Helda

Helda

Tanjung Redeb Website Dinkes – 
Pemkab Berau terus melakukan berbagai persiapan. Selain menyiapkan fasilitas di RSUD Abdul Rivai, Pemkab Berau juga mencari alternatif lain, untuk mengantisipasi jika virus ini mewabah.
Salah satunya, rencana menjadikan eks Hotel Cantika Swara di Jl Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. Hotel ini akan dijadikan tempat karantina warga yang dicurigai terinfeksi virus corona.
Sekretaris Daerah, Muhammad Gazali bersama Kadis Kesehatan Berau, Iswahyudi meninjau eks Hotel Cantika Swara yang akan dijadikan tempat karantina.
Eks Hotel Cantika Swara rencananya akan dijadikan lokasi karantina jika terjadi lonjakan infeksi virus corona.
Menurutnya, bekas hotel ini memiliki 60 kamar dengan kondisi yang masih layak digunakan. Apalagi, hotel ini juga memiliki pagar keliling untuk membatasi aktivitas keluar masuk area karantina atau isolasi ini.
Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi mengatakan, rencananya eks Hotel Cantika ini akan digunakan untuk karantina warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
“Untuk orang yang berstatus ODP rencananya akan disiapkan 10 kamar, setiap kamar terdiri dari dua pasien,” ungkapnya.
“Sedangkan untuk yang Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  tetap dirawat di rumah sakit karena memerlukan ruang ICU dan perawatan intensif,” jelasnya.
Sekda Berau Muhammad Gazali mengatakan, kapasitas ruangan rumah sakit yang ada saat ini tidak dapat menampung jika terjadi lonjakan pasien.
Mempersiapkan bangunan bekas hotel ini merupakan langkah antisipasi, jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan ODP dan PDP.
“Ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan wabah virus corona, segala sesuatu harus kita persiapkan,” tegasnya. (bangun banua)
Tanjung Redeb Wesite Dinkes-
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Berau memaksimalkan pengawasan  terhadap pelintas batas  masuk lewat darat dan laut  dalam rangka antisipasi mewabahnya pandemi  virus corona (COVID-19) di Kabupaten Berau.
Sekretaris Daerah Berau,  Muhammad Gazali sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menjelaskan ada 10 titik posko di darat untuk memeriksa suhu badan  orang yang masuk dari Bulungan (Kaltara) dan dari Kutai Timur. Ada Posko yang digeser ke Merapun dan di Makassang.
“Posko itu digeser letaknya agar dapat penerangan listrik, tidak terlalu dekat dengan permukiman, dan jarak antar pokso tidak terlalu berdekatan,” kata Gazali, Senin (30/3/2020).
Dijelaskan pula, di wilayah kecamatan pesisir seperti Biduk-Biduk, Batu Putih, Posko siaga penuh selama 24 jam, petugas berjaga bergantian setiap  8 jam  memantau  orang masuk  lewat dari Sangkulirang (Kutim) dan lewat laut  melalui Teluk Sulaiman.
Sepuluh Posko yang ada tersebar  di Kecamatan Biduk-biduk, Batu Putih, Biatan, Tanjung Batu, Maratua, Pulau Derawan, Dermaga Wisata, Pelabuhan Barang Teratai, Perbatasan Kutim-Berau dan Perbatasan Berau-Bulungan.
“Saya ucapkan terima kasih peran serta kecamatan yang telah sama-sama ikut melakukan pengawasan ini,”ungkapnya.
Gazali juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  yang telah bekerja semaksimal mungkin melakukan pengawasan secara detail dan meminta seluruh personil dapat menjaga kesehatan dan tidak lupa memproteksi diri.
“Petugas dilapangan  berhadapan langsung kesejumlah pendatang ketika ingin masuk ke Berau.  Jaga kesehatan, jangan lupa lindungi diri dalam bertugas,” pesannya.(bangun banua)
