Helda

Helda

Tanjung Redeb -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, menutup semua akses untuk masyarakat keluar masuk Bumi Batiwakkal, terkecuali untuk logistik dan keperluan medis. Kebijakan ini bakal diterapkan mulai 30 Maret 2020, selama 14 hari. Ini karena Berau sudah dikelilingi oleh daerah terjangkit atau ditemukan positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sehingga dinilai tepat untuk menutup sementara aktivitas orang keluar dan masuk.

“Hasil rapat kami bersama dengan lintas sektor memutuskan untuk menghentikan aktivitas penerbangan regular, terhitung mulai dua hari kedepan,” tegasnya, Sabtu (28/3).

Disebutkannya, untuk jalur darat misalnya, di ruas jalan menuju Kabupaten Bulungan, memang telah disediakan pos pantau penanganganan COVID-19, jika sebelumnya hanya terfokus pada penyemprotan cairan disinfektan bagi setiap pengendara yang melintas, tetapi dua hari kedepan warga dari arah Bulungan tidak akan diperbolehkan masuk ke wilayah Berau, maupun sebaliknya. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang datang dari arah Kutai Timur menuju Berau.

“Akses jalur darat akan tutup total, warga tidak boleh masuk ataupun keluar Berau. Utamanya tiga titik akan dibangun pos pantau yakni perbatasan Bulungan, perbatasan Kutim-Kelay dan perbatasan Kutim-Talisayan,” ujarnya.

Yang boleh masuk hanya kendaraan logistik, sementara untuk angkutan orang akan diminta kembali. Untuk jalur laut, Pemkab bekerjasama dengan Polisi dan TNI AL rutin melakukan patroli laut, cegah warga dari luar Berau, masuk lewat jalur tikus.

Langkah mengisolasi wilayah ini guna mengantisipasi warga Berau terdampak virus Corona. Apalagi, Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berasal dari luar daerah atau yang terjangkit terus meningkat. Jika sehari sebelumnya 46, per 28 Maret menjadi 53 ODP.

Seperti diketahui, di Kabupaten Kutai Timur dan di Provinsi Kalimantan Utara, telah ditemukan masing-masing dua orang positif COVID-19, dan kedua daerah ini terhubung bisa melalui darat dengan Berau. Sementara penerbangan, juga terhubungan dengan daerah terjangkit lainnya, seperti Samarinda, Balikpapan dan Jakarta.

“Jumlah ODP juga terus bertambah, sebelum di Berau ada jatuh korban lebih baik kami ambil langkah ini,” tutupnya. (bangun banua)

Sejak ditetapkan menjadi pandemi di Indonesia, korban akibat virus corona semakin melonjak setiap harinya. Virus ini rentan menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Untuk itu, disarankan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari penyebaran virus mematikan tersebut. 

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan sistem imun tubuh. Berikut beberapa di antaranya:

• Konsumsi Vitamin C Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga di tengah penyebaran virus corona saat ini, disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C tinggi. Jika daya tahan tubuh kuat, penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau kuman tidak akan mudah menyerang.

Makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi karena mengandung tinggi vitamin C, di antaranya jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, dan kiwi. Faktanya, jambu biji mengandung dua kali lebih banyak vitamin C daripada buah jeruk. Untuk mengonsumsinya, kamu dapat langsung memakannya atau mengolahnya menjadi jus. Namun, jangan menambah gula terlalu banyak, ya! Karena sebaik-baiknya vitamin C dari buah adalah yang dikonsumsi secara alami tanpa pemanis buatan.

• Sayur dan Buah-Buahan Untuk meningkatkan sistem imun tubuh, makanan yang sangat disarankan untuk dikonsumsi adalah sayur dan buah-buahan. Ketika dikonsumsi secara rutin secara bersamaan, kedua makanan tersebut akan mencegah kamu dari berbagai macam penyakit karena daya tahan tubuh yang kuat, karena kandungan berbagai macam vitamin dan mineral di dalamnya.

