekontaminasi •Dapat digunakan pada air yang keruh.
Potensi untuk menjadi carcinogenic lebih rendah karena dapat menghilangkan material organik •Dibutuhkan beberapa langkah dalam mengolah air •Membutuhkan banyak peralatan •Volume air yang diolah sedikit sehingga dibutuhkan banyak botol. 
Lalu ada Sodis yang kelebihan pemaparan air minum dengan sinar matahari terutama sinar UV-A untuk merusak dan melumpuhkan mikroorganisme pathogen. •Efektif mengurangi bakteri, virus dan protozoa •Mudah diterima masyarakat karena murah, mudah digunakan, tidak banyak perubahan pada rasa air •Potensi rekontaminasi kecil karena langsung dikonsumsi dari wadahnya yang memiliki ‘mulut’ yang sempit dan tertutup Keterbatasan •Kurang efektif bila air baku sangat keruh •Botol yang digunakan harus dibersihkan secara berkala dalam setelah beberapa waktu botol harus diganti •Volume air yang diolah sedikit sehingga dibutuhkan banyak botol. •Tidak ada perlindungan paska pengolahan. Potensi re-kontaminasi sangat besar. 
Lalu air besih yang telah diolah ini  di simpah pada wadah penyimpanan air minum  untuk lebih menjamin kualitas air minum yang sudah diolah agar terhindar dari kontaminasi ulang.
Untuk kategori wadah yang aman adalah,  mempunyai penutup dan bermulut sempit atau memakai kran, sehingga tangan dan kuman tidak dapat masuk kembali, kebersihannya terjaga.
Wadah Penyimpanan Air Minum • Air sebaiknya disimpan di wadah pengolahannya, hindari sejauh mungkin kontak air minum dengan tangan setelah air minum diolah.
Air yang sudah diolah sebaiknya disimpan dalam wadah yang bersih dan selalu tertutup, jangan minum air langsung dari mulut wada, keran, gunakan gelas yang bersih dan kering. Letakkan wadah penyimpan air minum di tempat yang bersih dan sulit dijangkau oleh binatang.  Hindari menambah air secara terus menerus ke dalam wadah penyimpanan. Gunakan air minum dalam wadah sampai habis. • Wadah air minum sebaiknya dicuci setiap air habis. Disarankan untuk menggunakan air yang sudah diolah untuk bilasan terakhir .(hel/bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -

Dinkes Berau memberikan pelatihan kursus higiene sanitasi makanan kepada penjual makanan jajanan, penjamah makanan, jajanan wisata kuliner yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb, Gunung Tabur dan Sambaliung. Tujuannya untuk untuk meningkatkan pengetahuan penjual makanan terkait aturan dalam menyajikan makanan kepada para konsumen, seperti kesehatan makanan, sumber maupun pengolahan.

“Kursus higiene ini untuk memberikan informasi kepada pedagang apa saja syarat-syarat makanan laik sehat. Kegiatan ini juga sebagai pembinaan dan pengawasan pemerintah kepada penjual makanan jajanan,” jelas Kadinkes Berau Iswahyudi.

Pelatihan ini dilakukan dengan metode presentasi, pembahasan, masukan dan diskusi. Pesertanya adalah penjual makanan di tepian Teratai, Ahmad Yani, Gunung Tabur dan Sambaliung. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan semakin memberikan pemahaman kepada pemilik dan penjual makanan, agar memenuhi syarat-syarat yang telah diberlakukan dalam menjalankan usaha jajanan makanan ini. Apalagi para penjual makanan ini semakin bertambah. Tentu saja perlu adanya pemahaman sehingga menghindarkan resiko kesehatan kepada para konsumen.

“Ini harapan kita agar penjual makanan yang ada bisa mengikuti aturan sesuai dengan standar kesehatan dan persyaratan higiene sanitasi yang telah diatur pemerintah. Pelatihan ini juga menjadi salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi untuk memperoleh laik higiene sanitasi,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan ini juga sebagai bagian dalam mendukung sektor pariwisata. Dengan ditetapkan kawasan wisata kuliner di tepian Teratai, Ahmad Yani, Sambaliung dan Gunung Tabur, tentu saja tingkat higiene sanitasi makanan harus terjaga. Sehingga wisatawan yang datang bisa lebih tenang dalam menikmati sajian yang ditawarkan para penjual makanan.

“Nantinya juga mereka akan diberikan stiker dari Dinas Kesehatan, yang menandakan bahwa penjual tersebut telah memenuhi berbagai persyaratan kesehatan. Target kita seluruh penjual makanan ini bisa memenuhi standar yang ada,” pungkasnya. (hms/bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -

Pemerintah Kelurahan Sambaliung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sambaliung, memberikan kursus higienis sanitasi makanan bagi para pedagang khususnya di Tepian Sambaliung. Lurah Sambaliung Didi Mulyadi, mengaku bersyukur dengan kursus yang khusus dilaksanakan di aula SMAN 4 Berau kemarin (20/11/2020) itu.

“Dalam kegiatan itu para pedagang diberikan pemahaman mengenai bagaimana cara menjaga makanan tetap higienis. Termasuk diberi tahu tentang zat yang terkandung dalam makanan, pengolahan makanan, hingga penyajian. Dengan begitu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menyajikan makanan yang sehat dan bersih,” ungkapnya ditemui usai kegiatan.

Yang lebih diapresiasinya lagi, ialah pemberian sertifikat yang tidak diberikan semata-mata kepada seluruh peserta. Untuk mendapatkannya, peserta harus melewati berbagai tes dan mendapatkan nilai diatas 60, dengan demikian, setiap pelaku UMKM dipastikan benar-benar paham tentang apa yang disampaikan, baru bisa mendapatkan sertifikat tersebut.

“Tapi di kegiatan hari ini tetap ada sekali remedial bagi yang mendapatkan nilai dibawah 60. Apalagi sertifikat itu juga sangat berguna, terlebih di masa pandemi saat ini. Karena salah satu syarat usaha di masa pandemi ialah penerapan protokol kesehatan dan kebersihan. Jika diketahui ada pedagang yang melanggar syarat tersebut, maka usahanya akan diberikan peringatan ataupun ditutup,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa menyajikan makanan yang higienis, guna menciptakan makanan yang sehat dan juga terjaganya kualitas makanannya. Selain itu, dengan melihat perkembangan banyaknya bermunculan pedagang sejak adanya pandemi, Kelurahan Sambaliung berusaha memberikan opsi terbaik.

“Kami juga akan selalu berupaya memfasilitasi masyarakat kami yang ingin berusaha, termasuk menyediakan tempat di tepian Sambaliung,” ucapnya. (bangun banua)

Page 1 of 27