Helda

Helda

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Sejumah 40 orang yang terdiri dari pengela rumah makan dan catering di Kabupaten Berau mengikuti kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman, Selasa (16/0/2020) di gedung pertemuan Dinas Kesehatan jalan Mawar Kabupaten Berau. 
Disebutkan  Lamlay Sari  Ssi Apt MSc  Kabid Kesehatan Masyarakat mewakili Kadis Kesehatan dalam acara ini merupakan kegiatan rutin yang merupakan sarana pembinaan terhadap pelaku usaha rumah makan dan sejenisnya. “ Bisnis kuliner menjadi sektor potensial pengembangan ekonomi rakyat dan pelakunya membutuhkan pengetahuan dasar higiene sanitasi agar dapaat optimal mencapai standar kesehatan yang prima,” papar Lamlay.   
Ditambahkan, kursus  Higiene Sanitasi Pangan merupakan pengendalian terhadap faktor pangan, orang, tempat dan perlengkapannya. Karena 
penyelenggaraan pangan siap saji oleh rumah makan dan catering harus memberikan perlindungan dan peningkatan kualitas higiene dan sanitasi pangan siap saji agar mewujudkan pengelolaan pangan yang sehat, aman dan selamat. “Tentu aman bagi konsumen yang menikmati makanan yang disajikan oleh rumah makan dan catering,” jelas Lamlay.
Disebutkan Lamlay, kalau orang yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko bahaya pada pangan, baik yang berasal dari bahan, peralatan, sarana produksi, maupun dari perseorangan sehingga keamanan pangan terjamin seperti yang ada dalam UU Pangan No 18 Tahun 2012.
Kegiatan ini bertujuan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dapat memantau higiene sanitasi makanan dan minuman pada rumah rumah makan dan catering yang ada di Kabupaten Berau.
Sedangkan, kursus ini semula direncakanan selama dua hari lantaran begitu banyak materi yang diberikan oleh pemateri kepada peserta. Yakni pada Selasa –Rabu (16-17/3/2020) namun lantaran pemerintah Kaltim dan Kabupaten Berau menerapkan local lockdown sehubungan dengan mencegah penyebaran virus corona, yang mana ada pembatasan kegiatan atau aktiavitas keluar rumah. Sehingga kursus higine sanitasi yang dilaksanakan Dinkes Berau digelar full mulai pagi hingga malam hari.     
Adapun materi yang diberikan kepada peserta, sekitar 13 materi yang sangat penting untuk diketahui dan didalami oleh pengelola rumah makan dan catering. Yakni materi mengenai Undang Undang Makanan, Prinsif Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman, Bahan Pencemar Makanan,  Penyakit Bawaan Makanan,  Bakteri Pencemar Makanan,  Persyaratan Higiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan,  Pencucian Peralatan, Higiene Perseorangan,Struktur dan Tata Letak Dapur, Mikroba Pangan, Lemari Pendingin, penerapan persyaratan Titik Titik Pengendalian Kritis dan Proses Masak Memasak Makanan. Adapum pemateri yang menyuntikkan ilmu kepada pengelola rumah makan dan catering ini adalah Suhartini SKM MAP, Rachmad dan kalangna dokter di Puskesmas . (helda/bangun banua)

Tanjung Redeb –

Kebijakan bekerja dari rumah atau Working From Home (WFH) juga diberlakukan di Berau. Kebijakan ini dimulai pada Rabu (18/3/2020) besok. Tetapi, tidak semua pegawai melakukan WFH. Dan dalam surat edaran Bupati Berau tentang kesiapsiagaan menghadapi corona virus disease 2019, sudah dijelaskan terkait hal ini.

Dalam poin imbauan dijelaskan jika pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator untuk tetap bekerja sebagaimana biasa. Sedangkan untuk pejabat pengawas dan pelaksana termasuk pegawai tidak tetap (PTT) agar dapat melakukan pekerjaannya di rumah masing-masing selama 14 hari, terhitung dari tanggal 18 Maret 2020 dan beraktivitas kembali tanggal 4 April 2020.

