Helda

Helda

Sejak pandemi corona menyebar, banyak warga Berau yang tertahan di luar daerah memutuskan untuk kembali. Sama halnya dengan 9 santri dari Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jawa Timur yang pulang ke Berau. Tetapi, sejak memasuki Bumi Batiwakkal pada Minggu (12/4/2020), mereka dikarantina di Hotel Melati Jalan H Isa II, sesuai dengan ketentuan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, hotel ini sengaja disiapkan Pemkab Berau guna mengisolasi warga Berau yang berasal dari luar daerah. Dikatakannya, Dinkes Berau telah mendata beberapa santri yang baru datang dari luar Berau dimana mereka memang merupakan warga Berau yang bersekolah di Pulau Jawa.

“Dinkes terus melakukan pemantauan kesehatan para santri itu. Bagi keluarga yang ingin mengantarkan makan untuk anak-anaknya yang menjalani karantina, bisa menitipkannya kepada petugas kesehatan yang berjaga. Karena mereka tidak diperkenankan untuk kontak langsung dengan orang luar hingga masa karantina selesai,” katanya dihubungi pada Rabu (15/4/2020).

Dalam waktu dekat ini dikatakan Iswahyudi, akan ada 22 pelajar dari luar daerah yang pulang ke Berau dan tentu saja dilakukan karantina. Utnuk itu, pihaknya telah mempersiapkan delapan kamar karantina, yang diisi 2 orang setiap kamar. Bahkan, sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah mengajukan anggaran sekitar Rp 1 miliar, untuk menampung 400 orang lebih, yang diperkirakan akan datang atau pulang ke Berau.

“Bagi santri yang saat ini menjalani karantina telah dikaji terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan adanya Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini kami fasilitasi, karena mereka sehat. Kalau mereka pulang ke rumah, kami takut mereka itu OTG, jadi tidak ada gejala tapi bisa menularkan ke orang rumah,” tambahnya.

Sementara itu, diakui pemilik Hotel Melati, Anisah Dhiya Azizah mengatakan, pihaknya saat ini juga bermaksud untuk mendukung pemerintah dalam memberikan tempat bagi pelajar yang baru pulang dari luar daerah.

“Saya tidak takut ya, karena saat masuk kondisi para santri ini juga sehat dan setiap hari dilakukan pengecekan oleh petugas Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Melihat situasi ke depan dan sesuai dengan arahan dari Bupati, jika tidak muncul gejala, pihaknya tetap menyarankan untuk dilakukan karantina mandiri. Namun bila timbul gejala akan dirujuk ke RSUD Abdul Rivai atau RS Darurat Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara. (bangun banua)

Tanjung Redeb –

Sepekan lebih menunggu hasil laboratorium pusat, Kamis (16/4) Bupati Berau Muharram menyampaikan hasil tersebut. dari 4 sampel yang dikirim beberapa waktu lalu, terdapat 3 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan 1 negatif. Dengan begini, tercatat sudah 4 warga Berau yang positif corona.

Diketahui, 3 orang yang masuk dalam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tersebut juga mendapatkan hasil positif pada saat rapid test beberapa waktu lalu. Penambahan kasus positif itu diumumkan Bupati Berau Muharram, yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, pada jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Kamis (16/4).

“Ketiganya telah dilakukan swab test dan dikirim sampel ke BLKK Surabaya dan merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan, hasil rapid diagnotice test (RDT) mereka juga positif sebelumnya. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki, yakni 1 warga Merancang Ilir, 1 warga Rinding dan 1 Warga Limunjan Sambaliung,” terangnya.

