Dinkes Berau Perkuat Evaluasi PMT Lokal bagi Balita Bermasalah Gizi dan Ibu Hamil KEK
Berau — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi (monev) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Tahun 2025 bagi balita bermasalah gizi dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (19/11/2025) sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan masalah gizi di daerah.
Pertemuan ini menjadi forum kolaborasi, evaluasi, dan penguatan komitmen lintas sektor dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan PMT Lokal. Hadir dua narasumber kompeten, yakni perwakilan UKPBJJ, Edi Wahyu Widodo, serta narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Dakhlan Choeron.
Dalam paparannya, Edi Wahyu Widodo menjelaskan secara rinci mengenai ketentuan dan mekanisme pengadaan bahan pangan lokal untuk PMT. Ia menekankan bahwa pengadaan harus memperhatikan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kesesuaian dengan regulasi yang berlaku, sekaligus tetap mengutamakan pemanfaatan potensi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi.
Sementara itu, Dakhlan Choeron dari Kementerian Kesehatan RI menyampaikan kebijakan nasional terkait pelaksanaan PMT Lokal sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik. Ia menegaskan pentingnya kesesuaian menu PMT dengan standar gizi, sasaran yang tepat, serta integrasi program PMT dengan upaya percepatan penurunan stunting dan perbaikan status gizi ibu hamil.
Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian program, kendala di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan agar PMT Lokal dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, sehingga pelaksanaan PMT Lokal Tahun 2025 mampu meningkatkan status gizi balita serta kesehatan ibu hamil KEK secara signifikan. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
