dinkes.puri@gmail.com 01234567890

Evaluasi Kinerja sebagai Fondasi Penguatan Layanan Kesehatan Berau

  • Muhammad Taufik
  • Disukai 0
  • Dibaca 3 Kali

Peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh kemampuan melakukan evaluasi secara jujur dan berkelanjutan. Semangat inilah yang tercermin dalam Rapat Evaluasi Capaian Kinerja dan Program Dinas Kesehatan bersama Puskesmas se-Kabupaten Berau Tahun 2025, yang menjadi ruang refleksi bersama atas pelaksanaan program kesehatan tahun 2024 dan 2025.

Pertemuan ini menegaskan bahwa evaluasi kinerja bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap program kesehatan berjalan efektif, terukur, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan program serta penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan seluruh UPTD, termasuk Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Daerah, dan Instalasi Farmasi Kabupaten.

Paparan dari perwakilan Puskesmas serta bidang teknis di lingkungan Dinas Kesehatan memberikan gambaran utuh mengenai capaian, tantangan, dan ruang perbaikan yang masih perlu diperkuat. Hasil audit kinerja program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) menjadi salah satu dasar evaluasi, sekaligus penegasan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data.

Forum evaluasi ini menghasilkan sejumlah kesepakatan rencana tindak lanjut yang bersifat strategis. Salah satu poin penting adalah penegasan penggunaan data sasaran berbasis data riil yang disepakati oleh wilayah kerja Puskesmas, dengan pembandingan terhadap data Pusdatin. Langkah ini diambil untuk memastikan perencanaan dan evaluasi program didasarkan pada data yang paling mendekati kondisi lapangan.

Selain itu, Dinas Kesehatan dan seluruh UPTD sepakat untuk menyusun dan memutakhirkan register risiko serta melakukan pemantauan secara berkala. Upaya ini dipandang penting untuk mengidentifikasi potensi hambatan pelaksanaan program sejak dini dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih responsif.

Penguatan sumber daya manusia kesehatan juga menjadi perhatian utama. Evaluasi menegaskan perlunya analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga kesehatan agar pemenuhan SDM dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kredensial tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas, serta evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pelayanan turut menjadi bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan.

Dalam konteks isu prioritas, penanganan stunting kembali ditegaskan sebagai agenda bersama lintas sektor. Dinas Kesehatan merencanakan pembentukan dua tim khusus pada tahun 2026, yakni Tim Gizi dan Tim Tata Kelola Stunting, guna memperkuat koordinasi program dan akurasi pelaporan. Evaluasi program secara berkala setiap tiga bulan juga disepakati sebagai upaya menjaga kesinambungan dan efektivitas pelaksanaan kegiatan.

Aspek tata kelola dan pelaporan turut menjadi perhatian penting. Seluruh unit kerja didorong untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan kinerja, termasuk penyusunan perjanjian kinerja, indikator kinerja individu, laporan SPM, hingga pemanfaatan sistem informasi kesehatan secara optimal. Ketepatan waktu dan kualitas pelaporan dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari akuntabilitas publik.

Melalui forum evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk terus belajar dari capaian dan tantangan yang ada. Evaluasi tidak dimaknai sebagai upaya mencari kekurangan semata, melainkan sebagai proses pembenahan berkelanjutan demi pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih merata, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kesepakatan rencana tindak lanjut yang dihasilkan diharapkan menjadi pijakan bersama dalam memperkuat tata kelola kesehatan daerah, sekaligus memastikan bahwa setiap program kesehatan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Berau.