Helda

Helda

PELAYANAN kesehatan Tradisional, merupakan pengobatan dan atau perawatan dengan   cara dan obat yang  mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris dapat  dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Hal ini papar  Sitti Zakiah, dalam sosialisasinya di puskesmas puskesmas yng ada di Kabupaaten Berau selama tahun 2019. Sitti Zakiah Kepala Seksi Yankestrad pada Pelayanan Kesehatan dinas Kesehatan Kabupaten Berau.
 
Berdasarkan cara pengobatan yankestrad terbagi menjadi dua yakni 
 yankestrad yang  menggunakan keterampilan dan ramuan.
Tata cara, aturan dan jenis pelayanan kestrad diatur dengan peraturan pemerintah, yakni PP No 103 Tahun 014 tentang Pelayanan kesehatan tradisional.
Untuk mengantipasi perkembangan Hattra, pendataan,pengawasan dan pembinaan kelompok. Individu ataupun institusi .
Gambaran umum, Yankestrad empiris adalah penerapan kesehatan tradisonal yang  manfaat dan keamanannya terbukti secara empiris baik ramuan dan keterampilan.
Kemudian obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang  berupa bahan 
tumbuhan,hewan,mineral,sedian sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yg secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan,dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang  berlaku di masyarakat.
Penyehat tradisional atau Hattra adalah setiap orang yang  melakukan pelayanan kesehatan tradisional empiris yang  pengetahuan dan keterampilannya diperoleh melalui pengalaman turun temurun atau pendidikan non formal Promotif dan preventif.
 
Surat terdaftar penyehat tradisional (STPT) adalah bukti tertulis yang diberikan kepada  penyehat tradisional yang  telah mendaftar untuk  memberikan yankestrad empiris.
Semenara itu panti sehat adalah tempat yang  digunakan utk melakukan yankestrad, empiris baik ramuan maupun kerampilan.
Sedangkan klien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatan dan atau yankestrad empiris. 
7. Menteri kesehatan ad/ menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Kesehatan . Persyaratan Hattra :
Hattra adalah orang yang  melaksanakan Yankestrad empiris baik ramuan maupun keterampilan yg pengetahuanx diperoleh secara turun temurun maupun pendidikan informal kursus bukti tertulis dr tempat kursus,  pengetahuanya non formal diperoleh melalui magang pada penyehat tradisional senior yg telah memiliki pengalaman memberikan yankestrad yg aman dan bermanfaat paling sedikit 5 (lima) tahun bukti 
keterangan dari tempat magang isinya menyatakan kemampuan peserta magang telah cukup memadai untuk  melakukan praktek yankestrad empiris secara mandiri.
Hattra Harus Miliki STPT
Hattra harus memiliki STPT jika ingin melakukan yankestrad empiris. Hattra hanya dpt memiliki 1 STPT dan hanya berlaku utk 1 tempat praktek.
 STPT diberikan untuk hattra yang tidak  melakukan tindakan intervensi terhadap tubuh yg bersifat invasif serta tidak  bertentangan dengan konsep 
dan ciri khas yankestrad empiris.
STPT diajukan ke Dinkes oleh hattra berlaku selama 2 tahun dan dapat  diperpanjang lagi minimal 3 bulan  sebelum  masa berlakunya habis.
Apa Sih syaratnya mengajukan STPT ?
Hattra mengajukan permohonan Pemda Cq.Dinkes kesehatan dengan  kelengkapan sebagai berikut :
Surat pernyataan mengenai metode atau tekhnik pelayanan yang diberikan, kemudian 
fotocopy KTP yang  masih berlaku, pas foto terbaru uk.4x6 cm sebanyak 2 lembar, surat keterangan lokasi tempat praktik dari lurah atau desa. Surat pengantar dari puskesmas.,surat eekomendasi dari asosiasi sejenis atau surat keterangan dari tempat magang.
 Surat rekomendasi dari Dinkes seksi Yankestrad, tim penilai tekhnis.
STPT tidak berlaku jika, STPT di cabut atau di batalkan. AtauSTPT habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang.
STPT tidak berlaku jika Hattra pindah tempat praktek luar kabupaten,kota penerbit STPT.
Atau Hattra meninggal dunia, atau atas permintaan Hattra sendiri.
Pada Pasal  9 Peraturan Menteri kesehatan No.62 tahun 2016 STPT 
digunakan dlm rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Yankestrad empiris oleh pemerintah dalam hal ini Pemkab Berau.
 
Konsep pelaksaanaan Yankestrad, harus dapat dipertanggung jawabkan keamanan dan manfaatnya secara empiris dan rasional.
Tidak bertentangan dengan norma agama(mistik,gaib) atau norma yang  berlakudi masyarakat (tidak  melanggar nilai nilai hukum, kesusilaan, kesopanan, dan budaya).
Juga tidak bertentangan dengan  program pemerintah dalam upaya peningkatan 
derajat kesehatan masyarakat.
Yankestrad empiris diberikan kpd klien yg memiliki gangguan kesehatan individu 
disebabkan ketidakseimbangan unsur fisik, mental, spiritual social dan budaya dengan memperhatikan bahwa manusia memiliki kemampuan beradaptasi dan penyembuhan diri sendiri,  yankestrad bertujuan untuk  menyeimbangkan gangguan kesehatan dengan kemampuan alami adaptasi tubuh. (Bangun Banua)

Akhir tahun hingga menjelang bulan baru ditahun baru iklim di Indonesia biasanya terasa dingin, hujan yang terus menerus mengguyur dari pagi hingga malam terkadang menjadi rutinitas yang mau tidak mau harus kita hadapi. Pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini biasanya membuat tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

Hal ini disebabkan karena tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda daripada sebelumnya. Jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius maka kemungkinan tubuh terkena penyakit akan lebih besar. Sehingga tak heran jika ruang tunggu dokter akan lebih penuh saat musim ini. Penyakit yang menjangkit dimusim penghujan ini bukan hanya rentan menyerang orang dewasa, anak-anak juga justru lebih beresiko.

