Helda

Helda

Tanjung Redeb –

Setelah melewati serangkaian penilaian dari tim reakreditasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama 3 hari pada bulan Oktober 2019 lalu, kabar gembira pun membuat masyarakat Berau bangga. Puskesmas Tanjung Redeb yang mengikuti reakreditasi tersebut, dinyatakan lulus ke status utama. Hal ini tertuang dalam surat kelulusan dari Kemenkes tertanggal 23 Oktober 2019.

Akreditasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 bahwa setiap puskesmas wajib untuk diakreditasi.Kedatangan tim komisi ini untuk menilai puskesmas yang meliputi bidang Admen (administrasi dan management), UKM (Usaha Kesehatan Masyarakat) dan UKP (Usaha Kesehatan Perseorangan).

Pada penilaian tersebut, 15 orang tim komisi akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)  Kementerian Kesehatan bertandang ke Kabupaten Berau, untuk melaksanakan reakreditasi 5 Puskesmas dari 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Berau. Masing-masing tiga orang penilai didampingi jajaran kepada bidang (Kabid) dari Dinkes Kabupaten Berau. Di puskesmas Tanjung Redeb disambut Kepala Puskesmas Tanjung Redeb H Kasran beserta jajarannya.

Akreditasi Puskesmas di Kabupaten  pertama kali dilaksanakan tahun  2016, meliputi Puskesmas Teluk Bayur, Tanjung Redeb, Bugis, Gunung Tabur dan Sambaliung. Kemudian, tahun 2017, Puskesmas yang diakreditasi Puskesmas Merancang, Lempake, Talisayan, Batu Putih dan Puskesmas Bidukbiduk. Sedangkan di tahun 2018 hanya 1, yakni Puskesmas Tepian Buah Kecamatan Segah. (bangun banua)

PADA bulan November, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memberikan kursus Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman untuk pengelola warung warung tenda dan pengelola jasa katering. Salah satu materinya adalah persyaratan hygiene sanitasi tempat pengolahan makanan (TPM).
Pada website dinkes ini dipaparkan  mengenai apa persyaratan tersebut, mari kita simak satu persatu : 
Yang pertama  TPM bisa restoran, jasaboga, catering, industri makanan, kantin, warung, makanan jajanan, 
Bisa berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, penyakit, keracunan kualitas makanan yg disediakan harus memenuhi syarat kesehatan, termasuk lokasi dan bangunan
Peserta mengetahui persyaratan sanitasi TPM dan mampu menerapkan praktek persyaratan dan teknik pembersihan, pemeliharaan ruangan di TPM
Adapun ruang persyaratan lokasi dan bangunan, meliputi halaman, konstruksi, tata ruang, lantai, dinding, atap, langit-langit,pintu, jendela, ventilasi, pencahayaan, ruangan pengolahan,tempat cuci alat dan bahan makanan, tempat cuci tangan,air bersih, jamban dan peturasan, kamar mandi, tempat sampah,locker, dan cara pembersihan dan pemeliharaannya
Lokasi TPM harus jauh dan terhindar dari pencemaran :
Banjir udara (debu, asap, serbuk, bau), Bahan padat ( sampah, serangga, tikus). Bangunan harus jauh dari sumber pencemar, min 500 m (batas kemampuan terbang lalat rumah) atau mempunyai dinding pemisah yg sempurn
Kontruksi bangunan harus aman dan memenuhi peraturan perundangan tentang keselamatan dan keamanan spt UU Gangguan (Hinder Ordoonantie/HO) dan sesuai peruntukan wilayahnya (RUTR), pedoman konstruksi bangunan umum, pedoman, plumbing, dll.Konstruksi bangunan harus kuat, aman, terpelihara, sehingga mencegah kecelakaan dan pencemaran selalu bersih dan bebas dari barang bekas, sisa
 
