Helda

Helda

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
 
Tiga bulan mendapatkan perawatan di RSUD Abdul Rivai, akhirnya Selasa (14/7/2020), pasien COVID-19 terakhir dari klaster Gowa yakni Berau-10 dinyatakan sembuh. Ini setelah dua kali berturut-turut hasil swabnya negatif. 
 
Selain itu, Berau-39 warga Kampung Pilanjau Kecamatan Sambaliung, yang merupakan pelaku perjalanan dari Maluku juga dinyatakan sembuh. Namun, berita gembira ini juga dibarengi penambahan dua kasus positif baru.
 
"Satu dari warga Kelurahan Bedungun yakni Berau-51 yang merupakan kontak erat pada lingkungan kerja Berau-45 yang meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Dan satunya lagi adalah Berau-52 warga Kampung Tumbit Dayak Kecamatan Sambaliung, pelaku perjalanan dari Kota Medan," jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, Iswahyudi.
 
Untuk Berau-51, dikatakannya adalah hasil tracing lanjutan Berau-45. Dimana sampel dikirim 9 Juli 2020 ke Labkesda Provinsi Kaltim, dan ternyata hasilnya positif.
 
Hingga Selasa sore, masih ada 9 pasien positif COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. Mereka adalah 4 orang anggota keluarga Berau-45 dan 5 pelaku perjalanan. (bangun banua)
TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
 
Setelah lama bertahan tanpa kasus meninggal dunia (MD) akibat COVID-19, Sabtu (11/7/2020) malam, di Balai Mufakat Jalan Cendana, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau merilis kasus MD pertama yakni Berau 45. 
 
Dikatakan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, H.Muharram, Berau 45 Meninggal dunia setelah 5 hari dirawat intensif di RSUD Abdul Rivai, akibat pneumonia berat. Selama dirawat, dikatakannya jika kondisi pasien terus mengalami penurunan hingga akhirnya gagal nafas.
 
"Kondisi paru-paru pasien ini sudah tidak normal. Sejak dirawat 6 Juli 2020 lalu, Pneumonia akibat virus Corona sudah menyerang hampir seluruh bagian paru-parunya. Dan Berau 45 dinyatakan meninggal dunia 11 Juli 2020 pukul 16.19 WITA, dan sudah dimakamkan sekitar pukul 18.00 WITA di pemakaman yang khusus disiapkan bagi pasien COVID-19 yakni di Jalan Bukit Ria Tanjung Redeb," jelasnya.
 
Untuk kasus MD pertama di Berau ini dikatakan Muharram memang pasien terlambat ditangani. Ini karena yang bersangkutan tidak mau melapor dan agak lama juga baru mau dites swab.
 
Selain kasus kematian pertama karena COVID-19, juga dirilis penambahan kasus positif yakni nyonya RIA (Berau 50), yang merupakan istri dari Berau 45. Selain itu ada juga 1 pelaku perjalanan dari Makassar yakni BR (Berau 49) warga Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb, yang merupakan salah satu karyawan tambang yang kembali dari cuti.
 
Sedangkan untuk ODP dan PDP yang juga sempat kontak dengan keluarga Berau 45 sudah dikarantina mandiri selama 14 hari, dan hasil swabnya negatif. Sampai saat ini tracing masih terus dilakukan dan terus bertambah. 
 
Hingga Sabtu malam rekapitulasi kasus COVID-19 Berau adalah, untuk pasien positif yang mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai sebanyak 9 orang, dan kematian akibat Corona sudah 1 orang. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Cantika Swara di Jalan Pulau Panjang, ditutup secara resmi pengoperasiannya Rabu (8/7/2020) pagi, karena tak ada penambahan ODP dan PDP sejak sebulan terakhir. Penutupan ditandai dengan pelepasan balon  oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, H.Muharram didampingi Sekda M.Gazali, Ketua Satgas RSDC dr.Jusram, Direktur RSUD Abdul Rivai dr.Nurmin Baso, dan Ketua DPRD Berau Madri Pani.

RSDC ini adalah salah satu fasilitas khusus yang disiapkan Pemkab Berau untuk mengawasi dan merawat ODP serta PDP, yang dioperasikan sejak awal April 2020. 4 dokter dan 28 perawat (14 perawat dari rekrutmen relawan dan 14 perawat dari puskesmas dan RSUD Abdul Rivai) yang disiapkan untuk penanganan semua pasien disana, mendapat penghargaan dari Pemkab Berau.

