Helda

Helda

Pemerintah Kabupaten Berau  menggunakan mobil Ambulans dilengkapi dengan pengeras suara berkeliling kota Tanjung Redeb, Sabtu (21/3/2020)  dalam rangka mengingatkan warga  agar tetap di dalam rumah selama berlangsungnya pembatasan interaksi atau social distancing dalam rangka pencegahan penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19).

Terkait Covid-19 di Berau, Dinas Kesehatan Berau dalam rilisnya hari ini, Sabtu (21/3/2020)  siang mengatakan, per tanggal 21 Maret 2020, tidak ada pasien positif Covid-19. Sementara orang dalam kategori  ODP (Orang Dalam Pemantauan) berjumlah 14 orang dan orang dalam kategori PDP (Pasien Dalam Pemantauan) berjumlah 4 orang.

“Himbauan agar masyarakat tetap dalam rumah selama masa social distancing, dimaksudkan agar orang dengan kategori ODP dan PDP tidak bertambah. Interaksi sosial kita batasi, dan masyarakat diharapkan mematuhinya,” kata Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi.

Petugas dari Dinas Kesehatan Berau dengan pengeras suara yang sudah yang ada dalam mobil ambulans,  selama berkeliling kota, merambah jalan protokol, jalan lingkungan, bahkan sampai masuk gang membacakan himbauan Dinas Kesehatan Berau yang intinya meminta masyarakat agar tetap dalam rumah selama masa social distancing, mengurangi interaksi sosial.

Himbauan  Dinkes Berau yang dibacakan untuk diketahui dan dipatuhi  masyarakat dalam masa social distancing adalah, Pertama;  masyarakat diminta  tidak keluar rumah jika tidak untuk keperluan yang benar-benar penting, dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

Kedua,  masyarakat diminta menghindari keramaian dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Ketiga, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun sesering mungkin, dan lakukan etika batuk dan bersin dengan lipatan siku atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah.

Ketiga; saat beraktivitas di luar rumah, warga diminta saat melakukan kontak dengan orang lain menjaga jarak, minimal 1 meter. Barang pribadi di rumah pun sebisa mungkin tidak digunakan bersama-bersama.  Dianjurkan satu barang untuk satu anggota keluarga saja. Usahakan cahaya yang masuk ke rumah melalui ventilasi yang ukurannya cukup.

“Kita juga memberitahu warga untuk menyimpan nomor kontak yang bisa dihubungi warga bila mengalami gangguan kesehatan, yaitu i 082255315534 dan 082149492491,” ungkap Iswahyudi. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb –

Untuk pencegahan corona virus disease (COVID -19) tim dari Dinas Kesehatan semenjak Jumat (20/3/2020) hingga tadi pagi Sabtu (21/3/2020)  melaksanakan desinfeksi  di area perkantoran yang masih melaksanakan pelayanan publik, rumah jabatan dan taman taman.

Tampak tim Desinfeksi Covid -19 Dinkes Berau yang berjumlah 15 orang dengan ketua tim Romansyah  terbagi dua regu. Regu pertama di rumah jabatan bupati Berau jalan Cendana memberikan  desinfektan tablet ke rumah jabatan mulai dari luar hingga dalam ruang dan kamar kamar.  Lanjut ke rumah jabatan wakil ketua Dewan 1 Syaifatul dan Ahmad Rivai. Kemudian ke Taman Cendana  dan beberapa fasilitas umum sepeti halte .

Regu 2 mengunjungi rumah jabatan ketua DPRD Berau Madri Pani, Dandim , Sekda dan Wabup Agus Tantomo. Hanya saja rumah jabatan Wabup ternyata telah di desinfektan oleh kalangan PMI (Persatuan Palang Merah Indonesia ).

Seperti yang diungkapkan  Suhartini SKM  MAP Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Berau.

“Desinfektan diberikan ke tempat yang banyak dikunjungi seperti rumah jabatan ketua DPRD, Bupati Wabup, Dandim Sekkab, kantor bupati , rumah sakit, kantor yang memberikan layanan, pasar, taman taman halte. Dan ini diberikan secara bertahap.” kata Suhartini.

Ditambahkan bahwa tim desinfeksi ini secara menyeluruh hingga ke Kecamatan Maratua, dan seluruh puskesmas melaksanakan desinfeksi di wilayahnya masing masing.

