Helda

Helda

Sejak Sabtu (11/4/2020) pasukan Go Jek mendapat tugas dari Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, untuk mengantarkan masker ke rumah-rumah warga di empat kecamatan, mulai dari Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur. Dimana untuk setiap rumah mendapatkan 2-3 masker. Ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat Berau disiplin menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“15 ribu masker kain sudah dipesan untuk kemudian disalurkan ke masyarakat. Semuanya free, mulai dari maskernya hingga ongkos pengantarannya yang menggunakan Go Jek. Bukan asal dibagikan, tetapi bagi warga yang ingin mendapatkan masker tersebut harus mengirimkan format nama, alamat lengkap dan nomor teleponnya, untuk memudahkan pendataan,” jelas Wabup Agus Tantomo pada Minggu (12/4/2020).

Diluar dugaan, animo masyarakat untuk mendapatkan masker kain itu sangat luar biasa. Ratusan pesan whatsapp yang masuk ke kontak Wabup tak berhenti. Dan hingga Minggu siang masih ribuan pesan whatsapp yang menunggu untuk mendapatkan masker. Sayangnya, saat ini hanya di 4 kecamatan terdekat yang bisa mendapatkan pembagian masker kain.

“Saya minta maaf karena keterbatasan jarak tempuh Go Jek juga yang belum bisa menjangkau ke kampung-kampung. Untuk selanjutnya diusahakan akan dibagikan sampai yang terjauh,” tambahnya.

Banyaknya permintaan membuat kewalahan sehingga pada 13.00 Wita tadi pendaftarannya ditutup. Warga yang sudah mengirimkan format pemesanan bisa menunggu maskernya diantar ke rumah. Untuk hari pertama yakni Sabtu sudah 5000 masker diantar, dan hari kedua proses pengantaran masih dilakukan.

“Bagi yang sudah mendapatkan masker kainnya supaya bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Kalau keluar rumah wajib dipakai, dan sering-sering dicuci setelah pemakaian,” pungkasnya. (bangun banua)

Tertekan? Panik? Stres terhadap pemberitaan tentang COVID-19? Jangan heran jika kamu juga akan merasakan efek sampingnya. Melansir American Psychological Association, psikolog di bidang "psychoneuroimmunology" telah menunjukkan bahwa keadaan pikiran mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Stres terjadi ketika peristiwa kehidupan melampaui kemampuan  untuk mengatasinya. Hal ini menyebabkan tubuh memproduksi hormon stres kortisol dalam kadar yang lebih besar. Dalam waktu singkat, kortisol membuat peradangan semakin mudah masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, stres menurunkan sel limfosit tubuh - sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Semakin rendah tingkat limfosit, maka semakin berisiko kamu terkena virus, mulai dari flu ringan, bahkan hingga COVID-19. 
Tingkat stres yang tinggi juga menyebabkan depresi dan kecemasan, sekali lagi mengarah ke tingkat peradangan yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, berkelanjutan, tingkat peradangan yang tinggi mengarah ke sistem kekebalan yang terlalu banyak bekerja dan Lelah. Alhasil, mereka tidak mampu melindungi tubuhmu dengan optimal. 
Apa yang Dapat Dipelajari
Ingat, kita bersama-sama menghadapi masa sulit ini. Para ahli tengah berupaya menemukan vaksin yang ampuh dan aman untuk tubuh, dan para petugas kesehatan seperti dokter dan perawat tengah berjuang di garis depan untuk melawan COVID-19. 
Kini waktunya kamu memainkan tugasmu, diam di rumah dan melakukan physical distancing. Turuti instruksi pemerintah setempat, dan jangan membangkang. Kamu juga harus mengontrol rasa panik dan ketakutan, cara sederhananya bisa dengan mulai mengurangi melihat berita. Atau batasi sekitar beberapa menit saja dalam sehari. Kamu juga bisa mencoba lebih banyak membaca berita-berita yang positif, semisal tokoh-tokoh dunia yang telah berhasil sembuh dari virus ini. Karena nyatanya sudah lebih dari 300 ribu orang sembuh dari penyakit ini. 
Di sisi lain juga harus waspada, dan tetap peduli pada sekitar. Usai mencabut status lockdown, Tiongkok juga masih mengawasi ancaman silent carrier (pasien positif yang tidak memiliki gejala sama sekali namun tetap bisa menularkannya pada orang lain). Dan kamu bisa saja jadi salah satu silent carrier. Oleh karena itu, tetaplah melakukan karantina di rumah meski kamu tak bergejala. Tetap lakukan gaya hidup sehat, rutin cuci tangan dengan sabun, pakai masker jika harus keluar rumah, dan lakukan olahraga ringan secara rutin.(halodoc.com/bangun banua)
Tanjung Redeb –
 
Keluarnya hasil tes laboratorium pusat yang menyatakan salah satu warga positif Covid-19 cukup menghebohkan masyarakat Berau. Hal ini dijelaskan Bupati Berau Muharram yang juga ketua Gugus Penanganan Covid-19 pada jumpa pers di kantor BPBD Berau, Jumat (10/4) pagi. 
 