Untuk itu, Muharram mengimbau agar masyarakat terus menerapkan sosial distancing maupun physical distancing. Juga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Dan bagi yang ada kontak dengan ketiga pasien bisa segera melapor ke kantor polisi maupun puskesmas terdekat. (bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Di tengah kondisi pandemi covid-19, yang mana Kabupaten Berau saat ini telah memiliki satu pasien positif, masyarakat Berau mengutamakan doa dan selanjutnya ikhtiar dengan zmenggunakan masker jika keluar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dan  menjaga jarak agar terhindar  dari coronavirus . 
Hal ini diungkapkan ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Berau yang juga Ketua umum Forum Berau Sehat (FBS)  Sri Juniarsih Muharram pada penyerahan bantuan masker, hand sanitizer, makanan dan minuman kepada 5 Puskesmas di Kabupaten Berau Senin (13/4/2020).
Pada penyerahan bantuan tersebut Sri Juniarsih bersama H Najemuddin ketua Harian FBS hanya dengan beberapa anggota PKK dan FBS, karena menghindari adanya kerumunan dalam situasi physical distancing.
Bantuan  PKK dan FBS ini diterima secara berurutan dengan jelang waktu mulai pukul 8.00-11.30 wita, dimulai dari puskesmas Sambaliung dengan diterima kepala puskesmas (kapus) Sambaliung  dr Sulistiawati, di puskesmas kampung Bugis diterima Kasubag tata usaha Ahkmad Yasir Salehuddin, sedangkan di puskesmas Tanjung Redeb Kapus H Kasran dan di kecamatan Teluk Bayur diterima  Kapus Suyatno SKM dan terakhir di kecamatan Gunung Tabur PKK dan FBS diterima kapus dr I Made Mahendra. 
Adapun bantuan ini untuk setiap puskesmas mendapatkan masing masing 100 masker diperuntukkan petugas dan pasien yang berobat, 100 hand sanitizer, beberapa dus air mineral, minuman mengandung vitamin C dan makanan dalam kemasan.  Untuk di  puskesmas Sambaliung, bantuan lebih banyak ketimbang 4 puskesmas lainya. Baik itu masker, hand sanitize dan makanan dan minuman. “Karena di daerah Sambaliung ini pasien positif Covid berasal dari Sambaliung. Meski demikian kecamatan lainya harus lebih berhati hati juga, tetap jalankan protokol kesehatan,” kata Sri Juniarsih.
“Sebenarnya ingin membagikan lebih banyak masker,  hanya saja saat ini PKK dan FBS kehabisan  bahan pembuatan masker, sehingganya dalam pembuatannya yang produksi oleh tim PKK hanya jumlah ratusan inilah yang didapatkan, “ ungkap Sri Juniarsih.
Ditambahkan bahwa saat ini masyarakat agak kesulitan mendapatkan masker, kalaupun ada masker kain yang dibeli masyarakat dengan harga yang lumayan tinggi.
 Sementara itu ketua harian FBS, Najemuddin juga mewanti wanti kepada masyarakat yang berobat  pada pembagian masker di puskesmas puskesmas. Agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), selain tetap memakai masker jika keluar rumah, cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan jaga jarak dengan sesama. “Dan memperkuat sistem imun tubuh dengan makan makanan bergizi dan  berolah raga . (helda/bangun banua)

Tanjung Redeb –

Sejak Jumat (10/4/2020), Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara dipergunakan 10 tenaga kesehatan untuk isolasi mandiri hingga dua minggu ke depan. Kesepuluh tenaga kesehatan tersebut adalah dokter dan perawat yang telah selesai bertugas di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. Diketahui, mereka telah kontak langsung dengan pasien status PDP maupun yang positif Covid-19.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, jika sepuluh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat itu, sebelumnya sudah melakukan karantina mandiri hingga akhirnya diputuskan pindah ke RSD.

“Sebelum di RSD ini mereka menginap di gedung eks rumah bersalin samping Puskesmas Tanjung Redeb di Jalan Langsat. Dan diharapkan selama masa karantina itu mereka bisa tetap menjaga kesehatannya dan cukup istirahat. Dan karantina 2 minggu ini dilakukan agar mereka sementara tidak kontak langsung dengan orang luar,” katanya pada Senin (13/4).