• Kelola Stres dengan Baik Ketika stres tidak dapat dikelola dengan baik, otomatis produksi hormon kortisol dalam tubuh akan ikut meningkat. Peningkatan produksi hormon kortisol dalam jangka panjang mampu menurunkan daya tahan tubuh secara perlahan. Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk mengelola stres dengan baik guna menghindari menurunnya daya tahan tubuh.

• Cukup Istirahat Meningkatkan sistem imun tubuh tidak selalu berasal dari faktor makanan. Tubuh juga memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kondisi agar tetap fit. Pada orang dewasa, waktu tidur diperlukan selama 7-8 jam per hari. Sedangkan pada anak-anak, waktu tidur diperlukan selama 10 jam per hari atau lebih. Pastikan waktu istirahat terpenuhi, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

• Rutin Berolahraga Langkah meningkatkan sistem imun tubuh selanjutnya dapat dilakukan dengan berolahraga selama 30 menit setiap hari. Kegiatan yang satu ini paling sehat jika dilakukan di bawah paparan sinar matahari pagi secara langsung, karena dapat meningkatkan kadar vitamin D dari sinar matahari. Tidak perlu pergi ke gym, kamu dapat melakukan olahraga yang mudah dan murah dengan berjalan cepat atau berlari.

• Konsumsi Suplemen Selain menerapkan pola hidup sehat dengan beberapa langkah tersebut, menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen atau multivitamin tambahan. Konsumsi suplemen dan multivitamin tambahan dapat menjadi pilihan guna melengkapi pola makan yang dinilai kurang memenuhi nutrisi yang diperlukan guna menjaga daya tahan tubuh.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen dan multivitamin tambahan, diskusikan terlebih dulu ke dokter ya! Pasalnya, pada sebagian pengidap alergi, reaksi alergi bisa saja muncul karena tidak cocok pada kandungan yang ada dalam suplemen atau multivitamin tambahan. Selain beberapa langkah tersebut, kamu juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan baik agar tidak menjadi sarang kuman, virus, atau bakteri.

Bukan hanya lingkungan rumah saja yang harus dijaga kebersihannya, tubuh kamu pun perlu. Dengan membiasakan diri mencuci tangan setelah melakukan kegiatan apapun, kamu telah membantu menjaga tubuh menjadi lebih sehat.(halodoc)

Tanjung Redeb Website Dinkes-  Pemerintah Kabupaten Berau  melalui Dinas Kesehatan tidak henti hentinya menghimbau kepada masyarakat mengenai pencegahan  virus rorona (covid-19), dengan berkeliling kota menggunaan mobil ambulance “Dangkita “ milik Dinas Kesehatan. Mobil Ambulans yang dilengkapi dengan pengeras suara berkeliling kota Tanjung Redeb,sejak  Sabtu (21/3/2020) hingga Jumat (27/03/2020) tadi pagi.

Tentu ini dalam rangka mengingatkan warga  agar tetap di dalam rumah selama berlangsungnya pembatasan interaksi atau social distancing dalam rangka pencegahan penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19).

Tampak petugas lapangan Abdalis dan Resti dari bagian Kesehatan masyarakat menyerukan himbauan  agar masyarakat tetap dalam rumah selama masa social distancing. dimaksudkan agar orang dengan kategori ODP dan PDP tidak bertambah. Interaksi sosial kita batasi dan masyarakat diharapkan mematuhinya.

Himbauan  Dinkes Berau yang dibacakan untuk diketahui dan dipatuhi  masyarakat dalam masa social distancing adalah, Pertama;  masyarakat diminta  tidak keluar rumah jika tidak untuk keperluan yang benar-benar penting, dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah. Kedua,  masyarakat diminta menghindari keramaian dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Ketiga, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun sesering mungkin, dan lakukan etika batuk dan bersin dengan lipatan siku atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah. Ketiga; saat beraktivitas di luar rumah, warga diminta saat melakukan kontak dengan orang lain menjaga jarak, minimal 1 meter. Barang pribadi di rumah pun sebisa mungkin tidak digunakan bersama-bersama. 