Tak hanya itu, absensi kehadiran yang selama ini menggunakan sistem finger print untuk sementara ditiadakan. Dan menggunakan sistem manual sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Jadi, untuk kepala dinas, sekretaris dan bagian administrasi tetap berkantor dan melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Langkah ini diambil Pemkab Berau sesuai dengan surat Menteri PAN-RB nomor 19 tahun 2020 tertanggal 16 maret 2020 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah. Juga surat edaran Mendagri tertanggal 17 Maret 2020 tentang pencegahan penyebaran Covid-19. (amel/bangun banua) 

Tanjung Redeb –

Setelah sebelumnya pada Senin (16/3) keluar surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim, yang menetapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SMA/SMK/SLB dilaksanakan di rumah untuk 14 hari ke depan, Selasa (17/3) surat edaran serupa juga dikeluarkan untuk meliburkan PAUD, TK, SD dan SMP. Keputusan ini dikeluarkan oleh Disdik Berau setelah rapat koordinasi Pemkab Berau dengan lintas sektor, terkait pencegahan atau antisipasi wabah Corona.

Dalam edaran tersebut ada beberapa poin yang menyebutkan jika proses KBM untuk PAUD hingga SMP dilakukan secara online di rumah mulai 18 Maret sampai 1 April 2020. Poin kedua, guru wajib memandu proses pembelajaran secara online melalui fasilitas grup whatsapp kelas, grup whatsapp orangtua, dan laman belajar.kemdikbud.go.id.

Poin ketiga, orangtua atau wali peserta didik memastikan putra putrinya berada di rumah serta melakukan pendampingan ketika ada keperluan penting di luar rumah. Dan poin terakhir yang sangat penting adalah selalu menjaga kesehatan dan sering mencuci pakai sabun serta membiasakan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

Keputusan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat Berau. Ada yang gembira karena tidak perlu ke sekolah selama dua pekan, tetapi ada juga yang mengingatkan agar menjadikan ini sebagai salah satu sarana quality time bersama keluarga dan memantau aktivitas anak. Bahkan, ada juga yang mengatakan jika diliburkan bukan berarti bisa liburan, karena kebijakan ini diambil justru salah satu usaha untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes –
Diakhir pemberian materi  Higiene Perseorangan dalam kelas kursus Higiene Sanitasi Mamin (makanan minuman) , peserta sontak disuruh oleh pemateri Rahmad dari Dinkes Berau, untuk mempraktekkan 5 langkah mencuci tangan pakai sabun.
Kursus higiene sanitasi  makanan dan minuman bagi pengelola rumah akan  yang diadakan di gedung  pertemuan Dinas Kesehatan jalan Mawar Tanjung Redeb ini, Selasa (16/3/2020)  peserta yang ditunjuk berdiri dan mempraktekkan 5 langkah mencuci tangan yan beenar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pertama,  basahi seluruh tangan dengan air bersih mengalir, kedua gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari, ketiga bersihkan bagian bawah kuku-kuku, keempat bilas tangan dengan air bersih mengalir, kelima keringkan tangan dengan handuk, tisu atau keringkan dengan diangin-anginkan. Mencuci tangan menggunakan sabun merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan diri .
Seperti yang dipaparkan oleh Rahmad, higiene persorangan  yang mana kunci kebersihan dalam pengolah makanana yang aman dan sehat, sangat tergantung pada manusia
Yang dimaksud adalah manusia yang mengolah makanan dan minuman untuk di sajikan dalam perusahaan katering atau rumah makan. Salah satuya dengan mencuci tangan dengan sabun sesuai dengan standar Kemenkes RI. Sebelumnya di paparkan oleh Rahmad , baha dalam prinsif higiene perseorangan  sumber cemaran yang  penting selain tangan, yaitu hidung mulut, telinga, isi perut, dan kulit. Dan semua sumber cemaran dari tubuh harus selalu dijaga kebersihannya.
Peserta kursus higiene sanitasi mamin sejumlah  40 pengelola rumah akan dan catering ini ditekankan agar menjaga kebersihan, dengan mandi teratur dengan  sabun dan air bersih, menyikat gigi dengan  sikat dan pasta gigi.
Adapun sumber cemaran karena perilaku, yakni  tangan yang kotor merupakan penularan mealui akan yng diolah. Maka maka harus rajin cuci tangan dengan  sabun dan air mengalir. Jika batuk, bersin, percikan ludah percikan ludah merupakan hal yang  menjijikkan apalagi bila mengandung kuman, maka dapat  menjadi penular penyakit. Bila akan batuk, bersin, berbicara, tertawa, segera menjauhi makanan, menutup hidung dengan saputangan, kertas tissue, keluar ruangan.
Jangan  menyisir rambut dekat makanan, karena rambut merupakan tempat mengendap kotoran,  debu.
Kemudian egolah makanan dan minuman jangan mengunakan perhiasan, karena perhiasan merupakan sarang kotoran dari debu, keringat, dan sulit dicuci. Saat memasak sebaiknya tidak memakai perhiasan termasuk cat kuku. (helda/bangun banua)