Di halaman dipasang papan nama perusahaan yg mencantumkan nomor pendaftaran, Laik HS Selalu kering dan bersih, tidak  banyak serangga, tikus, tersedia tempat sampah, tidak ada tumpukan barang sebagai tempat berbiak serangga dan tikus, tertutup, dilengkapi jeruji, tidak menjadi jalan masuk tikus
Tata ruang restoran dan ruman makan  minimal tertanda : dapur, gudang, ruang makan, toilet, ruang karyawan, ruang administrasi. Tiap ruangan terpisah oleh dinding dan dihubungkan oleh pintu ruangan ditata dengan  baik sesuai fungsi, memudahkan arus tamu, arus karyawan, arus bahan makanan dan makanan jadi, mudah dibersihkan khusus ruang pengolahan makanan : proses pengolahan seperti ban berjalan (berurutan dan teratur)
Lantai dibuat sedemikian rupa sehingga selalu bersih, kering, tidak mudah rusak, tidak lembab, tidak ada retakan, celah, tidak licin, dan tahan terhadap pembersihan yang  berulang, miring ke arah tertentu (1-2%) Pertemuan dinding dengan lantai dibuat conus (tidak membuat sudut mati) agar sisa kotoran mudah dibersihkan
 
Dinding permukaan halus dan rata, warna terang, tidak lembab, mudah dibersihkan, kedap air, dilapis plester/porselen terutama di tempat pencucian (2 m dari lantai)
Atap dan langit langit tidak bocor, cukup landai, tidak menjadi sarang tikusTinggi min 2,4 m
Pintu di ruang masak , dapat menutup sendiri dan membuka ke arah luar (cegah lalat, keamanan), bagian  bawah dilapisi logam setinggi 36 cm utk cegah tikus. Jarak pintu –lantai <5 mm , pintu, jendela, ventilasi dilengkapi kassa kawat yg dapat dibuka
Pencahayaan ruang kerja (dapur, gudang, cuci alat, tangan) pencahayaan 10 foot candle pd ttk 90 cm dari lantai, tidak menyilaukan, tersebar merata1 watt = 1 candlePd jarak 1 kaki (30 cm) 1 watt = 1 foot candleLampu 60 watt pd 2 m (6 kaki) menghasilkan 1/6 x 60 = 10 fc
Ventilasi dibutuhkan untuk  menjaga kenyamanan dengan  suhu 28-32ºC, mencegah kondensasi uap air/lemak pd lantai, dinding, langit2, membuang bau, asap, pencemaran lain ventilasi diperoleh secara alamiah
 
Ruangan pengolahan makanan, tidak berhubungan langsung dengan  jamban, peturasan, kamar mandiLuas ruangan cukup utk bekerja dg mudah dan efisien, mencegah kontaminasi makanan, mudah dibersihkan, luas lantai yang  bebas dari peralatan 2 m²/orang
Fasilitas cuci alat dan bahan makanan,  terbuat dari bahan  kuat, tidak berkarat, mudah dibersihkan 3 bak cuciMerendam (hushing) menyabun (washing) membilas (rinsing) cuci alat : deterjen cuci makanan yg tidak dimasak :PK 0,02% 1 sdt dlm 10 liter, disiram air mendidih (80ºC) beberapa detik Kaporit 50 ppm 1 sdm dlm 10 liter airAlat dan bhn makanan yg tlh bersih disimpan dalam tempat terlindung dari pencemaran serangga dan tikus.
 