Langkah karantina mandiri tenaga kesehatan yang bertugas dengan pasien Covid-19 tak hanya dilakukan di Berau. Dijelaskan Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Muhammad Adib Khumaidi  SpOT, saat ini banyak dokter yang terpaksa dikarantina karena ada riwayat kontak dengan pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit. Menurut dia, dokter dan paramedis itu dikarantina atau isolasi sendiri di rumah atau di hotel agar tidak menularkan kepada keluarga. (bangun banua)

Sejak diumumkan adanya satu warga Berau yang positif Covid-19 dari hasil tes laboratorium Surabaya beberapa waktu lalu, masyarakat masih dibuat was-was untuk keluar rumah. Tetapi, saat ini kondisi pasien tersebut semakin membaik. Hal ini diungkapkan Humas RSUD Abdul Rivai, Erva Anggriana.

“Perkembangan pasien sudah membaik dan stabil. Perawatan yang diberikan terhadap pasien secara umum dan pengawasan terhadap kondisi fisiknya. Ini disebut langkah simtomatis, yang dikeluhkan apa ya itu yang diobati. Tapi yang pasti adalah memperbaiki kondisi umum agar menjadi lebih baik,” jelasnya dihubungi via whatsapp pada Sabtu (11/4/2020).

Memang tidak ada treatment khusus yang diberikan kepada pasien positif virus corona, karena saat ini belum ada obat spesifik. Yang dipastikan, pasien yang sudah dinyatakan positif akan menjalani isolasi agar pasien tersebut tidak menularkan virus corona kepada yang lain.

Dijelaskannya juga, jika RSUD saat ini lebih ketat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak berobat, sejak ada kasus positif Covid-19 di Berau. Beberapa persyaratan pun diwajibkan untuk dipatuhi baik pasien maupun pengunjung, yakni keharusan mengenakan masker saat berobat. Serta pengecekan atau screening terlebih dahulu bagi setiap pasien.

“Screening ini sebagai langkah awal untuk mengetahui apakah pasien ini masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) tetapi masih bisa menularkan virus corona, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Dan setelah diketahui statusnya baru kita lakukan pemeriksaan darah dan foto rontgen dada serial,” tambahnya. (bangun banua)

Sejak Sabtu (11/4/2020) pasukan Go Jek mendapat tugas dari Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, untuk mengantarkan masker ke rumah-rumah warga di empat kecamatan, mulai dari Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur. Dimana untuk setiap rumah mendapatkan 2-3 masker. Ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat Berau disiplin menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“15 ribu masker kain sudah dipesan untuk kemudian disalurkan ke masyarakat. Semuanya free, mulai dari maskernya hingga ongkos pengantarannya yang menggunakan Go Jek. Bukan asal dibagikan, tetapi bagi warga yang ingin mendapatkan masker tersebut harus mengirimkan format nama, alamat lengkap dan nomor teleponnya, untuk memudahkan pendataan,” jelas Wabup Agus Tantomo pada Minggu (12/4/2020).

Diluar dugaan, animo masyarakat untuk mendapatkan masker kain itu sangat luar biasa. Ratusan pesan whatsapp yang masuk ke kontak Wabup tak berhenti. Dan hingga Minggu siang masih ribuan pesan whatsapp yang menunggu untuk mendapatkan masker. Sayangnya, saat ini hanya di 4 kecamatan terdekat yang bisa mendapatkan pembagian masker kain.

“Saya minta maaf karena keterbatasan jarak tempuh Go Jek juga yang belum bisa menjangkau ke kampung-kampung. Untuk selanjutnya diusahakan akan dibagikan sampai yang terjauh,” tambahnya.

Banyaknya permintaan membuat kewalahan sehingga pada 13.00 Wita tadi pendaftarannya ditutup. Warga yang sudah mengirimkan format pemesanan bisa menunggu maskernya diantar ke rumah. Untuk hari pertama yakni Sabtu sudah 5000 masker diantar, dan hari kedua proses pengantaran masih dilakukan.

