Helda

Helda

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Berita gembira masih terus berlanjut dari para pasien COVID-19 di Berau. Kamis (18/6/2020) pukul 14.00 Wita di RSUD Abdul Rivai, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 H.Muharram mengeluarkan rilis hasil swab kontrol kedua dari 12 pasien, dan dinyatakan negatif atau sembuh. Dari keduabelas orang tersebut, 9 diantaranya adalah klaster Gowa, dan 3 lainnya merupakan pelaku perjalanan.

“Ini pasien sembuh terbanyak yang saya rilis mencapai 12 orang. Kini tersisa 4 orang yang dirawat di RSUD Abdul Rivai. Mereka yang sembuh dari klaster Ijtima Gowa dan pelaku perjalanan atau karyawan tambang, yang sudah menjalani swab kontrol negatif dua kali,” jelasnya di sela-sela pemulangan pasien sembuh tersebut.

Mereka yang sembuh dari klaster Gowa adalah Sainal (Berau 4) warga Kampung Merancang Ilir Kecamatan Gunung Tabur, Candra Surya Dinata Prayoga (Berau 6) warga Limunjan Kecamatan Sambaliung, Idrus (Berau 12) warga perumahan BTN Kecamatan Sambaliung, Ahmad Ikhsanudin (Berau 14) warga Limunjan Kecamatan Sambaliung, Usman (Berau 18) warga Biduk-Biduk, Bashori Alwi (Berau 21) warga Gunung Tabur, Herry Kusdiandra (Berau 22) warga Manunggal Tanjung Redeb, Abdur Kadir (Berau 24) warga Kampung Purnasari Jaya Kecamatan Talisayan, Iqbal Firdaus (Berau 23) warga Bedungun.   

Sedangkan untuk pelaku perjalanan yakni M.Afid Syaifudin (Berau 35), M.Risal Syah (Berau 36), Herwanda Cristy (Berau 37), ketiganya merupakan warga Kampung Bugis Kecamatan Tanjung Redeb. Dengan adanya penambahan 12 orang tersebut, maka sudah ada 34 pasien positif COVID-19 di Kabupaten Berau yang dinyatakan sembuh.

“Dengan kabar baik ini, masyarakat juga jangan terlena dan tetap menerapkan protokol kesehatan, serta menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terimakasih untuk semua pihak yang bahu membahu mencegah, menangani, dan menekan penyebaran COVID-19. Semoga semua pasien tersisa segera diberikan kesembuhan,” tutupnya.

Sampai Kamis sore, rekapitulasi untuk PDP masih bertahan di angka nol, ODP sebanyak 3 orang yang masih dalam pemantauan, dan 4 pasien positif yang masih dirawat di RSUD Abdul Rivai. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Menunggu cukup lama hingga hasil swab kontrol kedua keluar, 8 pasien yang sebelumnya berstatus positif COVID-19 akhirnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga tercinta. Mereka dinyatakan sembuh setelah hasil swab kontrol kedua dari laboratorium kesehatan provinsi Kaltim, menunjukkan hasil negatif. Ketua gugus tugas penanganan COVID-19 Berau H.Muharram menyampaikan kabar gembira ini pada pers rilis Minggu (14/6/2020) sore di RSUD Abdul Rivai.

Dari kedelapan pasien tersebut, 4 diantaranya adalah anak-anak dan 4 lainnya dewasa. Mereka adalah Sumarno (Berau 3), warga Rinding Kecamatan Teluk bayur yang merupakan klaster Gowa. Kedua, Sri Wahyuni warga Kelurahan Gayam yang merupakan kontak serumah klaster Gowa (Berau 31). Ketiga, Siti Fatimah warga Kelurahan Bedungun yang kontak erat klaster Gowa (Berau 32). Keempat, Nur Ani warga Labuan Kelambu Kecamatan Biduk-Biduk adalah kontak serumah Berau 33.