Dunia kini tengah menghadapi krisis kesehatan masyarakat serius, yang membuat seperlima warga dunia menghabiskan waktu sepenuhnya di dalam rumah untuk mengkarantina diri. Sejak diberlakukannya frasa “physical distancing” dari “social distancing” oleh WHO sejak 20 Maret lalu, gagasan perubahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat, jika saat ini bukan saatnya untuk memutus hubungan sosial dengan teman atau keluarga.
Gagasan tersebut dimaksudkan untuk menjaga jarak fisik guna memastikan virus tidak menyebar. WHO juga telah menjelaskan jika menjaga jarak dan mengkarantina diri merupakan bentuk menahan penyebaran dari virus corona. Meski dikarantina, bukan berarti orang-orang tersebut menjadi terisolasi secara sosial. Membangun komunitas dan kebersamaan justru sangat penting di masa seperti ini, guna menjaga kesehatan mental.
Penggunaan frasa physical distancing diharapkan dapat memperjelas imbauan WHO, yaitu menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar. Apakah hal tersebut jadi keputusan yang lebih baik?
Physical Distancing Dinilai Lebih Penting
Penggunaan frasa “social distancing” dirasa kurang tepat, karena pada dasarnya yang diperlukan adalah menjaga jarak fisik. Virus corona membuat banyak orang khawatir karena cara penyebarannya yang sangat cepat lewat droplet atau percikan air liur pengidap. Virus yang bersarang di saluran pernapasan ini dapat menyebar dalam radius hingga satu setengah meter. Untuk itu, jarak aman untuk physical distancing saat berada di tempat umum adalah dua meter. Kurang dari jarak tersebut seseorang akan berisiko tinggi untuk tertular, apalagi jika mereka tidak memakai masker. 
Social Distancing Tidak Diperlukan
Interaksi sosial melalui perangkat gadget atau cara komunikasi non-fisik lainnya masih sangat diperlukan. Faktanya adalah, bermedia sosial dapat memperluas interaksi sosial di masa seperti sekarang ini, sehingga akan sangat membantu bagi kesehatan mental setiap orang. Mengkarantina diri merupakan tindakan tidak berhubungan secara fisik dengan orang lain, tapi tetap melakukan interaksi sosial dengan orang-orang seperti biasa.
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan interaksi sosial. Namun, di tengah wabah mematikan seperti Covid-19 ini, penting bagi setiap orang untuk saling membantu melewati wabah ini, salah satunya adalah dengan physical distancing. Meski demikian, kamu dapat melakukan interaksi sosial berikut ini di rumah, sehingga kegiatan karantina tidak membosankan!
• Video call. Saat mengkarantina diri, otomatis kamu akan merasa sangat bosan jauh dari keluarga. Jangan sungkan untuk menelepon atau video call, karena kemungkinan besar mereka juga tengah merasakan hal yang sama denganmu.
• Conference call. Physical distancing bikin kamu tidak bisa nongkrong bareng kawan-kawan? Coba dengan melakukan conference call bersama. Dengan begitu, kegiatan karantina diri akan lebih mengasikkan.
• Bermain game. Kini banyak aplikasi yang bisa kamu mainkan secara bersamaan dengan orang pilihanmu, coba untuk memainkannya dengan fitur suara, ya! Jadi, kamu tetap merasa bermain dengan orang tersebut di hadapanmu!
• Media sosial. Perlu sangat bijak bermain media sosial di saat seperti ini. Pasalnya, beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan media sosial sebagai ajang menyebarkan hoax.(halodoc.com/bangun banua)