Tempat cuci tangan , terpisah dai tempat cuci alat dan bahan makanan, dilengkapi air kran, SPAL, bak penampungan, sabun dan pengeringJumlah tempat cuci:1-10 orang = 1 tempat cuci tiap tambah 10 orang = tambah 1 tempat cuci letak : sedekat mungkin dengan pintu masuk
Air bersih tersedia cukup untuk  seluruh kegiatan pengolahan makanan, kualitas air harus  memenuhi syarat Permenkes 416 Th 1990
Jamban dan peturasa harus  kesehatan dan pedoman plumbing Indonesia, jamban : leher angsa, dilengkapi :Air penyiraman Air pembersih badanTissue Pemberitahuan tentang  cuci tangan dengan sabun sesudah menggunakan jamban
Jumlag  karyawan vs jamban jumlah karyawan vs jumlah peturasan jumlah karyawan.
Jumlah peturasan  1-30 orang 1 buah, 31-60 orang 2 buah, 61-90 orang 3 buah. Tiap tambah 30 orangTambah 1 buah, Jumlah karyawan , jumlah jamban 10 orang Jumah karyawan 1-10 orang1 buah11-25 orang2 buah26-50 orang3 buahTiap tambah 25 orangTambah 1 buah
Kamar mandi TPM harus dilengkapi KM dgengan  air kran mengalir dan SPAL sesuai pedoman plumbing Dianjurkan tanpa bak mandi ttp pakai shower utk hindari pertumbuhan larva nyamukKalau pakai bak mandi, maka dikuras tiap minggu
Tempar sampah ber bahan kuat, kedap air, tidak mudah berkarat, bertutup, kantong plantik khusus utk sisa mkn yg mudah busukJumlah dan vol disesuaikan dg produksi sampahSampah dibuang dalam waktu 1x24 jamTempat sampah yg telah penuh diletakkan di tempat yg mudah dijangkau oleh kendaraan pengangkut sampah
Locker karyawan dibuat dari bahan kuat, aman, mudah dibersihkan, tertutup rapatJumlah disesuaikan dg jml karyawanLokasi : ruangan yg terpisah dr dapur dan gudangTerpisah antara karyawan pria dan wanita.
 
Pembersihan , tujuan : ruang kerja layak pakai bersih Estetis Hygienis , prinsip pembersihan ruanganTersedia sarana pembersih Tahu jenis bahan lantai, dinding, plafon, ventilasi, dan karakteristiknya menggunakan teknik dan prosedur yg benar dan sesuai dengan  tujuan waktu dan frekuensi
 Sarana pencucian, pembersihan
Peralatan (manual/ mesin), air, deterjen, desinfektan, deodoranSapuBrush ( sikat)Kain pelKemocengKain lapMesin penghisap debu.
 Pembersih ruagan 
Melarutkan kotoran Sabun Deterjen Zat pencuci lain membunuh mikroorganisme Karbol,lysol,kreolin, kaporitDeodorantZat pengharum (p.u dicampur deterjen)Air panas utk mencuci lantai/ tempat cuci yg macetkarena pembekuan lemak sisa pencucian
 
Jenis ubin semen, ubin teraso Ubin beton
Sifat : menghisap zat yg tumpah, tdk tahan asam, mudah pecahUbin terasoPerm kuat, rata, halus, mengkilat, tahan gesekan dan tekanan, licin bila kena air, menyerap minyakUbin betonPerm kasar, menyerap air, tahan getaran, sulit dibersihkanUbin keramik dan porselenTahan asam, tahan goresan dan tekanan, tidak  isap zat lain, dapat pecah ubin pualam/marmer tidak menyerap bahan cair, kuatUbin granitTahan goresan dan benturan, tidak isap cairan, mudah dibersihkan Ubin andesit Berpori, sulit dibersihkan, mudah ditumbuhi jamurLantai kayuTidak tahan air, menyerap zat lain, sulit dibersihka
Tekhnik membersihkan lantai,
Brooming = menyapu Scraping = mengerik kotoran, Swabing = menggosok lantai dengan  kain basah Washing = menyabun dengan deterjen, sanitazing = membunuh bakteri dengan  desinfektan
 
Jenis dinding, dinding Poros , dinding organik, dinding kedap udara
Dapat mengalirkan udara lewat pori-pori, menyerap air, kurang baik utk dapurBatako, bata tanpa plester, batu cadas,asbes, gypsum, dinding betonDinding OrganikDari bahan organik, tidak kuat, tembus udara, berongga, mudah terbakar, sulit dibersihkan anyaman bambu, rumput,kayu,papan, tanah, kotoran kerbauDinding kedap udara, tidak tembus udara, kuat, rata, tidak serap air, mudah dibersihkan porselen, keramik, marmer, plesteran semen
 