Ada beragam penyakit yang rentan menyerang tubuh saat musim penghujan seperti diantarnya flu, batuk, sesak nafas, pilek, masuk angin, penyakit kulit hingga demam berdarah juga tak kalah menjadi daftar penyakit yang banyak dijumpai saat musim penghujan. Dan apabila penyakit tersebut menjangkit anda, tentunya tubuh akan menjadi tidak fit akibatnya aktifitas sehari-hari akan menjadi terhambat. Lantas bagaimana cara agar kondisi tubuh tetap fit saat musim pengujan?

BERIKUT ADALAH TIPS PINTAR MENJAGA KESEHATAN SAAT MUSIM HUJAN :

  1. Konsumsi Vitamin

Saat pergantian musim dari musim kemarau menuju musim penghujan tubuh biasanya akan tidak secara langsung menyesuaikan kondisinya, melainkan melalui sebuah proses terlebih dahulu. Proses inilah yang biasanya mempengaruhi system imun atau kekebalan tubuh manusia menjadi lebih lemah. Saat sistem kekebalan tubuh menurun, maka penyakit akan lebih rentan menyerang. Untuk itulah konsumsi vitamin amat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan system imun. Oleh sebab itu, konsumsi vitamin terutama vitamin C amat dianjurkan. Kandungan vitamin C ini bisa juga anda peroleh secara alami dari kandungan buah-buahan seperti buah jeruk, buah strawberry dan masih banyak lagi. Mengkonsumsi vitamin C secara rutin akan memastikan kebutuhan vitamin C dalam tubuh terpenuhi, yang pada akhirnya akan membantu anda meningkatkan fungsi sistem imun dalam tubuh.

  1. Pastikan untuk Selalu ‘Higienis’

Setiap Hari Saat musim penghujan kuman dan bakteri akan berkembang biak lebih leluasa karena kelembapan yang begitu tinggi. Untuk itulah, mengapa tubuh akan lebih rentan terhadap gangguan tubuh. Selain itu, tangan adalah media paling umum masuknya kuman dan bakteri kedalam tubuh, secara tidak sadar anda akan lebih banyak memasukan kuman dan bakteri kedalam tubuh melalu tangan seperti makan menggunakan tangan, menyentuh organ tubuh lain mngguankaan tangan dan lain sebagainya. Untuk itu, pastikan anda untuk selalu higienis setiap hari dengan cara selalu membiasakan mencuci tangan setiap kali anda baru tiba dirumah, setiap kali menyentuh barang atau objek, sebelum dan sesudah makan dan setiap kali setelah menyentuh toilet. Karena tahukan anda toilet adalah salah satu tempat dengan sumber bakteri terbanyak. Mencuci tangan dengan air saja tidak cukuo membuat kuman dan bakteri ditangan menghilang, untu itu, cucilah tangan dengan menggunakan sabun disinfektan agar bakteri yang bersarang ditangan bisa dirontokan.

  1. Bersihkan Lingkungan

Hujan yang terus menerus mengguyur saat musim penghujan membaut klingkungan menjadi lebih kotor daripada saat musim kemarau. Hal ini dipicu karena tingkat kelembapan udara yang lebih tinggi yang membaut sampai atau limbah menjadi lebih mudah membusuk yang pada akhirnya menjadi sumber kuman. Untuk itu, bersihkan lingkungan pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang untuk kuman dan bakteri berkembang biak. Misalkan dengan mengubur atau membakar sampah, menutup lubang yang berpotensi membuat air hujan tergenang, menutup penampungan air, memotong ranting dan rumput yang terlalu rindang. Lingkungan teduh, lembap dan tempat yang kotor akan menjadi sarang bagi nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak.

  1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Seringkali orang mengabaikan konsumsi terhadap air putih terutama saat musim penghujan, udara yang dingin menjadikan alasan rasa haus jarang terjadi, untuk itu seringkali anda melewatkan mengkonsumsi air putih secara cukup. Namun faktanya baik musim kemarau maupun musim penghujan kebutuhan cairan dalam tubuh tetap saja sama. Jangan pernah berpikir mengkonsumsi air putih saat anda merasa haus saja. Namun cobalah berpikir jika semua makanan yang masuk kedalam tubuh akan dicerna dengan baik apabila cairan dalam tubuh terpenuhi. Selain itu, pasokan air yang cukup mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, pastikan jika anda tetap mengkonsumsi cairan sedikitnya 1,5 liter perhari. Apabila anda bosan terus-terusan mengkonsumsi air putih, air tersebut bisa anda ubah menjadi the tawar hangat atau air jahe yang akan membuat tubuh terasa lebih hangat.

  1. Jaga Asupan Makanan

Tetap jaga asupan makan sehat anda terutama saat musim penghujan. Ada baiknya, perbanyak konsumsi makanan hangat dan berkuah agar tubuh tetap merasa hangat meski udara begitu dingin. Misalnya konsumsi sup kuah, sayuran dengan kuah hangat, soto ayam dan makanan berkuah sehat lainnya.

