Helda

Helda

Kerja di rumah alias Work from Home (WFH) menjadi salah satu kebijakan yang diambil pemerintah di tengah wabah Corona. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menghentikan penularan virus tersebut. Kebanyakan kebijakan kerja di rumah diberlakukan selama 14 hari atau 2 minggu. Tagar #dirumahaja pun menghiasi berbagai media sosial. 

Meski memiliki tujuan yang baik, tetapi tidak sedikit orang yang mengeluhkan rasa bosan, bahkan stres karena terlalu lama berdiam diri di rumah. Belum lagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengimbau untuk melakukan pembatasan sosial serta kontak fisik. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindari stres saat kerja di rumah. Simak ulasannya di bawah ini! 

Tips Menghindari Stres  Stres bisa terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya menjadi lebih besar saat seseorang berada di bawah tekanan atau situasi yang dianggap kurang menyenangkan. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, stres bisa berujung pada depresi jangka panjang.  Nah, ada berbagai tips yang bisa coba diterapkan untuk menghindari stres saat kerja di rumah.

Di antaranya: 

• Konsumsi Makanan Sehat  Konsumsi makanan sehat tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mental. Nyatanya, makanan sehat bisa membantu meningkatkan suasana hati atau mood menjadi lebih baik sehingga terhindar dari stres. Jangan lupa juga untuk mencukupi asupan air putih harian, yaitu sebanyak 2 liter atau 8 gelas air putih. 

• Memandang ke Halaman  Saat mulai merasa stres atau tertekan dalam menyelesaikan tumpukan pekerjaan di rumah, cobalah untuk mengalihkan pandangan sejenak ke halaman rumah atau kebun. Nyatanya, menikmati atau berada di alam terbuka bisa memberi manfaat baik untuk kesehatan mental. Tinggalkan sejenak pekerjaan dan nikmati hijaunya rumput serta langit yang biru.  Berolahraga  Siapa bilang di rumah saja berarti tidak bisa berolahraga? Ada beberapa jenis olahraga yang bisa kamu praktikkan di rumah, bahkan di tengah mengerjakan tugas kantor. Berolahraga bisa memberi dampak baik untuk kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Kamu bisa melakukan hal paling sederhana, seperti berjalan mengelilingi rumah atau gerakan olahraga dasar di ruang kerja, atau bagi remaja putri atu ibu rumah tangga yang biasa ikut kelas senam, bisa senam di rumah dengan mengikuti gerakan instruktur melalui youtube. 

• Lakukan Hal Menyenangkan  Coba ambil waktu untuk menenangkan tubuh, salah satunya dengan melakukan hal yang menyenangkan. Kamu bisa mengisi waktu istirahat kerja dengan menonton film, mendengarkan musik, memasak, atau membaca buku. Kamu juga tetap bisa berbincang dengan keluarga asal menjaga jarak aman atau menghubungi teman melalui media sosial. Hal ini penting dilakukan untuk menyegarkan pikiran sehingga risiko stres bisa dicegah. 

• Cukup Tidur  Salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko stres adalah kurang tidur. Maka dari itu, meski di rumah saja, pastikan tubuh mendapat cukup istirahat pada malam hari sehingga memiliki energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. 

• Jangan Memaksakan Diri  Meski kerja di rumah, kamu tetap harus mengikuti dan memperbaharui informasi. Namun, jika pemberitaan mengenai corona mulai membuat resah dan malah menambah stres, sebaiknya batasi informasi dan jangan memaksakan diri. Sebagai gantinya, kamu bisa mengecek pemberitaan pada waktu tertentu saja. (halodoc/bangun banua)

Bupati Berau, H Muharram menginginkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bekerja secara maksimal  dengan membangun kebersamaan dan gotong royong dalam menangani  wabah virus corona.

