Helda

Helda

TANJUNG REDEB - 
 
Tenaga kesehatan yang menangani masyarakat yang dikarantina di Hotel Melati jalan H,Isa II  Tanjung Redeb dan RSDC (Rumah Sakit Darurat Covid-19) Cantika, Rabu (22/4/2020) pagi mendapat bantuan dari Tim Pengerak (TP) PKK dan Forum Berau Sehat (FBS). Pemberian bantuan ini setelah berkeliling hingga perbatasan Kutim, perbatasan Berau-Bulungan.
Hj Sri Juniarsih Muharram ketua TP PKK dan Sekretaris FBS Sharial bersama anggotanya menyerahkan bantuan masker, makanan minuman susu, vitamin ke hotel melati, yang mana di hotel tersebut bantuan diserahkan kepada perwakilan tenaga kesehatan Sulasmi Sungkono Amd Keb.
Kepada perwakilan tenaga kesehatan, Sri Juniarsih menyatakan support dan apresiasinya kepada kalangan tenaga kesehatan yang selama ini bekerja menangani masyarakat yang dikarantina. Adapun masyarakat yang dikarantina saat ini adalah remaja yang merupakan santri di luar kota Berau,  jumlahnya ada 9 orang.
Setelah penyerahan di hotel Melati, Sri Juniarsih menyerahkan  di halaman rumah jabatan Bupati, bantuan berupa  masker, makanan dan minuman susu dan vitamin untuk tenaga kesehatan di RSDC Cantika. Yang mana bantuan diterima drg. Eka Hadiwijaya. 
Disebutkan drg Eka bahwa saat ini   PDP (pasien dalam pemantauan), di RSDC Cantika berjumlah  37 orang. 
Sementara itu jumlah dokter yang bertugas 7 orang, 18 orang yang mengurus pasien, dan 22 orang penunjang medis.
Sri Juniarsih juga memberikan support kepada kalangan tenaga kesehatan dan para penunjangnya yang bertugas,  mereka merupaan garda terdepan dalam situasi pandemi covid-19. (hel/bangun banua)

Hasil tes swab dari beberapa orang yang dikirim pekan lalu akhirnya keluar. 3 orang yang sampelnya dites dinyatakan positif Covid-19. Sehingga kasus positif Corona di Berau saat ini total sudah 7 orang. Hasil tes ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi pada Selasa (21/4/2020) sore di kantor BPBD Berau.

"1 orang dari Kecamatan Segah, dan 2 orang dari Kecamatan Sambaliung. 2 orang dari mereka adalah kelompok sama yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif. Sedangkan untuk 1 orang dari Sambaliung yang positif Corona adalah mahasiswa yang berkuliah di Jogjakarta, yang sebelumnya dinyatakan negatif pada 16 April lalu," jelas Iswahyudi.

Mahasiswa tersebut sudah dirawat sejak 2 April lalu di RSUD Abdul Rivai dan sudah diswab ulang. Bahkan kini kondisinya sehat. Dan untuk 1 warga Sambaliung lainnya sudah menjalani isolasi bersama 6 orang anggota keluarganya sejak 11 April.

"Sudah kita lakukan tes swab juga untuk keenam anggota keluarganya, dan masih menunggu hasilnya," tambahnya.

Sedangkan untuk 1 warga Segah, sudah dirawat sejak 1 April lalu. Melihat banyaknya kasus positif dari kelompok yang sama yakni klaster Gowa, Dinkes juga melakukan tes swab lagi untuk beberapa orang lainnya yang juga termasuk klaster Gowa. (bangun banua)

Empat Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang juga dinyatakan positif Covid-19, dan menjalani perawatan di RSUD Abdul Rivai sejak 3 minggu lalu, kondisinya terus membaik. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Abdul Rivai, Nurmin Baso.

“Kondisi 4 pasien positif itu terus menunjukkan progres bagus, stabil dan menuju kesembuhan. Semoga kondisinya bisa terus dipertahankan para pasien dan bisa segera pulih. Mohon doanya semoga pasien cepat sembuh dan bisa kembali ke rumahnya. Kami juga memberikan perawatan dan melayani pasien ini semaksimal mungkin,” ujar Nurmin Baso pada Sabtu (18/4/2020).