  1. Makan Saat Lapar

Suhu yang dingin  saat musim penghujan biasanya membuat nafsu makan menjadi lebih besar. Namun sayangnya metabolism saat musim ini menjadi lebih lambat daripada biasanya. Dan bisa anda bayangkan jika anda terus-terusan menuruti nafsu makan yang begitu besar tanpa didukung dengan metabolisme yang baik, hal tersebut tentunya akan berujung pada kegemukan atau yang kita kenal dengan istilah obesitas. Anda tentu tidak ingin jika hal ini terjadi bukan? untuk itu aturlah cara makan dan porsi makan anda saat musim penghujan, jangan sampai nafsu makan anda yang besar mengantarkan anda pada kegemukan. Selain itu usahakan pula untuk tidak melulu menuruti nafsu mengemil ketika perut belum terlalu merasa lapar. Perut yang secara-terus menerus diisi tanpa ada proses pembakaran yang seimbang tentunya tidak akan membawa dampak baik untuk kesehatan anda.

  1. Perhatikan Pola Tidur

Udara dingin saat musim penghujan mengundak rasa kantuk yang melulu. Namun jangan pernah menghiraukan rasa kantuk ini. Ambilah waktu istirahat dan tidurlah secukupnya, namun jangan pula tidur dengan waktu atau porsi yang berlebih. Tubuh yang mendapatkan porsi tidur yang berlebih akan membuat tubuh menjadi lemas dan kaku pada otot. Selain itu, hindari pula begadang atau terjaga hingga larut malam. Tidur yang cukup bisa memulihkan kembali stamina dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Untuk itulah, pastika jika anda memiliki waktu tidur yang cukup dimalam hari.

  1. Kenakan Pakaian Yang Tebal dan Hangat

Pakaian juga akan mempengaruhi kesehatan anda dimusim penghujan. Baju tipis dan transparan kurang cocok dikenakan saat musim ini, terutama jika aktifitas yang anda lakukan lebih banyak diluar ruangan. Untuk itu, ada baiknya beralihlah pada pakaian yang lebih tertutup, tebal serta terasa hangat untuk tubuh anda. Pakaian dengan model seperti ini tentunya akan menjaga anda dari udara dingin saat musim penghujan. (bidanku.com/bangun banua)