Tanjung Redeb -

Keamanan pangan merupakan salah satu isu yang berkembang di masyarakat, baik karena masih adanya kasus – kasus keracunan pangan atau semakin meningkatnya kesadaran dan tuntutan konsumen terhadap makanan yang aman dan bermutu. Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran baik fisik, biologis maupun kimia yang masuk dalam pangan dan dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Mengingat betapa pentingnya keamanan pangan, Dinas Kesehatan Berau mengundang para pemilik Industri Rumah Tangga Pangan (IRT-P) untuk mengikuti Kegiatan Penyuluhan Keamanan  Pangan (PKP) selama sehari penuh pada Selasa (10/3) kemarin. Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk memberi pembekalan kepada pengelola atau pemilik IRT-P agar mampu memproduksi pangan yang sehat, aman, bermutu dan higienis.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM yang mengolah pangan sehingga tidak ada cemaran baik fisik, biologi maupun kimia yang ikut masuk dalam pangan baik itu melalui tempat pengolahan, peralatan yang digunakan, perilaku pengolahnya sendiri atau dari bahan makanannya sehingga aman bagi konsumen.

Sebagai contoh masih ditemukannya produk pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna merah pada makanan (sirup, kerupuk, saos, terasi), padahal guna rhodamin B yang sebenarnya adalah untuk pewarna tekstil, sehingga penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati dan kanker. Selain Rhodamin B juga masih ditemukan Boraks yang digunakanuntuk pengawet dan pengenyal  pada kerupuk, tahu dan bakso. Fungsi dari boraks sendiri adalah untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoa, antiseptik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, dan campuran pembersih. Boraks masuk dalam kategori bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung.

Bahan berbahaya ini mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi. Yang perlu juga diperhatikan agar betul – betul memperhatikan ketika mencuci produk – produk hasil pertanian supaya tidak ada residu pestisida pada produk hasil pertanian yang masih menempel pada bahan pangan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Karena apabila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker, cacat kelahiran dan mengganggu sistem syaraf.

Kegiatan ini merupakan salah satu persyaratan yang harus diikuti oleh setiap pemilik Industri Rumah Tangga Pangan yang akan mengajukan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT).  Sehingga pemilik IRTP menjadi tahu dan paham bagaimana alur untuk mendapatkan SPP-IRT dan tidak sampai melalui pihak ketiga (Calo).  Dengan produk pangan yang sudah ada nomor PIRTnya, produsen pangan diuntungkan karena produknya lebih dipercaya oleh konsumen dan dapat menjual produknya lebih luas serta bisa diterima di toko modern di seluruh Indonesia. (amel/bangun  banua)

Tanjung Redeb -

Dinas Kesehatan Kabupaten Berau sebagai salah satu unit pelaksana teknis bidang kesehatan lingkungan dan penyakit, mempunyai tugas dan fungsi salah satunya melakukan analisis berbagai faktor risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu juga merupakan laboratorium rujukan bidang kesehatan lingkungan yang sangat relevan untuk mengkaji kualitas air minum khususnya kualitas air minum dari produk Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). Oleh karena itu, Dinkes Berau melalui bidang Kesehatan Masyarakat, mengadakan Kursus Higiene Sanitasi bagi pengelola DAMIU. Pelatihan dihadiri pemilik Depot Air Minum se Kabupaten Berau, sebanyak 30 orang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Lamlai Sari dalam sambutannya menjelaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk membantu peningkatan program khususnya pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang yang ada di Kabupaten Berau.

