Helda

Helda

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Dalam waktu dekat, Berau akan menerima catridge untuk pemeriksaan sampel COVID-19, yang menggunakan alat Tes Cepat Molekular Tuberkulosis (TCM-TB). Dengan demikian, pemeriksaan bisa lebh cepat dilakukan tanpa harus mengirim sampel ke BBLK Surabaya. Untuk itulah, Bupati Berau H.Muharram, Senin (11/5/2020) melihat kesiapan RSUD Abdul Rivai menerima dan mengoperasikan TCM-TB ini.

“Ini kabar gembira bagi semua masyarakat Berau. Karena dalam dua jam tes sampel bisa diketahui hasilnya. Dan dengan adanya catridge ini maka antisipasi-antisipasi atau tindakan bisa cepat dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas,” jelasnya.

RSUD Abdul Rivai menjadi salah satu rumah sakit di Kaltim yang menerima bantuan TCM-TB ini berdasarkan SK Kementerian Kesehatan. Sehingga, semua yang dibutuhkan mulai dari ruangan dan penunjang lainnya harus dipersiapakan dengan matang. Untuk Kaltim mendapatkan pembagian sebanyak 60 cartridge dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang terlebih dahulu digunakan di mesin TVM-TB yang sudah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kandjoso Djatiwibowa (RSKD) Balikpapan.

“Infonya minggu ini sudah tiba di Berau. Maka, untuk diagnosa COVID-19 kepada pasien dengan hasil rapid tes reaktif dapat segera dilanjutkan dengan tes sampel. Tidak terlalu lama lagi kita menunggu hasil pemeriksaan swab yang selama ini harus dikirim ke Surabaya dulu,” lanjutnya.

Dijelaskan jika alat TCM-TB yang bakal digunakan untuk mendeteksi orang dengan virus corona, bekerja dengan pendekatan reaksi rantai polimerase (PCR). Karena berbasis molekuler, dunia kesehatan internasional mengakui hasil uji alat ini akurat. Alat ini juga bisa lebih cepat dan akurat mendeteksi virus corona ketimbang tes massal yang menggunakan spesimen darah. Karena bekerja berdasarkan sampel apusan tenggorokan atau kerongkongan atau metode swab. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Sejak sebulan beroperasi, RSD COVID-19 perlu dievaluasi. Untuk itu, Dinas Kesehatan Berau bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Rumah Sakit Darurat (RSD), menggelar rapat terbatas terkait pelaksanaan penanganan pasien corona.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi mengatakan, ketersediaan ruang isolasi untuk mengantisipasi lonjakan pasien terkait corona perlu menjadi perhatian. Apalagi saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab test sudah mencapai 32 orang, sehingga menurutnya perlu antisipasi penambahan ruangan.

Selain itu, pihaknya juga konsen penambahan tenaga medis. Khususnya tenaga perawat yang saat ini hanya ada 18 orang, yang akan ditambah lima perawat. Sedangkan untuk tenaga dokter, sejauh ini belum ada rencana penambahan. Saat ini ada empat dokter umum, dan satu dokter spesialis penyakit dalam yang bertugas di RSD.

Penambahan ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lanjut Iswahyudi juga telah disiapkan. Yakni memanfaatkan ruang Dahlia di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Ruangan ini diperuntukkan bagi pasien yang betul-betul dianggap butuh perawatan khusus, seperti yang mengalami gejala berat.

“Ini sudah bisa dioperasionalkan pekan depan,” katanya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Berau sudah 32 orang. Ini setelah adanya penambahan 3 hasil pemeriksaan PCR dengan hasil positif dari pengiriman sampel tanggal 24 dan 27 April 2020 di BBLK Surabaya. Hal ini dijelaskan Bupati Berau H.Muharram yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau pada pers rilis Jumat (8/5/2020) melalui aplikasi Zoom.