MEWUJUDKAN keluarga yang sehat harus dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Dengan tempat tinggal yang bersih, Anda dan anggota keluarga dapat terhindar dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, kebersihan rumah perlu dijaga, dan ini merupakan tanggung jawab setiap anggota keluarga.
Memiliki rumah yang bersih dan sehat merupakan impian setiap orang. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tinggal dalam rumah yang kotor dan tidak memenuhi standar kesehatan. Padahal, kondisi rumah seperti ini dapat menjadi tempat bagi virus, kuman, dan hama penyakit untuk berkembang biak, sehingga penghuninya dapat dengan mudah terkena berbagai penyakit, seperti diare, tifus, dan demam berdarah dengue (DBD).
Berbagai Tempat di Rumah yang Perlu Dibersihkan
Meskipun rumah sudah dibersihkan secara rutin, namun kadang masih ada beberapa tempat yang luput dari perhatian, sehingga terlewat untuk dibersihkan. Padahal, tempat-tempat ini dapat menyimpan berbagai jenis kuman penyebab penyakit yang bisa membahayakan kesehatan keluarga.
Berikut ini adalah tempat-tempat yang perlu lebih Anda perhatikan ketika sedang membersihkan rumah:
• Kamar tidur
Siapa yang menyangka bila kamar tidur tempat Anda dan keluarga beristirahat bisa menjadi sarang kuman. Kamar tidur yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menimbun debu dan memungkinkan kuman, tungau, serta jamur untuk tumbuh. Berbagai sumber penyakit tersebut dapat hidup dan berkembang biak di mainan anak, karpet, bantal, atau tempat tidur.
Akibatnya, Anda dan keluarga akan lebih mudah terkena berbagai penyakit, seperti flu, batuk, dan alergi. Untuk mencegah hal itu terjadi, rutinlah mengganti sarung bantal dan sprei minimal dua minggu sekali, guna menghindari pertumbuhan kuman. Pastikan juga untuk membersihkan mainan anak, mengingat sistem imun tubuh anak-anak belum berkembang sempurna.
• Kamar mandi
Bukan rahasia lagi bila kamar mandi merupakan area paling kotor di antara bagian rumah yang lain. Suhu yang cenderung hangat dan lembap memungkinkan bakteri serta jamur tumbuh.
Toilet, kloset, bak mandi, lantai kamar mandi, pegangan toilet, serta tirai shower merupakan bagian-bagian di kamar mandi yang perlu Anda bersihkan secara rutin. Sebab, area atau benda-benda ini mudah sekali menjadi tempat berkembangbiaknya kuman. Untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan kuman, kamar mandi perlu dibersihkan dengan cairan pembasmi kuman.
• Dapur
Selain kamar mandi, dapur juga merupakan tempat yang sempurna bagi kuman untuk tumbuh subur. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa alat-alat dapur yang digunakan untuk mengolah makanan memiliki bakteri Salmonella dan E. coli lebih banyak, dibandingkan gagang keran di kamar mandi.
Spons pencuci piring, serbet, dan talenan adalah benda-benda yang perlu Anda bersihkan setiap kali akan digunakan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kontaminasi bakteri dan kuman ke makanan maupun ke peralatan masak lainnya. Jika perlu, gunakan cairan pembersih khusus untuk membasmi kuman di dapur.
Selain membersihkan ruangan-ruangan tersebut, Anda juga harus menempatkan sistem ventilasi di setiap ruangan. Ventilasi memungkinkan adanya sirkulasi udara di dalam rumah, sehingga rumah tidak menjadi lembap. Dengan  begitu, kuman, bakteri, maupun jamur tidak mudah tumbuh. Jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk pemasangan ventilasi, Anda bisa menggunakan ventilasi mekanik, seperti kipas angin atau exhaust fan.
Pengaruh Kebersihan Rumah terhadap Kebersihan Diri dan Makanan
Tidak hanya kebersihan rumah, kebersihan diri setiap anggota keluarga dan kebersihan makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Jika tidak, kuman penyebab penyakit tetap dapat menyerang masuk dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti mual, muntah, sakit perut, bahkan keracunan.
Terlebih lagi, bila kebersihan rumah tidak terjaga. Virus dan bakteri dari tempat-tempat yang kotor di dalam rumah dapat menyebar dan menempel pada permukaan tubuh, khususnya tangan. Selain itu, kuman juga dapat berpindah ke makanan, terutama bila kebersihan dapur tidak dijaga dengan baik.
Supaya hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, yaitu:
• Mencuci tangan dengan sabun dan air
Tangan rentan terkontaminasi oleh kuman. Jadi, sangat penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan, juga sebelum mengolah dan menyiapkan makanan. Gunakan sabun dan air bersih yang mengalir untuk membersihkan seluruh permukaan tangan.
• Membersihkan permukaan dapur dan talenan
Pastikan Anda selalu membersihkan permukaan dapur dan talenan, baik sebelum maupun sesudah memasak. Anda bisa menggunakan sabun dan air hangat untuk membersihkan permukaan dapur dan talenan.
• Mencuci buah dan sayuran
Selalu cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi ataupun dimasak. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin masih menempel pada permukaan buah dan sayur. Anda juga bisa menggunakan cairan pembersih khusus untuk makanan yang dapat membunuh kuman dan bakteri.
• Memisahkan makanan mentah dengan makanan matang
Jangan pernah menaruh makanan yang sudah dimasak di piring yang sama untuk mengolah bahan makanan mentah. Ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi kuman pada makanan. Selain itu, selalu gunakan talenan bersih yang berbeda untuk bahan makanan mentah dan untuk makanan yang sudah matang atau siap santap. Segera cuci talenan setelah selesai digunakan, hingga benar-benar bersih.
Untuk menjaga kebersihan rumah dan perabot rumah tangga, termasuk alat-alat dapur, ada berbagai jenis cairan pembersih yang dapat Anda gunakan. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kemampuan untuk membunuh kuman. Namun jangan lupa, selalu perhatikan cara penggunaannya agar hasilnya efektif.
Mulai sekarang, biasakan untuk membersihkan rumah secara teratur dan menyeluruh, supaya Anda dan keluarga dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jangan lupakan tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas, karena tempat-tempat tersebut rentan ditinggali oleh kuman. (alodokter/bangun banua)
Pada Kursus Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman bulan November dan Desember 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memberikan beberapa materi kepada pengelola warung tenda dan pengelola jasa catering. Salah satunya materi tentang Penyakit Bawaan Makanan (PBM). Disini website dinkes akan memaparkan mengenai penyakit bawaan makanan.
Banyak penyakit yang  disebabkan oleh makanan yang tidak sehat, berupa infeksi ataupun akibat zat kimia yang sengaja atau tidak ditambahkan dalam makanan
PBM umumnya memberika gejala gangguan pada saluran pencernaan berupa sakit perut, diare, muntah.
Dapat mengenai seorang atau lebih anggota keluarga atau kelompok. 
Gejala dapat ringan, berlangsung beberapa jam ataupun berat berlangsung beberapa hari, minggu, atau bulan
Pada  kelompok resiko tinggi merupakan penyakit berat
PBM dibedakan menjadi 5 kelompok berdasarkan penyebabnya :
1.PBM karena virus (hepatitis, GE)
2.PBM karena bakteri
Infeksi krn makanan (typhus, kolera, disentri basiler)
Keracunan makanan (staph, c perfringens,b cereus)
3.PBM karena amuba/protozoa (disentri amuba)
4.PBM karena parasit (cacing gelang, kremi, pita)
5.PBM bukan karena kuman 
Dari tanaman (jamur, umbi)
Dari makanan laut (kerang, remis, kepiting)
Dari zat kimia berbahaya (sengaja atau tidak)
(Bangun Banua)

Akhir-akhir ini, banyak penelitian yang menemukan fakta bahwa udara kotor berbahaya bagi kesehatan, mulai dari menyebabkan asma hingga menurunkan IQ. Kota-kota di Kaltim memiliki polusi udara yang pantas untuk diwaspadai, seperti Samarinda, Balikpapan, hingga Sangatta.

Kini, studi terbaru menyatakan, dikutip dari Nasional Geographic Indonesia, bahwa partikel kecil dalam polusi udara berkaitan dengan risiko  kanker otak.

Dipublikasikan pada jurnal Epidemiology, sekelompok peneliti dari McGill University berfokus pada ambient ultrafine particles (UFP), partikel mini berukuran kurang dari 100 nanometer yang ditemukan di udara. Tidak seperti partikel besar, UFP sangat kecil sehingga dapat dengan mudah terserap oleh paru-paru, berkeliaran dalam tubuh melalui darah, hingga memasuki organ-organ tubuh kita.

Penelitian sebelumnya sebenarnya sudah menemukan fakta bahwa UFP dapat masuk ke otak, tapi studi terbaru inilah yang pertama kali menyatakan bahwa ia dapat berisiko menyebabkan tumor otak.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, para peneliti mempelajari catatan kesehatan 1,9 juta orang di Kanada antara tahun 1991 hingga 2016, dengan membandingkan paparan polusi udara yang mereka alami. Ketika para peneliti melakukan follow up, 1.400 di antaranya ternyata mengidap tumor otak.