“Yang dikirim ke laboratorium Surabaya ada 8 sampel, tapi baru 4 yang diterima, dimana keempat orang tersebut adalah Pasien Dalam Pemantauan (PDP), dan salah satunya dinyatakan positif Covid-19. Diketahui, dari hasil rapid test atau tes cepat yang dilakukan beberapa waktu lalu, orang ini negatif, tapi ternyata setelah hasil tes pusat keluar malah positif. Dan untuk kondisinya saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Abdul Rivai karena masih batuk-batuk,” jelas Muharram.
Dalam jumpa pers Bupati Muharram didampingi Asisten Bupati Datu Kesuma, Kapolres AKBP Edy Setyanto Erning, Dandim 0901/TRD Letkol Kav Ilham Faisal Siregar, Kadis Kesehatan Iswahyudi, Kepala BPBD Thamrin.
Disebutkan, pasien positif merupakan ayah 3 anak berusia 56 tahun, yang saat ini semua anggota keluarga baik istri dan ke tiga anaknya juga menjalani isolasi mandiri di rumah. Selain si pasien positif Covid-19, diketahui juga ada beberapa orang yang satu mobil bersama dengan pasien ketika masuk ke Berau.
Setelah Jumpa pers dengan adanya hasil positif, Pemkab bersama Polri dan TNI gencar melakukan imbauan masyarakat untuk menggunakan masker.
Tim gabungan dari Polri dan TNI menyasar tempat-tempat umum seperti mini market dan pasar, sambil memberikan imbauan kepada masyarakat agar sebaiknya tidak keluar rumah jika tidak sangat terpaksa, itupun wajib menggunakan masker. Bahkan, semua orang diwajibkan memakai masker meskipun tidak sedang dalam keadaan batuk atau sakit. Terlebih, dengan sudah adanya 1 orang positif Covid-19, dengan meminimalisir kegiatan atau aktivitas luar rumah, diharapkan dapat mencegah penyebaran dan penularan virus corona di Berau.
Tak hanya itu, mulai hari ini, pembatasan jalan pun diberlakukan. Seperti tercantum dalam surat edaran Bupati Berau tertanggal 9 April 2020 ruas jalan APT Pranoto dan Jalan SA Maulana diberlakukan pembatasan akses kendaraan keluar masuk. Jalur lalu lintas menuju ke Jalan Antasari mulai dari simpang empat Taman Cendana hingga simpang empat KFC ditutup, mulai dari jam 16.00-21.00 Wita. (bangun Banua)

Tanjung Redeb –

Eks Hotel Cantika Swara di jalan Pulau Panjang yang dijadikan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 sudah siap dioperasikan mulai Senin (6/4/2020), setelah beberapa kali ditinjau oleh Bupati Berau Muharram. Tetapi, ada beberapa kekurangan yang merupakan kebutuhan primer RSD ini, yang belum tercover, seperti air bersih, dan listrik yang kondisinya belum stabil hingga saat ini.

“Untuk ketersediaan air bersih saat ini masih sedang dilakukan pemasangan pipa distribusi. Selama ini, bangunan yang dijadikan rumah sakit darurat ini memang menggunakan sumur bor. Sedangkan untuk listrik kendalanya ada pada salah satu mesin PLTU yang mengalami kerusakan, sehingga penyaluran listriknya belum maksimal,” terangnya.

Masalah lainnya yakni nutrisi seperti susu, telur, dan minuman vitamin, serta alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis, dan berbagai pelayanan lainnya yang saat ini tengah proses pengadaan. Sudah ada 4 dokter dan 28 perawat (14 perawat dari rekrutmen relawan dan 14 perawat dari puskesmas dan RSUD Abdul Rivai) yang sudah bisa menjalankan tugasnya di RSD tersebut.

“Namun tetap perlu merekrut tenaga baru termasuk tenaga kebersihan. Masih dibutuhkan enam hingga delapan orang lagi. Jadi, untuk tenaga kesehatannya sudah tercover 50 persen,” jelas Ketua Gugus Tugas Rumah Sakit Darurat Covid-19, Jusram menambahkan.