Sedangkan untuk anak-anak ada Duta Prayoga (17 tahun) warga Kelurahan Gayam adalah kontak serumah Berau 26. Kedua, M Ibrahim Noor Alam (11 tahun) warga Kelurahan Gayam yang juga kontak serumah salah satu klaster Gowa (Berau 27). Ketiga, Farah Ayu Salsabila (11 tahun) warga Kelurahan Bedungun kontak serumah Berau 28. Terakhir, Fadiatul Adhawiyah (8 tahun) adalah putri dari Nur Ani.

“Dengan begini sudah ada 22 orang yang sembuh dan keluar dari isolasi RSUD Abdul Rivai. Terimakasih untuk semua tenaga medis yang bekerja keras dan terus semangat merawat pasien positif yang masih tersisa saat ini yakni 16 pasien lagi. Dan untuk mereka yang dinyatakan sembuh ini diharapkan masyarakat dapat menerima yang bersangkutan kembali di lingkungan masing-masing,” jelas Muharram.

Hingga Minggu sore, rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau adalah 16 positif yang masih menjalani perawatan, PDP masih di angka nol, sedangkan ODP bertambah 2 orang yang pernah kontak dengan salah satu karyawan tambang positif beberapa hari sebelumnya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Klaster cuti, adalah klaster baru yang mulai menambah deretan pasien positif COVID-19 di Berau. Hanya berselang sehari, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 merilis lagi penambahan 1 orang karyawan tambang yang hasil swab di RS Pertamina Balikpapan dinyatakan positif, yakni warga  Kecamatan Gunung Tabur.

“Pasien Berau 37 ini adalah pelaku perjalanan dari Jogjakarta yang juga melakukan swab tes dengan dua pasien positif kemarin (Minggu). Dan sampai hari ini masih ada 9 sampel dalam proses pemeriksaan, dimana kesembilan karyawan tersebut sedang dalam masa karantina mandiri, yang difasilitasi oleh perusahaan,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Berau Iswahyudi, Senin (8/6/2020).

Sedangkan untuk Berau 37 dikatakan Iswahyudi telah dipindah ke ruang isolasi RSUD Abdul Rivai, sesuai dengan protokol yang ada yakni konfirmasi positif mendapatkan perawatan khusus.

“PDP memang sudah tidak ada, tapi masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena masih terdapat pelaku perjalanan yang berpotensi terinfeksi corona, masuk di Kabupaten Berau. Sehingga, perilaku hidup bersih sehat dan pemakaian masker wajib ditaati,” tambahnya.

Per tanggal 8 Juni 2020, untuk ODP masih tersisa 1 orang, PDP nol, jumlah pasien sembuh 14 orang dan konfirmasi positif menjadi 23 pasien. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Sebulan tanpa penambahan kasus positif membuat para tenaga medis di Kabupaten Berau merasa lega. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama. Minggu (7/6/2020), Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 yang juga Kadinkes Iswahyudi kembali merilis penambahan kasus baru 2 orang positif corona yang merupakan klaster baru pelaku perjalanan, melalui aplikasi zoom meeting dengan media.

Hasil positif ini didapatkan dari upaya screening awal karyawan perusahaan pertambangan yang kembali ke Berau setelah pulang cuti pada Selasa (2/6/2020) lalu, yakni salah satu perusahaan tambang bekerjasama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan untuk melakukan Polimerase Chain Reaction (PCR).

“Jadi swabnya dilakukan di Berau dan dibawa ke Balikpapan untuk diuji PCR. Dan dari 31 sampel yang diperiksa, 29 dinyatakan negatif. sedangkan dua lainnya terkonfirmasi COVID-19. Mereka adalah, MAS (Berau 35) warga Tanjung Redeb, karyawan tambang yang melakukan perjalanan dari Pekalongan ke Balikpapan menuju Berau, dan MRS (Berau 36) warga Tanjung Redeb yang juga karyawan tambang, yang diketahui pulang cuti dari Sidrap, Makassar ke Balikpapan dan dilanjutkan ke Berau,” jelasnya dalam rilis.

Untuk perkembangan selanjutnya, petugas masih melakukan tracking guna mendapatkan informasi kejelasan perjalanan masing-masing. Dan Saat ini, kedua pasien terkonfirmasi itu sudah dipindahkan ke RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk mendapatkan penanganan khusus, setelah sebelumnya mereka hanya melakukan karantina mandiri.