“Bagi yang sudah mendapatkan masker kainnya supaya bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Kalau keluar rumah wajib dipakai, dan sering-sering dicuci setelah pemakaian,” pungkasnya. (bangun banua)

Tertekan? Panik? Stres terhadap pemberitaan tentang COVID-19? Jangan heran jika kamu juga akan merasakan efek sampingnya. Melansir American Psychological Association, psikolog di bidang "psychoneuroimmunology" telah menunjukkan bahwa keadaan pikiran mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Stres terjadi ketika peristiwa kehidupan melampaui kemampuan  untuk mengatasinya. Hal ini menyebabkan tubuh memproduksi hormon stres kortisol dalam kadar yang lebih besar. Dalam waktu singkat, kortisol membuat peradangan semakin mudah masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, stres menurunkan sel limfosit tubuh - sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Semakin rendah tingkat limfosit, maka semakin berisiko kamu terkena virus, mulai dari flu ringan, bahkan hingga COVID-19. 
Tingkat stres yang tinggi juga menyebabkan depresi dan kecemasan, sekali lagi mengarah ke tingkat peradangan yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, berkelanjutan, tingkat peradangan yang tinggi mengarah ke sistem kekebalan yang terlalu banyak bekerja dan Lelah. Alhasil, mereka tidak mampu melindungi tubuhmu dengan optimal. 
Apa yang Dapat Dipelajari
Ingat, kita bersama-sama menghadapi masa sulit ini. Para ahli tengah berupaya menemukan vaksin yang ampuh dan aman untuk tubuh, dan para petugas kesehatan seperti dokter dan perawat tengah berjuang di garis depan untuk melawan COVID-19. 
Kini waktunya kamu memainkan tugasmu, diam di rumah dan melakukan physical distancing. Turuti instruksi pemerintah setempat, dan jangan membangkang. Kamu juga harus mengontrol rasa panik dan ketakutan, cara sederhananya bisa dengan mulai mengurangi melihat berita. Atau batasi sekitar beberapa menit saja dalam sehari. Kamu juga bisa mencoba lebih banyak membaca berita-berita yang positif, semisal tokoh-tokoh dunia yang telah berhasil sembuh dari virus ini. Karena nyatanya sudah lebih dari 300 ribu orang sembuh dari penyakit ini. 
Di sisi lain juga harus waspada, dan tetap peduli pada sekitar. Usai mencabut status lockdown, Tiongkok juga masih mengawasi ancaman silent carrier (pasien positif yang tidak memiliki gejala sama sekali namun tetap bisa menularkannya pada orang lain). Dan kamu bisa saja jadi salah satu silent carrier. Oleh karena itu, tetaplah melakukan karantina di rumah meski kamu tak bergejala. Tetap lakukan gaya hidup sehat, rutin cuci tangan dengan sabun, pakai masker jika harus keluar rumah, dan lakukan olahraga ringan secara rutin.(halodoc.com/bangun banua)
Tanjung Redeb –
 
Keluarnya hasil tes laboratorium pusat yang menyatakan salah satu warga positif Covid-19 cukup menghebohkan masyarakat Berau. Hal ini dijelaskan Bupati Berau Muharram yang juga ketua Gugus Penanganan Covid-19 pada jumpa pers di kantor BPBD Berau, Jumat (10/4) pagi. 
 