Untuk memenuhi kebutuhan APD bagi petugas RSD Covid-19, Bupati Berau Muharram memastikan anggaran sebesar Rp 15 Miliar dari anggaran penanganan Covid-19 yang dialokasikan Rp 35 Miliar, sudah tersedia. Dimana untuk anggaran Rp 15 miliar tersebut memang dikhususkan bagi tindakan preventif penyebaran Covid-19, seperti pembelian APD bagi tenaga medis dan penjaga pos-pos perbatasan.

“Ini kenapa lambat? Karena kadang usulan itu sudah masuk, kemudian direvisi lagi. Sehingga proses administrasi di BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) juga ikut terlambat. Di bagian hukum meng-SK-kan juga terlambat. Padahal, seharusnya jika sudah ada usulan untuk pengadaan barang yang sifatnya menunjang tugas penganan Covid-19 ini, harus diproses lebih dahulu. Jika ada kekurangan atau tambahan, itu bisa menyusul,” ungkap Muharram.

Muharram juga menegaskan, anggaran Rp 15 Miliar yang disiapkan untuk penanganan Covid-19, tidak dikhususkan untuk RSD saja. Karena rumah sakit darurat menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas Kesehatan Berau.

“Jadi dari seluruh pengeluaran Dinkes nanti digabung, termasuk kebutuhan di RSD Covid-19 ini. Jadi tidak ada secara khusus anggarannya berapa. Karena selain Dinas Kesehatan, OPD yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ada BPBD dan RSUD Abdul Rivai,” jelasnya.

Sejak Senin, RSD Covid-19 sudah membuka pelayanan Poli Penyakit Infeksi Emerging (PIE), yang juga menjadi tempat penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dijelaskan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Erva Anggriana, PIE adalah penyakit infeksi yang jumlahnya terus meningkat selama masa pandemi Covid-19 ini. Dan Poli PIE dibuka untuk menerima pasien yang tak bergejala. Namun ketika diperiksa dan ditemukan gejala yang mengarah ke Covid-19, makan akan dirujuk masuk instalasi gawat darurat atau IGD.

“Poli PIE ini melayani pasien OTG (orang tanpa gejala) pasca bepergian ke daerah yang terpapar virus corona. Dimana sebelumnya pasien harus melapor dan dipantau selama dua minggu secara mandiri. Tetapi, untuk rawat inap sendiri RSD ini belum bisa difungsikan,” ungkapnya.

Persiapan pengoperasian RSD Covid-19 juga terus dilakukan. Pihak RSUD Abdul Rivai bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau juga sudah memberikan pembekalan berupa terkait teknik pelayanan, kesiapsiagaan, alur pelayanan, dan sebagainya kepada tim yang akan bertugas di RSD tersebut. (bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Dirut PT Indo Pusaka Berau (IPB) Najemuddin beserta rombongan menyerahkan secara simbolis tempat cuci tangan portable kepada Wakil Bupati H. Agus Tantomo. Kedatangan rombongan pun disambut hangat Wabup didepan pintu masuk rumah jabatan dinas (8/4/20), dan proses penyerahan pun terbilang singkat.
Dirut IPB Najemuddin menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Sebagai dukungan dalam rangka pencegahan dini terhadap wabah Covid-19 yang perlu disikapi serius. 
“ Bantuan ini program CSR dalam rangka pencegahan dini, target kami 10 unit, akan kami serahkan secara bertahap ”katanya.
Ia menambahkan, bantuan tempat cuci tangan tersebut akan dibagi tiga tahap penyaluran. Tahap pertama telah diserahkan sekitar 3 unit untuk Dinas Kesehatan, ditahap kedua untuk lingkungan perumahan pejabat. Dan yang ketiga akan disalurkan kepada wilayah pemukiman warga, yang masuk dalam ring satu, yang lokasi tempat tinggal warga berdekatan dengan wilayah kerja perusahaan.
 “Secara bertahap kami akan serahkan, termasuk kepada kampung Merancang, Pulau Besing dan Sambakungan yang masuk di ring satu,”jelasnya.
Wabup H.Agus Tantomo mengapresiasi dan  mengucapkan terima kasih kepedulian pihak perusahaan yang tergerak dalam melakukan pencegahan dini Covid ini, dengan memaksimalkan program CSR nya kepada masyarakat sekitar, melalui bantuan sarana cuci tangan atau bentuk lain yang bisa dirasakan manfaatnya. “ Saya apresiasi apa yang dilaksanakan IPB, harapan saya perusahaan lain harus bergerak, berikan informasi atau bentuk bantuan lain dalam rangka pencegahan wabah ini,”tuturnya.
Dihadapan Dirut IPB, Wabup juga menyampaikan bantuan yang diterimanya ini akan ditempatkan dibagian depan rumah yang biasanya banyak dilalui masyarakat, termasuk dekat dengan lokasi sarana olahraga seperti lapangan bola dan basket. Selain itu, gampang untuk mengisi air dan sabun ketika habis. “ pada prinsipnya, apa yang saya terima ini, saya serahkan kembali untuk dimanfaatkan banyak orang, silahkan masyarakat jangan sungkan ketika ingin mencuci tangan disini,”ungkapnya. (FB Pemkab Berau/Bangun Banua)
Tanjung Redeb Website Dinkes-
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai jalan Pulau Panjang dan Rumah Sakit Darurat ex Hotel Cantik Penanggulangan Covid-19 Corona menerima bantuan Dari Karyawan PT. Berau coal dan Warga Berau Peduli berupa 100 baju medis disposble dan 35 buah baju medis yang dapat disterilisasi produksi Sritex, Rabu (8/4/2020).
Bantuan perlengkapan baju medis di serahkan langsung kepada kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi . Bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari mahasiswa School of Business and Management ITB, Karyawan PT Berau Coal dan warga Berau peduli.
Corporate Communications Manager PT Berau Coal, Arif Hadianto mengatakan, bantuan selanjutnya akan diberikan untuk mendukung kebutuhan tim medis di Kabupaten Berau.
 
