Helda

Helda

Tanjung Redeb - 

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto menegaskan, ada dua isu dalam bidang kesehatan yang harus secepatnya diselesaikan yaitu terkait stunting dan jaminan kesehatan nasional.

Menkes mengatakan itu dalam sambutannya memperingati  Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 55 yang di Berau diperingati dalam upacara yang dipimpin langsung Bupati Berau, H Muharram  di halaman Kantor Bupati, Tanjung Redeb, Jumat (29/11) pagi.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, Setkab Berau, Ir M Gazali MM, unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Berau, serta segenap peserta upacara yang terdiri dari jajaran Kodim 0902 TRD, Brimob, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Korpri Kabupaten Berau .

Dalam sambutannya yang dibacakan bupati Berau, Menkes mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, angka stunting berhasil diturunkan sebanyak 10% dan hal ini perlu di tingkatkan demi mengeleminasi stunting dari Indonesia.

“Sementara terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), JKN telah dilaksanakan sepenuhnya, namun tantangannya cukup besar, oleh karena itu diharapkan bisa bersama – sama mencari solusi terbaik demi menghasilkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan kualitas yang baik, adil dan merata,” ungkapnya.

Selain kedua itu tersebut, kata Menkes, masalah terkait kesehatan yang harus diselesaikan adalah membangun SDM yang berkualitas, tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.

“Hal tersebut menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan,” Terawan menambahkan.

Menurut Menkes, keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM telah diraih dari kinerja kabinet lalu yang ditandai dengan adanya peningkatan indeks pembangunan manusia setiap tahun, di mana salah satu parameter yang diukur adalah usia harapan hidup.

“Namun, kita juga tidak dapat menutup mata terhadap berbagai permasalahan yang masih ada dalam proses pembangunan kesehatan di tanah air. Kita masih dihadapkan pada kompleks masalah stunting JKN, serta penyediaan pelayanan kesehatan dasar,” ujarnya.

Menkes  melalui momentum HKN  mengajak berkonsentrasi terhadap potensi kekuatan, dan kebersamaan untuk menitik beratkan pembangunan generasi sehat yang dilandasi tekad untuk memajukan bangsa.

“Untuk itu saya berharap kita dapat bekerja sama dengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi, untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku sesuai amanat Presiden, khususnya membenahi stanting, tata kelola BPJS Kesehatan serta penyediaan obat dan alat kesehatan,” pungkasnya.