Dari 100 ribu orang, kemungkinan ada satu orang yang akan mengidap tumor otak jika tingkat polusi mencapai 10 ribu nanopartikel per sentimeter kubik.

Meski begitu, peneliti mengatakan, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini dan apakah benar-benar ada hubungan yang kuat antara polusi udara dan tumor otak.

Selain itu, kanker otak merupakan penyakit langka. Artinya, bahkan dengan peningkatan risiko, hanya beberapa orang saja yang akan mengidapnya. Studi ini memperkirakan, tingginya UFP akan meningkatkan risiko tumor otak di antara 100 ribu orang. Itu merupakan 0,001 persen dari populasi.

Namun, bagaimana pun juga, penemuan terbaru tersebut seharusnya memacu pemerintah untuk segera mengatasi masalah polusi udara di negara mereka. (halokaltim/bangun banua)

Tanjung Redeb -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mendukung kegiatan bakti sosial ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Berau, dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi  Nasional (BKGN) 2019, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Berau. Salah satu sekolah yang berkesempatan mengikuti acara tersebut adalah SDN 004 Tanjung Redeb.

Dalam acara yang digelar pada pukul 08.00 Wita, dihadiri oleh Sekretaris Dinkes Berau, Bambang Sunarto yang menjadi tim pendukung acara tersebut. Ketua PDGI Cabang Berau, Rosita Rahayu mengatakan, dalam rangka kegiatan BKGN dirinya mengajak para murid SDN 004 Tanjung Redeb untuk membiasakan diri dalam melakukan sikat gigi.

“Usai sosialisasi, kami langsung melakukan praktik kepada mereka (murid, Red) agar para anak tersebut bisa memahami tentang cara menggosok gigi dengan benar,” ujarnya pada Rabu (30/10).

Dirinya juga mengatakan, BKGN ini adalah salah satu program pemerintah yang mana dalam acara tersebut untuk menjaga kesehatan gigi para anak. “Saya berharap setelah acara ini, anak yang mengikuti bisa mengaplikasikannya dengan baik. Jadi tanpa disuruh lagi anak bisa sikat gigi dengan rajin,” jelasnya.

Sementara Kepala SDN 004 Tanjung Redeb, Abdul Manab mengatakan, ia sangat berterima kasih kepada PDGI dan Dinkes Berau. Pasalnya, dalam acara BKGN ini SDN 004 menjadi tempat kegiatan acara tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif dan saya berterima kasih sudah memilih sekolah kami ini. Saya juga mengimbau kepada seluruh orangtua agar bisa membiasakan anaknya untuk menyikat gigi,” singkatnya.

Di lokasi yang sama juga, Sekertaris Dinkes Berau, Bambang Sundarto menyambut baik acara tersebut. Menurutnya, acara ini memang sangat diperlukan bagi anak-anak agar bisa tahu tentang tata cara sikat gigi yang benar.

“Kami di sini (Dinkes, red) hanya menjadi tim suport saja dan dengan kegiatan ini memang sangat bagus agar para anak-anak bisa memahami tentang cara menggosok gigi,” pungkasnya.

Pembangunan di sektor kesehatan juga merupakan hal yang sangat penting, karena dengan berhasilnya pembangunan di sektor kesehatan maka secara tidak langsung berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Untuk kecamatan Maratua sendiri, prasarana kesehatan yang dimiliki, yaitu 1 puskesmas induk yang terletak di desa Teluk Harapan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas rawat inap dan 3 puskesmas pembantu, yang berada di masing-masing desa lainnya. Setiap desa juga memiliki kegiatan posyandu untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan balita.

Dari data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Berau hingga Desember 2018, tercatat untuk jumlah fasilitas kesehatan menurut jenis dari 2015-2018 tidak mengalami perubahan. Jumlah puskesmas masih 1, puskesmas pembantu juga 1, posyandu 5 dan poskesdes 2. Dimana itu berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada, yang mengalami pengurangan.

Untuk tenaga medis di tahun 2017 dari berjumlah 4 orang, di 2018 hanya 3 orang. Tenaga keperawatan dari 15 di 2017 menjadi 14 di 2018. Tenaga kebidanan pun mengalami pengurangan dari 8 orang di 2017 menjadi 7 di 2018. Sedangkan untuk tenaga kefarmasian masih berjumlah 1 orang hingga saat ini, dan tenaga kesehatan masyarakat tidak ada.

Untuk jumlah dokter pun berkurang. Dokter umum dari 3 orang tersisa 2 orang saja di tahun 2018. Dokter gigi masih ada 1, dan dokter spesialisnya tidak ada. Jumlah rawat jalan di puskesmas Maratua yang tercatat juga cukup banyak mencapai 719 orang di tahun 2018. Sedangkan untuk pasien rawat inap berjumlah 105 orang.