Keinginannya itu disampaikan Muharram saat memimpin Rapat Koordinasi  Gugus Tugas Covid-19 Berau  di ruang Sangalaki  Pemkab Berau, Senin (23/3/2020). Hadir pada rapat ini antara lain Wakil Bupati, Agus Tantomo, Sekkab Berau, Muhammad Gazali, Asisten I Datu Kesuma, Asisten II, Mansyah Kelana serta sejumlah kepala SKPD yang duduk dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Bupati juga menegaskan, apabila ada kekurangan hendaknya cepat dilakukan koordinasi, baik persoalan kelengkapan alat medis maupun lainnya. “ Mari kita bersama-sama  menangani dengan serius dan kekompakan dalam mengantisipasi corona ini, “ jelasnya.

Sementara Waki Bupati, Agus Tantomo juga mengingatkan semua pihak mematuhi social distancing, menghindari adanya keramaian dalam suatu pertemuan. “ Kita bisa saling berkoordinasi, salah satunya caranya dengan membentuk sebuah grup, melalui itu saya rasa cara yang pas untuk menghindari keramaian,kecuali situasinya mendesak,” tuturnya.

Agus juga menegaskan, agar pelaku usaha apa saja yang sifatnya membuat suatu keramaian harus benar-benar menghormati apa yang menjadi aturan Pemkab Berau untuk tidak beroperasi dahulu.

“Ini hanya sementara, kita jangan gegabah dan menganggap enteng wabah corona ini, sebab ini kasusnya global dan banyak menelan korban jiwa. Jadi  jangan sampai karena kita lengah dan tidak mengikuti aturan, kita juga yang akan dirugikan dan terkena dampaknya,” kata Agus.

Rakor   Gugus Tugas Covid-19 menyimpulan, diantaranya, pelaksanaan ibadah bagi umat muslim dan kristiani semuanya dilakukan di rumah. OPD yang melakukan tindakan pengawasan di lapangan dibuatkan SK dan insentif bagi Satpol PP, Kesehatan, BPBD dan bagian RSUD sebagai ujung tombak.

Seluruh PNS menyetop pelayanan selama 2 minggu termasuk dibagian administrasi, dengan pengecualian pihak Puskesmas dan Rumah Sakit. Semua anggota gugus harus berkoordinasi melalui grup WA dan anggaran tanggap darurat ditambah menjadi 10 miliar. (bangun banua)

Tanjung Redeb - Website Dinkes

Penyemprotan disinfektan tak hentinya dilakukan oleh Pemkab Berau. Tak tanggung-tanggung, Senin (23/3/2020) malam, puluhan petugas gabungan melakukan sterilisasi jalanan dan tempat-tempat yang biasa digunakan kongkow masyarakat khususnya kaum milenial. Satu unit mobil pemadam diisi disinfektan dan disemprotkan ke jalan-jalan protokol hingga ke area kuliner di tepian Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pulau erawan.

Tim Gabungan dari TNI, Polri, PMI, dan BPBD itu tak hanya melakukan sterilisasi. Imbauan untuk tetap berada di rumah dan menutup lapak dagangan juga disampaikan  menggunakan pengeras suara. Bahkan, Bupati Berau Muharram, Wakil Bupati Agus Tantomo hingga Sekda dan Asisten I ikut juga dalam disinfeksi semalam.

“Memang serba salah posisinya, tapi pilih mana rejeki kurang sedikit dibanding nyawa melayang? Ini kesepakatan bersama, jangan egois, semua warga harus menyadari dan kita rela berkorban bersama demi keselamatan bersama,” kata bupati.

Pedagang dan masyarakat harus menyadari ini adalah imbauan nasional. Coba kalau diberlakukan seperti di Soviet, dimana pilihannya hanya dua yaitu tetap di rumah atau penjara 5 tahun. Tapi Indonesia kan tidak seperti itu.