Sampai saat ini masih ada 13 PDP yang menjalani isolasi di RSUD Abdul Rivai, termasuk empat pasien yang terkonfirmasi positif. Dimana mereka masih mendapat perawatan dan menjalani masa inkubasi. Dan berdasarkan data terakhir Dinkes Berau, hingga Senin (20/4/2020) pagi, jumlah pasien yang masih dalam pemantauan sebanyak 67 orang, dan 76 orang selesai masa inkubasi. Sementara pasien dalam pengawasan 13 orang yang sedang proses penyembuhan, dan 16 pasien dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes swab.

“Satu PDP yang hasil swab baru keluar beberapa hari lalu dinyatakan negatif, dan sudah dipulangkan. Tapi orang tersebut tetap diminta untuk menjaga kesehatan serta ikuti anjuran pemerintah, paling tidak jangan banyak keluar rumah dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Berau Iswahyudi, beberapa hari lalu menjelaskan jika kondisi salah satu dari 3 kasus baru yang terkonfirmasi positif corona, yang dipaparkan Bupati Berau Muharram, sempat menurun. Tetapi yang bersangkutan masih bisa berkomunikasi. Sedangkan dua pasien lainnya kondisi kesehatannya menunjukkan perkembangan yang baik.

“Satu pasien masih mengalami sesak. Satunya lagi masih ada gejala batuk, dan satu pasien sudah sehat. Tetapi yang sehat ini akan dites swab ulang,” katanya.

Sementara di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara, ada 8 pasien yang merupakan warga Segah, sedang menjalani perawatan. 8 orang ini masih menunggu hasil tes swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. (bangun banua)

TANJUNG REDEB WEBSITE DINKES –
 
Selain mendapatkan perawatan dan asupan makanan bergizi, para pasien baik yang berstatus positif maupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP), diberi obat khusus yang tidak dijual bebas. Seperti yang juga digunakan kota-kota lain di Indonesia, Berau juga menggunakan beberapa obat tersebut. Tetapi untuk saat ini Tamiflu (obat antivirus golongan neuraminidase inhibitor (NAI) yang biasa digunakan untuk mengobati influenza tipe A dan tipe B) menjadi obat yang dipergunakan di Berau.
 
“Awalnya, Indonesia kan menggunakan Chloroquin sebagai obat anti malaria tetapi sekarang tidak lagi karena dianggap resisten. Untuk di Jakarta menggunakan Avigan untuk pasien Covid-19 dengan takaran kandungan Favipamivir 200 miligram. Kalau di Berau menggunakan kandungan Tamiflu atau Oseltamivlir 75 miligram,” jelas Kepala Satgas RS Darurat Covid-19, dr Jusram Sp PD  pada Sabtu (18/4/2020).
Tamiflu ini juga merupakan salah satu obat yang direkomendasikan Menteri Kesehatan. Tamiflu sebagai regimen pengobatan pasien Covid-19, karena hingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin yang spesifik bekerja untuk mengatasi Covid-19. Selain itu, Tamiflu juga berdasarkan rekomendasi maupun protokol yang dikeluarkan oleh perhimpunan dokter paru Indonesia.
 
“Setiap pasien harus mengkonsumsi obat tersebut 2 kali sehari selama 5 hari. Dan dalam 1 kaplet berisi 10 butir. Selain itu ada juga beberapa obat lain seperti vitamin C, Chloroquin, Azitromicin dan obat sitomatis yang sebatas mengatasi gejala tetapi tidak menyembuhkan penyebab penyakitnya. Misalnya, pasien sakit kepala, demam dan muntah akan diberi obat sitomatis sesuai yang dirasakan,” tambahnya.
Tamiflu ini juga sempat digunakan saat flu burung mewabah di Indonesia pada 2005. Di Amerika Serikat, tamiflu juga kerap diresepkan untuk penanganan wabah flu yang rutin terjadi di sana. Tamiflu bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim neuraminidase yang terdapat di permukaan virus. Dengan mengurangi aktivitas enzim tersebut, kemungkinan virus untuk hinggap di tubuh, bereplikasi, serta menginfeksi tubuh dapat berkurang.
Manfaat lain penggunaan Tamiflu adalah mempersingkat waktu pemulihan pasien dalam waktu singkat, hanya 1-2 hari dari biasanya 5-6 hari. Obat ini bekerja maksimal jika diresepkan dalam waktu 48 jam setelah tanda-tanda flu pertama kali muncul.
 