Coronavirus

March 31, 2020
Pengertian Coronavirus
Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.
Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:
• Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
• Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
• Pneumonia.
SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut. 
Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:
• HCoV-229E.
• HCoV-OC43.
• HCoV-NL63.
• HCoV-HKU1.
• SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
• MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
• COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya hingga Januari 2020. 
Faktor Risiko Infeksi Coronavirus  
Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin. 
Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona, juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang pernah menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019.
 
Penyebab Infeksi Coronavirus  
Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti: 
• Percikan air liur pengidap (batuk dan bersin).
• Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
• Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona. 
• Tinja atau feses (jarang terjadi)
Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu, metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar. 
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.  
Gejala Infeksi Coronavirus  
Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:
• Hidung beringus.
• Sakit kepala.
• Batuk.
• Sakit tenggorokan.
• Demam.
• Merasa tidak enak badan.
Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti:
• Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
• Batuk dengan lendir.
• Sesak napas.
• Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia. 
Diagnosis Infeksi Coronavirus  
Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis.
Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Untuk kasus yang diduga infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.
 
Komplikasi Infeksi Coronavirus  
Virus corona yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan komplikasi pneumonia, dan masalah pernapasan parah lainnya bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu, SARS juga bisa menyebabkan kegagalan pernapasan, gagal jantung, hati, dan kematian.
Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus juga bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Infeksi virus ini bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. 
 Pengobatan Infeksi Coronavirus  
Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Umumnya pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:
• Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk. Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.
• Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.
• Perbanyak istirahat.
• Perbanyak asupan cairan tubuh.
• Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.
Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, atau infeksi novel coronavirus, penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien. 
Bila pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk ke RS Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan melakukan:
• Isolasi
• Serial foto toraks sesuai indikasi.
• Terapi simptomatik.
• Terapi cairan.
• Ventilator mekanik (bila gagal napas)
• Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.
 
Pencegahan Infeksi Coronavirus 
Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan: 
• Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
• Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
• Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
• Hindari menyentuh hewan atau unggas liar. 
• Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan. 
• Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih. 
• Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
• Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas. (halodoc.com/bangun banua)

Dua ribu alat pelindung diri (APD) berupa APD cover all dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat telah terbagi habis.

"APD yang kita terima dari pusat sudah didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan dinas kesehatan kabupaten dan kota," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak saat konferensi pers di Media Center Penanganan Covid 19 Kaltim, Kamis (26/3/2020).

Terhitung ada 13 rumah sakit dan empat dinas kesehatan yang menerima APD terdiri Dinas Kesehatan Kaltim 100 pcs, Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu 50 pcs dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan 50 pcs.

Selanjutnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahrabie Samarinda 300 pcs, RSUD Inche Abdoel Moeis dan RS Tingkat IV Samarinda masing-masing 50 pcs. Berikutnya, RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan 400 pcs, RSUD Beriman Balikpapan 50 pcs dan RS Tingkat II Dr R Hardjanto Balikpapan 100 pcs.

RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Kutai Kartanegara 150 pcs, RSUD Taman Husada Bontang 150 pcs, RSUD Panglima Sebaya Paser 150 pcs, RSUD  Kudungga Kutai Timur 150 pcs, RSUD Dr Abdul Rivai Berau 200 pcs, RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara 50 pcs dan RSUD Harapan Insani Sendawar Kutai Barat 50 pcs.

Menurut Andi, pendistribusian disesuaikan dengan kondisi kedaruratan dan jumlah pasien yang ditangani masing-masing rumah sakit.

"Sedangkan APD yang diangkut oleh TNI AU itu didistribusikan ke dinas kesehatan baik provinsi màupun kabupaten dan kota sebagai back up, kalau sewaktu-waktu diperlukan rumah sakit di wilayahnya," ungkap Andi.

Andi sangat berharap dukungan dan bantuan pusat berupa APD dan beberapa item APD lainnya mampu meningkatkan semangat kerja para dokter dan tenaga medis dalam penanganan pasien Covid 19. (yans/her/humasprov kaltim/bangun banua)

Tanjung Redeb -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, menutup semua akses untuk masyarakat keluar masuk Bumi Batiwakkal, terkecuali untuk logistik dan keperluan medis. Kebijakan ini bakal diterapkan mulai 30 Maret 2020, selama 14 hari. Ini karena Berau sudah dikelilingi oleh daerah terjangkit atau ditemukan positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sehingga dinilai tepat untuk menutup sementara aktivitas orang keluar dan masuk.

“Hasil rapat kami bersama dengan lintas sektor memutuskan untuk menghentikan aktivitas penerbangan regular, terhitung mulai dua hari kedepan,” tegasnya, Sabtu (28/3).

Disebutkannya, untuk jalur darat misalnya, di ruas jalan menuju Kabupaten Bulungan, memang telah disediakan pos pantau penanganganan COVID-19, jika sebelumnya hanya terfokus pada penyemprotan cairan disinfektan bagi setiap pengendara yang melintas, tetapi dua hari kedepan warga dari arah Bulungan tidak akan diperbolehkan masuk ke wilayah Berau, maupun sebaliknya. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang datang dari arah Kutai Timur menuju Berau.

“Akses jalur darat akan tutup total, warga tidak boleh masuk ataupun keluar Berau. Utamanya tiga titik akan dibangun pos pantau yakni perbatasan Bulungan, perbatasan Kutim-Kelay dan perbatasan Kutim-Talisayan,” ujarnya.