“Terimakasih untuk semua tenaga medis yang sudah berjuang maksimal sebagai garda terdepan untuk merawat pasien di RSDC ini. Meskipun sudah tidak ada ODP dan PDP, kita tetap harus waspada dan tetap disiplin menjalankan semua protokol kesehatan yang ada,” terang Muharram.

RSDC ini sebenarnya sudah tidak beroperasi sejak 1 Juli 2020. Bahkan, sejak pertengahan Juni memang hampir tidak ada penambahan ODP maupun PDP lagi. Terlebih dengan penambahan ruang isolasi di RSUD Abdul Rivai bagi pasien positif COVID-19, sampai saat ini masih bisa menampung jumlah pasien positif yang ada. Namun, untuk tenaga kesehatan yang ada masih tetap berjaga jika tiba-tiba ada penambahan kasus pemantauan dan pengawasan ada lagi. Tak hanya untuk pasien PDP, RSDC juga menjadi tempat istirahat para nakes yang merawat pasien COVID-19 di RSUD Abdul Rivai.

Untuk tenaga medis yang bertugas di RSDC ini kontraknya juga sudah selesai per 30 Juni 2020. Dan ini juga sama waktunya dengan habisnya masa peminjaman gedung oleh Bank Kaltimtara. Sejak awal merebaknya pandemi corona di Bumi Batiwakkal ini, tercatat ada 167 ODP yang dipantau dan 71 PDP yang diawasi. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Berselang sehari, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Berau kembali merilis penambahan kasus positif sebanyak 3 orang. Ketiganya merupakan kontak serumah dengan Berau 45 yang dinyatakan positif Selasa kemarin.

“Hasil tracing didapati terjadinya transmisi lokal dari Berau 45 ini, karena 3 orang yang menyusul dinyatakan positif COVID-19 adalah anak-anaknya. Tetapi, untuk kepastian apakah dari si anak atau orangtuanya yang menularkan atau tertular itu belum diketahui. Riwayat kontak mereka berempat ini juga masih kita telusuri. Dan dari pengakuan masing-masing tidak ada yang pernah melakukan perjalanan ke luar daerah Berau,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, Iswahyudi, melalui zoom meeting dengan media, Rabu (8/7/2020) siang.

Penambahan 3 pasien positif baru adalah EAS – Berau 46 (22 tahun), dan dua anak perempuan yakni FCS – Berau 47 (18 tahun) dan SCS – Berau 48 (9 tahun). Sedangkan untuk tenaga nakes yang sempat memeriksa Berau 45 di Klinik Tirta dan rekan sekerjanya, masih menunggu hasil swab.

“Untuk Berau 45 juga diketahui mobilitasnya cukup tinggi karena bekerja di pelayanan publik dan kemungkinan bertemu banyak orang. Jadi, saya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan jalankan protokol kesehatan yang ada, selalu gunakan masker apapun aktivitasnya dan terpenting hindari kontak fisik dengan siapapun yang ditemui saat keluar rumah. Kalaupun sudah kembali ke rumah, segera bersihkan diri, mencuci tangan dan berganti pakaian,” tambahnya.

Dengan adanya kasus penambahan positif yang kembali terjadi di Berau, Iswahyudi tak bosan mengingatkan pentingnya mematuhi semua protokol kesehatan yang dibuat, baik di tempat ibadah, tempat wisata dan THM. Karena, dari kasus baru ini bisa dilihat jika usia muda pun bisa saja terpapar COVID-19.

“Juga untuk pelaksanaan RDT perlu diketahui sangat penting bagi semua pelaku perjalanan. Karena RDT ini bukan semata hanya syarat untuk naik pesawat saja, tetapi juga untuk keselamatan keluarga di rumah. Itulah mengapa kita selalu mengingatkan juga untuk para pelaku perjalanan dengan RDT negatif, begitu sampai di daerah tujuan agar melakukan karantina mandiri di rumah sebelum kembali beraktivitas,” tutupnya.