Dianjurkan satu barang untuk satu anggota keluarga saja. Usahakan cahaya yang masuk ke rumah melalui ventilasi yang ukurannya cukup. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Iswahyudi agar warga Berau dapat mentaatinya .

“Kita juga memberitahu warga untuk menyimpan nomor kontak yang bisa dihubungi warga bila mengalami gangguan kesehatan, yaitu 082255315534 dan 082149492491,” tambahnya.(hel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
 
Bupati Berau Muhararam S Pd MM mengungkapkan rasa syukurnya, karena hingga detik ini di Kabupaten Berau tidak ada masyarakat yng positif menderita Corona. Namun tidak boleh lengah , tetap waspada melakukan upaya upaya seperti penyemprotan desinfektan dan cara laiya. Hal ini diungkapkannya  dalam Apel Kesiapan Bersama Dalam Rangka Pencegahan Virus Corona (covid-19) Kabupaten Berau, Kamis (26/3/2020)  di halaman kantor Dinas Kesehatan Berau Jalan Mawar Tanjung Redeb.
Dalam Apel tersebut hadir Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning, Dandim 0902/TRD Letkol Kav Ilham Faisal Siregar, Kepala RSUD dr Nurmin Baso, Kadis Kesehatan Iswahyudi Apt,  Kepala BPBD Thamrin beserta jajarannya, jajaran dinkes, jajaran Polres Berau, TNI, Dishut,Satpol PP.
 
“ Di pagi hari ini Saya bangga atas peran TNI, Polri, Dinkes, BPBD, Dishut, satpol PP dan instansi terkait lainya, alhamdulillan kita bisa bekerja optimal,” kata Muharram.
 
Disebutkan, beberapa gerakan seperti mensterilkan dengan kegiatan penyemprotan desinfektan, selain social distancing, serta kreativitas dengan mensterilkan jalan jalan dan fasilitas umum. Kreativitas lain seperti room sanitizer untuk menserilkan fisik manusia yang baru saja dibuat oleh beberapa dinas sepeti BPBD, Dinkes dan juga Bandar Kalimarau. 
Dalam Apel Kesiapan Bersama Dalam Rangka Pencegahan Virus Corona (covid-19), disertai dengan penyerahan bantuan APD (aat Pelindung Diri) dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim kepada Rumah akit Umum Abdul Rivai. Diserahkan Bupati  Berau Muharram  kepada Direktur RSUD dr Nurman Baso didampingi Kadinkes Iswahyudi.
 
Setelah apel peserta yang terdiri dari ratusan orang ini dibagi beberapa regu untuk melaksanakan sosialisasi Dinas Kesehatan bersama sama TNI Polri Dishut dan BPBD dengan membagikan brosur himbauan untuk pencegahan virus corona. Juga melaksanakan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan di kelurahan Tanjung Redeb, Bugis, Gayam, Karang Ambun Kecamatan Tanjung Redeb, kelurahan  Teluk Bayur, Rantau Panjang, Kelurahan Rinding Kecamatan Teluk bayur, kelurahan Gunung Tabur, Birang, Tasuk Kecamatan Gunun Tabur dan kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung. (Helda/Bangun Banua)

Tanjung Redeb –

Segala cara dan upaya dilakukan Pemkab Berau guna mencegah semakin merebaknya penyebaran Covid-19. Selain penyemprotan disinfektan secara rutin, pembuatan bilik sterilisasi juga dilakukan. Bahkan, sejak Kamis (26/3/2020) pagi, bilik sterilisasi atau Sterilization Chamber sudah bisa digunakan, salah satunya di Dinkes Berau.