Untuk Sabtu (22/3/2020) desinfeksi akan dilaksanakan di wilayah pasar SAD dan beberapa fasilitas umum lainya. (helda/bangun banua)

VIRUS  corona bisa hidup selama tiga hari di beberapa permukaan benda seperti plastik dan besi, kata penelitian terbaru. Para ahli mengatakan risiko konsumen terinfeksi virus corona dari menyentuh benda-benda itu masih rendah. Namun para ahli memperingatkan tentang seberapa lama virus itu bisa bertahan hidup di udara dan itu bisa berpengaruh penting bagi para petugas medis.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan kemarin di Jurnal Kedokteran New England juga mengatakan virus corona bisa musnah dalam satu hari jika berada di kardus. Hal itu paling tidak mengurangi kekhawatiran orang tentang penyebaran virus masih bisa terjadi di masa mereka diam atau bekerja dari rumah.

Ketika virus itu berada di percikan yang lebih kecil dari 5 mikrometer--disebut aerosol--dia bisa bertahan selama 30 menit, kata peneliti, sebelum akhirnya mendarat di permukaan benda yang kemudian dia bisa bertahan selama beberapa jam. Penemuan tentang aerosol ini bertolak belakang dengan keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan virus itu tidak bisa ditularkan dari

 

Oleh karena itu WHO memperingatkan para petugas medis tentang virus corona yang bisa menular dari udara.

"Ketika Anda melakukan prosedur menggunakan aerosol seperti dalam kegiatan medis, Anda punya kemungkinan itu, artinya virus bisa bertahan di udara sedikit lebih lama," kata Dr Maria Van Kerkhove, kepala WHO Unit Penyakit Berkembang dan Zoonosis.

"Penting bagi para petugas medis untuk melakukan tindakan pencegahan ketika mereka merawat pasien," kata dia.

Dilansir dari laman the New York Times, Rabu (18/3), virus corona bisa bertahan hidup lebih lama di permukaan plastik dan besi, bisa sampai 72 jam. Tapi jumlah virus ini menurun drastis ketika sudah lebih dari 72 jam. Begitu juga di permukaan tembaga, virus ini bisa bertahan hidup empat jam. Di kardus virus corona bisa bertahan selama 24 jam itu berarti paket yang dikirimkan dengan kemasan kardus bisa risiko rendah terpapar virus--kecuali orang yang mengirimkan paket itu bersin atau batuknya mengenai paket atau tangannya sudah tercemari virus.

 

Risiko tertular dari berbagai benda-benda itu rendah, kata ahli, kecuali orang yang memegang benda itu sakit.

"Semua barang di supermarket dan kantong makanan restoran secara teori bisa menulari orang," kata Dr Lindsay Marr yang bukan anggota tim peneliti tapi ahli di bidang penularan virus lewat aerosol di Virginia Tech Blacksburg.

"Kita bisa gila membahas 'bagaimana kalau' karena semua orang berpotensi jadi sumber penularan jadi kita harus fokus kepada risiko terbesar."

Jika orang peduli dengan risiko itu maka mereka bisa membersihkan paket dengan kain disinfektan dan mencuci tangan, kata dia.

Masih belum jelas mengapa kardus menjadi tempat virus itu tidak bisa bertahan lama ketimbang plastik dan besi, tapi ada kemungkinan bisa dijelaskan dengan kualitas daya serap bahan kardus dibanding dua bahan lainnya.

 

Virus yang bisa bertahan di aerosol (cairan semprot atau gas) juga menjadi pengaruh penting bagi petugas kesehatan.

Selama beberapa pekan para ahli berpendapat virus corona tidak bisa menular lewat udara. Tapi ternyata virus ini bisa terbang di udara dan bertahan hidup selama beberapa waktu, sekitar setengah jam.

Virus ini tidak bisa bertahan di udara pada tingkatan yang bisa menularkan orang yang secara fisik berada jauh posisinya dari orang yang terinfeksi. Namun para petugas kesehatan harus merawat pasien dalam jarak dekat dan bisa tertular dari aerosol.

"Ketika ada pasien yang mengalami pneumonia parah, pasien itu harus diintubasi," kata Dr Vincent Munster, virologis di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular yang memimpin penelitian ini.

"Semua penanganan ini bisa memicu penularan dari aerosol dan percikan.Para petugas medis juga bisa tercemari percikan dan cairan berukuran lebih besar yang menempel di pakaian pelindung mereka ketika sedang menangani pasien. Mereka juga bisa membuat percikan virus itu berada di udara ketika melepaskan pakaian pelindung dan mereka bisa terpapar, kata Dr Marr.