Hingga Rabu sore ini, rekapitulasi penanganan COVID-19 di Berau sudah ada 8 orang positif yang dirawat di RSUD Abdul Rivai. Penambahan kasus terjadi dua hari berturut-turut yang merupakan klaster lokal dan transmisi lokal. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES -
 
Selasa (7/7/2020) siang juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 Berau Iswahyudi menyampaikan rilis penambahan satu kasus warga Kelurahan Bedungun Kecamatan Tanjung Redeb, dinyatakan positif setelah melakukan tes swab di Klinik Tirta pada Senin (6/7/2020). Yang mengejutkan adalah pasien Berau 45 (JS) yang merupakan salah satu pegawai pemerintahan, tidak pernah melakukan perjalanan dari dan keluar Berau, serta tidak pernah melakukan kontak dengan ODP, PDP maupun pasien positif lainnya.
 
"Kondisi pasien yang baru masuk ini cukup berat. Gejala batuk, sakit tenggorokan, demam kemudian sesak nafas yang dirasakan. Dan saat ini sudah dilakukan tracking yang pernah kontak dengan Berau 45, yakni keluarga (istri dan anak), rekan di tempat kerja sekitar 20 orang dan 10 orang dari nakes di klinik Tirta," jelas Iswahyudi ditemui di sela rapat dengan DPRD Berau..
 
Diketahui, Berau 45 ini sebelumnya merasakan sakit dan melakukan pemeriksaan. Melihat hasil rontgen kondisi paru-parunya tidak bagus, maka langsung dilakukan swab Senin sore dan didapati hasilnya ternyata positif.
 
"Kondisi Berau 45 ini hampir sama dengan Berau 1 yang juga sempat drop saat dirawat. Namun, ternyata Berau 1 bisa sembuh dan diharapkan juga kondisi Berau 45 ini juga terus membaik saat dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai," tambahnya.
 
Dengan adanya kasus baru ini, Iswahyudi meminta ke masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, dengan adanya kasus lokal ini juga menandakan kalau virus COVID-19 masih ada di tengah-tengah masyarakat.
 
"Kita belum tahu pasti dari mana dan bagaimana Berau 45 ini bisa terpapar COVID-19. Yang pasti masyarakat harus tetap waspada dan jangan menganggap pandemi ini sudah hilang karena menuju new normal," tutupnya.
 
Hingga Selasa sore, rekapitulasi penanganan COVID-19 di Berau untuk ODP dan PDP di angka nol. sedangkan kasus positif tembus angka 45, dimana 40 orang sembuh dan 5 pasien masih dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. (bangun banua)

TANJUNG REDEB,WEBSITE DINKES –

Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Keluarga Nasional 2020 di Berau. Total 20 faskes di 4 kecamatan yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur ramai dikunjungi para ibu. Bukan untuk berobat, melainkan mereka ingin mendapatkan pelayanan KB gratis yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Senin (29/6/2020). Ini adalah rangkaian acara Harganas ke-27 BKKBN bersama DPPKBP3A, berupa 1 juta akseptor yang akan dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Acara ini berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dengan pengadaan pelayanan KB secara serentak dan gratis. Kami juga tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai arahan, dimana ini semua untuk menghindari dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Berau. Pelayanan kontrasepsi yang diberikan yakni IUD, implan, suntik, pil dan kondom. Peserta akseptor cukup membawa KTP untuk didata. Pelayanan yang diberikan dimulai sejak pagi hari. Untuk pendaftaran dibuka dari jam 08.00-11.00 WITA, dan pelayanan KBnya dimulai dari jam 08.00-14.00 WITA,” jelas Kepala DPPKB3A Hj. Rohaini.

Terkait dengan Harganas, dikatakannya bahwa ini merupakan momentum untuk menghidupkan kembali fungsi ideal keluarga. Seperti fungsi agama, sosial budaya, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan. Harganas sampai saat ini belum dikenali masyarakat secara luas. Makna keluarga yang sesungguhnya begitu besar bagi setiap orang baik anak-anak maupun dewasa.

Selain itu, yang lebih penting lagi adalah bagaimana ketika berumah tangga harus ada perencanaan matang. Seperti yang dikatakan Bupati Berau H.Muharram, berkeluarga tidak hanya semata soal hubungan biologis, tetapi juga berpikir masa depan anak-anaknya kelak. Terlebih dengan persaingan yang ada dimana dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, mencari pekerjaan pun tak mudah.  