Dari ketiga orang tersebut, 1 adalah klaster Ijtima Gowa yaitu warga Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan, dan dua lainnya adalah kontak erat pasien positif sebelumnya, yakni satu warga Kelurahan Gayam (kontak pasien Berau 13) dan satu warga Kelurahan Bedungun (kontak pasien Berau 23).

“Masih tersisa 6 sampel lagi dari klaster Gowa yang belum keluar hasilnya sampai saat ini. Untuk itu saya kembali mengimbau masyarakat agar sungguh-sungguh melakukan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19,” jelas Muharram.

Dikatakannya, untuk transmisi lokal yang terjadi hanya seputar keluarga yang memang kontak erat intens dengan pasien positif sebelumnya. Jadi masyarakat jangan terlalu khawatir namun tetap waspada dengan bertahan di dalam rumah, pakai masker jika keluar rumah dan selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Dan untuk orang menjalani karantina atau isolasi mandiri di rumah tidak perlu dikhawatirkan sepanjang yang bersangkutan tidak keluar dari lingkungan rumah. Sehingga tetangga tidak perlu resah namun justru disupport atau dibantu makanannya, sehingga mereka tidak perlu keluar rumah untuk mencari bahan makanan,” tegasnya.

Ditambahkan Muharram, melihat kasus positif yang ada, pembatasan terhadap pendatang cukup berhasil menekan penyebaran dan penambahan jumlah kasus. Karena, sampai saat ini penambahan kasus hanya dari klaster Gowa yang sudah masuk di Berau sejak 25-29 Maret 2020.

Sampai hari ini masih ada 36 sampel yang menunggu antrean di BBLK Surabaya. 6 sampel dari klaster Gowa, 4 sampel merupakan keluarga atau kontak erat dengan klaster Gowa, 17 sampel dari pelaku perjalanan dan 9 sampel merupakan swab kontrol pasien positif sebelumnya. (bangun banua)  

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Sembilan sampel swab yang dikirim pada 24 April dan 27 April 2020 menyatakan jika semuanya terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini dijelaskan Kadinkes Berau Iswahyudi kepada media melalui aplikasi zoom, Rabu (6/5/2020). Dari kesembilan orang tersebut, 2 diantaranya adalah anak-anak.

“Benar ada 9 yang hasilnya positif, dan mereka semua sudah dikarantina sejak 21 Maret 2020. Yang kita khawatirkan adalah transmisi lokal yang sudah terjadi dan terus bertambah. Sekarang sudah 6 kasus transmisi lokal dimana mereka adalah kontak erat dengan para pasien positif yang sudah terkonfirmasi sebelumnya,” jelas Iswahyudi.

Untuk rincian kesembilan orang tersebut adalah, 4 orang yang masih dari klaster Gowa dimana 1 orang merupakan warga Gunung Tabur,1 warga Kelurahan Bugis, 1 warga Kelurahan Bedungun, dan 1 warga Purnasari Jaya Kecamatan Talisayan. Sedangkan 5 lainnya merupakan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, yakni 2 orang anak dari pasien Berau 13 (kontak serumah) usia 11 tahun dan 17 tahun, dan 2 orang anak dari pasien Berau 23 usia 11 tahun dan 16 tahun.

“Dengan adanya penambahan transmisi lokal ini, saya harap masyarakat jangan anggap kondisi ini normal. Karena masih banyak yang keluar rumah tidak pakai masker dan juga tidak menjaga jarak, khususnya di pasar-pasar Ramadhan saat membeli takjil makanan berbuka puasa. Jadi, mari bersama kita memutus rantai penyebaran virus ini. Memang tingkat kematiannya rendah tetapi tingkat penularannya cepat,” tegasnya.

Sampai hari ini rekapitulasi penanganan COVID-19 di Berau adalah, ODP sebanyak 168 orang (64 masih dipantau), PDP sebanyak 69 orang (55 masih diawasi) dan kasus positif 9 orang. Dan masih ada 28 sampel lagi yang menunggu hasil yaitu 23 sampel baru dan 5 sampel kontrol dari pasien positif sebelumnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Satu sampel yang dikirim pada 20 April 2020 ke BBLK Surabaya, untuk seorang warga Lebaan Merapun Kecamatan Kelay, menyatakan jika dirinya positif COVID-19. Dengan demikian, total kasus positif corona di Berau bertambah menjadi 20 orang.