Hasil studi ini cukup menakutkan. Dan penelitian lain yang dipublikasikan pada 4 Maret juga menyiratkan virus ini bisa berpindah lewat udara. Studi yang diambil di Singapura menemukan virus itu ada di ventilator di ruang rumah sakit dari pasien yang terinfeksi dan itu hanya bisa terjadi jika virus itu bisa berada di situ lewat udara.

"Berdasarkan temuan terbaru ini masker bedah bisa jadi tidak memadai."

Dr Marr mengatakan berdasarkan ilmu fisika aerosol bisa disemprotkan dari ketinggian 1,8 meter dan akan jatuh ke tanah setelah 34 menit. Temuan ini tidak harus membuat orang panik, karena virus itu bisa terurai dengan cepat di udara.

"Kedengarannya menakutkan, tapi kemungkinan Anda bisa tertular sangat kecil kecuali Anda berada cukup dekat dengan seseorang yang terinfeksi."

Dr Marr memberi gambaran seperti orang yang merokok atau menghela napas di saat cuaca dingin. Makin dekat dan cepat orang menghirup udara asap rokok atau napasnya, maka mereka bisa makin mudah tertular, tapi bagi orang yang berada cukup jauh misal sekitar beberapa meter, kecil kemungkinan virus di udara itu bisa membahayakan.

 

Dr Munster mengatakan, secara umum, virus corona baru ini tampaknya tidak mampu bertahan hidup lebih lama dari saudara dekatnya sebelumnya seperti SARS dan MERS yang juga menimbulkan epidemi. Itu menandakan ada alasan lain, seperti penularan dari orang yang tidak punya gejala tapi bisa menyebabkan pandemi. (merdeka.com)

Tanjung Redeb –

Ada dana Rp3 miliar dari pemerintah pusat yang dapat digunakan Pemkab Berau untuk menghadapi dan membantu bagi upaya penanganan serta pencegahan Covid-19 di Berau. Informasi itu disampaikan langsung saat memimpin Rapat Teknis Menghadapi Covid-19 di kantor Bupati Berau, Selasa (17/3). Bupati saat memimpin rapat didampingi Wakil Bupati, Agus Tantomo.

Menurut bupati, Pemprov Kaltim telah menerbitkan surat edaran untuk melakukan pembatasan interaksi sosial di masing-masing daerah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Dimana Pemerintah Kabupaten berau sendiri juga akan menerapkan hal serupa.

“Kemudian, kepada masyarakat kita imbau, sepulangnya melakukan perjalanan dari luar daerah dan merasa terjadi demam tinggi, atau ada gejala demam, flu dan batuk, segera melaporkan diri  untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Muharram.

Dalam rapat teknis itu, bupati menginstruksikan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, serta OPD yang menjadi  leading sector  segera membentuk tim gugus tugas pencegahan menyebarnya Covid 19 ini.

Selanjutnya, tim gugus tugas menindak lanjuti surat edaran Gubernur Kalimantan Timur, meliburkan segala aktivitas kegiatan belajar mengajar, kegiatan administrasi pemerintahan, dan kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat banyak sampi 14 hari kedepan.

“Terkecuali bagi kegiatan pemerintahan yang bersifat layanan umum, seperti rumah sakit dan Puskesmas, serta kegiatan layanan lainnya, termasuk proses kegiatan kependudukan dan catatan sipil ” pungkasnya.

Juga hadir dalam rapat itu, Ketua DPRD Berau, Madri Pani, Forkopimda. Rapat yang dipandu Asisten I Sekda Kabupaten Berau, Datu Kesuma, serta dokter spesialis paru, Dr. Robert Naigoro dari Sakit Umum Daerah Abdul Rivai (RSUDAR) Berau,  seluruh stakeholder yang ada di Berau, mulai dari  pimpinan OPD, camat, lurah, praktisi bidang kesehatan. (bangun banua)

Tanjung Redeb -

Melihat penyebaran Covid-19 yang semakin masif, RSUD Abdul Rivai pun terus berbenah dan bersiap jika ada pasien yang dinyatakan positif Corona. Rumah sakit di Jalan Pulau Panjang itu, sudah menyediakan ruang isolasi khusus untuk merawat pasien Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso pada Senin (16/3).