Menurut bupati, Covid-19 ini cukup berbahaya dan tidak bisa dianggap sepele. Bahkan, orang yang kelihatannya sehat pun bisa saja terpapar virus ini, karena mutasi dari Covid-19 bisa juga tanpa gejala bagi mereka yang memiliki imun tubuh yang kuat.

“Ini sebabnya saking ngerinya itu penyakit, jadi kita perlu waspada,” tegasnya.

Masyarakat Berau masih tenang karena tidak melihat kondisi di rumah sakit yang sudah terkena virus ini, dan bagaimana kemampuan daerah. Kalau dihitung-hitung kemarin, misal 1 persen dari penduduk Berau yang terinfeksi berarti ada 2500 orang.

“Pertanyaannya, mau disimpan dimana segitu banyak orang dengan kondisi rumah sakit seperti ini. Ini yang harusnya dipikirkan oleh kita semua, jangan santai dan tenang padahal ini sangat berbahaya. Memang belum ada di Berau tapi kita berharap mudahan jangan sampai terjadi,” kata bupati mengingatkan. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb - Website Dinkes

Sesuai  kesepakatan dalam  rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Berau, Senin (23/3/2020) Puskesmas dan rumah sakit tetap memberikan layan kesehatan dengan beberapa syarat.

Berdasarkan surat edaran Bupati Berau nomor 440/396/set-1/III/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Covid-19, persyaratan yang harus dipatuhi adalah, masyarakat yang minta layanan kesehatan memakai masker, hanya boleh didampingi atau diantar satu orang (kecuali bagi pasien berkebutuhan khusus).

“Sebelum memasuki Puskesmas mengikuti deteksi dini  suhu badan, wajib mencuci tangan sebelum masuk dan keluar area lingkungan Puskesmas, wajib menjaga jarak 1-2 meter, dan tidak diperkenankan membawa anak sehat dibawah umur 12 tahun,” kata bupati dalam surat edarannya.

Pelayanan berupa kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) seperti Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posbindu dan pertemuan atau sosialisasi yang melibatkan massa dan orang banyak, ditiadakan mulai dari 18 Maret-4 April 2020. Ini juga berdasarkan surat edaran Bupati Berau nomor 440/396/set-1/III/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Covid-19.

Penerapan sistem pelaporan juga dilakukan oleh Puskesmas. Untuk warga yang bertempat tinggal atau bekerja di wilayah kerja Puskesmas Sambaliung, yang baru saja bepergian dari luar wilayah Berau baik pribadi, keluarga atau tetangga yang baru datang, bisa menginformasikan dengan mengisi form yang sudah disiapkan yaitu https://forms.gle/wjvozMf4xdDtJnCR7. Dan pihak Puskesmas juga menjamin kerahasiaan data yang masuk. (amel/bangun banua)

 

Penyemprotan desinfektan masih terus dilakukan di area pelayanan publik. Dinkes Berau bekerjasama dengan BPBD, PMI dan Dinas Pertanian, hingga Minggu (22/3/2020) pagi , menyemprotkan disinfektan  di  eks pasar lama jembatan Sambaliung, pasar Teluk Bayur, pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) yang setiap hari  menjadi tempat orang bertransaksi.

Sedangkan dari data Dinas Kesehatan Berau hingga 22 Maret 2020 pukul 11.00 Wita, jumlah ODP (Orang Dalam Pengawasan)  bertambah satu orang, total menjadi 15, dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan)  juga bertambah menjadi 5 orang, dan orang  yang dinyatakan positif Covid-19 nihil.

Tim yang mensterilkan pasar dengan disinfektan terdiri dari 5 petugas BPBD, 4 petugas dari Dinas Pertanian, 9 petugas Dinkes. Sedangkan tim dari PMI melakukan penyemprotan di 7 titik lainnya yakni Kejaksaan Berau, PLN, Kodim, Telkom, Mandala Finance dan Gereja.