“Seperti obat-obatan lainnya, Tamiflu juga memiliki kemungkinan terjadinya efek samping pada beberapa orang. Tingkat keparahan dari efek samping yang muncul bisa bervariasi. Namun secara umum bisa menimbulkan efek samping antara lain mual, muntah dan sakit kepala. Tidak menutup kemungkinan juga obat ini memicu reaksi alergi. Jadi pemberian harus sesuai takaran yang diresepkan untuk pasien,” tutupnya. (mel/bangun banua)
Kelay Website Dinkes –
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Berau bersama Forum Berau Sehat (FBS) tak hentinya memberikan support dan bantuan bagi puskesmas yang tersebar di Berau, yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Setelah pada Senin (13/4) kemarin 5 puskesmas yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Kampung Bugis, Teluk Bayur dan Gunung Tabur,  Selasa Pasar sanggam Adji dilayas dan Tim di Perbatasan Berau Buungan,kini giliran Kampung Kelay dan pos pembantu Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 di  perbatasan Berau-Kutim  yang mendapatkan bantuan.
Penyerahan bantuan diberikan Ketua TP-PKK Berau yang juga Ketua Umum FBS Sri Juniarsih Muharram bersama H Najemuddin ketua Harian FBS pada Rabu (15/4). Dan diterima Kepala UPT Puskesmas Kelay Arnel Panimpa dan Camat Kelay Toris.
Masker, hand sanitizer, serta makanan kemasan dan minuman dengan komposisi vitamin, adalah bantuan yang diberikan untuk kemudian dibagikan bagi para tenaga kesehatan yang bertugas di UPT Puskesmas Kelay dan tim di perbatasan. Dengan adanya bantuan itu diharapkan setidaknya dapat mencukupi kebutuhan di puskesmas di kampung Kelay.
“Mudahan ini bisa membantu dan dipergunakan oleh para tenaga kesehatan yang ada di sini. Karena tidak bisa dipungkiri jika para tenaga kesehatan inilah yang berperan penting di situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kalau mereka sehat dan kondisinya selalu prima dengan asupan vitamin, pelayanan maksimal juga akan dapat diberikan kepada masyarakat,” terang Sri Juniarsih
Tak hanya itu, adanya pembagian masker yang dilakukan banyak pihak adalah salah satu bentuk ikhtiar guna meminimalisir penyebaran virus corona di Berau. Terlebih dengan adanya gerakan masker untuk semua, tentunya sangat dianjurkan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dan  menjaga jarak, juga perlu diperhatikan dan dilakukan
Ketua harian FBS, Najemuddin juga mengingatkan masyarakat khususnya yang akan berobat ke puskesmas untuk selalu menggunakan masker. Sampaikan secara jujur keluhan apa yang dialami agar dapat diberikan pengobatan yang tepat. Dan jika tidak sangat terpaksa harus ke puskesmas, sebaiknya ditunda dulu.
“Sering mencuci tangan dan konsumsi makanan sehat bergizi serta rajin olahraga untuk memperkuat sistem imun,” tutupnya. (bangun banua)
Sejak pandemi corona menyebar, banyak warga Berau yang tertahan di luar daerah memutuskan untuk kembali. Sama halnya dengan 9 santri dari Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jawa Timur yang pulang ke Berau. Tetapi, sejak memasuki Bumi Batiwakkal pada Minggu (12/4/2020), mereka dikarantina di Hotel Melati Jalan H Isa II, sesuai dengan ketentuan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, hotel ini sengaja disiapkan Pemkab Berau guna mengisolasi warga Berau yang berasal dari luar daerah. Dikatakannya, Dinkes Berau telah mendata beberapa santri yang baru datang dari luar Berau dimana mereka memang merupakan warga Berau yang bersekolah di Pulau Jawa.

“Dinkes terus melakukan pemantauan kesehatan para santri itu. Bagi keluarga yang ingin mengantarkan makan untuk anak-anaknya yang menjalani karantina, bisa menitipkannya kepada petugas kesehatan yang berjaga. Karena mereka tidak diperkenankan untuk kontak langsung dengan orang luar hingga masa karantina selesai,” katanya dihubungi pada Rabu (15/4/2020).