“Bantuan kami akan disalurkan secara bertahap. Selanjutnya akan ada Masker dan  Vitamin, itu semua masih dalam proses pengadaan,” ujar Arif Hadianto.
Bantuan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi. Bantuan pakaian medis itu akan digunakan tim medis dalam menangani pasien Covid-19.
Dikatakan Iswahyudi jika saat ini tim medis sangat membutuhkan alat pelindung diri untuk menangani pasien Covid-19.
“Terima kasih banyak atas dukungan dan perhatiannya terhadap tim medis yang bertugas. Bantuan ini sangat membantu, apalagi saat ini alat pelindung diri sangatlah dibutuhkan,” pungkas Iswahyudi.(bangun banua)

Tanjung Redeb –

Dinas Kesehatan Berau terus menerima berbagai macam bentuk bantuan dari semua pihak, guna pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Berau. Selasa (7/4) beragam bantuan diterima langsung oleh Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi dari relawan Warga Berau Peduli (WBP).

“Alhamdulillah Bantuan APD dan lainnya yang merupakan hasil galang dana dari Warga Berau kepada kami, telah didistribusikan ke 21 Puskesmas Se Kabupaten Berau dan 2 rumah sakit yaitu RS Pratama Talisayan dan RSUD Abdul Rivai. Untuk 5 puskesmas terdekat dan RSUD, tim kami langsung menyerahkan langsung. Sedangkan sisanya dibantu distribusi melalui Dinas Kesehatan Berau,” jelas perwakilan komunitas Warga Berau Peduli, Fitrial Noor.

Dijelaskannya, pada tahap I ini ada 65 Hazmat Sritex yang bisa dipakai 10 kali, jadi setara 650 kali pakai serta beberapa kelengkapan lainnya. Selain itu ada juga bantuan donasi barang langsung yang berasal dari Nano Mart Berau, Unggulmart Siti Juliana Zahidah Solomart Wahyu Hidayat serta dari Icare Berau.

“Setelah ini, masih ada penyerahan bantuan lagi tahap II khusus untuk RSUD Abdul Rivai serta RS Darurat Covid-19. Alhamdulillah donasi yang terkumpul sejumlah Rp 197 juta dan kas kami saat ini adalah Rp -3 juta. Ini tentu sebagai bukti bahwa donasi yang masuk langsung kami belanjakan dan Alhamdulillah barangnya bisa cepat datang,” tambahnya.

Sementara Kadinkes Iswahyudi mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada para relawan WBP yang telah berjuang bersama dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini. (bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes – 

Untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19, tak hanya penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat yang dilaksanakan  PT. Indo Pusaka Berau (IPB). Senin (6/4) lalu perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, itu terus memberikan kontribusinya mencegahan penyebaran COVID-19. Yakni, dengan memberikan bantuan peralatan atau tempat cuci tangan ke Dinas Kesehatan Berau.