Senada, Wakil Bupati H.Agus Tantomo juga menjelaskan jika keharmonisan fungsi keluarga saat ini juga mulai sangat menurun, karena terus diuji oleh kemajuan peradaban yang kian cepat. Disinilah keberadaan keluarga secara otomatis kemudian menyesuaikan dengan kemajuan perkembangan teknologi. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES - 
 
Tiga orang pelaku perjalanan yang sempat dinyatakan positif COVID-19, akhirnya bisa lega karena sudah dinyatakan sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Kabar gembira kesembuhan tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau H.Muharram, Senin (29/6/2020) di RSUD Abdul Rivai. Selain para pelaku perjalanan, 1 orang dari klaster Gowa juga dinyatakan sembuh.
 
"Tersisa 3 orang lagi yang masih menjalani perawatan dan semoga segera menyusul berita gembira kesembuhan mereka semua. Dan saya berpesan bagi mereka yang sudah dinyatakan sembuh untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas tubuhnya, agar tidak lagi terkena virus yang sama," jelas Muharram.
 
Keempat orang sembuh itu adalah Yosep Polang (Berau 41) warga Gunung Tabur merupakan pelaku perjalanan dari Makassar. Kedua, Andrias (Berau 42) juga warga Gunung Tabur adalah pelaku perjalanan dari Jogjakarta. Ketiga, Aris Ragil Prasetya (Berau 43) warga Tanjung Redeb, pelaku perjalanan dari Kota Pasuruan. Dan terakhir adalah Yelik Indradi (Berau 30) warga Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan yang merupakan klaster Gowa.
 
Hingga Senin sore, rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau adalah ODP tersisa 1 orang, PDP nol, sembuh 40 orang dan yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi Teratai RSUD Abdul Rivai tersisa 3 orang. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Jumlah pasien positif COVID-19 di Berau belum move on meskipun sudah ada tambahan pasien sembuh sejak beberapa hari. Pasalnya, jumlah yang sembuh dan yang positif seimbang. Seperti Rabu (24/6/2020) juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 Berau, Iswahyudi kembali merilis kesembuhan 1 pasien dan juga tambahan kasus positif 1 orang.

“Sampai hari ini masih bertahan di angka 7 untuk pasien positif yang dirawat. Tambahan masih dari pelaku perjalanan yakni dari Kota Pasuruan merupakan warga Tanjung Redeb dengan identitas Berau 43. Diketahui jika pasien ini datang ke Berau 2 hari lalu melalui jalur darat menggunakan pesawat komersil. Sedangkan yang sembuh adalah 1 orang dari klaster Gowa yaitu Rusdianto (Berau 23) warga Kelurahan Bedungun Kecamatan Tanjung Redeb,” jelas Iswahyudi.

Selain itu, ada kabar gembira lain yang juga disampaikan saat pers rilis di RSUD Abdul Rivai. Satu warga Berau yang terkonfirmasi positif COVID di Kabupaten Bulungan, menjalani isolasi dan perawatan di sana, juga dinyatakan sembuh.

“Yang di Bulungan adalah Nurlan Anbia warga Biduk-Biduk merupakan pelaku perjalanan. Hari ini yang bersangkutan juga dinyatakan sembuh dan bisa pulang kembali ke Biduk-Biduk. Untuk itu kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena pelaku perjalanan ini masih berpotensi terinfeksi COVID-19. Kalaupun dilarang masuk Berau dampaknya perekonomian tidak akan berjalan,” tegasnya.

Hingga Rabu sore rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau tercatat sudah 43 kasus positif dimana masih ada 7 pasien positif yang menjalani perawatan. Dan ODP juga masih ada 3 yang dipantau. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Belum sembuh pasien klaster cuti karyawan tambang sebelumnya, Selasa (23/6/2020) juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 Berau, Iswahyudi kembali merilis tambahan kasus positif sebanyak 3 orang. Dimana mereka adalah karyawan tambang dan pelaku perjalanan yang kembali dari cuti.