TANJUNG REDEB –
Puskesmas Kampung Bugis Senin (18/11)  mengadakan pertemuan evaluasi kemitraan asuhan mandiri (asman) di balai mufakat.   Ajang kesehatan ini dihadiri peserta pengelut asman toga serta akupresure. 
Menurut keterangan Kepala Puskesmas Kampung Bugis Bachri Karta Kesuma, pertemuan ini untuk mengevaluasi seluruh kegiatan asman dan akupresure di wilayah kerja puskesmas Kampung Bugis. 
Disebutkan bahwa salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah mendorong masyarakat untuk memelihara kesehatannya dan mengatasi masalah kesehatan ringan secara mandiri melalui asman.
Asman adalah upaya masyarakat untuk memelihara kesehatannya dan mengatasi masalah kesehatan ringan secara mandiri dengan memanfaatkan Toga (taman obat keluarga) dan ketrampilan akupresur. 
Toga merupakan sekumpulan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan rumah dan diramu untuk memelihara kesehatan keluarga. Akupresur adalah ketrampilan yang dilakukan dengan melakukan penekanan, pemijatan di titik-titik akupuntur pada permukaan tubuh dengan menggunakan ujung jari atau alat bantu lain untuk perawatan kesehatan.
Pemanfaatan pengobatan tradisional telah lama diterapkan oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh kader asman. Toga merupakan sumber obat yang mudah, murah, dan aman digunakan untuk mengurangi gejala penyakit-penyakit ringan. 
Sedangkan ketrampilan akupresur diperlukan karena aman dan mudah dilakukan sendiri oleh masyarakat. Pelaksanaan asuhan mandiri mengubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif. Asuhan mandiri merupakan dlangkah yang efektif dan efisien dalam menjaga kesehatan keluarga.
Kelompok asman merupakan ujung tombak dalam memasyarakatkan kesehatan tradisional. Peran kader asman sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan tradisional yang sejatinya merupakan warisan leluhur kita.(bangun banua)
TANJUNG REDEB-
Puskemas Kampung Bugis mengelar kegiatan Pembentukan da Pelatihan Kader Pos Usaha Kesehaan Kerja (UKK) dan Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular), Kamis (14/11)  di balai pertemuan kantor Disnakertrans jalan Murjnai 1 Tanjung Redeb.
Pembentukan dan Pelatihan Kader Pos UKK dan Posbindu PTM  menghadirkan pemateri Abdullah Sani dan Gatra Dian Ayu, dengan peserta karyawan atau pekerja perusahaan.
Disebutkan Kepala Puskesmas Kampung Bugis Bachri Karta Kesuma, bahwa UKK merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. 
Prinsip Pos UKK adalah dari, oleh, dan untuk kelompok pekerja mandiri, kecil dan mikro di masyarakat.
“Tujuannya adalah untuk mengupgrade pengetahuan pekerja tentang kesehatan kerja dan kemampuan pekerja dalam menolong diri sendiri, pelayanan kesehatan kerja oleh kader, pekerja dan tenaga kesehatan. “ kata Bahri.
Serta pengetahuan tentang munculnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan pekerja terhadap risiko dan bahaya akibat pekerjaannya.
Manfaat Pos UKK bagi pekerja, dapat mendeteksi secara dini permasalahan kesehatan kerja dan memperoleh pelayanan kesehatan kerja yang terjangkau. Bagi kader kesehatan, Pos UKK memiliki manfaat mendapatkan informasi lebih awal tentang kesehatan kerja.  Sedangkan bagi Puskesmas, mampu memperluas jangkauan pelayanan dan mengoptimalkan fungsi puskesmas. (Bangun Banua)
TANJUNG REDEB-
 
Puskesmas Kampung Bugis  pada Kamis (7/11) mengadakan ajang kesehatan Pelatihan Konselor Sebaya di balai pertemuan Disnakertrans jalan Murjani 1 Tanjung Redeb.  Pelatihan Konselor menghadirkan pemateri dr Fajri dan dr Endang Yulia Rahma dari Puskesmas Kampung Bugis dan peserta dari siswa SMP dan SMA di Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Disebutkan Kepala Puskesmas Kampung Bugis Bachri Karta Kesuma  bahwa konselor sebaya adalah remaja yang mampu memberikan informasi mengenai kesehatan dan membantu teman sebayanya mengenali masalah dan menyadari adanya kebutuhan untuk mencari pertolongan dalam rangka menyelesaikan masalahnya.
“Tujuan dari pelatihan  ini adalah membentuk kelompok konselor sebaya di sekolah untuk membantu mensosialisasikan peran dan fungsi bimbingan konseling, meningkatkan kompetensi diri yakni pribadi yang positif agar mampu menjadi konselor, membantu memecahkan permasalahan teman sebaya melalui kegiatan konseling.” Papar Bachri.
Sementara itu pelatihan keselor  diawali dengan membentuk kelompok-kelompok kemudian dilanjutakan dengan permainan. Tanya jawab antar peserta pelatihan tentang masalah-masalah yang terjadi pada diri sendiri, masalah-masalah yang terjadi dikalangan remaja, kemudian bersama-sama mencoba mencari solusinya. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam pelatihan ini, siswa juga diajak untuk berperan sebagai konselor. Peserta juga dikenalkan syarat-syarat menjadi konselor. Sebagai konselor wajib memenuhi beberapa syarat yaitu menjadi pendengar yang baik, tidak berlagak menjadi guru , dapat menyimpan rahasia, mampu mengembalikan rasa percaya diri, dan membenahi pola pikir negatif kliennya menjadi positive thinking. 
Konselor teman sebaya bukan konselor profesional melainkan konselolor teman sebaya yang dapat memberikan bantuan untuk memecahkan masalah kepada teman.
Harapan dari pihak penyelenggaara Puskesmas Kampung Bugis, konselor yang telah di bentuk mampu mengajak teman-temannya untuk hidup ber-PHBS, memahami apa itu Dampak dari KTD (Kejadian yang tidak diinginkan), bahaya HIV/AIDS, IMS, NAPSA dll, tentang masalah kesehatan Remaja.(bangun banua)
Teluk Bayur-
Suasana Lapangan Bola Kampung Cina Jumat pagi (22/11) menjadi semarak dengan adanya senam sehat bersama Forum Komunikasi Kecamatan Sehat Teluk Bayur. Acara ini digawe untuk memperingati hari kesehatan nasional ke 55 yang diketuai Siti Hasanah istri Camat Teluk Bayur.
 