Bilik sterilisasi yang diletakkan di depan pintu masuk kantor Dinkes Berau berukuran 90x90x200 yang memiliki kapasitas tangki 10 liter untuk pengisian disinfektan. Kekuatan pompa 100 psi (besaran nilai satuan tekanan), dengan nozzle (perangkat yang dirancang untuk mengontrol arah atau karakteristik dari aliran fluida (terutama untuk meningkatkan kecepatan), saat keluar atau memasuki sebuah ruang tertutup atau pipa) maksimal 10 titik.

“Sedangkan untuk rangkanya dibuat dari aluminium, dinding pintu akrilik, rangka lantai besi dan alas lantainya hpl glossy (High Pressure Laminate (HPL), merupakan salah satu material yang digunakan sebagai finishing untuk produk-produk furniture dan interior) berukuran 18mm. Dan untuk boks mesin dan tangkinya adalah hpl,” jelas Muhammad Fadli, pembuat Sterilization Chamber yang juga owner dari RAFA INVESTAMA Berau, ditemui di sela-sela percobaan bilik.

Untuk sistem kerjanya, dijelaskan Fadli, disinfektan berupa embun dikeluarkan oleh pompa di dalam bilik. Dimana untuk proses penyemprotan uapnya pun hanya sekitar 5-10 detik sesuai dengan panduan.

“Beberapa panduan yang harus diperhatikan adalah masuk ke dalam bilik bersama semua barang bawaan. Kedua, pastikan pintu masuk badan pintu keluar tertutup rapat. Ketiga, letakkan barang bawaan di lantai dalam bilik, angkat kedua tangan dan putar badan 360 derajat selama kurang lebih 5-10 detik. Keempat, keluar bilik lewat pintu keluar dan pastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal,” terang Fadli.  

Untuk selanjutnya, sesuai keinginan Bupati Berau Muharram, nantinya akan ada 10 Sterilization Chamber dan 6 outdoor Body Sterilization. Namun, untuk pembuatannya masih dalam proses penganggaran lantaran kesediaan alat dan bahan di luar daerah.

Karena fungsinya sebagai penangkal mikrobiotik Covid-19 yang lebih efektif dan efisien, bilik tersebut akan ditempatkan di beberapa titik keluar masuk orang maupun pusat keramaian di Kabupaten Berau. Dimana ini juga mempercepat proses penyemprotan dibanding yang dilakukan petugas secara manual selama ini. Sehingga, disamping melakukan pemeriksaan dan pencatatan identitas yang lengkap, setiap mereka yang baru datang terutama dari daerah yang suspect Corona tentu akan disterilkan melalui perangkat ini. (amel/bangun banua)

Kerja di rumah alias Work from Home (WFH) menjadi salah satu kebijakan yang diambil pemerintah di tengah wabah Corona. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menghentikan penularan virus tersebut. Kebanyakan kebijakan kerja di rumah diberlakukan selama 14 hari atau 2 minggu. Tagar #dirumahaja pun menghiasi berbagai media sosial. 

Meski memiliki tujuan yang baik, tetapi tidak sedikit orang yang mengeluhkan rasa bosan, bahkan stres karena terlalu lama berdiam diri di rumah. Belum lagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengimbau untuk melakukan pembatasan sosial serta kontak fisik. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindari stres saat kerja di rumah. Simak ulasannya di bawah ini! 

Tips Menghindari Stres  Stres bisa terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya menjadi lebih besar saat seseorang berada di bawah tekanan atau situasi yang dianggap kurang menyenangkan. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, stres bisa berujung pada depresi jangka panjang.  Nah, ada berbagai tips yang bisa coba diterapkan untuk menghindari stres saat kerja di rumah.