Diketahui jika kasus Berau 20 tersebut juga merupakan salah satu dari klaster Gowa yang sudah melakukan rapid tes sebelumnya dengan hasil positif. Riwayat perjalanannya pun telah ditracking, dan didapat data jika dia melakukan perjalanan 23 Maret 2020 dengan pesawat Makassar-Balikpapan, kemudian naik mobil travel Balikpapan-Merapun. Dan sudah menjalani perawatan di RSUD Abdul Rivai sejak 18 April 2020.

“Dinkes tak henti-hentinya mengajak untuk bersama-sama memutus penyebaran virus ini, dan imbauan juga terus diberikan agar masyarakat sungguh-sungguh dan penuh kesadaran melakukan upaya pencegahan penularan COVID-19 ini dengan menjaga kesehatan dan menjaga imunitas tubuh, menggunakan masker sata keluar rumah, physical distancing, menghindari kerumunan, cuci tangan dengan sabun, dan terapkan PHBS,” jelas Kadinkes Berau Iswahyudi, Senin (4/5/2020).

Sedangkan sampel yang dikirim 21 April 2020 untuk 5 orang menunjukkan hasil negatif. Rinciannya, 4 orang warga Limunjan Kecamatan Sambaliung yang merupakan kontak erat atau anggota keluarga salah satu pasien positif, semuanya negatif. Satu warga lainnya (Berau 5) yang juga pelaku perjalanan dari Jogjakarta melakukan swab kontrol pertama dengan hasil juga negatif.

“Masih ada swab lanjutan dua kali lagi untuk pasien Berau 5 dan mudahan hasilnya tetap negatif sampai dinyatakan sembuh,” tutupnya. (bangun banua)

 

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Sejak Jumat (1/5/2020) UPT Puskesmas Teluk Bayur telah menutup layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam dan layanan rawat inap. Hal ini dilakukan lantaran terus bertambahnya jumlah kasus positif COVID-19 di Berau, dimana juga ada pasien yang merupakan warga Teluk Bayur.

“Keputusan penutupan layanan tersebut harus diambil karena sudah ada transmisi lokal penyebaran virus corona di Berau ini. Terlebih dari 19 pasien itu ada juga warga yang Kecamatan Teluk Bayur yang ternyata positif. Agar tidak semakin menyebar di masyarakat khususnya untuk area Kecamatan Teluk Bayur, penutupan layanan harus kita lakukan,” jelas Kepala UPT Puskesmas Teluk Bayur, Suyatno dihubungi pada Sabtu (2/5/2020).

Penutupan layanan itu dikatakannya belum tau akan sampai kapan diberlakukan. Tetapi, meskipun UGD dan rawat inap ditutup, untuk pelayanan lainnya tetap dibuka dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi warga sebelum berobat. Diantaranya yakni menggunakan masker dan pendamping pasien yang akan berobat hanya diperbolehkan satu orang saja. Dan yang wajib adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan.

“Sementara untuk rawat jalan masih tetap dibuka dengan pembatasan jumlah pasien dan jam layanan hanya sampai sore, tidak 24 jam lagi. Sedangkan untuk pemakaian APD tetap dilakukan saat melayani penngunjung puskesmas, guna menghindari hal yang tidak diinginkan salah satunya penyebaran COVID-19 dari pasien yang tidak bergejala,” tambahnya.

Kondisi lain yang menjadi pertimbangan penutupan layanan tersebut adalah jumlah tenaga kesehatan yang terbatas. Hanya ada 2 dokter yang menangani semua pasien yang akan berobat ke puskesmas Teluk bayur.