“Selain itu, juga memberikan pengetahuan bagi pemilik DAMIU bagaimana mengelola usahanya dengan benar sesuai dengan syarat hygiene air. Karena SDM merupakan faktor yang sangat penting dalam membantu peningkatan program khususnya pengawasan dan pengelolaan DAMIU. Untuk itu, dalam menjalankan tugasnya diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga dalam teknik pengawasan DAMIU sehingga hasil dari pemeriksaan dan pengawasan tersebut dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya pada Rabu (11/3).

Sebelum mendapatkan materi yakni teknik pengambilan sampel, teknik operasional pengelolaan depot air minum, serta mekanisme pengurusan sertifikat laik hygiene depo, para peserta diberikan lembar quisioner yang harus diisi. Ini juga untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang dimiliki para pemilik DAMIU terkait hygiene sanitasi ini.

Diharapkan dengan pelatihan ini, bagi pengelola DAMIU dapat meningkatkan dan menguatkan kompetensi SDM, sebagai tenaga terlatih dalam mengetahui dan memahami tata cara pengelolaan DAMIU yang benar dan baik, utamanya menjaga kehigienisan sanitasinya. Dengan pengetahuan, khususnya pemilik dan pengelola dapat ikut serta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap potensi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-

Semakin menggeliatnya perekonomian Berau dengan munculnya banyak industri rumah tangga pangan (IRT-P), menjadi perhatian tersendiri bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, yang juga berkewajiban memantau kualitas dan keamanan pangan yang dihasilkan oleh IRT-P. Untuk itu, pada Selasa (10/3), penyuluhan keamanan pangan kembali digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

Bertempat di ruang pertemuan Dinkes Berau, sebanyak 44 peserta yang merupakan pengusaha industri rumahan mulai dari makanan, minuman, hingga produk bumbu dapur, hadir dalam penyuluhan tersebut. Dibuka sekretaris Dinkes Berau dr Halijah . Disebutkan Halijah, bahwa penyuluhan yang berjalan selama sehari penuh ini memberikan banyak ilmu pengetahua bagi para IRT-P.

“Pemenuhan pangan yang aman dan bermutu merupakan hak asasi setiap manusia, tidak terkecuali pangan yang dihasilkan oleh IRT-P. Dimana ini juga diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dalam pasal 111 ayat 1, menyatakan bahwa makanan dan minuman yang digunakan masyarakat harus didasarkan pada standar atau persyaratan kesehatan. Jadi, untuk makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kesehatan akan ditarik, dicabut ijinnya, dan disita sekaligus dimusnahkan,” ungkap dr Halijah.

Agar peserta benar benar dapat  meningkatkan pengetahuan produsen pangan industri rumah tangga, berbagai materi diberikan. Mulai dari materi peraturan perundang-undangan bidang pangan oleh Suhartini, SKM, MAP, materi keamanan mutu pangan yang diberikan oleh dokter puskesmas Bugis, teknologi pengolahan pangan tepat guna di IRT-P oleh Tri Maryanti S.Farm.

Selain itu, para peserta juga dibekali dengan materi desain dan penerapan cara produksi pangan yang baik oleh Didik Hardianto, penggunaan bahan tambahan pangan dengan benar dan tepat, memilih desain kemasan dan label produk pangan oleh Koperindag. Dan juga penerapan etika bisnis dan jejaring bisnis.

“Betapa pentingnya pengolahan pangan yang higienis dan bertanggung jawab terhadap keselamatan konsumen, serta mampu menumbuhkan kesadaran dan motivasi produsen ,” tambahnya.

Setelah pemberian materi, peserta antusias memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disampaikan. Bahkan, beberapa peserta mengaku sangat senang dengan adanya penyuluhan ini, karena dengan begitu mereka dapat mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para pelaku IRT-P. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes –

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. Kali ini adalah untuk penerapan aplikasi E-Logistik yang sejak 3 tahun terakhir dikelola oleh Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Berau. Menurut keterangan staf IFK dan pengelola aplikasi Taswan Satriadi, bahwa  penghargaan diumumkan pada Rapat Koordinasi Nasional Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan di Banjarmasin pada 3-6 Maret 2020.