Di antaranya: 

• Konsumsi Makanan Sehat  Konsumsi makanan sehat tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mental. Nyatanya, makanan sehat bisa membantu meningkatkan suasana hati atau mood menjadi lebih baik sehingga terhindar dari stres. Jangan lupa juga untuk mencukupi asupan air putih harian, yaitu sebanyak 2 liter atau 8 gelas air putih. 

• Memandang ke Halaman  Saat mulai merasa stres atau tertekan dalam menyelesaikan tumpukan pekerjaan di rumah, cobalah untuk mengalihkan pandangan sejenak ke halaman rumah atau kebun. Nyatanya, menikmati atau berada di alam terbuka bisa memberi manfaat baik untuk kesehatan mental. Tinggalkan sejenak pekerjaan dan nikmati hijaunya rumput serta langit yang biru.  Berolahraga  Siapa bilang di rumah saja berarti tidak bisa berolahraga? Ada beberapa jenis olahraga yang bisa kamu praktikkan di rumah, bahkan di tengah mengerjakan tugas kantor. Berolahraga bisa memberi dampak baik untuk kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Kamu bisa melakukan hal paling sederhana, seperti berjalan mengelilingi rumah atau gerakan olahraga dasar di ruang kerja, atau bagi remaja putri atu ibu rumah tangga yang biasa ikut kelas senam, bisa senam di rumah dengan mengikuti gerakan instruktur melalui youtube. 

• Lakukan Hal Menyenangkan  Coba ambil waktu untuk menenangkan tubuh, salah satunya dengan melakukan hal yang menyenangkan. Kamu bisa mengisi waktu istirahat kerja dengan menonton film, mendengarkan musik, memasak, atau membaca buku. Kamu juga tetap bisa berbincang dengan keluarga asal menjaga jarak aman atau menghubungi teman melalui media sosial. Hal ini penting dilakukan untuk menyegarkan pikiran sehingga risiko stres bisa dicegah. 

• Cukup Tidur  Salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko stres adalah kurang tidur. Maka dari itu, meski di rumah saja, pastikan tubuh mendapat cukup istirahat pada malam hari sehingga memiliki energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. 

• Jangan Memaksakan Diri  Meski kerja di rumah, kamu tetap harus mengikuti dan memperbaharui informasi. Namun, jika pemberitaan mengenai corona mulai membuat resah dan malah menambah stres, sebaiknya batasi informasi dan jangan memaksakan diri. Sebagai gantinya, kamu bisa mengecek pemberitaan pada waktu tertentu saja. (halodoc/bangun banua)

Bupati Berau, H Muharram menginginkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bekerja secara maksimal  dengan membangun kebersamaan dan gotong royong dalam menangani  wabah virus corona.

Keinginannya itu disampaikan Muharram saat memimpin Rapat Koordinasi  Gugus Tugas Covid-19 Berau  di ruang Sangalaki  Pemkab Berau, Senin (23/3/2020). Hadir pada rapat ini antara lain Wakil Bupati, Agus Tantomo, Sekkab Berau, Muhammad Gazali, Asisten I Datu Kesuma, Asisten II, Mansyah Kelana serta sejumlah kepala SKPD yang duduk dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Bupati juga menegaskan, apabila ada kekurangan hendaknya cepat dilakukan koordinasi, baik persoalan kelengkapan alat medis maupun lainnya. “ Mari kita bersama-sama  menangani dengan serius dan kekompakan dalam mengantisipasi corona ini, “ jelasnya.

Sementara Waki Bupati, Agus Tantomo juga mengingatkan semua pihak mematuhi social distancing, menghindari adanya keramaian dalam suatu pertemuan. “ Kita bisa saling berkoordinasi, salah satunya caranya dengan membentuk sebuah grup, melalui itu saya rasa cara yang pas untuk menghindari keramaian,kecuali situasinya mendesak,” tuturnya.

Agus juga menegaskan, agar pelaku usaha apa saja yang sifatnya membuat suatu keramaian harus benar-benar menghormati apa yang menjadi aturan Pemkab Berau untuk tidak beroperasi dahulu.