Dan untuk jumlah kasus penyakit yang tercatat paling banyak di Kecamatan Maratua adalah kasus diare yang hingga akhir 2018 berjumlah 98 pasien. Di peringkat kedua ada kasus penyakit TB sebanyak 9 orang, dan di peringkat ketiga ada kasus DBD sebanyak 3 orang. (bangun banua)

PEMILIK atau pengelola warung warung tenda di Kabupaten Berau, diberikan pengetahuan tentang bahan pencemar makanan. Materi ini diberikan oleh Dinkes pada cara Kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman bulan Nopember 2019 lalu, yang diikuti oleh 34 pengelola warung tenda . Di Kabupaten Berau.
Bahwa makanan selain mengandung nilai gizi juga merupakan media berkembang biaknya mikroba, kuman, terutama yang mengandung kadar air dan protein tinggi. Dan makan bisa menyebabkan pengaruh buruk adanya bahan berbahaya  seperti bahan kimia, residu pestisida atau bahan lain seperti debu tanah dan rambut.
Makan jika tercemar, bisa berpengaruh buruk berupa penyakit bawaan makanan seperti penyakit perut atau keracunan makanan.
Jadi makanan harus sehat, mengandung nilai gizi, tidak tercemar kuman dan bahan berbahaya lainya. Bagi unit jasa pelayanan makanan makanan sehat memberikan citra yang  baik bagi perusahaan.
Apa sih bahan pencemar makanan itu ? bahan pencemar makanan  adalah bahan bahan asing yang keberadaannya tidak  diinginkan dalam makanan, seperti adanya virus,  kimia,  pestisida , pewarna, yang tidak disengaja atau tidak tahu. Adan secara Fisik, terlihat secara kasat mata seperti debu, tanah, kerikil, rambut, kotoran hewan, bulu, binatang kecil (cicak, serangga).
Terjadinya pencemaran makanan , bisa terjadi pada sebelum pengolahan makanan.contohnya pada than pra panen dan panen, tanah mengandung tinja, parasit, air tercemar kotoran, pestisida , logam berat dan limbah pabrik.
Yang kedua terjadinya setelah panen, baktriologis akibat suhu yang tidak sesuai, kimia oleh pestisida atau fisik oleh tikus dan serangga.
Kemudian yang tidak adalah pada tahap pengolahan, penyimpanan dan pengangkutan makanan.
Kepada 34 peserta Higiene Sanitasi Makanan , Dinas Kesehatan Kabupaten Berau untuk pencegahan pencemaran makanan ini, bisa dicegah dalam setiap tahapan pengelolaan makanan. 
Yakni pertama pda tahap pemilihan bahan makanan, : pilih bahan makanan yang utuh, tidak retak erutama untuk daging, susu, ikan dan telur. Pada tahap enyimpanannya dengan suhu yanag sesuai.
Pada tahap pengolahan makanan, ada proses pencucian bahan makanan, mengunakan deterjen yang kemudian dicuci dengan air mengalir, dikeringkan (tidak dilap) dan disimpan ditempat yang aman dari seranga dan tikus. Bagi yang menjamah bahan makanan, tangan harus bersih, dan indiidunya setahun minima dua kali memeriksakan kesehatan. Mengunakan celemek, tidak mengaruk hidung , teinga dan tidak merokok.
Kepada pegelola warung tenda, ditekankan pula dalam proses memasaknya, suhu tertentu sesuai dengan bahan makanan, yang kemudian bahan tambahan makanan sesuai dengan persyratan dan terdaftar. Sedangkan peralatan memasak terbuat dari bahan yang aman.
Dalam tahap penyimpanan makanan, simpan dalam tempat tertutup tidak lagsung kontak denga tangan. Dalama tahap pegangkutna makanan, dalam keadaan matang dan kendaraan dalam keadaan bersih. Dan terakhir dalam tahap penyajian, peralatan makan dlam keadaan bersih, penyaji menggunakan celemek , menuut rambut, berpakaian rapi dan tangan tidak langsung kontak dengan makanan. (bangun banua)

Tanjung Redeb –

Setelah melewati serangkaian penilaian dari tim reakreditasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama 3 hari pada bulan Oktober 2019 lalu, kabar gembira pun membuat masyarakat Berau bangga. Puskesmas Tanjung Redeb yang mengikuti reakreditasi tersebut, dinyatakan lulus ke status utama. Hal ini tertuang dalam surat kelulusan dari Kemenkes tertanggal 23 Oktober 2019.

Akreditasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 bahwa setiap puskesmas wajib untuk diakreditasi.Kedatangan tim komisi ini untuk menilai puskesmas yang meliputi bidang Admen (administrasi dan management), UKM (Usaha Kesehatan Masyarakat) dan UKP (Usaha Kesehatan Perseorangan).

Pada penilaian tersebut, 15 orang tim komisi akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)  Kementerian Kesehatan bertandang ke Kabupaten Berau, untuk melaksanakan reakreditasi 5 Puskesmas dari 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Berau. Masing-masing tiga orang penilai didampingi jajaran kepada bidang (Kabid) dari Dinkes Kabupaten Berau. Di puskesmas Tanjung Redeb disambut Kepala Puskesmas Tanjung Redeb H Kasran beserta jajarannya.

Akreditasi Puskesmas di Kabupaten  pertama kali dilaksanakan tahun  2016, meliputi Puskesmas Teluk Bayur, Tanjung Redeb, Bugis, Gunung Tabur dan Sambaliung. Kemudian, tahun 2017, Puskesmas yang diakreditasi Puskesmas Merancang, Lempake, Talisayan, Batu Putih dan Puskesmas Bidukbiduk. Sedangkan di tahun 2018 hanya 1, yakni Puskesmas Tepian Buah Kecamatan Segah. (bangun banua)