“Tugas kita melakukan desinfeksi terutama tempat-tempat umum, agar meminimalisir penyebaran Covid-19. Jadi, lakukan dengan baik, niatkan sebagai ibadah dan jangan lupa juga untuk menjaga kesehatan diri sendiri,” jelas Kepala Dinkes Berau Iswahyudi saat memberikan briefing sebelum petugas melakukan penyemprotan.

Kedatang tim, sedikit membuat para pedagang dan pembeli yang sedang berada di pasar SAD  kaget. Meski demikian kedatangan petugas disambut baik pedagang dan warga yang sedang berbelanja di pasar-pasar.

Pasar SAD yang cukup luas membuat petugas sempat kewalahan sehingga harus membagi satu petugas di satu area. Misalnya, untuk pasar kering satu petugas dan yang lainnya tersebar di pasar basah (penjual ikan, ayam dan daging), dan yang lainnya di penjual makanan serta ruko pedagang pakaian.

Setelah menyelesaikan tugas di pasar SAD, tim bergeser melakukan hal yang sama di  gedung DPRD Berau, mulai dari luar halaman parkir, sudut-sudut gedung hingga ke setiap ruangan, termasuk  ruang paripurna di lantai dua.  Waterpark yang sering ramai dikunjungi saat weekend untuk berenang juga disterilkan dengan disinfektan. (amel/bangun banua)

Pemerintah Kabupaten Berau  menggunakan mobil Ambulans dilengkapi dengan pengeras suara berkeliling kota Tanjung Redeb, Sabtu (21/3/2020)  dalam rangka mengingatkan warga  agar tetap di dalam rumah selama berlangsungnya pembatasan interaksi atau social distancing dalam rangka pencegahan penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19).

Terkait Covid-19 di Berau, Dinas Kesehatan Berau dalam rilisnya hari ini, Sabtu (21/3/2020)  siang mengatakan, per tanggal 21 Maret 2020, tidak ada pasien positif Covid-19. Sementara orang dalam kategori  ODP (Orang Dalam Pemantauan) berjumlah 14 orang dan orang dalam kategori PDP (Pasien Dalam Pemantauan) berjumlah 4 orang.

“Himbauan agar masyarakat tetap dalam rumah selama masa social distancing, dimaksudkan agar orang dengan kategori ODP dan PDP tidak bertambah. Interaksi sosial kita batasi, dan masyarakat diharapkan mematuhinya,” kata Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Berau dengan pengeras suara yang sudah yang ada dalam mobil ambulans,  selama berkeliling kota, merambah jalan protokol, jalan lingkungan, bahkan sampai masuk gang membacakan himbauan Dinas Kesehatan Berau yang intinya meminta masyarakat agar tetap dalam rumah selama masa social distancing, mengurangi interaksi sosial.

Himbauan  Dinkes Berau yang dibacakan untuk diketahui dan dipatuhi  masyarakat dalam masa social distancing adalah, Pertama;  masyarakat diminta  tidak keluar rumah jika tidak untuk keperluan yang benar-benar penting, dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

Kedua,  masyarakat diminta menghindari keramaian dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Ketiga, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun sesering mungkin, dan lakukan etika batuk dan bersin dengan lipatan siku atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah.

Ketiga; saat beraktivitas di luar rumah, warga diminta saat melakukan kontak dengan orang lain menjaga jarak, minimal 1 meter. Barang pribadi di rumah pun sebisa mungkin tidak digunakan bersama-bersama.  Dianjurkan satu barang untuk satu anggota keluarga saja. Usahakan cahaya yang masuk ke rumah melalui ventilasi yang ukurannya cukup.

“Kita juga memberitahu warga untuk menyimpan nomor kontak yang bisa dihubungi warga bila mengalami gangguan kesehatan, yaitu i 082255315534 dan 082149492491,” ungkap Iswahyudi. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb –

Untuk pencegahan corona virus disease (COVID -19) tim dari Dinas Kesehatan semenjak Jumat (20/3/2020) hingga tadi pagi Sabtu (21/3/2020)  melaksanakan desinfeksi  di area perkantoran yang masih melaksanakan pelayanan publik, rumah jabatan dan taman taman.