“Kedua orang tersebut juga diketahui memiliki kondisi yang sehat tanpa gejala, dan termasuk sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Untuk itu masyarakat harus tetap waspada karena tidak tahu siapa yang sudah tertular COVID-19, terlebih dengan sudah adanya OTG di Berau. Gunakan masker saat keluar rumah dan kurangi aktivitas luar rumah jika tidak penting,” tambahnya.

Dengan adanya tambahan kasus positif tersebut, rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau adalah 1 ODP dan 22 kasus positif. Sedangkan untuk PDP masih bertahan di angka nol. (bangun banua)

TANJUNG REDEB,WEBSITE DINKES –

Kabar baik terus datang dari pasien isolasi COVID-19 di RSUD Abdul Rivai. Setelah 2 hari sebelumnya 7 orang dinyatakan sembuh, Sabtu (6/6/2020) 3 orang diperbolehkan keluar dari ruang isolasi karena dinyatakan sembuh total, setelah hasil swab kedua hasilnya negatif.

“Pertama adalah Masnur (Berau 2) warga Limunjan yang sudah diisolasi sejak 31 Maret. Kedua Taufik (Berau 8) warga Purnasari Jaya Kecamatan Talisayan yang masuk isolasi sejak 27 April. Dan terakhir Robi Usman (Berau 11) warga Gunung Panjang yang dirawat sejak 1 Mei 2020. Dan mereka bertiga yang merupakan klaster Gowa, dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab kontrol negatif kedua pada 6 Juni 2020,” terang Bupati Berau H.Muharram membacakan rilis di aula RSUD Abdul Rivai.

Dikatakan Muharram, kesembuhan pasien tersebut tak lepas dari kerja keras para tenaga medis dan dukungan semua pihak, yang tak pernah lelah memberikan perawatan terbaik bagi semua pasien diisolasi.

“Masih ada 20 pasien lagi yang menjalani karantina dan masih harus dirawat. Dukungan tenaga medis dan semua pihak sangat membantu mereka agar kondisinya terus membaik dan cepat sembuh. Dan mudahan berita baik kesembuhan para pasien ini terus bertambah,” tambahnya.

Untuk itu, tak bosannya Muharram sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan di berbagai kesempatan dan kegiatan. Menggunakan masker, mencuci tangan, dan physical distancing adalah hal wajib yang tidak bisa ditinggal saat ini, bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Update rekapitulasi penanganan COVID-19 di Berau per hari ini, untuk ODP tersisa 1 orang yang masih dalam pemantauan, 14 orang sembuh, dan tersisa 20 pasien yang masih dirawat di RSUD Abdul Rivai. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES - 
 
Lagi, pasien positif COVID-19 yang merupakan klaster Gowa mulai sembuh satu persatu. Kamis (4/6/2020) dalam rilis yang dibacakan Juru Bicara Gugus Tugas Berau Iswahyudi di RSUD Abdul Rivai, 2 pasien dinyatakan sembuh, yakni 1 orang klaster Gowa (Berau 20) warga Lebaan Merapun dan 1 klaster lokal (Berau 25) warga Kelurahan Gayam, yang merupakan kontak serumah pasien Gowa.
 
"Pasien Berau 25 adalah anak dari pasien Berau 13, yang masuk penularan transmisi lokal. Sedangkan Berau 20 merupakan klaster Ijtima, yang berdasarkan tracking memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif asal Kutai Timur. Tetapi saat ini, kondisi keduanya sehat dan dinyatakan sembuh sehingga bisa pulang ke rumah masing-masing," terangnya.
 
Diketahui, Berau 20 sudah masuk ruang isolasi sejak 7 April 2020, dan Berau 25 masuk sejak 14 April 2020. Untuk menguatkan kesembuhan mereka, RSUD Abdul Rivai memberikan surat tanda bebas COVID-19, sebagai pegangan apabila ada yang merasa khawatir dengan kepulangan mereka.
 