Hadir pula ketua Forum Kabupaten Sehat Sri Juniarsih Muharram dan bergabung  senam  sehat bersama pegawai Puskesmas,guru SD, guru Tk dan  warga Teluk Bayur. 
Usai senam, Ketua FBS Kabupaten Berau Sri Juniarsih dalam sambutanya mewanti masyarakat Teluk Bayur untuk menjalankan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan gerakan masyarakat sehat (germas).
Makan makanan bergizi, sayur dan buah buahan, berolah raga, rutin cek kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan.
 
“Dan sekarang mengurangi sampah plastik,ayo mulai sekarang,” kata Sri Juniarsih.
Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsh juga memaparkan  mengenai Kabupaten Berau yang baru saja mendapatkan penghargaan Kabupaten Sehat (Swasti Saba) tingkat Padapa (pemantapan). Sri mohon kepedulian dan dukungan warga Teluk Bayur untuk terus dapat memelihara kesehatan dan  kebersihan lingkungan, agar kita semua dapat mencapai Kabupaten Sehat.
Ajang peringatan hari kesehatan nasional ini juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari puskesmas Teluk Bayur. (bangun banua)
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kabupaten Berau sebagai  organisasi para ahli kesehatan masyarakat diharapkan memberikan nilai positif dan terus berkontribusi nyata bersama sama pemerintah daerah dan seluruh elemen mewujudkan masyarakat  Berau yang sehat.
 
Bupati Berau, H Muharram menyampaikan harapannya itu saat mengukuhkan  Pengurus Cabang Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kabupaten Berau Periode 2019-2024  dan sekaligus membuka  seminar bertema “Peran Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat Dalam Mewujudkan Indonesia Sehat” di Balai Mufakat Tanjung Redeb,  Sabtu (16/11).
 
Menurut bupati, dengan hadirnya IAKMI, semakin menambah kekuatan pada upaya peningkatan pelayanan di bidang kesehatan, setelah  tahun ini Kabupaten Berau untuk kali pertama mendapat penghargaan dibidang Kabupaten/Kota sehat  tingkat pemantapan atau Padapa.
 
Pengharhaan  Tingkat Padapa adalah hasil kerja keras Foum Berau Sehat bersama seluruh stakeholder sebagai mitra kerja, termasuk para ahli kesehatan masyarakat yang tergabung di IAKMI. “Penghargaan ini menjadi motivasi dan pemicu semangat untuk terus mewujudkan Kabupaten Berau sehat,” kata bupati.
 
Diterangkan, dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, yang perlu ditanamkan sejak dini adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Dalam rangka upaya pencegahan ini, peran para tenaga ahli kesehatan masyarakat sangat penting. Bagaimana bisa memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.
 
“Kalau mau program kesehatan ini berjalan dengan baik, maka peran teman teman ahli kesehatan masyarakat perlu dikedepankannya dalam pencegahan, sebelum tindakan medis dalam pengobatan,” ungkapnya.
 
Bupati minta IAKMI merumuskan bersama langkah langkah yang dilakukan dalam upaya mengoptimalkan peran dalam membangun dunia kesehatan. Pembagian peran dalam pengelolaan dunia kesehatan harus dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan peran para tenaga ahli kesehatan agar program yang ditetapkan  dapat berjalan dengan maksimal.
 