Yang boleh masuk hanya kendaraan logistik, sementara untuk angkutan orang akan diminta kembali. Untuk jalur laut, Pemkab bekerjasama dengan Polisi dan TNI AL rutin melakukan patroli laut, cegah warga dari luar Berau, masuk lewat jalur tikus.

Langkah mengisolasi wilayah ini guna mengantisipasi warga Berau terdampak virus Corona. Apalagi, Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berasal dari luar daerah atau yang terjangkit terus meningkat. Jika sehari sebelumnya 46, per 28 Maret menjadi 53 ODP.

Seperti diketahui, di Kabupaten Kutai Timur dan di Provinsi Kalimantan Utara, telah ditemukan masing-masing dua orang positif COVID-19, dan kedua daerah ini terhubung bisa melalui darat dengan Berau. Sementara penerbangan, juga terhubungan dengan daerah terjangkit lainnya, seperti Samarinda, Balikpapan dan Jakarta.

“Jumlah ODP juga terus bertambah, sebelum di Berau ada jatuh korban lebih baik kami ambil langkah ini,” tutupnya. (bangun banua)

Sejak ditetapkan menjadi pandemi di Indonesia, korban akibat virus corona semakin melonjak setiap harinya. Virus ini rentan menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Untuk itu, disarankan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari penyebaran virus mematikan tersebut. 

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan sistem imun tubuh. Berikut beberapa di antaranya:

• Konsumsi Vitamin C Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga di tengah penyebaran virus corona saat ini, disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C tinggi. Jika daya tahan tubuh kuat, penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau kuman tidak akan mudah menyerang.

Makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi karena mengandung tinggi vitamin C, di antaranya jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, dan kiwi. Faktanya, jambu biji mengandung dua kali lebih banyak vitamin C daripada buah jeruk. Untuk mengonsumsinya, kamu dapat langsung memakannya atau mengolahnya menjadi jus. Namun, jangan menambah gula terlalu banyak, ya! Karena sebaik-baiknya vitamin C dari buah adalah yang dikonsumsi secara alami tanpa pemanis buatan.

• Sayur dan Buah-Buahan Untuk meningkatkan sistem imun tubuh, makanan yang sangat disarankan untuk dikonsumsi adalah sayur dan buah-buahan. Ketika dikonsumsi secara rutin secara bersamaan, kedua makanan tersebut akan mencegah kamu dari berbagai macam penyakit karena daya tahan tubuh yang kuat, karena kandungan berbagai macam vitamin dan mineral di dalamnya.

• Kelola Stres dengan Baik Ketika stres tidak dapat dikelola dengan baik, otomatis produksi hormon kortisol dalam tubuh akan ikut meningkat. Peningkatan produksi hormon kortisol dalam jangka panjang mampu menurunkan daya tahan tubuh secara perlahan. Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk mengelola stres dengan baik guna menghindari menurunnya daya tahan tubuh.

• Cukup Istirahat Meningkatkan sistem imun tubuh tidak selalu berasal dari faktor makanan. Tubuh juga memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kondisi agar tetap fit. Pada orang dewasa, waktu tidur diperlukan selama 7-8 jam per hari. Sedangkan pada anak-anak, waktu tidur diperlukan selama 10 jam per hari atau lebih. Pastikan waktu istirahat terpenuhi, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

• Rutin Berolahraga Langkah meningkatkan sistem imun tubuh selanjutnya dapat dilakukan dengan berolahraga selama 30 menit setiap hari. Kegiatan yang satu ini paling sehat jika dilakukan di bawah paparan sinar matahari pagi secara langsung, karena dapat meningkatkan kadar vitamin D dari sinar matahari. Tidak perlu pergi ke gym, kamu dapat melakukan olahraga yang mudah dan murah dengan berjalan cepat atau berlari.

• Konsumsi Suplemen Selain menerapkan pola hidup sehat dengan beberapa langkah tersebut, menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen atau multivitamin tambahan. Konsumsi suplemen dan multivitamin tambahan dapat menjadi pilihan guna melengkapi pola makan yang dinilai kurang memenuhi nutrisi yang diperlukan guna menjaga daya tahan tubuh.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen dan multivitamin tambahan, diskusikan terlebih dulu ke dokter ya! Pasalnya, pada sebagian pengidap alergi, reaksi alergi bisa saja muncul karena tidak cocok pada kandungan yang ada dalam suplemen atau multivitamin tambahan. Selain beberapa langkah tersebut, kamu juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan baik agar tidak menjadi sarang kuman, virus, atau bakteri.