PADA bulan November, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memberikan kursus Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman untuk pengelola warung warung tenda dan pengelola jasa katering. Salah satu materinya adalah persyaratan hygiene sanitasi tempat pengolahan makanan (TPM).
Pada website dinkes ini dipaparkan  mengenai apa persyaratan tersebut, mari kita simak satu persatu : 
Yang pertama  TPM bisa restoran, jasaboga, catering, industri makanan, kantin, warung, makanan jajanan, 
Bisa berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, penyakit, keracunan kualitas makanan yg disediakan harus memenuhi syarat kesehatan, termasuk lokasi dan bangunan
Peserta mengetahui persyaratan sanitasi TPM dan mampu menerapkan praktek persyaratan dan teknik pembersihan, pemeliharaan ruangan di TPM
Adapun ruang persyaratan lokasi dan bangunan, meliputi halaman, konstruksi, tata ruang, lantai, dinding, atap, langit-langit,pintu, jendela, ventilasi, pencahayaan, ruangan pengolahan,tempat cuci alat dan bahan makanan, tempat cuci tangan,air bersih, jamban dan peturasan, kamar mandi, tempat sampah,locker, dan cara pembersihan dan pemeliharaannya
Lokasi TPM harus jauh dan terhindar dari pencemaran :
Banjir udara (debu, asap, serbuk, bau), Bahan padat ( sampah, serangga, tikus). Bangunan harus jauh dari sumber pencemar, min 500 m (batas kemampuan terbang lalat rumah) atau mempunyai dinding pemisah yg sempurn
Kontruksi bangunan harus aman dan memenuhi peraturan perundangan tentang keselamatan dan keamanan spt UU Gangguan (Hinder Ordoonantie/HO) dan sesuai peruntukan wilayahnya (RUTR), pedoman konstruksi bangunan umum, pedoman, plumbing, dll.Konstruksi bangunan harus kuat, aman, terpelihara, sehingga mencegah kecelakaan dan pencemaran selalu bersih dan bebas dari barang bekas, sisa
 
Di halaman dipasang papan nama perusahaan yg mencantumkan nomor pendaftaran, Laik HS Selalu kering dan bersih, tidak  banyak serangga, tikus, tersedia tempat sampah, tidak ada tumpukan barang sebagai tempat berbiak serangga dan tikus, tertutup, dilengkapi jeruji, tidak menjadi jalan masuk tikus
Tata ruang restoran dan ruman makan  minimal tertanda : dapur, gudang, ruang makan, toilet, ruang karyawan, ruang administrasi. Tiap ruangan terpisah oleh dinding dan dihubungkan oleh pintu ruangan ditata dengan  baik sesuai fungsi, memudahkan arus tamu, arus karyawan, arus bahan makanan dan makanan jadi, mudah dibersihkan khusus ruang pengolahan makanan : proses pengolahan seperti ban berjalan (berurutan dan teratur)
Lantai dibuat sedemikian rupa sehingga selalu bersih, kering, tidak mudah rusak, tidak lembab, tidak ada retakan, celah, tidak licin, dan tahan terhadap pembersihan yang  berulang, miring ke arah tertentu (1-2%) Pertemuan dinding dengan lantai dibuat conus (tidak membuat sudut mati) agar sisa kotoran mudah dibersihkan
 
Dinding permukaan halus dan rata, warna terang, tidak lembab, mudah dibersihkan, kedap air, dilapis plester/porselen terutama di tempat pencucian (2 m dari lantai)
Atap dan langit langit tidak bocor, cukup landai, tidak menjadi sarang tikusTinggi min 2,4 m
Pintu di ruang masak , dapat menutup sendiri dan membuka ke arah luar (cegah lalat, keamanan), bagian  bawah dilapisi logam setinggi 36 cm utk cegah tikus. Jarak pintu –lantai <5 mm , pintu, jendela, ventilasi dilengkapi kassa kawat yg dapat dibuka
Pencahayaan ruang kerja (dapur, gudang, cuci alat, tangan) pencahayaan 10 foot candle pd ttk 90 cm dari lantai, tidak menyilaukan, tersebar merata1 watt = 1 candlePd jarak 1 kaki (30 cm) 1 watt = 1 foot candleLampu 60 watt pd 2 m (6 kaki) menghasilkan 1/6 x 60 = 10 fc
Ventilasi dibutuhkan untuk  menjaga kenyamanan dengan  suhu 28-32ºC, mencegah kondensasi uap air/lemak pd lantai, dinding, langit2, membuang bau, asap, pencemaran lain ventilasi diperoleh secara alamiah
 
Ruangan pengolahan makanan, tidak berhubungan langsung dengan  jamban, peturasan, kamar mandiLuas ruangan cukup utk bekerja dg mudah dan efisien, mencegah kontaminasi makanan, mudah dibersihkan, luas lantai yang  bebas dari peralatan 2 m²/orang
Fasilitas cuci alat dan bahan makanan,  terbuat dari bahan  kuat, tidak berkarat, mudah dibersihkan 3 bak cuciMerendam (hushing) menyabun (washing) membilas (rinsing) cuci alat : deterjen cuci makanan yg tidak dimasak :PK 0,02% 1 sdt dlm 10 liter, disiram air mendidih (80ºC) beberapa detik Kaporit 50 ppm 1 sdm dlm 10 liter airAlat dan bhn makanan yg tlh bersih disimpan dalam tempat terlindung dari pencemaran serangga dan tikus.
 