“Ini hanya sementara, kita jangan gegabah dan menganggap enteng wabah corona ini, sebab ini kasusnya global dan banyak menelan korban jiwa. Jadi  jangan sampai karena kita lengah dan tidak mengikuti aturan, kita juga yang akan dirugikan dan terkena dampaknya,” kata Agus.

Rakor   Gugus Tugas Covid-19 menyimpulan, diantaranya, pelaksanaan ibadah bagi umat muslim dan kristiani semuanya dilakukan di rumah. OPD yang melakukan tindakan pengawasan di lapangan dibuatkan SK dan insentif bagi Satpol PP, Kesehatan, BPBD dan bagian RSUD sebagai ujung tombak.

Seluruh PNS menyetop pelayanan selama 2 minggu termasuk dibagian administrasi, dengan pengecualian pihak Puskesmas dan Rumah Sakit. Semua anggota gugus harus berkoordinasi melalui grup WA dan anggaran tanggap darurat ditambah menjadi 10 miliar. (bangun banua)

Tanjung Redeb - Website Dinkes

Penyemprotan disinfektan tak hentinya dilakukan oleh Pemkab Berau. Tak tanggung-tanggung, Senin (23/3/2020) malam, puluhan petugas gabungan melakukan sterilisasi jalanan dan tempat-tempat yang biasa digunakan kongkow masyarakat khususnya kaum milenial. Satu unit mobil pemadam diisi disinfektan dan disemprotkan ke jalan-jalan protokol hingga ke area kuliner di tepian Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pulau erawan.

Tim Gabungan dari TNI, Polri, PMI, dan BPBD itu tak hanya melakukan sterilisasi. Imbauan untuk tetap berada di rumah dan menutup lapak dagangan juga disampaikan  menggunakan pengeras suara. Bahkan, Bupati Berau Muharram, Wakil Bupati Agus Tantomo hingga Sekda dan Asisten I ikut juga dalam disinfeksi semalam.

“Memang serba salah posisinya, tapi pilih mana rejeki kurang sedikit dibanding nyawa melayang? Ini kesepakatan bersama, jangan egois, semua warga harus menyadari dan kita rela berkorban bersama demi keselamatan bersama,” kata bupati.

Pedagang dan masyarakat harus menyadari ini adalah imbauan nasional. Coba kalau diberlakukan seperti di Soviet, dimana pilihannya hanya dua yaitu tetap di rumah atau penjara 5 tahun. Tapi Indonesia kan tidak seperti itu.

Menurut bupati, Covid-19 ini cukup berbahaya dan tidak bisa dianggap sepele. Bahkan, orang yang kelihatannya sehat pun bisa saja terpapar virus ini, karena mutasi dari Covid-19 bisa juga tanpa gejala bagi mereka yang memiliki imun tubuh yang kuat.

“Ini sebabnya saking ngerinya itu penyakit, jadi kita perlu waspada,” tegasnya.

Masyarakat Berau masih tenang karena tidak melihat kondisi di rumah sakit yang sudah terkena virus ini, dan bagaimana kemampuan daerah. Kalau dihitung-hitung kemarin, misal 1 persen dari penduduk Berau yang terinfeksi berarti ada 2500 orang.

“Pertanyaannya, mau disimpan dimana segitu banyak orang dengan kondisi rumah sakit seperti ini. Ini yang harusnya dipikirkan oleh kita semua, jangan santai dan tenang padahal ini sangat berbahaya. Memang belum ada di Berau tapi kita berharap mudahan jangan sampai terjadi,” kata bupati mengingatkan. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb - Website Dinkes

Sesuai  kesepakatan dalam  rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Berau, Senin (23/3/2020) Puskesmas dan rumah sakit tetap memberikan layan kesehatan dengan beberapa syarat.