Cara pembersihan dindinng, dinding kedap air = lantai dinding poros dan organik, cukup disapu untuk  menghilangkan debu, dicat ulang dilapis kertas putih agar terlihat bersih
Jenis Platporn, plywood, tickwood, triplek kayu lapis yang dipasangkan pada  kayu kerangka plafon kuat terhadap  benturan, dpt sbg penyekat air, awet, tdk tahan api, mudah terkelupas gypsum campuran semen dan gips kaku, rata, kering, dapat dibentuk eternitC campuran semen dan seratTahan api, mudah patah hardboard papan buatan dari serbuk kayu tidak tahan air, cukup kaku, mudah digigit tikus hardpaperPanel kertas campur semen,karet porous, sulit dibersihkan
 
Pembersihan platform , dibersihkan 1 x seminggu pakai sapu khusus/ penyedot debu , sebelum membersihkan semua peralatan harus ditutup lebih dahulu peralatan ventilasi Exhauster fan dan kipas angin dibersihkan setiap minggu dengan  lap pembersih dan lap kering, kawat kassa (mudah dibongkar pasang) dibersihkan dengan  vaccum cleaner dan lap basah, AC dibesihkan  olah ahlinya
kesimpulan TPM memiliki potensi utk menimbulkan gangguan kesehatan, Untuk  meningkatkan kualitas makanan yg dihasilkan persyaratan TPM harus dipenuhi dan dipelihara dengan  upaya yg benar secara berkesinambungan. (Bangun Banua)
Tanjung Redeb-
Selama dua hari mengikuti kursus Higiene Sanita Makanan dan Minuman di ruang pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, (6-7/12) peserta pengelola catering harus mengimplementasikan materi atau ilmu yang telah didapatkan dari nara sumber.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinkes Kabupaten Berau drg.Bambang Sunarto pada acara penutupan kursus tadi siang , Minggu (7/12) .
Pasalnya berdasarkan undang undang no 36 tahun 2009 bahwa makanan dan minuman yang diperjualbelikan harus memenuhi ketentuan standar dan persyaratan kebersihan dan sanitasi yaitu tidak tercemar kotoran, jasat renik dan bahan berbahaya.
“Selama dua hari, telah diberikan kursus dan ilmu mengenai higiene sanitasi makanan dan mainuman, sangat diharapkan saudara saudara dapat menerapkannya di tempat usaha catearing yang dikelola,” kata Bambang Sunarto.
Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga, Suhartini SKM MAP , menegaskan bahwa kebersihan perorangan atau personal higiene merupakan kunci kebersihan pengolahan makanan yang aman dan sehat. Yang intinya bermula kebersihan dari diri sendiri ta individu. (bangun banua)
Tanjung Redeb –
Jajaran pengelola catering atau pengusaha makanan dan minuman sejumlah 42 orang dari berkumpul di kantor Dinas Kesehatan Sabtu pagi (6/12), mereka ini diberikan kursus tentang higiene sanitasi makanan dan minuman.
Kursus ini dinilai sangat penting utuk diikuti oleh pengelola usaha, karena makanan dan minuman yang diproduksi dan dikonsumsi oleh karyawan ataupun masyarakat harus dalam keadaan bersih dan higienis.
Tampak hadir pengeloal usaha katering yang menangani makan dan minuman di perusahaan, hadir mengikuti acara kursus, yang berlangsung selama dua hari 6-7 Desember 2019.
Mereka yang hadir para pengelola makanan dan dari jasa usaha MCM, Resti Nur, HPB, DX, ABR, MPM, SMU, Pangan Sari dan Tata Wisata. 
Menurut keterangan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga, Suhartini SKM MAP , bahwa memberikan kursus ini berdasarkan UU 1945, UU Kesehatan no 36 tahun 2009, peraturan terkait pangan , UU no 8 tahun 2012 Tentang Pangan,PP o 28 tahun 2004 mengenai Keamanan Mutu dan Gizi Pangan, PP no 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan,  
Dipaparkan Suhartini bahwa setiap orang atau badan hukum yang memproduksi , mengolah serta mendistribusikan makanan dan minuman harus aman bagi manusia , hewan dan dimakan manusia , hewan dan lingkunganya. 
“Makanan dan minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar atau persyaratan kesehatan,” papar Suhartini. Kemudian makanan dan minuman yang dapat diedarkan setelah mendapatkan izin edar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Ditambahkan peserta ini akan diberikan kursus dengan materi tentang Undang Undang Makanan, Persyaratan Higiene Sanitasi Makanan,  Bakteri Penemar Makanan, Bahan Pencemar Makanan,  Penyakit Bawaan Makanan, Prinsip Higiene Sanitasi Makanan, Struktur dan Tata Letak Dapur, Pencucian Peralatan Dapur, Higiene Perorangan, Lemari Pendingin, Proses Memasak, Penerapan Persyaratan titik titik Pengendalian Kritis dan terakhir materi tentang Mikroba Pangan.
Materi ini juga pernah diberikan kepada pengelola warung tenda pada kursus higiene sanitasi makanan dan minuman yang dilangsungkan pada 28- 29 Nopember 2019 di aula pertemuan kantor Dinas kesehatan. (Bangun Banua)