Tempat cuci tangan , terpisah dai tempat cuci alat dan bahan makanan, dilengkapi air kran, SPAL, bak penampungan, sabun dan pengeringJumlah tempat cuci:1-10 orang = 1 tempat cuci tiap tambah 10 orang = tambah 1 tempat cuci letak : sedekat mungkin dengan pintu masuk
Air bersih tersedia cukup untuk  seluruh kegiatan pengolahan makanan, kualitas air harus  memenuhi syarat Permenkes 416 Th 1990
Jamban dan peturasa harus  kesehatan dan pedoman plumbing Indonesia, jamban : leher angsa, dilengkapi :Air penyiraman Air pembersih badanTissue Pemberitahuan tentang  cuci tangan dengan sabun sesudah menggunakan jamban
Jumlag  karyawan vs jamban jumlah karyawan vs jumlah peturasan jumlah karyawan.
Jumlah peturasan  1-30 orang 1 buah, 31-60 orang 2 buah, 61-90 orang 3 buah. Tiap tambah 30 orangTambah 1 buah, Jumlah karyawan , jumlah jamban 10 orang Jumah karyawan 1-10 orang1 buah11-25 orang2 buah26-50 orang3 buahTiap tambah 25 orangTambah 1 buah
Kamar mandi TPM harus dilengkapi KM dgengan  air kran mengalir dan SPAL sesuai pedoman plumbing Dianjurkan tanpa bak mandi ttp pakai shower utk hindari pertumbuhan larva nyamukKalau pakai bak mandi, maka dikuras tiap minggu
Tempar sampah ber bahan kuat, kedap air, tidak mudah berkarat, bertutup, kantong plantik khusus utk sisa mkn yg mudah busukJumlah dan vol disesuaikan dg produksi sampahSampah dibuang dalam waktu 1x24 jamTempat sampah yg telah penuh diletakkan di tempat yg mudah dijangkau oleh kendaraan pengangkut sampah
Locker karyawan dibuat dari bahan kuat, aman, mudah dibersihkan, tertutup rapatJumlah disesuaikan dg jml karyawanLokasi : ruangan yg terpisah dr dapur dan gudangTerpisah antara karyawan pria dan wanita.
 
Pembersihan , tujuan : ruang kerja layak pakai bersih Estetis Hygienis , prinsip pembersihan ruanganTersedia sarana pembersih Tahu jenis bahan lantai, dinding, plafon, ventilasi, dan karakteristiknya menggunakan teknik dan prosedur yg benar dan sesuai dengan  tujuan waktu dan frekuensi
 Sarana pencucian, pembersihan
Peralatan (manual/ mesin), air, deterjen, desinfektan, deodoranSapuBrush ( sikat)Kain pelKemocengKain lapMesin penghisap debu.
 Pembersih ruagan 
Melarutkan kotoran Sabun Deterjen Zat pencuci lain membunuh mikroorganisme Karbol,lysol,kreolin, kaporitDeodorantZat pengharum (p.u dicampur deterjen)Air panas utk mencuci lantai/ tempat cuci yg macetkarena pembekuan lemak sisa pencucian
 
Jenis ubin semen, ubin teraso Ubin beton
Sifat : menghisap zat yg tumpah, tdk tahan asam, mudah pecahUbin terasoPerm kuat, rata, halus, mengkilat, tahan gesekan dan tekanan, licin bila kena air, menyerap minyakUbin betonPerm kasar, menyerap air, tahan getaran, sulit dibersihkanUbin keramik dan porselenTahan asam, tahan goresan dan tekanan, tidak  isap zat lain, dapat pecah ubin pualam/marmer tidak menyerap bahan cair, kuatUbin granitTahan goresan dan benturan, tidak isap cairan, mudah dibersihkan Ubin andesit Berpori, sulit dibersihkan, mudah ditumbuhi jamurLantai kayuTidak tahan air, menyerap zat lain, sulit dibersihka
Tekhnik membersihkan lantai,
Brooming = menyapu Scraping = mengerik kotoran, Swabing = menggosok lantai dengan  kain basah Washing = menyabun dengan deterjen, sanitazing = membunuh bakteri dengan  desinfektan
 
Jenis dinding, dinding Poros , dinding organik, dinding kedap udara
Dapat mengalirkan udara lewat pori-pori, menyerap air, kurang baik utk dapurBatako, bata tanpa plester, batu cadas,asbes, gypsum, dinding betonDinding OrganikDari bahan organik, tidak kuat, tembus udara, berongga, mudah terbakar, sulit dibersihkan anyaman bambu, rumput,kayu,papan, tanah, kotoran kerbauDinding kedap udara, tidak tembus udara, kuat, rata, tidak serap air, mudah dibersihkan porselen, keramik, marmer, plesteran semen
 
Cara pembersihan dindinng, dinding kedap air = lantai dinding poros dan organik, cukup disapu untuk  menghilangkan debu, dicat ulang dilapis kertas putih agar terlihat bersih
Jenis Platporn, plywood, tickwood, triplek kayu lapis yang dipasangkan pada  kayu kerangka plafon kuat terhadap  benturan, dpt sbg penyekat air, awet, tdk tahan api, mudah terkelupas gypsum campuran semen dan gips kaku, rata, kering, dapat dibentuk eternitC campuran semen dan seratTahan api, mudah patah hardboard papan buatan dari serbuk kayu tidak tahan air, cukup kaku, mudah digigit tikus hardpaperPanel kertas campur semen,karet porous, sulit dibersihkan
 
Pembersihan platform , dibersihkan 1 x seminggu pakai sapu khusus/ penyedot debu , sebelum membersihkan semua peralatan harus ditutup lebih dahulu peralatan ventilasi Exhauster fan dan kipas angin dibersihkan setiap minggu dengan  lap pembersih dan lap kering, kawat kassa (mudah dibongkar pasang) dibersihkan dengan  vaccum cleaner dan lap basah, AC dibesihkan  olah ahlinya
kesimpulan TPM memiliki potensi utk menimbulkan gangguan kesehatan, Untuk  meningkatkan kualitas makanan yg dihasilkan persyaratan TPM harus dipenuhi dan dipelihara dengan  upaya yg benar secara berkesinambungan. (Bangun Banua)