Berau menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan penghargaan lantaran sudah terintegrasi secara berkala, dengan memasukkan laporan yang dikirim setiap bulannya secara berkala selama 2019 hingga bulan Februari kemarin.

Gedung terletak di Jalan Pulau Panjang, yang berhadapan langsung dengan RSUD Abdul Rivai tersebut, memang sudah sejak 2018 lalu mulai menggunakan aplikasi e-logistik dari Kementerian Kesehatan RI. Dimulai dengan memasukkan data 30 jenis obat, saat ini sudah 700 lebih data nama obat yang diinput oleh IFK Berau.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kini menggunakan aplikasi E-Logistik dalam memudahkan kerja mereka mendata kebutuhan obat-obatan dan vaksin di daerah. Penerapannya pun dilakukan juga sampai ke daerah-daerah. Aplikasi E-Logistik ini mengakomodir pencatatan dan pelaporan dari instalasi farmasi. Aplikasi ini memudahkan monitoring pengelolaan obat dan vaksin di kabupaten kota.

Pentingnya pengelolaan logistik diprediksi akan meningkat, khususnya di era Jaminan Kesehatan Nasional. Manajemen logistik obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang baik akan memberikan kemudahan untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan distribusi dalam rangka untuk memenuhi permintaan pasien yang semakin lama semakin meningkat.

Data yang termuat di aplikasi tersebut diambil dari masukan data dari puskesmas, naik ke kabupaten kota dan provinsi. Setelah provinsi baru ke Kementerian Kesehatan. Kemenkes dimudahkan setelah aplikasi ini bergulir, sebab pemerintah langsung memonitor persediaan obat dan vaksin di seluruh daerah.

Sebelum ada aplikasi tersebut, penginputan data menggunakan sistem manual. Dan dengan aplikasi ini juga, kebutuhan dasar masyarakat atas obat-obatan dan vaksin terpenuhi. Aplikasi juga memiliki keuntungan peningkatan efektivitas ketersediaan obat dan vaksin. Juga dapat mempermudah relokasi obat dari daerah yang berlebih ke daerah yang kekurangan obat.(amel/Bangun Banua)

Tanjung Redeb –

Setelah menunggu selama 14 hari, masyarakat Berau bisa merasa lega. Pasalnya, pasien yang dirawat dan diisolasi di RSUD Abdul Rivai, sudah dinyatakan negatif dari virus COVID-19. Namun, meskipun begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau meminta masyarakat tetap waspada dan melakukan instruksi sesuai protokol yang diberikan pemerintah dan Kemenkes RI.

Diketahuinya hasil pemeriksaan sampel dahak milik pasien terduga Corona yang dikirim beberapa waktu lalu, dipaparkan oleh Dinkes Berau dalam press releasenya tertanggal 9 Maret 2020. Dalam release tersebut dijelaskan jika hasil pemeriksaan dari sampel pasien yang sebelumnya diisolasi, adalah hegatif. Hasil ini diinformasikan oleh Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) kepada Dinkes Kaltim melalui whatssapp kepada tim gerak cepat Dinkes Berau.

“Hasil pemeriksaan pasien dengan status pengawasan adalah negatif. Dokumen resmi akan dirilis Balitbangkes Kemenkes RI dalam beberapa hari ke depan. Namun, dengan memantau kondisi pasien yang sehat secara fisik 3 hari ini, tidak ada keluhan batuk pilek dan nyeri tenggorokan, maka pasien diperbolehkan pulang, dan tetap diisolasi di rumah hingga dokumen resmi hasil sampel diterbitkan. Hal ini dilakukan agar mengurangi tekanan psikologis pada pasien jika terlalu lama diisolasi,” jelas Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi dalam press release itu.

Selain hasil sampel, pasien diperbolehkan pulang juga karena hasil evaluasi berkala sesuai pedoman kesiapsiagaan menghadapi COVID-19 yang diterbitkan Kemenkes RI pada 17 Februari 2020. Selain diwajibkan istirahat di rumah, pasien juga diminta mengonsumsi banyak protein dan tetap dalam pemantauan TGC Berau. Juga wajib kontrol seminggu ke depan kepada dokter spesialis paru RSUD Abdul Rivai.