“Kita harus berpikir serius apa yang harus dilakukan dalam hal tindakan preventif, untuk melindungi masyarakat supaya sebelum terkena penyakit sudah ada upaya pencegahan terlebih dahulu,” tegasnya.
 
Muharram menyambut baik gelaran seminar guna menambah pengetahuan dan wawasan bagi ahli kesehatan masyarakat maupun seluruh elemen yang terlibat, pasalnya kemajuan teknologi kesehatan saat ini  semakin pesat, sehingga perkembangan pengetahuan juga harus terus diupdate. “Melalui IAKMI akan semakin meningkat peran ahli kesehatan dan manfaatnya  bagi masyarakat secara luas,” tandasnya. (bangun banua)

Jakarta

Menkes Terawan Agus Putranto dan Mendagri Tito Karnavian memberikan penghargaan Kabupaten Kota Sehat (Swasti Saba), di kantor Kemendagri, Jakarta. Penghargaan diberikan kepada 6 Gubernur, 177 Bupati dan Walikota serta 3 orang motivator dari tim pembina yang aktif mengkoordinasikan dan membina seluruh forum Kabupaten, Kota di wilayah provinsinya untuk menyelenggarakan kabupaten dan kota sehat.

Dalam sambutannya Menkes berharap agar momentum, pemberian penghargaan ini memberi manfaat dan pemahaman yang sama akan arah dan kebijakan pembangunan kesehatan di seluruh Kabupaten, Kota di Indonesia menuju Indonesia Sehat.

Program KKS bertujuan agar tercapai kondisi Kabupaten Kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.

Perlu diketahui bahwa penghargaan Kabupaten Kota Sehat (KKS) bukanlah sebuah lomba melainkan apresiasi pemerinta pusat pada pemerintah daerah yang sudah menyelenggarakan KKS sesuai Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.

Dari 177 Kabupaten yang mendapatkan penghargaan salah satunya Kabupaten Berau penghargaan sebagai Kabupaten Sehat tingkat Padapa (Pemantapan).

Bupati Berau diwakili Sekkab Berau  Ir Muhammad Gazali, ketua Harian Forum Berau Sehat Najemuddin didampingi Ketua Pembina Forum Berau Sehat Ir Agus Wahyudi MM. Acara berlangsung  di ruang Sasana Bahkti Peraja, Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7 Jakarta Pusat, Selasa (19/11) pagi pukul 09.00 wita.

Menurut keterangan Najemudin yang dihubungi via telpon seluler, fihaknya mengucapkanterima kasih setinggi tinggi nya kepada masyarakat Berau yang telah mewujukan Berau seabagai kabupaten sehat tingkata Padapa atau  tahapan pemantapan.  

Rencana Najemudin bersama Sekkab dan ketua embina Foum Berau sehat Ir Agus Wahyud, betolak daria Jakarta dan langsung membawa trophy ke Kediaman Bupati Berau di Komplek Cendana. (bangun banua)

Tanjung Redeb 
Pelatihan Dokter Kecil sebagai bagian dari Kegiatan Program Kesehatan, khususnya Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). Pada akhir pekan lalu Tim Puskesmas Kampung Bugis telah melaksanakan kegiatan pelatihan Dokter Kecil Tingkat Sekolah Dasar di SD 004 Berau  Jalan Mangga II Tanjung Redeb dalam wilayah Puskesmas Kampung Bugis.
Dokter kecil merupakan peserta didik yang dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian Usaha Pelayanan Kesehatan (UKS) terhadap diri sendiri, keluarga, teman murid, pada khususnya dan sekolah pada umumnya. 
Kegiatan Pelatihan Dokter Kecil 36 siswa dari kelas 4-5 SD 004 Berau  denga pemateri drg Susilawati dan Nina Yunita Amd Kep.
 