Tampak tim Desinfeksi Covid -19 Dinkes Berau yang berjumlah 15 orang dengan ketua tim Romansyah  terbagi dua regu. Regu pertama di rumah jabatan bupati Berau jalan Cendana memberikan  desinfektan tablet ke rumah jabatan mulai dari luar hingga dalam ruang dan kamar kamar.  Lanjut ke rumah jabatan wakil ketua Dewan 1 Syaifatul dan Ahmad Rivai. Kemudian ke Taman Cendana  dan beberapa fasilitas umum sepeti halte .

Regu 2 mengunjungi rumah jabatan ketua DPRD Berau Madri Pani, Dandim , Sekda dan Wabup Agus Tantomo. Hanya saja rumah jabatan Wabup ternyata telah di desinfektan oleh kalangan PMI (Persatuan Palang Merah Indonesia ).

Seperti yang diungkapkan  Suhartini SKM  MAP Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau.

“Desinfektan diberikan ke tempat yang banyak dikunjungi seperti rumah jabatan ketua DPRD, Bupati Wabup, Dandim Sekkab, kantor bupati , rumah sakit, kantor yang memberikan layanan, pasar, taman taman halte. Dan ini diberikan secara bertahap.” kata Suhartini.

Ditambahkan bahwa tim desinfeksi ini secara menyeluruh hingga ke Kecamatan Maratua, dan seluruh puskesmas melaksanakan desinfeksi di wilayahnya masing masing.

Untuk Sabtu (22/3/2020) desinfeksi akan dilaksanakan di wilayah pasar SAD dan beberapa fasilitas umum lainya. (helda/bangun banua)

VIRUS  corona bisa hidup selama tiga hari di beberapa permukaan benda seperti plastik dan besi, kata penelitian terbaru. Para ahli mengatakan risiko konsumen terinfeksi virus corona dari menyentuh benda-benda itu masih rendah. Namun para ahli memperingatkan tentang seberapa lama virus itu bisa bertahan hidup di udara dan itu bisa berpengaruh penting bagi para petugas medis.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan kemarin di Jurnal Kedokteran New England juga mengatakan virus corona bisa musnah dalam satu hari jika berada di kardus. Hal itu paling tidak mengurangi kekhawatiran orang tentang penyebaran virus masih bisa terjadi di masa mereka diam atau bekerja dari rumah.

Ketika virus itu berada di percikan yang lebih kecil dari 5 mikrometer--disebut aerosol--dia bisa bertahan selama 30 menit, kata peneliti, sebelum akhirnya mendarat di permukaan benda yang kemudian dia bisa bertahan selama beberapa jam. Penemuan tentang aerosol ini bertolak belakang dengan keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan virus itu tidak bisa ditularkan dari

 

Oleh karena itu WHO memperingatkan para petugas medis tentang virus corona yang bisa menular dari udara.

"Ketika Anda melakukan prosedur menggunakan aerosol seperti dalam kegiatan medis, Anda punya kemungkinan itu, artinya virus bisa bertahan di udara sedikit lebih lama," kata Dr Maria Van Kerkhove, kepala WHO Unit Penyakit Berkembang dan Zoonosis.

"Penting bagi para petugas medis untuk melakukan tindakan pencegahan ketika mereka merawat pasien," kata dia.

Dilansir dari laman the New York Times, Rabu (18/3), virus corona bisa bertahan hidup lebih lama di permukaan plastik dan besi, bisa sampai 72 jam. Tapi jumlah virus ini menurun drastis ketika sudah lebih dari 72 jam. Begitu juga di permukaan tembaga, virus ini bisa bertahan hidup empat jam. Di kardus virus corona bisa bertahan selama 24 jam itu berarti paket yang dikirimkan dengan kemasan kardus bisa risiko rendah terpapar virus--kecuali orang yang mengirimkan paket itu bersin atau batuknya mengenai paket atau tangannya sudah tercemari virus.