Berdasarkan surat edaran Bupati Berau nomor 440/396/set-1/III/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Covid-19, persyaratan yang harus dipatuhi adalah, masyarakat yang minta layanan kesehatan memakai masker, hanya boleh didampingi atau diantar satu orang (kecuali bagi pasien berkebutuhan khusus).

“Sebelum memasuki Puskesmas mengikuti deteksi dini  suhu badan, wajib mencuci tangan sebelum masuk dan keluar area lingkungan Puskesmas, wajib menjaga jarak 1-2 meter, dan tidak diperkenankan membawa anak sehat dibawah umur 12 tahun,” kata bupati dalam surat edarannya.

Pelayanan berupa kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) seperti Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posbindu dan pertemuan atau sosialisasi yang melibatkan massa dan orang banyak, ditiadakan mulai dari 18 Maret-4 April 2020. Ini juga berdasarkan surat edaran Bupati Berau nomor 440/396/set-1/III/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Covid-19.

Penerapan sistem pelaporan juga dilakukan oleh Puskesmas. Untuk warga yang bertempat tinggal atau bekerja di wilayah kerja Puskesmas Sambaliung, yang baru saja bepergian dari luar wilayah Berau baik pribadi, keluarga atau tetangga yang baru datang, bisa menginformasikan dengan mengisi form yang sudah disiapkan yaitu https://forms.gle/wjvozMf4xdDtJnCR7. Dan pihak Puskesmas juga menjamin kerahasiaan data yang masuk. (amel/bangun banua)

 

Penyemprotan desinfektan masih terus dilakukan di area pelayanan publik. Dinkes Berau bekerjasama dengan BPBD, PMI dan Dinas Pertanian, hingga Minggu (22/3/2020) pagi , menyemprotkan disinfektan  di  eks pasar lama jembatan Sambaliung, pasar Teluk Bayur, pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) yang setiap hari  menjadi tempat orang bertransaksi.

Sedangkan dari data Dinas Kesehatan Berau hingga 22 Maret 2020 pukul 11.00 Wita, jumlah ODP (Orang Dalam Pengawasan)  bertambah satu orang, total menjadi 15, dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan)  juga bertambah menjadi 5 orang, dan orang  yang dinyatakan positif Covid-19 nihil.

Tim yang mensterilkan pasar dengan disinfektan terdiri dari 5 petugas BPBD, 4 petugas dari Dinas Pertanian, 9 petugas Dinkes. Sedangkan tim dari PMI melakukan penyemprotan di 7 titik lainnya yakni Kejaksaan Berau, PLN, Kodim, Telkom, Mandala Finance dan Gereja.

“Tugas kita melakukan desinfeksi terutama tempat-tempat umum, agar meminimalisir penyebaran Covid-19. Jadi, lakukan dengan baik, niatkan sebagai ibadah dan jangan lupa juga untuk menjaga kesehatan diri sendiri,” jelas Kepala Dinkes Berau Iswahyudi saat memberikan briefing sebelum petugas melakukan penyemprotan.

Kedatang tim, sedikit membuat para pedagang dan pembeli yang sedang berada di pasar SAD  kaget. Meski demikian kedatangan petugas disambut baik pedagang dan warga yang sedang berbelanja di pasar-pasar.

Pasar SAD yang cukup luas membuat petugas sempat kewalahan sehingga harus membagi satu petugas di satu area. Misalnya, untuk pasar kering satu petugas dan yang lainnya tersebar di pasar basah (penjual ikan, ayam dan daging), dan yang lainnya di penjual makanan serta ruko pedagang pakaian.

Setelah menyelesaikan tugas di pasar SAD, tim bergeser melakukan hal yang sama di  gedung DPRD Berau, mulai dari luar halaman parkir, sudut-sudut gedung hingga ke setiap ruangan, termasuk  ruang paripurna di lantai dua.  Waterpark yang sering ramai dikunjungi saat weekend untuk berenang juga disterilkan dengan disinfektan. (amel/bangun banua)