Disebutkan drg Susilawati, tujuan Pelatihan Dokter Kecil untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS dan siswa   mampu menjadi penggerak hidup sehat serta mampu menolong dirinya, keluarga dan orang lain untuk hidup sehat. Adapun kriteria siswa  peserta Pelatihan Dokter Kecil antara lain telah menduduki kelas 4 -5 Sekolah Dasar, berprestasi di sekolah, berbadan sehat, berwatak pemimpin dan bertanggungjawab, berpenampilan bersih dan berperilaku sehat, berbudi pekerti baik dan suka menolong dan di izinkan orang tua.
Materi atau pokok bahasan dalam Kegiatan Pelatihan Dokter kecil yang di berikan antara lain materi UKS, P3K, Napza dan Bahaya merokok, Kesehatan Gigi dan Mulut, Gizi Anak Sekolah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat , Kesehatan Perorangan, Penyakit Menular dan Tidak Menular dan Imunisasi. 
 
Meskipun banyak materi yang diberikan, sebut drg Susilawati,  siswa tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pelatihan.
Sebelum pelatihan dimulai peserta pelatihan diberikan soal pre-test untuk mengukur pengetahuan awal sebelum diberikan materi dan diberikan post-test setelah pemberian materi selesai untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi, dan dari hasil menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dari setelah siswa SD 004 Berau  mengikuti pelatihan.
Dari kegiatan Pelatihan Dokter Kecil yang telah dilakukan diharapkan siswa  mampu bersikap dan berperilaku sehat, mampu mengajak serta mendorong murid lainnya untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing dan berperan aktif dalam kampanye kesehatan yang diselenggarakan di sekolah. (bangun banua)
BARU baru ini Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengadakan Seminar Kesehatan “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Iva Test Dan Kanker Payudara Dengan Sadari” , di Balai Mufakat Tanjung Redeb.
Bagaimana di ungkapkan bahwa penyakit kanker merupakan tantangan saat ini. Dan kanker masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di dunia, termasuk Indonesia. 
Ada dua pemateri dalam seminar kemarin, yakni drg Eka Hadiwijaya MAP dan dr Andriansyah SPOG (K) , kali ini website dinkes Berau akan memaparkan materi yang dikemukakan drg Eka yang judulnya , Cegah enyakit Kanker denga Pola Makan dan Minum Sehat.
 
Dan salah satu penyebab terjadinya kanker adalah pola hidup yang tidak sehat. Maka dari itu, cara pencegahan penyakit kanker yang paling baik adalah dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat dengan makan dan minuman yang sehat.
1. Yang pertama bagaimana mengeloa perasaan , tersenyum dan perasaan bahagia
2. Mengonsumsi makan dan minuman berkualitas
Menjaga keseimbangan asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi adalah salah satu cara yang dapat lakukan untuk mengurangi risiko dari penyakit kanker. Sebisa mungkin perbanyak konsumsi sayur dan juga buah-buahan yang kaya akan serat. Kandungan serat yang tinggi dapat membantu membangun sistem pencernaan yang baik dan juga dapat membersihkan sistem pencernaan dengan menghilangkan unsur-unsur penyebab kanker. Selain memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengonsumsi makanan sehat juga berarti Kamu harus mulai membatasi konsumsi gorengan, makanan berpengawet, makanan dengan kandungan protein dan lemak tinggi, serta makanan yang diolah dalam suhu tinggi dan waktu yang lama. Kamu juga harus mulai membatasi konsumsi makanan yang telah melalui cara pengolahan tertentu yan0g dapat menimbulkan prokarsinogen yang seperti makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, atau dipanggang hingga mengeluarkan arang (gosong). Cobalah untuk membaisakan diri mengonsumsi makanan rebus, karena jauh lebih baik bagi tubuh.
Intinya 85 persen nabati dan 15 persen hewani.
3. Mengunyah makanan 30 hingga 70 kali setiap suapan.
Memang ini tidak mudah, namun mulai sekarag harus membiasakan. Karena mengunyah makanan dilakukan merupakan rangkaian proses pencernaan yang terjadi dalam rongga mulut meliputi proses secara mekanis  dan kimiawi (biologis).
Dalam mengunyah yang sempurna berfungsi memproduksi air liur  (saliva), mengandung enzim pencernan amilase untuk memech zat tepung. Dan air liur plus cairan lambung ditambah cairan empedu merupakan campuran yang sempurna untuk mencerna makanan. Dan menghemat enzim.
Mengunyah dengan sempurna partike makanan lebih halus, membunuh parasit. Karena dalam daging dan ikan terdapat parasit dengan pengunyahan sempurna parasit akan mati dalam rongga mulut.
Kemudian mengunyah dengan sempurna butuh wakatu lama , porsi makan lebih sedikit , menekan napsu makan secara alam dan lebih cepat kenyang , akan lebih menghemat enzim  .
Cara makan yang benar , pertama minum air putih 1-2 gelar 30 menit sebelum makan besar. Makan buah 30 menit sebelum makan besar, mengunyah dengan lembut (30-70 kali), konsumsi makanan yang fresh atu dikukus sebentar, dan disiplin dan jaga pola makanan.
4. Minum air berkualitas
Cara minum yang benar, kosumsi air putih yang berkualitas, minum air 8-10 gelas dosisnya 30 mililiter /Kg berat badan, air hangat lebih sehat , konsumsi 1-2 glar setelah bangun tidur, konsumsi 1-2 gelas sebelum makan besar, konsumsi lebih sedikit setelah makan besar dan minumlah sebelumm haus.
 