"Keduanya menjalani swab kontrol terakhir pada 3 Juni 2020 melalui cartridge TCM TB di RSUD dan hasilnya negatif," tambahnya.
 
Dengan adanya dua pasien yang kembali dinyatakan sembuh, total sudah 11 pasien di Kabupaten Berau sembuh dan 23 masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. Sedangkan untuk PDP sudah nol, dan ODP tersisa 2 orang. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Perkembangan penanganan COVID-19 di Berau terus menunjukkan penurunan. Dan kabar baiknya hingga Rabu (3/6/2020) tersisa 2 ODP dan 25 pasien positif yang masih menjalani perawatan. Berdasarkan rekapitulasi per 3 Juni, dari 71 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tidak ada lagi yang dalam proses pengawasan. Begitu pun Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga mengalami pengurangan. Dari 163 kasus PDP, sisa 2 orang yang masih menjalani proses pemantauan.

“Alhamdulillah untuk PDP sudah berada di angka nol. Dari 71 kasus, semua sudah selesai pemantauan. Artinya tidak ada penambahan kasus sampai saat ini. Kita sangat bersyukur dengan kabar baik ini,” ujar Iswahyudi, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Berau.

Dikatakannya, saat ini hanya ada satu ODP yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19, Cantika Swara, dan 1 ODP menjalani rawat jalan. Sementara jumlah pasien terkonfirmasi reaktif Covid-19 juga sudah berkurang. Dari 34 kasus tersisa 25 pasien masih dalam proses perawatan di ruang isolasi RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb.

Meski begitu, Iswahyudi mengimbau masyarakat agar tetap patuh dengan protokol kesehatan COVID-19. Yakni dengan menjaga jarak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah, dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

“Kita harus tetap menjaga agar seterusnya tidak ada penambahan kasus lagi. Apalagi Berau sangat strategis, dimana warga dari luar bisa keluar masuk Berau dengan dibukanya kembali bandara,” jelas Iswahyuid yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Berau.

Apalagi, Berau kini tengah mempersiapkan penerapan tatanan baru. Sehingga protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Masyarakat harus paham bahwa menuju new normal, memakai masker dan cuci tangan setelah keluar rumah menjadi kebutuhan dan kebiasaan. Termasuk jaga jarak dan menghindari sentuhan fisik dalam kerumunan juga tetap dijalankan. Karena virus corona tidak bisa dilihat dengan kasatmata. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Pasien sembuh dari COVID-19 di Berau bertambah 7 orang sehingga totalnya sudah ada 9 orang yang diperbolehkan pulang. Hal ini diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Bupati Berau H.Muharram, saat merilis berita kesembuhan ketujuh pasien tersebut, Minggu (31/5/2020) di aula RSUD Abdul Rivai.

Dari ketujuh orang tersebut, 6 diantaranya adalah hasil dari PCR RSUD AWS Sjahranie Samarinda yang sampelnya diambil pada 19 dan 20 Mei 2020. Sedangkan satu lainnya dinyatakan negatif berdasarkan Tes Cepat Molekuler (TCM) COVID-19 dari RSUD Abdul Rivai. Dengan rinciannya adalah 6 pasien merupakan klaster Gowa yakni 3 warga Kampung Biduk-Biduk (Berau 15, Berau 16 dan Berau 17), 1 warga Kelurahan Sambaliung (Berau 1), 1 warga Kelurahan Rinding (Berau 9), dan 1 warga Kelurahan Gayam (Berau 13). Dan terakhir adalah warga Kelurahan Sambaliung (Berau 19) yang merupakan kontak serumah Berau 5, yang sudah dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu.

“Saya bersyukur sudah ada hasil TCM COVID-19 yang Berau punya dan diakui. Dengan demikian pemeriksaan dan kontrol bisa lebih cepat diketahui hasilnya. Sudah ada 6 sampel yang dites menggunakan TCM di Berau yaitu pasien pertama COVID-19 dan 5 lainnya merupakan pelaku perjalanan,” jelas Muharram.

Hingga Minggu siang, rekapitulasi penanganan COVID-19 di Berau, ODP masih ada 13 orang dalam proses pemantauan, 23 PDP yang masih proses pengawasan, pasien positif yang hingga kini dirawat masih 25 orang, dan sembuh 9 orang.