Meskipun sudah dinyatakan negatif, masyarakat tetap diimbau untuk waspada. Dan untuk pencegahan penularan COVID-19 di lingkup kerja, pemerintah mengeluarkan protokol dan imbauan Kemenkes yaitu, menjaga area dan fasilitas kantor agar tetap bersih dengan melakukan pembersihan permukaan alat kantor seperti meja, kursi, telepon, keyboard dan lainnya dengan menggunakan disinfektan secara berkala.

Menyediakan akses sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizier di tempat umum area kerja seperti pintu masuk, ruang rapat, lift, toilet dan lainnya. Juga menyediakan masker dan tisu bagi tamu atau pengunjung yang memiliki gejala batuk pilek atau demam. Selain itu, pesan-pesan kesehatan juga perlu dipasang di tempat strategis.

Yang terpenting, sebelum melakukan perjalanan dinas ke luar negeri agar memperhatikan negara yang telah terjangkit COVID-19. Sebisa mungkin menghindari penugasan pegawai yang memiliki risiko penyakit. Jika harus melakukan perjalanan dinas ke negara terjangkit, selalu jaga kesehatan. Jika ada gejala sakit harus memberikan informasi pada kantor tempatnya bekerja. Setelah pulang dari penugasan luar pun keluarga harus melakukan pemantauan mandiri selama 14 hari dan mengukur suhu tubuh 2 kali sehari. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes –
Jamaah haji Kabupaten Berau harus bisa mengelola diri sendiri dalam hal kesehatan. Ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Drs Iswahyudi Apt M kes disela sela acara Pengukuran Kebugaran Jamaah Haji Berau di Halaman Kantor Dinkes Minggu (6/2/2020).
Mengelola diri sendiri yang di maksud Iswahyudi, adalah jamaah harus paham benar kondisi kesehatan diri. Misal sebut Iswahyudi, seorang jamaah haji pernah menderita hipertensi, sehingganya dia selalu menjaga agar hipertensi nya tidak naik. “Dengan menjaga pola makan pengaturan untuk mereka yang memiliki riwayat hipertensi,” jelasnya.
Bahan makanan yang dianjurkan yakni makanan yang segar, sumber hidrat arang, protein nabati dan hewani, sayur sayuran dan buah buahan yang banyak mengandung serat.
Tentunya makanan yang diolah tanpa atau sedikit mengandung garamnatrium, vetsin dan kaldu bubuk. Sedangkan sumber protein hewani pengunaan daging ayam, ikan yang paling banyak 100 gram perhari.
Sedangkan bahan makanan yang dibatasi adalah garam dapur , dan bahan makanan yang mengandung seperti soda kue.
Hindari sosis makan seperti otak, ginjal, paru jantung dan daging kambing. Serta keripik yang asin, makan menganduung soda aau makanan minuman kaleng.
Penderita hipertensi sebaik juga menghindari makanan yang diawetkan seperti dendeng , abon, ikan asin, telur pindang dan selai kacang, mentega dan keju.
Iini salah satu contoh cara mengelola diri, bagi yang menderita hipertensi. Namun jamaah haji tahun ini ynag berjumlah 151 orang dibagi menjadi 4 rombongan kemudian di bagi lagi menjadi kelompok. Dalam satu kelompok ada yang berusia lansia, dan dalam hal ini ketua kelompok membantu mereka yang lansia, juga mengigatkan mereka yang misal memiliki hipertensi. Ada gelang khusus selain gelang jamaah haji, mereka yang memiliki riwayat hipertensi. Selain jamaah dapat mengelola diri sendiri, ketua kelompok juga memperhatikan jamaah lansia dan memiliki riwayat penyakit.
Sisi lai juga ada petugas kesehatan dalam jamaah haji Kabupaten. Meski demikian, tegas iswahyudi, agar jamaah bisa mengelola diri sendiri, tidak saja hipertensi, termasuk mereka yang diabet dan penyakit lainya.
Dan tentunya saat ini harus menjga kesehatan fisik dan mental untuk mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji.  (helda/bangun banua)