“Yang dikirim ke laboratorium Surabaya ada 8 sampel, tapi baru 4 yang diterima, dimana keempat orang tersebut adalah Pasien Dalam Pemantauan (PDP), dan salah satunya dinyatakan positif Covid-19. Diketahui, dari hasil rapid test atau tes cepat yang dilakukan beberapa waktu lalu, orang ini negatif, tapi ternyata setelah hasil tes pusat keluar malah positif. Dan untuk kondisinya saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Abdul Rivai karena masih batuk-batuk,” jelas Muharram.
Dalam jumpa pers Bupati Muharram didampingi Asisten Bupati Datu Kesuma, Kapolres AKBP Edy Setyanto Erning, Dandim 0901/TRD Letkol Kav Ilham Faisal Siregar, Kadis Kesehatan Iswahyudi, Kepala BPBD Thamrin.
Disebutkan, pasien positif merupakan ayah 3 anak berusia 56 tahun, yang saat ini semua anggota keluarga baik istri dan ke tiga anaknya juga menjalani isolasi mandiri di rumah. Selain si pasien positif Covid-19, diketahui juga ada beberapa orang yang satu mobil bersama dengan pasien ketika masuk ke Berau.
Setelah Jumpa pers dengan adanya hasil positif, Pemkab bersama Polri dan TNI gencar melakukan imbauan masyarakat untuk menggunakan masker.
Tim gabungan dari Polri dan TNI menyasar tempat-tempat umum seperti mini market dan pasar, sambil memberikan imbauan kepada masyarakat agar sebaiknya tidak keluar rumah jika tidak sangat terpaksa, itupun wajib menggunakan masker. Bahkan, semua orang diwajibkan memakai masker meskipun tidak sedang dalam keadaan batuk atau sakit. Terlebih, dengan sudah adanya 1 orang positif Covid-19, dengan meminimalisir kegiatan atau aktivitas luar rumah, diharapkan dapat mencegah penyebaran dan penularan virus corona di Berau.
Tak hanya itu, mulai hari ini, pembatasan jalan pun diberlakukan. Seperti tercantum dalam surat edaran Bupati Berau tertanggal 9 April 2020 ruas jalan APT Pranoto dan Jalan SA Maulana diberlakukan pembatasan akses kendaraan keluar masuk. Jalur lalu lintas menuju ke Jalan Antasari mulai dari simpang empat Taman Cendana hingga simpang empat KFC ditutup, mulai dari jam 16.00-21.00 Wita. (bangun Banua)

Tanjung Redeb –

Eks Hotel Cantika Swara di jalan Pulau Panjang yang dijadikan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 sudah siap dioperasikan mulai Senin (6/4/2020), setelah beberapa kali ditinjau oleh Bupati Berau Muharram. Tetapi, ada beberapa kekurangan yang merupakan kebutuhan primer RSD ini, yang belum tercover, seperti air bersih, dan listrik yang kondisinya belum stabil hingga saat ini.

“Untuk ketersediaan air bersih saat ini masih sedang dilakukan pemasangan pipa distribusi. Selama ini, bangunan yang dijadikan rumah sakit darurat ini memang menggunakan sumur bor. Sedangkan untuk listrik kendalanya ada pada salah satu mesin PLTU yang mengalami kerusakan, sehingga penyaluran listriknya belum maksimal,” terangnya.

Masalah lainnya yakni nutrisi seperti susu, telur, dan minuman vitamin, serta alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis, dan berbagai pelayanan lainnya yang saat ini tengah proses pengadaan. Sudah ada 4 dokter dan 28 perawat (14 perawat dari rekrutmen relawan dan 14 perawat dari puskesmas dan RSUD Abdul Rivai) yang sudah bisa menjalankan tugasnya di RSD tersebut.

“Namun tetap perlu merekrut tenaga baru termasuk tenaga kebersihan. Masih dibutuhkan enam hingga delapan orang lagi. Jadi, untuk tenaga kesehatannya sudah tercover 50 persen,” jelas Ketua Gugus Tugas Rumah Sakit Darurat Covid-19, Jusram menambahkan.

Untuk memenuhi kebutuhan APD bagi petugas RSD Covid-19, Bupati Berau Muharram memastikan anggaran sebesar Rp 15 Miliar dari anggaran penanganan Covid-19 yang dialokasikan Rp 35 Miliar, sudah tersedia. Dimana untuk anggaran Rp 15 miliar tersebut memang dikhususkan bagi tindakan preventif penyebaran Covid-19, seperti pembelian APD bagi tenaga medis dan penjaga pos-pos perbatasan.

“Ini kenapa lambat? Karena kadang usulan itu sudah masuk, kemudian direvisi lagi. Sehingga proses administrasi di BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) juga ikut terlambat. Di bagian hukum meng-SK-kan juga terlambat. Padahal, seharusnya jika sudah ada usulan untuk pengadaan barang yang sifatnya menunjang tugas penganan Covid-19 ini, harus diproses lebih dahulu. Jika ada kekurangan atau tambahan, itu bisa menyusul,” ungkap Muharram.

Muharram juga menegaskan, anggaran Rp 15 Miliar yang disiapkan untuk penanganan Covid-19, tidak dikhususkan untuk RSD saja. Karena rumah sakit darurat menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas Kesehatan Berau.