Bukan hanya lingkungan rumah saja yang harus dijaga kebersihannya, tubuh kamu pun perlu. Dengan membiasakan diri mencuci tangan setelah melakukan kegiatan apapun, kamu telah membantu menjaga tubuh menjadi lebih sehat.(halodoc)

Tanjung Redeb Website Dinkes-  Pemerintah Kabupaten Berau  melalui Dinas Kesehatan tidak henti hentinya menghimbau kepada masyarakat mengenai pencegahan  virus rorona (covid-19), dengan berkeliling kota menggunaan mobil ambulance “Dangkita “ milik Dinas Kesehatan. Mobil Ambulans yang dilengkapi dengan pengeras suara berkeliling kota Tanjung Redeb,sejak  Sabtu (21/3/2020) hingga Jumat (27/03/2020) tadi pagi.

Tentu ini dalam rangka mengingatkan warga  agar tetap di dalam rumah selama berlangsungnya pembatasan interaksi atau social distancing dalam rangka pencegahan penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19).

Tampak petugas lapangan Abdalis dan Resti dari bagian Kesehatan masyarakat menyerukan himbauan  agar masyarakat tetap dalam rumah selama masa social distancing. dimaksudkan agar orang dengan kategori ODP dan PDP tidak bertambah. Interaksi sosial kita batasi dan masyarakat diharapkan mematuhinya.

Himbauan  Dinkes Berau yang dibacakan untuk diketahui dan dipatuhi  masyarakat dalam masa social distancing adalah, Pertama;  masyarakat diminta  tidak keluar rumah jika tidak untuk keperluan yang benar-benar penting, dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah. Kedua,  masyarakat diminta menghindari keramaian dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Ketiga, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun sesering mungkin, dan lakukan etika batuk dan bersin dengan lipatan siku atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah. Ketiga; saat beraktivitas di luar rumah, warga diminta saat melakukan kontak dengan orang lain menjaga jarak, minimal 1 meter. Barang pribadi di rumah pun sebisa mungkin tidak digunakan bersama-bersama. 

Dianjurkan satu barang untuk satu anggota keluarga saja. Usahakan cahaya yang masuk ke rumah melalui ventilasi yang ukurannya cukup. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Iswahyudi agar warga Berau dapat mentaatinya .

“Kita juga memberitahu warga untuk menyimpan nomor kontak yang bisa dihubungi warga bila mengalami gangguan kesehatan, yaitu 082255315534 dan 082149492491,” tambahnya.(hel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
 
Bupati Berau Muhararam S Pd MM mengungkapkan rasa syukurnya, karena hingga detik ini di Kabupaten Berau tidak ada masyarakat yng positif menderita Corona. Namun tidak boleh lengah , tetap waspada melakukan upaya upaya seperti penyemprotan desinfektan dan cara laiya. Hal ini diungkapkannya  dalam Apel Kesiapan Bersama Dalam Rangka Pencegahan Virus Corona (covid-19) Kabupaten Berau, Kamis (26/3/2020)  di halaman kantor Dinas Kesehatan Berau Jalan Mawar Tanjung Redeb.
Dalam Apel tersebut hadir Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning, Dandim 0902/TRD Letkol Kav Ilham Faisal Siregar, Kepala RSUD dr Nurmin Baso, Kadis Kesehatan Iswahyudi Apt,  Kepala BPBD Thamrin beserta jajarannya, jajaran dinkes, jajaran Polres Berau, TNI, Dishut,Satpol PP.
 
“ Di pagi hari ini Saya bangga atas peran TNI, Polri, Dinkes, BPBD, Dishut, satpol PP dan instansi terkait lainya, alhamdulillan kita bisa bekerja optimal,” kata Muharram.
 