Tanjung Redeb –

 

Kenaikan tarif atau biaya pelayanan kesehatan puskesmas sebesar 100 persen, mendapat tanggapan dari masyarakat Berau. Menurut mereka, peningkatan tersebut cukup memberatkan bagi mereka yang selama ini menggunakan pelayanan puskesmas. Namun, dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Berau, Bambang Hartato, kenaikan ini merupakan salah satu upaya Pemkab untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau dari segi kesehatan.

 

“Kami akui kenaikan ini juga ada usulan dari Dinkes sendiri, namun untuk itu bukan kenaikan yang kami usulkan melainkan penyesuaian. Tetapi, ini juga berkaitan dengan kebijakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), yang meningkatkan PAD dari layanan kesehatan,” jelasnya Senin (4/11).

 

Bambang menolak menggunakan istilah ‘naik’ menurutnya, tarif yang berlaku di Puskesmas saat ini hanyalah ‘penyesuaian’. Bambang mengatakan, kenaikan traif ini dilakukan karena sejak tahun tahun 2012 hingga September 2019 tidak pernah mengalami kenaikan.

 

Menurutnya, usulan kenaikan tarif ini tidak dilakukan sembarangan. Dinas Kesehatan kata Bambang, telah menunjuk konsultan untuk menghitung kenaikan tarif yang wajar.

 

“Itu (kenaikan tarif) hasil hitung-hitungan tim ahli. Hitungan konsultan. Memang kesannya drastis, tapi berdasarkan hitungan konsultan, masih wajar,” ujarnya.

 

Terkait keluhan masyarakat, yang menyebut kenaikan tarif ini tidak diimbangi dengan pelayanan yang maksimal, Bambang mengatakan, pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran.

 

“Kalau kami sudah menginformasikan ke semua pihak untuk menampung keluhan dari masyarakat,” tandasnya.

 

Sekadar diketahui, kenaikan tarif Puskesmas ini berlaku sejak 1 Oktober 2019. Sebelum kenaikan tarif ini diberlakukan, masyarakat cukup membayar Rp 10 ribu untuk semua jenis layanan kesehatan. Namun sejak awal bulan Oktober 2019, tarif pendaftaran naik menjadi Rp 25 ribu. Kenaikan tarif ini diatur dalam Peraturan Daerah nomor 12 Tahun 2019, tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 7 tahun 2012 tentang restribusi layanan kesehatan.