“Dokter kami hanya ada dua, dan keduanya adalah perempuan. Mereka sudah ada yang sempat drop karena kelelahan, apalagi di tengah situasi seperti ini, sangat rentan bagi tenaga medis. Ini sebenarnya usulan dari tim dokter juga dan saya sudah komunikasikan ke Kepala Dinas Kesehatan," jelasnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Hanya selang dua hari setelah hasil tes swab terakhir keluar pada Selasa kemarin, terjadi lonjakan drastis. Hasil sampel swab yang dikirim pada 18, 20 dan 21 April 2020 ke BBLK Surabaya menunjukkan jika 11 orang yang dites hasilnya positif corona. Sehingga kasus positif COVID-19 di Berau menjadi 19 kasus.

Dijelaskan Bupati Berau H.Muharram, pada press rilis Kamis (30/4/2020) di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, mayoritas dari pasien yang dinyatakan positif COVID-19 masih masuk dalam kluster Gowa, Sulsel.

“10 orang yakni 4 warga Biduk-Biduk, 1 warga Limunjan Kecamatan Sambaliung, 1 warga Trans Bangun Kecamatan Sambaliung, 1 warga Kampung Bugis Kecamatan Tanjung Redeb, 1 warga Gunung Panjang Kecamatan Tanjung Redeb, 1 warga Rinding Kecamatan Teluk Bayur, dan 1 warga Tanjung Redeb, dimana semuanya adalah laki-laki yang merupakan kluster Gowa. Sedangkan untuk 1 warga Limunjan lainnya adalah perempuan yang merupakan kontak erat serumah dengan salah satu pasien positif corona sebelumnya, yaitu pasien Berau 5,” jelasnya.

Dikatakan Bupati, informasi perkembangan terakhir yang didapat adalah kondisi semua pasien positif ini relatif baik. Kesebelas orang tersebut sebelumnya sudah diisolasi di RSD Cantika di Jalan Gunung Panjang, dan saat ini sudah dipindah ke RSUD Abdul Rivai, untuk mendapatkan perawatan lebih intensif lagi.

“Kita berdoa saja semoga semua pasien positif ini semakin baik kondisinya, dan juga untuk hasil lab ini keluar pas orangnya sudah sembuh. Jadi nanti pas diswab ulang lagi hasilnya negatif,” tambahnya.

Hingga hari ini rekapitulasi di Berau adalah ODP sebanyak 154 (masih dipantau 67), PDP sebanyak 62 kasus (masih pengawasan 48), dan konfirmasi positif 19 kasus. Dan masih ada 24 sampel lagi yang sudah dikirim tinggal menunggu hasilnya.

“13 sampel merupakan kluster Gowa, 5 sampel merupakan kontak erat pelaku perjalanan, dan sisanya 6 sampel adalah diluar kluster Gowa,” tutupnya. (bangun banua) 

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Ketua Tim Penggerak  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga TP PKK Hj Sri Juniarsih dan  H Najemuddin Ketua harian  Forum Berau Sehat (FBS) Terus bergerak dengan menyalurkan bantuan masker hand saniizer, makanan minuman untuk tim medis. Dan Senin (27/4/2020) lalu kembali menyerahkan bantuan untuk 8 puskesmas.
Penyerahan yang dilaksanakan di rumahh jabatn Bupati ini, agak berbeda, kali ini penyerahan diberikan oleh Pembina TP PKK dan Pembina  FBS yakni Bupati Berau  H Muharram. Bantuan diberikan untuk tim medis 8 Puskesmas yakni puskesmas Tepian Buah kecamatan Segah, Talisayan, Tubaan, Biduk Biduk, Batu Putih, Lempake , Long Boy dan Long Laai.
Penyerahan diterima langsung dari perwakilan masing masing puskesmas, dan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan H Iswahyudi.
“Terimakasih telah bekerja ekstra dalam penanggulangan covid 19 ini, semoga kita semua terbebas dari wabah ini dan kita semua di beri kesehatan oleh Allah swt, “ ujar bupati Berau kepada seluruh tim medis yang hadir mewakili .
Sementara itu Sri Juniarsih ketua TP PKK berpesan kepada tim medis agar selalu sabar menghadapi keadaan ini dan tetap menjaga kesehatan. Terutama puskesmas terjauh dari ibukota Tanjung Redeb Kabupaten Berau. (bangun banua)