 

Risiko tertular dari berbagai benda-benda itu rendah, kata ahli, kecuali orang yang memegang benda itu sakit.

"Semua barang di supermarket dan kantong makanan restoran secara teori bisa menulari orang," kata Dr Lindsay Marr yang bukan anggota tim peneliti tapi ahli di bidang penularan virus lewat aerosol di Virginia Tech Blacksburg.

"Kita bisa gila membahas 'bagaimana kalau' karena semua orang berpotensi jadi sumber penularan jadi kita harus fokus kepada risiko terbesar."

Jika orang peduli dengan risiko itu maka mereka bisa membersihkan paket dengan kain disinfektan dan mencuci tangan, kata dia.

Masih belum jelas mengapa kardus menjadi tempat virus itu tidak bisa bertahan lama ketimbang plastik dan besi, tapi ada kemungkinan bisa dijelaskan dengan kualitas daya serap bahan kardus dibanding dua bahan lainnya.

 

Virus yang bisa bertahan di aerosol (cairan semprot atau gas) juga menjadi pengaruh penting bagi petugas kesehatan.

Selama beberapa pekan para ahli berpendapat virus corona tidak bisa menular lewat udara. Tapi ternyata virus ini bisa terbang di udara dan bertahan hidup selama beberapa waktu, sekitar setengah jam.

Virus ini tidak bisa bertahan di udara pada tingkatan yang bisa menularkan orang yang secara fisik berada jauh posisinya dari orang yang terinfeksi. Namun para petugas kesehatan harus merawat pasien dalam jarak dekat dan bisa tertular dari aerosol.

"Ketika ada pasien yang mengalami pneumonia parah, pasien itu harus diintubasi," kata Dr Vincent Munster, virologis di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular yang memimpin penelitian ini.

"Semua penanganan ini bisa memicu penularan dari aerosol dan percikan.Para petugas medis juga bisa tercemari percikan dan cairan berukuran lebih besar yang menempel di pakaian pelindung mereka ketika sedang menangani pasien. Mereka juga bisa membuat percikan virus itu berada di udara ketika melepaskan pakaian pelindung dan mereka bisa terpapar, kata Dr Marr.

Hasil studi ini cukup menakutkan. Dan penelitian lain yang dipublikasikan pada 4 Maret juga menyiratkan virus ini bisa berpindah lewat udara. Studi yang diambil di Singapura menemukan virus itu ada di ventilator di ruang rumah sakit dari pasien yang terinfeksi dan itu hanya bisa terjadi jika virus itu bisa berada di situ lewat udara.

"Berdasarkan temuan terbaru ini masker bedah bisa jadi tidak memadai."

Dr Marr mengatakan berdasarkan ilmu fisika aerosol bisa disemprotkan dari ketinggian 1,8 meter dan akan jatuh ke tanah setelah 34 menit. Temuan ini tidak harus membuat orang panik, karena virus itu bisa terurai dengan cepat di udara.

"Kedengarannya menakutkan, tapi kemungkinan Anda bisa tertular sangat kecil kecuali Anda berada cukup dekat dengan seseorang yang terinfeksi."

Dr Marr memberi gambaran seperti orang yang merokok atau menghela napas di saat cuaca dingin. Makin dekat dan cepat orang menghirup udara asap rokok atau napasnya, maka mereka bisa makin mudah tertular, tapi bagi orang yang berada cukup jauh misal sekitar beberapa meter, kecil kemungkinan virus di udara itu bisa membahayakan.