Dalam waktu dekat ini dikatakan Iswahyudi, akan ada 22 pelajar dari luar daerah yang pulang ke Berau dan tentu saja dilakukan karantina. Utnuk itu, pihaknya telah mempersiapkan delapan kamar karantina, yang diisi 2 orang setiap kamar. Bahkan, sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah mengajukan anggaran sekitar Rp 1 miliar, untuk menampung 400 orang lebih, yang diperkirakan akan datang atau pulang ke Berau.

“Bagi santri yang saat ini menjalani karantina telah dikaji terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan adanya Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini kami fasilitasi, karena mereka sehat. Kalau mereka pulang ke rumah, kami takut mereka itu OTG, jadi tidak ada gejala tapi bisa menularkan ke orang rumah,” tambahnya.

Sementara itu, diakui pemilik Hotel Melati, Anisah Dhiya Azizah mengatakan, pihaknya saat ini juga bermaksud untuk mendukung pemerintah dalam memberikan tempat bagi pelajar yang baru pulang dari luar daerah.

“Saya tidak takut ya, karena saat masuk kondisi para santri ini juga sehat dan setiap hari dilakukan pengecekan oleh petugas Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Melihat situasi ke depan dan sesuai dengan arahan dari Bupati, jika tidak muncul gejala, pihaknya tetap menyarankan untuk dilakukan karantina mandiri. Namun bila timbul gejala akan dirujuk ke RSUD Abdul Rivai atau RS Darurat Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara. (bangun banua)

Tanjung Redeb –

Sepekan lebih menunggu hasil laboratorium pusat, Kamis (16/4) Bupati Berau Muharram menyampaikan hasil tersebut. dari 4 sampel yang dikirim beberapa waktu lalu, terdapat 3 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan 1 negatif. Dengan begini, tercatat sudah 4 warga Berau yang positif corona.

Diketahui, 3 orang yang masuk dalam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tersebut juga mendapatkan hasil positif pada saat rapid test beberapa waktu lalu. Penambahan kasus positif itu diumumkan Bupati Berau Muharram, yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, pada jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Kamis (16/4).

“Ketiganya telah dilakukan swab test dan dikirim sampel ke BLKK Surabaya dan merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan, hasil rapid diagnotice test (RDT) mereka juga positif sebelumnya. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki, yakni 1 warga Merancang Ilir, 1 warga Rinding dan 1 Warga Limunjan Sambaliung,” terangnya.

Untuk itu, Muharram mengimbau agar masyarakat terus menerapkan sosial distancing maupun physical distancing. Juga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Dan bagi yang ada kontak dengan ketiga pasien bisa segera melapor ke kantor polisi maupun puskesmas terdekat. (bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Di tengah kondisi pandemi covid-19, yang mana Kabupaten Berau saat ini telah memiliki satu pasien positif, masyarakat Berau mengutamakan doa dan selanjutnya ikhtiar dengan zmenggunakan masker jika keluar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dan  menjaga jarak agar terhindar  dari coronavirus . 
Hal ini diungkapkan ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Berau yang juga Ketua umum Forum Berau Sehat (FBS)  Sri Juniarsih Muharram pada penyerahan bantuan masker, hand sanitizer, makanan dan minuman kepada 5 Puskesmas di Kabupaten Berau Senin (13/4/2020).
Pada penyerahan bantuan tersebut Sri Juniarsih bersama H Najemuddin ketua Harian FBS hanya dengan beberapa anggota PKK dan FBS, karena menghindari adanya kerumunan dalam situasi physical distancing.
Bantuan  PKK dan FBS ini diterima secara berurutan dengan jelang waktu mulai pukul 8.00-11.30 wita, dimulai dari puskesmas Sambaliung dengan diterima kepala puskesmas (kapus) Sambaliung  dr Sulistiawati, di puskesmas kampung Bugis diterima Kasubag tata usaha Ahkmad Yasir Salehuddin, sedangkan di puskesmas Tanjung Redeb Kapus H Kasran dan di kecamatan Teluk Bayur diterima  Kapus Suyatno SKM dan terakhir di kecamatan Gunung Tabur PKK dan FBS diterima kapus dr I Made Mahendra. 
Adapun bantuan ini untuk setiap puskesmas mendapatkan masing masing 100 masker diperuntukkan petugas dan pasien yang berobat, 100 hand sanitizer, beberapa dus air mineral, minuman mengandung vitamin C dan makanan dalam kemasan.  Untuk di  puskesmas Sambaliung, bantuan lebih banyak ketimbang 4 puskesmas lainya. Baik itu masker, hand sanitize dan makanan dan minuman. “Karena di daerah Sambaliung ini pasien positif Covid berasal dari Sambaliung. Meski demikian kecamatan lainya harus lebih berhati hati juga, tetap jalankan protokol kesehatan,” kata Sri Juniarsih.
“Sebenarnya ingin membagikan lebih banyak masker,  hanya saja saat ini PKK dan FBS kehabisan  bahan pembuatan masker, sehingganya dalam pembuatannya yang produksi oleh tim PKK hanya jumlah ratusan inilah yang didapatkan, “ ungkap Sri Juniarsih.
Ditambahkan bahwa saat ini masyarakat agak kesulitan mendapatkan masker, kalaupun ada masker kain yang dibeli masyarakat dengan harga yang lumayan tinggi.
 Sementara itu ketua harian FBS, Najemuddin juga mewanti wanti kepada masyarakat yang berobat  pada pembagian masker di puskesmas puskesmas. Agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), selain tetap memakai masker jika keluar rumah, cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir dan jaga jarak dengan sesama. “Dan memperkuat sistem imun tubuh dengan makan makanan bergizi dan  berolah raga . (helda/bangun banua)