“Tiga orang yang terkonfirmasi positif dari hasil tes swab di klinik Tirta Medika Center. Mereka adalah Berau 40 warga Tanjung Redeb adalah pelaku perjalanan dari Surabaya. Berau 41 warga Gunung Tabur pelaku perjalanan dari Makasar, dan Berau 42 warga Gunung Tabur pelaku perjalanan dari Jogjakarta,” jelas Iswahyudi.

Ketiga karyawan tambang tersebut datang ke Berau pada Minggu (21/6/2020), menggunakan pesawat terbang bersama dengan beberapa karyawan tambang lainnya. Diketahui, Berau 41 dari Makasar menggunakan maskapai Lion Air. Dan sebagian teman kerjanya yang juga berada di dalam pesawat yang sama sudah dites swab, dan hasilnya semua negatif. Sedangkan untuk Berau 40 dan Berau 42 yang datang dari Surabaya dan Jogjakarta menggunakan maskapai Sriwijaya, juga datang dengan beberapa teman kerja di pesawat yang sama.    

“Dari beberapa teman kerja yang satu pesawat dengan 2 pasien itu semuanya juga sudah diswab dan hasilnya negatif. Sedangkan untuk penumpang lainnya yang juga menggunakan pesawat Sriwijaya, sudah diinfokan ke provinsi untuk bisa melakukan tracking menyeluruh, selain karyawan tambang tersebut jika memang dibutuhkan. Karena untuk jumlah pasti keseluruhan penumpang baik dari Surabaya maupun Jogjakarta belum diketahui,” tambahnya.

Sedangkan untuk ketiga pasien positif tambahan tersebut dikatakan Iswahyudi semuanya baik, tidak ada keluhan atau gejala apapun. Namun, untuk memastikan kondisi masing-masing tetap dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan rontgen. Hingga Selasa sore, rekapitulasi pasien positif COVID-19 di Berau total menjadi 7 orang, dan ODP masih ada 3 orang yang dipantau. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Minggu (21/6/2020) Kadinkes Berau Iswahyudi membacakan rilis untuk perkembangan pasien COVID-19 di RSUD Abdul Rivai. Dari sampel yang dites di klinik Tirta Medical Centre 18 Juni kemarin, terdapat tambahan kasus positif 1 orang. Namun, kabar baiknya di hari yang sama juga ada 1 pasien yang dinyatakan sembuh dengan hasil swab kontrol kedua negatif.

“Yang positif adalah Berau 39, warga Pilanjau Kecamatan Sambaliung merupakan pelaku perjalanan dari Kabupaten Halmahera. Sebelum melakukan perjalanan ke Berau diketahui jika hasil rapid testnya negatif. Yang bersangkutan melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dari Halmahera ke Balikpapan, dan dilanjutkan perjalanan darat ke Berau dengan mencarter mobil. Dan saat ini pasien sudah dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. Sedangkan untuk pasien sembuh adalah Berau 38, warga Tanjung Redeb yang merupakan pelaku perjalanan dari Kabupaten Ponorogo,” jelas Iswahyudi.

Untuk Berau 39, dikatakan Iswahyudi sudah masuk ke Berau sejak 7 Juni 2020 dan melakukan isolasi mandiri. Dengan inisiatif sendiri, melakukan tes swab di klinik Tirta dan ternyata hasilnya positif. Sehingga saat ini tracking pun dilakukan oleh Dinkes Berau.

“Rentang waktu selama karantina mandiri hingga terkonfirmasi positif cukup lama, dan keluarga dari Berau 39 tentunya yang kita ambil sampelnya. Juga sopir mobil carteran yang dibawa dari Balikpapan, serta beberapa orang yang berada satu mobil dengan Berau 39 selama perjalanan ke Berau,” lanjutnya.

Hingga Minggu sore, rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau masih ada 4 pasien positif yang dirawat, ODP yang masih pemantauan masih ada 3 orang, dan PDP tetap nol.

“Mengapa PDP nol? Ini karena Berau sudah memiliki fasilitas tes swab sendiri sehingga tidak ada lagi pasien yang diawasi. Begitu sampel diambil dalam beberapa jam sudah ketahuan hasilnya. Dan saya mengimbau bagi para pelaku perjalanan yang datang dari luar Berau untuk bisa melakukan karantina mandiri secara disiplin. Jika ada gejala menunjukkan COVID-19 untuk bisa segera memeriksakan diri,” pungkasnya. (bangun banua)