 

Dr Munster mengatakan, secara umum, virus corona baru ini tampaknya tidak mampu bertahan hidup lebih lama dari saudara dekatnya sebelumnya seperti SARS dan MERS yang juga menimbulkan epidemi. Itu menandakan ada alasan lain, seperti penularan dari orang yang tidak punya gejala tapi bisa menyebabkan pandemi. (merdeka.com)

Tanjung Redeb –

Ada dana Rp3 miliar dari pemerintah pusat yang dapat digunakan Pemkab Berau untuk menghadapi dan membantu bagi upaya penanganan serta pencegahan Covid-19 di Berau. Informasi itu disampaikan langsung saat memimpin Rapat Teknis Menghadapi Covid-19 di kantor Bupati Berau, Selasa (17/3). Bupati saat memimpin rapat didampingi Wakil Bupati, Agus Tantomo.

Menurut bupati, Pemprov Kaltim telah menerbitkan surat edaran untuk melakukan pembatasan interaksi sosial di masing-masing daerah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Dimana Pemerintah Kabupaten berau sendiri juga akan menerapkan hal serupa.

“Kemudian, kepada masyarakat kita imbau, sepulangnya melakukan perjalanan dari luar daerah dan merasa terjadi demam tinggi, atau ada gejala demam, flu dan batuk, segera melaporkan diri  untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Muharram.

Dalam rapat teknis itu, bupati menginstruksikan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, serta OPD yang menjadi  leading sector  segera membentuk tim gugus tugas pencegahan menyebarnya Covid 19 ini.

Selanjutnya, tim gugus tugas menindak lanjuti surat edaran Gubernur Kalimantan Timur, meliburkan segala aktivitas kegiatan belajar mengajar, kegiatan administrasi pemerintahan, dan kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat banyak sampi 14 hari kedepan.

“Terkecuali bagi kegiatan pemerintahan yang bersifat layanan umum, seperti rumah sakit dan Puskesmas, serta kegiatan layanan lainnya, termasuk proses kegiatan kependudukan dan catatan sipil ” pungkasnya.

Juga hadir dalam rapat itu, Ketua DPRD Berau, Madri Pani, Forkopimda. Rapat yang dipandu Asisten I Sekda Kabupaten Berau, Datu Kesuma, serta dokter spesialis paru, Dr. Robert Naigoro dari Sakit Umum Daerah Abdul Rivai (RSUDAR) Berau,  seluruh stakeholder yang ada di Berau, mulai dari  pimpinan OPD, camat, lurah, praktisi bidang kesehatan. (bangun banua)

Tanjung Redeb -

Melihat penyebaran Covid-19 yang semakin masif, RSUD Abdul Rivai pun terus berbenah dan bersiap jika ada pasien yang dinyatakan positif Corona. Rumah sakit di Jalan Pulau Panjang itu, sudah menyediakan ruang isolasi khusus untuk merawat pasien Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso pada Senin (16/3).

"Kita menyiapkan tiga ruangan khusus untuk dijadikan ruang isolasi, yakni ruang Teratai ada delapan kamar, Flamboyan ada dua kamar. Masing-masing kamar dihuni oleh dua pasien jadi total ada 24 tempat tidur untuk pasien Covid-19," tuturnya.

Ruang isolasi pun dibuat sesuai standar jika terjadi pasien Covid 19, lengkap dengan  sarana dan prasarana pendukung dan tenaga medisnya. Sedangkan untuk Alat Pelindung Diri (APD), direktur RSUD Abdul Rivai itu mengungkapkan masih kurang. Ia pun berharap agar Dinas Kesehatan membantu mengadakan APD untuk menghadapi pasien yang terpapar Virus Corona.

"Dari sisi sarana dan prasana yakni permasalahan APD,” ungkapnya.

Dari segi tenaga medis. Nurmin yakin bahwa tenaga medis yang ada saat ini sudah cukup dan juga sudah ahli dalam bidangnya. Ia mengatakan, pihak RSUD memikiki dokter penyakit dalam dan dokter anak. (amel/bangun banua)