Disebutkan, beberapa gerakan seperti mensterilkan dengan kegiatan penyemprotan desinfektan, selain social distancing, serta kreativitas dengan mensterilkan jalan jalan dan fasilitas umum. Kreativitas lain seperti room sanitizer untuk menserilkan fisik manusia yang baru saja dibuat oleh beberapa dinas sepeti BPBD, Dinkes dan juga Bandar Kalimarau. 
Dalam Apel Kesiapan Bersama Dalam Rangka Pencegahan Virus Corona (covid-19), disertai dengan penyerahan bantuan APD (aat Pelindung Diri) dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim kepada Rumah akit Umum Abdul Rivai. Diserahkan Bupati  Berau Muharram  kepada Direktur RSUD dr Nurman Baso didampingi Kadinkes Iswahyudi.
 
Setelah apel peserta yang terdiri dari ratusan orang ini dibagi beberapa regu untuk melaksanakan sosialisasi Dinas Kesehatan bersama sama TNI Polri Dishut dan BPBD dengan membagikan brosur himbauan untuk pencegahan virus corona. Juga melaksanakan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan di kelurahan Tanjung Redeb, Bugis, Gayam, Karang Ambun Kecamatan Tanjung Redeb, kelurahan  Teluk Bayur, Rantau Panjang, Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk bayur, kelurahan Gunung Tabur, Birang, Tasuk Kecamatan Gunun Tabur dan kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung. (Helda/Bangun Banua)

Tanjung Redeb –

Segala cara dan upaya dilakukan Pemkab Berau guna mencegah semakin merebaknya penyebaran Covid-19. Selain penyemprotan disinfektan secara rutin, pembuatan bilik sterilisasi juga dilakukan. Bahkan, sejak Kamis (26/3/2020) pagi, bilik sterilisasi atau Sterilization Chamber sudah bisa digunakan, salah satunya di Dinkes Berau.

Bilik sterilisasi yang diletakkan di depan pintu masuk kantor Dinkes Berau berukuran 90x90x200 yang memiliki kapasitas tangki 10 liter untuk pengisian disinfektan. Kekuatan pompa 100 psi (besaran nilai satuan tekanan), dengan nozzle (perangkat yang dirancang untuk mengontrol arah atau karakteristik dari aliran fluida (terutama untuk meningkatkan kecepatan), saat keluar atau memasuki sebuah ruang tertutup atau pipa) maksimal 10 titik.

“Sedangkan untuk rangkanya dibuat dari aluminium, dinding pintu akrilik, rangka lantai besi dan alas lantainya hpl glossy (High Pressure Laminate (HPL), merupakan salah satu material yang digunakan sebagai finishing untuk produk-produk furniture dan interior) berukuran 18mm. Dan untuk boks mesin dan tangkinya adalah hpl,” jelas Muhammad Fadli, pembuat Sterilization Chamber yang juga owner dari RAFA INVESTAMA Berau, ditemui di sela-sela percobaan bilik.

Untuk sistem kerjanya, dijelaskan Fadli, disinfektan berupa embun dikeluarkan oleh pompa di dalam bilik. Dimana untuk proses penyemprotan uapnya pun hanya sekitar 5-10 detik sesuai dengan panduan.

“Beberapa panduan yang harus diperhatikan adalah masuk ke dalam bilik bersama semua barang bawaan. Kedua, pastikan pintu masuk badan pintu keluar tertutup rapat. Ketiga, letakkan barang bawaan di lantai dalam bilik, angkat kedua tangan dan putar badan 360 derajat selama kurang lebih 5-10 detik. Keempat, keluar bilik lewat pintu keluar dan pastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal,” terang Fadli.  

Untuk selanjutnya, sesuai keinginan Bupati Berau Muharram, nantinya akan ada 10 Sterilization Chamber dan 6 outdoor Body Sterilization. Namun, untuk pembuatannya masih dalam proses penganggaran lantaran kesediaan alat dan bahan di luar daerah.

Karena fungsinya sebagai penangkal mikrobiotik Covid-19 yang lebih efektif dan efisien, bilik tersebut akan ditempatkan di beberapa titik keluar masuk orang maupun pusat keramaian di Kabupaten Berau. Dimana ini juga mempercepat proses penyemprotan dibanding yang dilakukan petugas secara manual selama ini. Sehingga, disamping melakukan pemeriksaan dan pencatatan identitas yang lengkap, setiap mereka yang baru datang terutama dari daerah yang suspect Corona tentu akan disterilkan melalui perangkat ini. (amel/bangun banua)