“Saya berharap semuanya cepat diberi kesembuhan serta tidak ada penambahan pasien positif corona lagi. Saya juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, keluar rumah menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan disiplin menjalankan semua protokol kesehatan yang ada,” tutupnya. (bangun banua)

 

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Kabar baik mengiringi hari pertama Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Berau. 1 pasien bernama Jamiludin (51) yang merupakan klaster Gowa dinyatakan sembuh dari COVID-19, setelah diisolasi sejak 10 April 2020 lalu.

“Pasien adalah Berau 7 dari klaster Ijtima Gowa. Beliau dinyatakan sembuh total setelah menjalani swab kontrol 2 kali dengan hasil negatif, dan bisa pulang ke rumahnya di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah,” jelas Bupati Berau H.Muharram pada pers rilis Minggu (24/5/2020) jam 16.00 Wita di aula RSUD Abdul Rivai.

Dari data yang ada, warga Segah tersebut dinyatakan positif COVID-19 pada 21 April 2020, setelah menjalani isolasi 11 hari. Dan selain Jamiludin masih ada 9 orang yang menunggu hasil swab kontrol kedua.

“Dari 32 orang yang dirawat saat ini di RSUD Abdul Rivai, ada 9 orang yang menunggu hasil tes kedua setelah tes pertama dinyatakan negatif. Jika hasil kedua ini negatif juga maka kesembilan orang tersebut dinyatakan sembuh,” tambahnya.

Jamiludin yang dinyatakan sembuh mengaku sangat bersyukur karena berhasil berjuang melawan COVID-19.

“Alhamdulillah saya dapat sembuh hari ini karena saya berpikir optimis bisa sembuh dari penyakit ini, dan saya juga berharap pasien lain juga dapat segera menyusul sembuh,” katanya.

Dengan demikian maka kasus kesembuhan pasien COVID-19 di Bumi Batiwakkal sudah terjadi dua kali, yang sebelumnya merupakan klaster dari Jogjakarta. Dan data rekapitulasi penanganan COVID-19 Berau per 24 Mei 2020 adalah, 21 ODP yang masih proses pemantauan, 29 PDP proses pengawasan, 32 positif yang masih dirawat, dan 2 orang sembuh. (bangun banua)

TANJUNG REDEB, WEBSITE DINKES –

Dinas Kesehatan Berau, Senin (18/5/2020) kembali menerbitkan press rilis perkembangan COVID-19 di Bumi Batiwakkal. Dalam rilis tersebut tertera hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikirim beberapa waktu lalu. Dan dari 11 sampel yang dikirim hasilnya negatif.

11 sampel tersebut terdiri dari 8 pasien dengan Rapid Test (RDT) Reaktif, 2 tenaga kesehatan, dan 1 orang pelaku perjalanan. 8 Orang dengan hasil RDT tersebut masing-masing adalah Tn. NA (40), warga Rinding, Teluk Bayur, Tn. GS (24) warga Rinding Teluk Bayur, Nn. DS (30) warga Sambaliung, Nn. AC (24) warga Sambaliung, Tn. BTW (46) warga Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Tn. YS (30) warga Tumbit Melayu, Teluk Bayur, Tn. RE (46) warga Gayam, Tanjung Redeb, Tn. PRW (36) warga Inaran, Sambaliung.

“Sedangkan dua orang tenaga kesehatan ini adalah Tn. DBD (47) warga Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Tn. ARH (32) warga Gunung Panjang, Tanjung Redeb, dan satu orang pelaku perjalanan adalah dengan inisial atasnama Tn. MH (53) warga Tanjung Redeb,” jelas Kadinkes Berau Iswahyudi.

Hingga hari ini, Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih sebanyak 23 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 30 orang dan kasus positif COVID-19 masih di angka 33.

“Jumlah ODP dan PDP ini kalau dilihat dari rekapitulasi data sebelumnya, setiap hari kian menurun jumlahnya,” tambah Iswahyudi. (bangun banua)