TANJUNG REDEB,WEBSITE DINKES –

Sebelum adanya penambahan 1 kasus positif corona pada Selasa (28/4/2020), 7 pasien sebelumnya yang sudah menjalani perawatan di RSUD Abdul Rivai sejak beberapa minggu kondisinya terus membaik. Hal ini disampaikan Bupati Berau Muharram dalam video di laman facebook dan instagramnya. Bahkan, kondisi setiap pasien ini dipantau setiap harinya, meskipun hanya melalui komunikasi telepon dengan direktur RSUD Abdul Rivai dr.Nurmin Baso.

“Setiap hari saya pantau untuk mengetahui perkembangannya. Dan alhamdulillah dari komunikasi terkahir Senin (27/4/2020) ketujuh pasien tersebut kondisinya stabil, bahkan mereka menjalankan puasa Ramadan juga. Tetapi, semuanya tetap dalam pantauan dokter dan perawat juga,” jelas Muharram.

Dari informasi yang diberikan oleh direktur RSUD Abdul Rivai, jika satu dari tujuh pasien tersebut sempat tidak diperbolehkan puasa karena memiliki kadar gula tinggi. Tetapi, semuanya sudah stabil dan kondisinya fisiknya saat ini baik.

“Itu pasien pertama yang positif Covid-19 ada sedikit masalah di kadar gula tubuhnya, tapi sudah tertangani dan sesuai anjuran dokter memang sebaiknya tidak berpuasa dulu,” tambahnya.

Dikatakannya, tujuh pasien tersebut selanjutnya akan menjalani tes swab lagi guna memastikan apakah sudah benar-benar sembuh. Sampai saat itu, Bupati meminta kepada pihak RSUD untuk selalu memperhatikan asupan makanan bagi para pasien positif corona.

“Saya minta RSUD memberikan pelayanan terbaik untuk mereka hingga sembuh nantinya. Dan sampai dinyatakan sembuh, mereka harus melakukan tes swab 2 kali lagi dengan hasil negatif barulah benar-benar sembuh dari Corona,” pungkasnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Lagi, kasus positif corona di Berau menjadi 8 orang. Ini diketahui dari hasil sampel swab yang diterima Dinkes Berau pada Selasa (28/4/2020). Didampingi Kadinkes Berau Iswahyudi, Bupati Berau yang juga ketua gugus penanganan Covid-19 menyebutkan jika ini adalah hasil sampel yang dikirim sejak 18 April 2020 lalu.

“5 sampel yang dikirim ke BBLK Surabaya dan kita sudah terima hasilnya 3. 2 orang negatif dan 1 orang positif yakni warga asal Kecamatan Talisayan berusia 31 tahun, yang diketahui juga merupakan klaster ijtima Gowa, Sulawesi Selatan. Jadi, untuk Berau saat ini sudah ada 8 kasus positif covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, warga Talisayan tersebut berstatus PDP dan sudah dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Cantika Jalan Pulau Panjang sejak pekan lalu. Dan sekarang setelah berstatus positif, pasien tersebut dipindahkan ke RSUD Abdul Rivai untuk menjalani perawatan di ruang isolasi Teratai khusus pasien positif corona.

Diketahui juga jika pasien tersebut adalah ayah dari 1 anak berusia 8 bulan. Dan si anak juga sudah diambil sampel swabnya, dan hasilnya negatif. Sedangkan untuk kondisi pasien sendiri dikatakan Bupati Berau Muharram dalam kondisi baik.

“Sebelumnya pasien ini juga sudah melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan hasilnya positif terpapar corona. Saat ini kondisinya baik dan semoga terus membaik hingga sembuh,” tutupnya. (bangun banua)