Dalam peraturan daerah ini disebutkan, biaya pendaftaran jasa sarana Rp 5 ribu, ditambah jasa pelayanan Rp 5 ribu. Kemudian biaya pemeriksaan kesehatan dengan komponen jasa sarana sebesar Rp 5 ribu dan jasa pelayanan pemeriksaan kesehatan Rp 10 ribu. (bangun banua)

Tanjung Redeb –
Sejumlah 34 pemilik  dan pengelola warung tenda d wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya diberikan kursus mengenai higiene sanitasi makanan dan minuman (mamin) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, 28-29 Nopember di ruang pertemuan kantor Dinas Kesehatan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Ahmad Basuki dalam pembukaan kursus, menyebutkan bahwa pemilih ataupun pengeloa warung tenda ataupun restoran dalam mendistribusikan makanan dan minuman kepada konsumen harus dapat menjamin keamanan makanan tersebut sesuai standar kesehatan
Dinkes selaku instansi terkait memberikan kursus higiene sanitasi bagi pengelola mamin berdasarkan undang undang 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang mana pda psal 21 mengatur tentang makanan dan minuman, kemudian undang undang tahun 1996 tentang pangan, undang undang tahun 10084 tentang wabah penyakit menular, peraturan pemerintha thun 2000 tentang kewenangan pemerintah, PP no 28 tahun 2004 tentang keamanan .
Kepada media ini, Ahmad Basuki menjelaskan bahwa peserta ini diberikan   materi kursus selama dua  hari.adapun materi yang dibaerikan oleh dokter puskesmas dan jajaran dinas kesehatan yakni peraturan perundang undangaan mengenai higiene sanitasi makanan,  persyaratan higiene sanitasi makanan, bakteri pencemar makanan, bahan tercemar makanan,  penyakit bawaan makanan, mikroba pangan, struktur dan tata letak dapur, pencucian  peralatan, higiene perorangan, lemari pendingin, proses masak memasak makanan.
Tanjung Redeb –
Mulai pukul 07.00 wita puskesmas Kampung Bugis menjadi bertambah ramai , selain kunjungan pasien, juga tampak orang tua atau lansia berduyun duyun ke ruangan khusus pengobatan gratis.
Rupanya, Puskesmas Kampung Bugis megadakan acara bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia. Menurut keterangan Kepala Puskesmasya Bachri Arta Kesuma, bahwa pemeriksaan kesehatan gratis ini rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55.
Puskesmas yang cukup diidolai masyarakat ini, menyiapkan lima orang dokter dan perawat nya untuk melayani masyarakat. Ada dokter Haerul, Frans , Bella, Fajri dan dr Ratih yang siap menangani jajaran lansia  yang berkunjung.
Lansia ini diperiksa PTM (penyakit tidak menular) seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, stroke, gagal jantung dan kanker. Lima penyakit tidak menular ini sudah sangat umum di Kabupaten Berau dan indonesia pada umumnya. Dan pemeriksaan lab sederhana 
Hinga pukul 11.00 wita, pemeriksaan gratis berakhir, tercatat sejumlah 70 lansia memeriksakan kesehaan gratis ke puskesmas Kalmpung Bugis. (bangun banua)

TANJUNG REDEB - Memperingati Hari Kesehatan Nasinal (HKN) yang jatuh pada hari Jum'at tanggal 28 November lalu, pemkab Berau mengelar upacara di halaman Kantor Bupati, dan upacara tersebut dipimpin Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM. Dikesempatan itu, Muharram mengajak jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjadikan momentum HKN ini semangat untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“ Sebab titik berat arah pembangunan kesehatan Berau, peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui peningkatan pelayanan kesehatan yang murah, mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.Terutama kepada masyarakat kurang mampu. Sebutnya.

Pembangunan kesehatan itu, sambung Bupati, juga untuk mendukung salah satu program pemerintah pusat, yakni pembangunan SDM untuk mewujudkan generasi sehat agar Indonesia unggul.

“Pembangunannya dengan berpilar kepada paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan jaminan kesehatan,” katanya.