“Menanggapi kondisi Kabupaten Berau yang juga sedang dilanda pandemi COVID-19, langkah kami segera membantu kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan imbauan pemerintah. Kita salurkan melalui Dinas Kesehatan, agar bisa tersalurkan lagi sesuai dengan tempat yang membutuhkan,” ujar Direktur Utama PT. IPB Najemuddin.

Peralatan cuci tangan tersebut dipilih, karena dalam mencegah penyebaran COVID-19, salah satunya yang paling disarankan adalah dengan rajin mencuci tangan di air mengalir dengan menggunakan sabun.

“Jadi, bantuan ini merupakan wujud konkret kami kepada pemerintah sehingga bisa meringankan beban pemerintah dalam menanggulangi wabah COVID-19. Ke depannya pun semaksimal mungkin kami bantu, sembari melihat kebutuhan-kebutuhan ke depannya,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi mengapresiasi bantuan yang diberikan IPB. Sebab, sesuai imbauan yang telah disampaikan kepada masyarakat, atau tempat-tempat yang berpotensi untuk melayani masyarakat, agar menyediakan tempat cuci tangan untuk memutus penyebaran virus Corona.

“Kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Berau berterima kasih atas bantuan IPB berupa peratalan cuci untuk mengurangi risiko penyebaran (Corona). Bisa pula hal ini menjadi contoh untuk senantiasa menyediakan cuci tangan,” katanya.  Menurutnya, peralatan cuci tangan tersebut akan ditempatkan di eks Hotel Cantika Swara yang telah dipersiapkan sebagai rumah sakit darurat untuk COVID-19. Rencananya, akan ditempatkan pula di Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Iswahyudi juga mengatakan, akan dievaluasi kembali daerah mana saja yang membutuhkan tempat cuci tangan. (hel/bangun banua)

Saat sekolah di seluruh dunia menghentikan kegiatan belajar-mengajar untuk sementara, para orang tua gamang tentang apa yang boleh dan tidak semestinya dilakukan anak mereka. Pertanyaannya, apakah anak memang boleh bermain di luar rumah bersama kawan-kawannya? Apakah anjuran menjaga jarak sosial memutus waktu bermain mereka?

Menurut panduan pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan Dinkes Berau, beberapa hal yang perlu diperhatikan di tengah pandemi saat ini adalah, pastikan seluruh area publik bersih dengan melakukan pembersihan lantai, permukaan pegangan tangga/eskalator, tombol lift, pegangan pintu, mesin ATM, mesin kasir, alat pembayaran elektronik, metal detektor, kaca etalase, area bermain anak, musholla, toilet dan fasilitas umum lainnya dengan desinfektan (cairan pembersih) secara berkala minimal 3 kali sehari. 

"Jangan lupa juga menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir di toilet dan menyediakan hand sanitizer di setiap pintu masuk, lift, dan tempat lain yang mudah di akses. Tidak dianjurkan menyediakan dispenser di area yang banyak dilewati pengunjung," terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lamlay Sari pada Senin (6/4).

Memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di tempat-tempat strategis seperti di pintu masuk. Menginformasikan kepada pengunjung untuk menggunakan alat-alat ibadah pribadi. Pengelola area publik atau tempat umum harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat secara berkala. (bangun banua)

Tanjung Redeb -

Meski belum ada laporan adanya warga kabupaten Berau, yang terjangkit virus corona yang saat ini menjadi perhatian dunia, namun Dinas Kesehatan Berau melalui Puskesmas Kampung Bugis terus meningkatkan pengawasan dan antisipasi dini. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan sosialisasi terkait dengan virus corona benerapa waktu lalu. Fasilitas umum, minimarket dan bank, menjadi sasaran sosialisasi.

Sosialisasi ini digelar sebagai upaya untuk menjawab keresahan masyarakat terkait dengan pemberitaan virus corona belakangan ini. Untuk itu, sesuai dengan instruksi Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi dengan dimana tujuannya untuk disampaikan lagi terhadap masyarakat, bagaimana cara pencegahan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang virus corona. Dan perlu diketahui jika virus baru tersebut menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan, maka masyarakat sekarang harus bisa merubah prilaku tidak baik dengan pola cara hidup bersih sehat.

Upaya pencegahan sejak dini adalah dengan mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Misalnya, sering cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker jika batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang dengan perbanyak sayur dan buah.

Selain itu, hati-hati kontak dengan hewan, rajin olahraga, jangan komsumsi daging yang tidak masak dan jika batuk pilek serta sesak segera ke fasilitas kesehatan terdekat. (amel/bangun banua)