"Kita menyiapkan tiga ruangan khusus untuk dijadikan ruang isolasi, yakni ruang Teratai ada delapan kamar, Flamboyan ada dua kamar. Masing-masing kamar dihuni oleh dua pasien jadi total ada 24 tempat tidur untuk pasien Covid-19," tuturnya.

Ruang isolasi pun dibuat sesuai standar jika terjadi pasien Covid 19, lengkap dengan  sarana dan prasarana pendukung dan tenaga medisnya. Sedangkan untuk Alat Pelindung Diri (APD), direktur RSUD Abdul Rivai itu mengungkapkan masih kurang. Ia pun berharap agar Dinas Kesehatan membantu mengadakan APD untuk menghadapi pasien yang terpapar Virus Corona.

"Dari sisi sarana dan prasana yakni permasalahan APD,” ungkapnya.

Dari segi tenaga medis. Nurmin yakin bahwa tenaga medis yang ada saat ini sudah cukup dan juga sudah ahli dalam bidangnya. Ia mengatakan, pihak RSUD memikiki dokter penyakit dalam dan dokter anak. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes-
Sejumah 40 orang yang terdiri dari pengela rumah makan dan catering di Kabupaten Berau mengikuti kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman, Selasa (16/0/2020) di gedung pertemuan Dinas Kesehatan jalan Mawar Kabupaten Berau. 
Disebutkan  Lamlay Sari  Ssi Apt MSc  Kabid Kesehatan Masyarakat mewakili Kadis Kesehatan dalam acara ini merupakan kegiatan rutin yang merupakan sarana pembinaan terhadap pelaku usaha rumah makan dan sejenisnya. “ Bisnis kuliner menjadi sektor potensial pengembangan ekonomi rakyat dan pelakunya membutuhkan pengetahuan dasar higiene sanitasi agar dapaat optimal mencapai standar kesehatan yang prima,” papar Lamlay.   
Ditambahkan, kursus  Higiene Sanitasi Pangan merupakan pengendalian terhadap faktor pangan, orang, tempat dan perlengkapannya. Karena 
penyelenggaraan pangan siap saji oleh rumah makan dan catering harus memberikan perlindungan dan peningkatan kualitas higiene dan sanitasi pangan siap saji agar mewujudkan pengelolaan pangan yang sehat, aman dan selamat. “Tentu aman bagi konsumen yang menikmati makanan yang disajikan oleh rumah makan dan catering,” jelas Lamlay.
Disebutkan Lamlay, kalau orang yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko bahaya pada pangan, baik yang berasal dari bahan, peralatan, sarana produksi, maupun dari perseorangan sehingga keamanan pangan terjamin seperti yang ada dalam UU Pangan No 18 Tahun 2012.
Kegiatan ini bertujuan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dapat memantau higiene sanitasi makanan dan minuman pada rumah rumah makan dan catering yang ada di Kabupaten Berau.
Sedangkan, kursus ini semula direncakanan selama dua hari lantaran begitu banyak materi yang diberikan oleh pemateri kepada peserta. Yakni pada Selasa –Rabu (16-17/3/2020) namun lantaran pemerintah Kaltim dan Kabupaten Berau menerapkan local lockdown sehubungan dengan mencegah penyebaran virus corona, yang mana ada pembatasan kegiatan atau aktiavitas keluar rumah. Sehingga kursus higine sanitasi yang dilaksanakan Dinkes Berau digelar full mulai pagi hingga malam hari.     
Adapun materi yang diberikan kepada peserta, sekitar 13 materi yang sangat penting untuk diketahui dan didalami oleh pengelola rumah makan dan catering. Yakni materi mengenai Undang Undang Makanan, Prinsif Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman, Bahan Pencemar Makanan,  Penyakit Bawaan Makanan,  Bakteri Pencemar Makanan,  Persyaratan Higiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan,  Pencucian Peralatan, Higiene Perseorangan,Struktur dan Tata Letak Dapur, Mikroba Pangan, Lemari Pendingin, penerapan persyaratan Titik Titik Pengendalian Kritis dan Proses Masak Memasak Makanan. Adapum pemateri yang menyuntikkan ilmu kepada pengelola rumah makan dan catering ini adalah Suhartini SKM MAP, Rachmad dan kalangna dokter di Puskesmas . (helda/bangun banua)

Tanjung Redeb –

Kebijakan bekerja dari rumah atau Working From Home (WFH) juga diberlakukan di Berau. Kebijakan ini dimulai pada Rabu (18/3/2020) besok. Tetapi, tidak semua pegawai melakukan WFH. Dan dalam surat edaran Bupati Berau tentang kesiapsiagaan menghadapi corona virus disease 2019, sudah dijelaskan terkait hal ini.