Karena, sebut Muharram, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, memerlukan inovasi mengingat era semakin modren, dinamis dan cepat berubah. “Sehingga tantangan dan masalah yang dihadapi juga semakin rumit,” teranganya.

Sebab itulah, kata Muharram, pemerintah daerah, dunia usaha, akademis dan praktisi, semuanya harus ambil bagian untuk mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.

Agar masyarakat semakin mengerti pentingnya perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat – tempat umum dan fasilitas lainnya.

“Intinya berupaya melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), agar peningkatan kesehatan benar-benar terwujud,”ujarnya.

Sembari menyampaikan penghargaan dan penghormatan kepada para insan kesehatan di Berau, yang telah bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah untuk melaksanakan pembangunan kesehatan masyarakat.

Dijelaskan pula, hakekat pembangunan kesehatan tersebut, sesuai dengan visi Pemkab Berau yakni menjadikan Berau sehat, maju, sejahtera dan religius melalui berbagai program dan infrastruktur yang berkelanjutan.

Meski demikian, kata Muharram, Dinkes harus lebih fokus kepada misi keehatan, yakni peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat, perlindungan kesehatan masyarakat, dengan upaya kesehatan yang bermutu, ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan serta terciptanya tata kelola pelayanan kesehatan yang baik. “Agar terwujudnya masyarakat Berau yang sehat dan berkeadilan,”tegasnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB  –  

Pemkab Berau bersama Baznas serta PT Berau Coal selaku penyandang pendanaan pembangunan, tengah menuntaskan penyusunan perjanjian kerjasama (PKS) yang rencana akan ditandangani pada gelaran Rapat Koordinasi Pusat Daerah (Rakorpusda) Baznas di Jakarta 2 Desember 2019 mendatang.

Memantapkan rencana pembangunan dan kolaborasi pengelolaan, digelarlah pertemuan bersama yang dihadiri Bupati Berau Muharram dan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas pusat, Irfan Syauqi Beik, di meeting room Hotel Four Poin, Balikpapan, Kamis (28/11).

Selain itu hadir Ketua Baznas Kaltim Fachrul Gazi, Ketua Baznas Berau Rajuddin Abdurrahman dan manajemen PT Berau Coal.

Pembangunan yang sepenuhnya akan dilakukan Baznas Berau akan mendapat dukungan pendanaan dari PT Berau Coal dengan total anggaran sebesar Rp 17 miliar.

Selain untuk pembangunan fisik gedung seluas kurang lebih 1700 meter persegi. Anggaran tersebut juga untuk pengadaan alat kesehatan rumah sehat. Sesuai dengan progres yang telah ditetapkan, pembangunan fisik rencananya diserahkan kepada pihak ketiga dimulai pada 2020 dan ditarget tuntas pada tahun 2021 mendatang.

Pembangunan rumah sehat Baznas  berlantai dua ini dilengkapi dengan 32 bed yang sepenuhnya akan melayani masyarakat kurang mampu atau mustahik.

Pengelolaan dan operasional setelah pembangunan selesai sepenuhnya akan dilakukan Baznas pusat, berkolaborasi dengan Baznas Kaltim dan Baznas Kabupaten Berau. Bahkan untuk mendukung rencana ini, Baznas pusat akan mendukung 60 persen dari biaya operasional dibutuhkan dalam pelayanan RSB Berau.

Sementara Pemkab Berau mendukung dengan lokasi seluas kurang lebih 4.920 meter persegi yang berlokasi di Jl SA Maulana Tanjung Redeb.

Bupati Berau Muharram menginginkan rumah sehat baznas ini dapat segera dimulai. Terlebih peletakan batu pertama telah dilaksanakan September lalu. Terbangunnya RSB ini akan semakin menambah pelayanan kepada masyarakat.

Pasalnya saat ini Pemkab Berau juga tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit tipe B. Selain itu juga segera beroperasinya rumah sakit swasta di Bumi Batiwakkal. “Kita berharap pembangunan rumah sehat ini bisa segera untuk turut membantu pelayanan kesehatan kepada para mustahik,” ungkapnya.