Akibat cara makan dan minum yang keliru, mengakibatkan tubuh kelebihan asam, adanya sampah tubuh dan sumber penyakit.(bangun banua)
TANJUNG REDEB -
Tantangan kesehatan saat ini, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular seperti kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya. Berdasarkan Data GLOBOCAN, International Agency for Research on Cancer (IARC), diketahui bahwa tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia.
Hal ini diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Hj Sri Juniarsih Muharram pada pembukaan Seminar Kesehatan “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Iva Test Dan Kanker Payudara Dengan Sadari” , yanga dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau baru baru ini di Balai Mufakat Tanjung Redeb.
 
Seminar kesehatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang Ke-55 yang dilaksanakan setiap tanggal 12 November mendatang.
Tema HKN ke-55 tahun 2019 adalah “Generasi Sehat, Indonesia Unggul” pada momentum ini diharapkan sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa; masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta  berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif.
 
Dipaparkan Sri Juniarsih bahwa Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (2005–2024) menetapkan bahwa pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat Kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan Preventif dan Promotif, sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan.  
 
Berdasarkan data BPJS sampai dengan triwulan ketiga tahun 2016, kanker menghabiskan biaya sebesar 2.2 triliun. Meningkat dari tahun 2015, dimana hingga Bulan Juni tahun 2017 kanker telah menghabiskan biaya 6.3 triliun.
Dalam mengatasi hal ini, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu. Yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.
Pada seminar “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Iva Test Dan Kanker Payudara Dengan Sadari”,  istri Bupati Berau ini berharap agar kiranya kita dapat meningkatkan tekad dan semangat kita semua, untuk lebih peduli terhadap kesehatan kita dan keluarga. Disamping itu juga, sebagai kader kesehatan kita memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan, dalam pencapaian derajat kesehatan.
 
Disebutkan Sri Juniarsih bahwa kader kesehatan merupakan pilar utama penggerak pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Mereka secara swadaya dilibatkan oleh puskesmas dalam kegiatan pelayanan kesehatan desa sehingga kader posyandu yang berada di sekitar masyarakat wajib mempunyai bekal tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap kesehatan yang terjadi di kalangan masyarakat.
Sementara itu Seminar kesehatan ini diikuti Kader Posyandu dari 5 puskesmas yakni Puskesmas Tanjung Redeb, Bugis, Sambaliung, Gunung Tabur dan Puskesmas Teluk Bayur. Dan peserta dari PKK Kabupaten Berau.
Adapun pemateri yang dihadirkan dari RSUD Abdul Rivai Drg Eka Hadiwijaya  dan dari RSUD Wahab Syahrani dr Andriansyh SpGO (K) . (Bangun Banua)