Helda

Helda

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  (Germas) terus digerakkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau bersama   Forum Berau Sehat dengan merangkul stakeholder. Awal Mei lalu Germas di launcing di Kecamatan Biduk Biduk , sebuah kecamatan yang sangat  indah di Kabupaten Berau. Deklarasi kali ini lebih menekankan kepada pencegahan dan penurunan stunting dan (ODF) atau buang air besar pada tempatnya.

Acara  dihadiri Camat dan tokoh serta oganisasi di Kecamatan Biduk Biduk. Acara dibuka Asisten I Bupati Berau Drs H Anwar,  yang mengungkapkan dalam ajang ini bahwa masyarakat dan organisasi tokoh masyarakat , kader di Kecamatan Biduk Biduk, berkomitmen untuk menjalankan pola hidup sehat.

Kegiatan kongkrit hidup sehat , misalkan di sebuah  pertemuan, pengajian ,kegiatan di kampung kampung membiasakan untuk makan buah, tidak saja sajiann kue. “Dalam setiap pertemuan di kampung, di himbau agar warga beraktivas fisik setiap hari, makan buah buahan dan sayur sayuran, cek kesehatan secara rutin dan berkala. Dan ajakan jalan sehat setiap hari serta senam setiap hari minggu,” kata Anwar.

Penekanan kepada stunting, dimana stunting yang dimaksud adalah adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Kepada ibu yang sedang mengandung, agar memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan, serta gizi bayi setelah dilahirkan.

Titik tegas lainya dalam deklarasi germas adalah ODF atau Open Defecation Free yang artinya  kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau sekaligus ketua Forum Berau Sehat Hj Srie Juniarsih S Pd M si mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama menjalani gerakan hidup sehat .

Dalam deklarasi Germas di Biduk Biduk ini Dinas Kesehatan bersama Camat mengadakan kesepakata untuk mewujudkan kehidupan yang sehat d wilayah Biduk biduk. Selain itu senam sehat di lapangan sepak bola yang menyedot ratusan masyarakat. Senam ini selain menyupport masyarakat untuk menjalani hidup sehat, juga meng agendakan agar senam dilaksanakan setiap Minggu pagi atau Minggu sore oleh masyarakat dengan didukung oleh fihak Kecamatan Biduk Biduk. (Bangun Banua)

Gerakan keamanan pangan desa haruslah kontinyu, yang namanya gerakan itu terus menerus dilakukan, jadi tidak hanya berhenti sampai di acara ini saja.

Hal ini diungkapkan Bupati Berau Muharram S Pd MM ketika membuat acara Advokasi Kelembagaan Desa dalam rangka Gerakan Kemanan Pangan Desan tahun 2019, yang dilaksanakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda yang difasiliasi Dinas Kesehatan Berau, Selasa (14/5) ruangan  Kakaban, Kantor Bupati Berau.

Sedangkan yang hadir di ruangan ini, diimbau Bupati Muharram semisal Kepala Kampung, sekretaris tokoh masyarakat, Ketua PKK Berau, agar benar benar meneruskan gerakan ini ke tengah masyarakat.

Muharram juga menyebutkan, peserta yang mengikuti acara advokasi ini, benar benar melaksanakan kegiatan ini secara terus menerus. Sehingga ada hasil yang diharapkan yakni meningkatkan kemampuan usaha pangan desa dan menciptakan desa pangan yang aman.

Sementara itu Plt Kepala Balaim POM DrsAbdul Haris Rauf, yang juga ketua panitia kegiaan advokasi kelengbagaan, memaparkan bahwa pembangunan keamanan angan dimulai ari individu, keluarga hingga masyarakat termasuk di pedesaan sesai salah satu agenda prioritas Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa.

Kegiatan advokasi merupaan pembelajaran dari program PJAS dan pasar aman dari bahan berbahaya sebagai program pemberdayaan masyarakat.

Disebutkan pasar aman dari bahan berbahaya hingga tahun 2018, karena mulai tahun 2013-2018 baru 108 pasar percontohan yang di intervensi keamanan pangan yang tersebar di 88 Kabupatendan  kota pda 31 popinsi dan kegiatan ini dilanjutkan pada 2019.

Dalam kegiatan ini, ada tiga kampung yang di intervensi untuk mewujudkan keamanan pangan di esa secara mandiri. Tiga kampung tersebut, Maluang, Kelurahan Bugis dan Kelurahan Gunung Pajang.(Bangun Banua)