Dalam poin imbauan dijelaskan jika pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator untuk tetap bekerja sebagaimana biasa. Sedangkan untuk pejabat pengawas dan pelaksana termasuk pegawai tidak tetap (PTT) agar dapat melakukan pekerjaannya di rumah masing-masing selama 14 hari, terhitung dari tanggal 18 Maret 2020 dan beraktivitas kembali tanggal 4 April 2020.

Tak hanya itu, absensi kehadiran yang selama ini menggunakan sistem finger print untuk sementara ditiadakan. Dan menggunakan sistem manual sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Jadi, untuk kepala dinas, sekretaris dan bagian administrasi tetap berkantor dan melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Langkah ini diambil Pemkab Berau sesuai dengan surat Menteri PAN-RB nomor 19 tahun 2020 tertanggal 16 maret 2020 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah. Juga surat edaran Mendagri tertanggal 17 Maret 2020 tentang pencegahan penyebaran Covid-19. (amel/bangun banua) 

Tanjung Redeb –

Setelah sebelumnya pada Senin (16/3) keluar surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim, yang menetapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SMA/SMK/SLB dilaksanakan di rumah untuk 14 hari ke depan, Selasa (17/3) surat edaran serupa juga dikeluarkan untuk meliburkan PAUD, TK, SD dan SMP. Keputusan ini dikeluarkan oleh Disdik Berau setelah rapat koordinasi Pemkab Berau dengan lintas sektor, terkait pencegahan atau antisipasi wabah Corona.

Dalam edaran tersebut ada beberapa poin yang menyebutkan jika proses KBM untuk PAUD hingga SMP dilakukan secara online di rumah mulai 18 Maret sampai 1 April 2020. Poin kedua, guru wajib memandu proses pembelajaran secara online melalui fasilitas grup whatsapp kelas, grup whatsapp orangtua, dan laman belajar.kemdikbud.go.id.

Poin ketiga, orangtua atau wali peserta didik memastikan putra putrinya berada di rumah serta melakukan pendampingan ketika ada keperluan penting di luar rumah. Dan poin terakhir yang sangat penting adalah selalu menjaga kesehatan dan sering mencuci pakai sabun serta membiasakan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

Keputusan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat Berau. Ada yang gembira karena tidak perlu ke sekolah selama dua pekan, tetapi ada juga yang mengingatkan agar menjadikan ini sebagai salah satu sarana quality time bersama keluarga dan memantau aktivitas anak. Bahkan, ada juga yang mengatakan jika diliburkan bukan berarti bisa liburan, karena kebijakan ini diambil justru salah satu usaha untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (amel/bangun banua)