Dalam mendukung pengelolaan, Pemkab Berau ditegaskan Muharram juga terus berupaya mendukung Baznas Berau untuk meningkatkan pengelolaan zakat, infaq dan sadaqah. \

Di antaranya dengan mendorong para aparatur sipil negara maupun karyawan perusahaan untuk menunaikan zakat profesi melalui baznas. Zakat profesi ini menurutnya cukup besar dan potensi untuk meningkatkan pengelolaan zakat melalui Baznas.

Sementara Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik mengatakan, perjanjian kerja sama sangat penting untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan rumah sehat baznas Berau kedepannya.

Program ini juga menjadi perhatian Baznas pusat. Bahkan penandatangan perjanjian kerjasama ini nantinya ajan dilakukan pada rakorpusda Baznas se-Indonesia di gedung Bank Indonesia di Jakarta.

Program kerjasama ini diharapkannya menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun rumah sehat bagi masyarakat kurang mampu.

“Bupati Berau bersama manajemen Berau Coal dan Baznas Kaltim dan Baznas Berau diundang untuk penandatanganan pada Rakorpusda Baznas di Jakarta,” tandasnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau, dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Kalimantan Timur, menggelar sosialisasi produk halal, di Hotel Melati Tanjung Redeb, Senin (25/11). Sosialisasi yang diikuti para pelaku usaha rumah makan tersebut, menghadirkan Direkrut LPPOM MUI Kaltim, drh H Nur Sumarsongko, sebagai narasumber. Sosialisasi dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan, Dahniar Ratnawati, mewakili Bupati Berau, Muharram.

Bupati Berau Muharram, dalam sambutan yang dibacakan staf ahli Dahniar Ratnawati, menegaskan urusan makanan dan minuman, pangan, kosmetik, dan produk halal, menjadi satu hal yang paling mendasar bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Banyak muslim yang tidak mau mengonsumsi makanan dan meminum yang tidak berlabel halal. Bahkan, walaupun terlihat menggoda mata dan lidah, tetap dihindari karena tidak ada label halalnya.

Untuk itu, meskipun kesadaran masyarakat sudah tinggi, namun perlu diperluas lagi akan pentingnya mengonsumsi produk-produk halal.

Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi mengenai produk halal kepada masyarakat, mahasiswa, dan para pelajar secara luas, untuk meminimalisasi terjadinya pengonsumsian produk-produk oleh masyarakat. Produk makanan dan minuman yang menjadi usaha sebagian masyarakat, oleh para pelaku usaha, dalam proses pembuatannya harus terjamin kehalalan dan kebersihannya sesuai dengan ajaran serta syariat Islam. “Selain itu dalam proses, khususnya untuk pembuatan makanan dan minuman, juga harus dihindari bahan pengawet, pewarna, dan bahan-bahan lainnya yang kurang jelas dan mendekati haram atau ketidakhalalannya. Yang nantinya akan berakibat atau berdampak bagi tubuh jasmani kita ini,” ungkapnya.

Bupati Muharram menyambut baik kegiatan sosialisasi produk halal dengan harapan memberikan informasi kepada masyarakat luas, terkait pentingnya mengetahui produk halal. Utamanya kepada para pelaku usaha untuk memastikan produk yang dijual halal dan bersih.

Sementara Sumarsongko dalam sosialisasi menyampaikan, tidak semua makanan kemasan yang berlogo halal itu benar-benar halal. Ada beberapa yang mencantumkan logo halal tapi tidak bersertifikat halal. Cukup banyak makanan yang beredar di masyarakat, yang belum memenuhi standar dari LPPOM MUI. Oleh karena itu, wajib bagi pelaku usaha mendaftarkan produknya agar bisa bersertifikasi halal. Begitu juga dengan pelaku usaha, maupun swasta dan pemerintah, untuk mendaftar produk atau menggunakan produk-produk bersertifikat halal. (bangun banua)