Tanjung Redeb –

Sejak Jumat (10/4/2020), Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara dipergunakan 10 tenaga kesehatan untuk isolasi mandiri hingga dua minggu ke depan. Kesepuluh tenaga kesehatan tersebut adalah dokter dan perawat yang telah selesai bertugas di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. Diketahui, mereka telah kontak langsung dengan pasien status PDP maupun yang positif Covid-19.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, jika sepuluh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat itu, sebelumnya sudah melakukan karantina mandiri hingga akhirnya diputuskan pindah ke RSD.

“Sebelum di RSD ini mereka menginap di gedung eks rumah bersalin samping Puskesmas Tanjung Redeb di Jalan Langsat. Dan diharapkan selama masa karantina itu mereka bisa tetap menjaga kesehatannya dan cukup istirahat. Dan karantina 2 minggu ini dilakukan agar mereka sementara tidak kontak langsung dengan orang luar,” katanya pada Senin (13/4).

Langkah karantina mandiri tenaga kesehatan yang bertugas dengan pasien Covid-19 tak hanya dilakukan di Berau. Dijelaskan Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Muhammad Adib Khumaidi  SpOT, saat ini banyak dokter yang terpaksa dikarantina karena ada riwayat kontak dengan pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit. Menurut dia, dokter dan paramedis itu dikarantina atau isolasi sendiri di rumah atau di hotel agar tidak menularkan kepada keluarga. (bangun banua)

Sejak diumumkan adanya satu warga Berau yang positif Covid-19 dari hasil tes laboratorium Surabaya beberapa waktu lalu, masyarakat masih dibuat was-was untuk keluar rumah. Tetapi, saat ini kondisi pasien tersebut semakin membaik. Hal ini diungkapkan Humas RSUD Abdul Rivai, Erva Anggriana.

“Perkembangan pasien sudah membaik dan stabil. Perawatan yang diberikan terhadap pasien secara umum dan pengawasan terhadap kondisi fisiknya. Ini disebut langkah simtomatis, yang dikeluhkan apa ya itu yang diobati. Tapi yang pasti adalah memperbaiki kondisi umum agar menjadi lebih baik,” jelasnya dihubungi via whatsapp pada Sabtu (11/4/2020).

Memang tidak ada treatment khusus yang diberikan kepada pasien positif virus corona, karena saat ini belum ada obat spesifik. Yang dipastikan, pasien yang sudah dinyatakan positif akan menjalani isolasi agar pasien tersebut tidak menularkan virus corona kepada yang lain.

Dijelaskannya juga, jika RSUD saat ini lebih ketat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak berobat, sejak ada kasus positif Covid-19 di Berau. Beberapa persyaratan pun diwajibkan untuk dipatuhi baik pasien maupun pengunjung, yakni keharusan mengenakan masker saat berobat. Serta pengecekan atau screening terlebih dahulu bagi setiap pasien.

“Screening ini sebagai langkah awal untuk mengetahui apakah pasien ini masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) tetapi masih bisa menularkan virus corona, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Dan setelah diketahui statusnya baru kita lakukan pemeriksaan darah dan foto rontgen dada serial,” tambahnya. (bangun banua)