“Jadi dari seluruh pengeluaran Dinkes nanti digabung, termasuk kebutuhan di RSD Covid-19 ini. Jadi tidak ada secara khusus anggarannya berapa. Karena selain Dinas Kesehatan, OPD yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ada BPBD dan RSUD Abdul Rivai,” jelasnya.

Sejak Senin, RSD Covid-19 sudah membuka pelayanan Poli Penyakit Infeksi Emerging (PIE), yang juga menjadi tempat penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dijelaskan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Erva Anggriana, PIE adalah penyakit infeksi yang jumlahnya terus meningkat selama masa pandemi Covid-19 ini. Dan Poli PIE dibuka untuk menerima pasien yang tak bergejala. Namun ketika diperiksa dan ditemukan gejala yang mengarah ke Covid-19, makan akan dirujuk masuk instalasi gawat darurat atau IGD.

“Poli PIE ini melayani pasien OTG (orang tanpa gejala) pasca bepergian ke daerah yang terpapar virus corona. Dimana sebelumnya pasien harus melapor dan dipantau selama dua minggu secara mandiri. Tetapi, untuk rawat inap sendiri RSD ini belum bisa difungsikan,” ungkapnya.

Persiapan pengoperasian RSD Covid-19 juga terus dilakukan. Pihak RSUD Abdul Rivai bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau juga sudah memberikan pembekalan berupa terkait teknik pelayanan, kesiapsiagaan, alur pelayanan, dan sebagainya kepada tim yang akan bertugas di RSD tersebut. (bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Dirut PT Indo Pusaka Berau (IPB) Najemuddin beserta rombongan menyerahkan secara simbolis tempat cuci tangan portable kepada Wakil Bupati H. Agus Tantomo. Kedatangan rombongan pun disambut hangat Wabup didepan pintu masuk rumah jabatan dinas (8/4/20), dan proses penyerahan pun terbilang singkat.
Dirut IPB Najemuddin menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Sebagai dukungan dalam rangka pencegahan dini terhadap wabah Covid-19 yang perlu disikapi serius. 
“ Bantuan ini program CSR dalam rangka pencegahan dini, target kami 10 unit, akan kami serahkan secara bertahap ”katanya.
Ia menambahkan, bantuan tempat cuci tangan tersebut akan dibagi tiga tahap penyaluran. Tahap pertama telah diserahkan sekitar 3 unit untuk Dinas Kesehatan, ditahap kedua untuk lingkungan perumahan pejabat. Dan yang ketiga akan disalurkan kepada wilayah pemukiman warga, yang masuk dalam ring satu, yang lokasi tempat tinggal warga berdekatan dengan wilayah kerja perusahaan.
 “Secara bertahap kami akan serahkan, termasuk kepada kampung Merancang, Pulau Besing dan Sambakungan yang masuk di ring satu,”jelasnya.
Wabup H.Agus Tantomo mengapresiasi dan  mengucapkan terima kasih kepedulian pihak perusahaan yang tergerak dalam melakukan pencegahan dini Covid ini, dengan memaksimalkan program CSR nya kepada masyarakat sekitar, melalui bantuan sarana cuci tangan atau bentuk lain yang bisa dirasakan manfaatnya. “ Saya apresiasi apa yang dilaksanakan IPB, harapan saya perusahaan lain harus bergerak, berikan informasi atau bentuk bantuan lain dalam rangka pencegahan wabah ini,”tuturnya.
Dihadapan Dirut IPB, Wabup juga menyampaikan bantuan yang diterimanya ini akan ditempatkan dibagian depan rumah yang biasanya banyak dilalui masyarakat, termasuk dekat dengan lokasi sarana olahraga seperti lapangan bola dan basket. Selain itu, gampang untuk mengisi air dan sabun ketika habis. “ pada prinsipnya, apa yang saya terima ini, saya serahkan kembali untuk dimanfaatkan banyak orang, silahkan masyarakat jangan sungkan ketika ingin mencuci tangan disini,”ungkapnya. (FB Pemkab Berau/Bangun Banua)