Tanjung Redeb Website Dinkes –
Diakhir pemberian materi  Higiene Perseorangan dalam kelas kursus Higiene Sanitasi Mamin (makanan minuman) , peserta sontak disuruh oleh pemateri Rahmad dari Dinkes Berau, untuk mempraktekkan 5 langkah mencuci tangan pakai sabun.
Kursus higiene sanitasi  makanan dan minuman bagi pengelola rumah akan  yang diadakan di gedung  pertemuan Dinas Kesehatan jalan Mawar Tanjung Redeb ini, Selasa (16/3/2020)  peserta yang ditunjuk berdiri dan mempraktekkan 5 langkah mencuci tangan yan beenar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pertama,  basahi seluruh tangan dengan air bersih mengalir, kedua gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari, ketiga bersihkan bagian bawah kuku-kuku, keempat bilas tangan dengan air bersih mengalir, kelima keringkan tangan dengan handuk, tisu atau keringkan dengan diangin-anginkan. Mencuci tangan menggunakan sabun merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan diri .
Seperti yang dipaparkan oleh Rahmad, higiene persorangan  yang mana kunci kebersihan dalam pengolah makanana yang aman dan sehat, sangat tergantung pada manusia
Yang dimaksud adalah manusia yang mengolah makanan dan minuman untuk di sajikan dalam perusahaan katering atau rumah makan. Salah satuya dengan mencuci tangan dengan sabun sesuai dengan standar Kemenkes RI. Sebelumnya di paparkan oleh Rahmad , baha dalam prinsif higiene perseorangan  sumber cemaran yang  penting selain tangan, yaitu hidung mulut, telinga, isi perut, dan kulit. Dan semua sumber cemaran dari tubuh harus selalu dijaga kebersihannya.
Peserta kursus higiene sanitasi mamin sejumlah  40 pengelola rumah akan dan catering ini ditekankan agar menjaga kebersihan, dengan mandi teratur dengan  sabun dan air bersih, menyikat gigi dengan  sikat dan pasta gigi.
Adapun sumber cemaran karena perilaku, yakni  tangan yang kotor merupakan penularan mealui akan yng diolah. Maka maka harus rajin cuci tangan dengan  sabun dan air mengalir. Jika batuk, bersin, percikan ludah percikan ludah merupakan hal yang  menjijikkan apalagi bila mengandung kuman, maka dapat  menjadi penular penyakit. Bila akan batuk, bersin, berbicara, tertawa, segera menjauhi makanan, menutup hidung dengan saputangan, kertas tissue, keluar ruangan.
Jangan  menyisir rambut dekat makanan, karena rambut merupakan tempat mengendap kotoran,  debu.
Kemudian egolah makanan dan minuman jangan mengunakan perhiasan, karena perhiasan merupakan sarang kotoran dari debu, keringat, dan sulit dicuci. Saat memasak sebaiknya tidak memakai perhiasan termasuk cat kuku. (helda/bangun banua)

Tanjung Redeb -

Keamanan pangan merupakan salah satu isu yang berkembang di masyarakat, baik karena masih adanya kasus – kasus keracunan pangan atau semakin meningkatnya kesadaran dan tuntutan konsumen terhadap makanan yang aman dan bermutu. Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran baik fisik, biologis maupun kimia yang masuk dalam pangan dan dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Mengingat betapa pentingnya keamanan pangan, Dinas Kesehatan Berau mengundang para pemilik Industri Rumah Tangga Pangan (IRT-P) untuk mengikuti Kegiatan Penyuluhan Keamanan  Pangan (PKP) selama sehari penuh pada Selasa (10/3) kemarin. Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk memberi pembekalan kepada pengelola atau pemilik IRT-P agar mampu memproduksi pangan yang sehat, aman, bermutu dan higienis.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM yang mengolah pangan sehingga tidak ada cemaran baik fisik, biologi maupun kimia yang ikut masuk dalam pangan baik itu melalui tempat pengolahan, peralatan yang digunakan, perilaku pengolahnya sendiri atau dari bahan makanannya sehingga aman bagi konsumen.

Sebagai contoh masih ditemukannya produk pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna merah pada makanan (sirup, kerupuk, saos, terasi), padahal guna rhodamin B yang sebenarnya adalah untuk pewarna tekstil, sehingga penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati dan kanker. Selain Rhodamin B juga masih ditemukan Boraks yang digunakanuntuk pengawet dan pengenyal  pada kerupuk, tahu dan bakso. Fungsi dari boraks sendiri adalah untuk mematri logam, pembuatan gelas dan enamel, anti jamur kayu, pembasmi kecoa, antiseptik, obat untuk kulit dalam bentuk salep, dan campuran pembersih. Boraks masuk dalam kategori bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung.

Bahan berbahaya ini mempunyai sifat racun, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi. Yang perlu juga diperhatikan agar betul – betul memperhatikan ketika mencuci produk – produk hasil pertanian supaya tidak ada residu pestisida pada produk hasil pertanian yang masih menempel pada bahan pangan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Karena apabila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker, cacat kelahiran dan mengganggu sistem syaraf.

Kegiatan ini merupakan salah satu persyaratan yang harus diikuti oleh setiap pemilik Industri Rumah Tangga Pangan yang akan mengajukan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT).  Sehingga pemilik IRTP menjadi tahu dan paham bagaimana alur untuk mendapatkan SPP-IRT dan tidak sampai melalui pihak ketiga (Calo).  Dengan produk pangan yang sudah ada nomor PIRTnya, produsen pangan diuntungkan karena produknya lebih dipercaya oleh konsumen dan dapat menjual produknya lebih luas serta bisa diterima di toko modern di seluruh Indonesia. (amel/bangun  banua)